Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 161 - Hanya manusia.


__ADS_3

Zhi Yuan mengusap wajah nya dengan punggung tangannya,


"Dia masih mengenali ku, Zhou Zhiping kenapa kau begitu bodoh, wanita ini sudah membodohi ayah mertua dan Zhou Zhiping, dia hanya berpura-pura lupa ingatan," batin Zhi Yuan, dan dengan cepat meraih keranjang nya dan di tahan oleh Hua Mulan, keduanya saling menarik keranjang itu.


"Izinkan aku membawakan nya untuk mu," ucap Hua Mulan, tidak mempedulikan pertanyaan pria di dekatnya.


Wanita itu menarik pergelangan tangan Zhi Yuan dan keduanya berdiri,


"z-zhi Yuan, aku mengundang mu makan bersama kami," ucap Hua Mulan dan membawa Zhi Yuan masuk ke dalam kedai, Hua Mulan dengan cepat memesan hidangan untuk Zhi Yuan, dan dengan cepat pesanan nya datang.


Hua Mulan meletakkan keranjang berisi sayuran yang sering di masak nya, dan duduk berdampingan dengan pria itu.


"aahhh.. anak muda, seperti nya kau kenal dengan tabib Hua, jika aku tahu, mungkin aku akan membantu mu mengumpulkan barang mu yang jatuh tadi," ucap pria itu.


Zhi Yuan hanya mengangguk dan tetap menunduk, sesekali menatap bocah laki-laki di duduk di pangkuan pria itu, mata nya berpindah ke arah Hua Mulan, dan wanita itu mengangguk penuh arti, keduanya diam hingga hidangan di hadapan mereka menanti cukup lama.


"Ada apa dengan kalian, kenapa hanya diam, makanlah, tabib Hua kau mengatakan sangat lapar makan lah, dan kau anak muda silahkan!" ucap pria itu kali ini cukup sopan.


Pria itu masih memangku bocah kecil itu, namun tangannya begitu sibuk memainkan sumpit meletakkan beberapa makanan di mangkuk Hua Mulan

__ADS_1


Zhi Yuan hanya mengangguk, menatap perhatian pria itu kepada Hua Mulan yang hanya terdiam.


"Adik Hua, kau seperti nya setuju tentang kecocokan kita, jadi aku ingin kau menerima hadiah ku, aku sudah memikirkan nya matang-matang, siang malam kita sudah bekerjasama, kita seperti di takdirkan untuk menjadi satu dalam pekerjaan, jadi aku memberanikan diri ingin melamar mu," ucap pria itu, dan mengeluarkan kalung yang begitu cantik.


Hua Mulan hanya membeku, menatap Zhi Yuan, air matanya keluar dari sudut matanya, membuat pria itu tersenyum.


"Kebahagiaan sejati terlihat saat air mata keluar, haha... anak muda karena hari ini adalah hari kebahagiaan kami, kau harus menikmati makanan termahal di tempat ini," ucap pria itu lagi.


Zhi Yuan mengangguk, dan memalingkan sedikit wajahnya ke arah lain seperti tidak ingin menganggu acara kebahagiaan itu.


"Tuan mungkin sebaiknya aku pergi, ini hari yang membahagiakan untuk anda, aku ucapkan selamat, dan mohon diri," ucap Zhi Yuan memegang keranjang nya.


Zhi Yuan mengambil mangkuk yang berisi nasi, tangan nya sedikit gemetar menatap nasi di mangkuk nya, dan sedikit berpaling ke arah kanan mulai menyumpit nya dengan mata terpejam.


Zhi Yuan mengusap darah dari pipinya, seperti mengusap air matanya,


Hua Mulan menunduk, mata nya ikut terpejam air matanya mengucur begitu deras, dan bibir terbuka memperlihatkan giginya merapat dengan kepala wanita itu bergetar.


"aahhh... kenapa ini begitu menyakitkan," gumam Hua Mulan.

__ADS_1


Pria di dekat Hua Mulan memegang jemari wanita yang menangis di dekatnya.


"Adik Hua, ada apa? apa aku melakukan kesalahan? siapa sebenarnya pemuda ini, anak muda katakan apa hubungan mu dengan tabib Hua." tanya pria di dekatnya.


"Tuan, Nyonya Hua adalah tetangga ku di desa dulu, nyonya aku sudah selesai, terimakasih atas makanan nya, tuan aku mohon diri," ucap Zhi Yuan dan berdiri dan berbalik meninggalkan meja makan itu.


"berhenti!!!!!" teriak Hua Mulan berdiri, kedua tangannya bertumpu pada meja itu.


Zhi Yuan menghentikan langkah nya, namun masih membelakangi, dan ingin melanjutkan langkah nya, namun kembali Hua Mulan berteriak,


"Zhi Yuan hentikan, aku mohon!!" teriak Hua Mulan di sela-sela tangisan nya.


"Tabib Hua tenanglah, semua orang sedang memperhatikan kita," ucap pria itu tersenyum ke arah semua orang yang menatap Hua Mulan.


"Tidak... aku sudah tidak tahan lagi, bagaimana seorang suami memanggil istri nya dengan sebutan tetangga, seorang ayah ya-ng.... yang bahkan tidak berani menggendong putera nya sendiri, meski dirinya sangat menginginkan nya, aku tidak bisa menerima nya," ucap Hua Mulan.


Zhi Yuan memejamkan matanya, hidung nya memerah, dan mata kehijauan mulai mengeluarkan air,


"air mata bukan menunjukkan kelemahan, namun menunjukkan jika kau adalah manusia, yang pasti memiliki kelemahan," batin Zhi Yuan dan berbalik menatap Hua Mulan.

__ADS_1


__ADS_2