
"Adik Zhi sudah!! cepat lah makan, atau makanan akan kami habiskan," ucap Xu Guang Zhou yang pertama kali nya terlihat sedikit kesal.
Tiba-tiba seorang pemuda sudah di belakang Zhi Yuan dan mengelus bahu dari pemuda itu.
"Seperti nya ada yang akan meninggalkan sekte terlebih dahulu," ucap Liu Fang yang mengetahui jika beberapa bulan lagi Zhi Yuan akan menyelesaikan tingkat dasar nya.
Zhi Yuan menghentikan makannya, dan meletakkan sumpit nya di meja, pemuda 13 tahun itu berdiri dan menatap ke arah Liu Fang.
"kau datang di saat yang tepat," ucap Zhi Yuan yang tidak melihat anggota kelompok pembuat onar lainnya.
"hahaha... kau salah paham adik Zhi, aku tidak datang untuk mu, aku di sini karena merindukan seseorang, dan aku juga sudah bosan bertarung tanpa henti dengan mu," ucap Liu Fang menatap ke arah Xiao Ling membuat wanita itu sedikit merona, dan matanya tidak berani menatap Liu Fang.
Liu Fang menggaruk alis nya yang tidak gatal seperti sedang berpikir,
"aku rasa kau harus mencoba jatuh cinta adik Zhi, tunggu sebentar biar aku ingat, yahhh... aku mengenal seorang gadis yang juga anak dari seorang budak seperti mu, mungkin aku bisa mengenalkan mu padanya," ucap Liu Fang dengan senyum ejekan, dan begitu menekankan kata budak seperti mu.
Ejekan seperti itu sudah tidak mempan lagi terhadap Zhi Yuan, bibir sedikit tebal nya tersenyum kecil, tangan kanannya mengangkat lencana setengah yang kini menjadi milik nya, sedikit menggoyangkan di samping mata kirinya, namun bola mata kehijauan itu menatap dalam ke mata Liu Fang.
"kau tidak perlu repot, aku sudah memiliki calon istri, dan jika tidak ingin bertarung pergilah," ucap Zhi Yuan.
Namun tanpa mereka sadari, di dekat mereka sudah ada seorang wanita yang bahunya di peluk seorang laki-laki, dan wanita itu adalah Li Xuyan, kedua tangannya di lipat di bawah dada nya, kepalanya sedikit miring menatap lencana di tangan Zhi Yuan dan beralih ke arah Liu Fang.
"Adik Fang, sebaiknya kau pergi," ucap wanita cantik itu penuh intimidasi.
Dan laki-laki yang memeluk wanita itu, menatap Liu Fang dengan sorot mata begitu merendahkan, dan sambil membersihkan ujung kuku jemari kirinya dengan ujung kuku jempol nya, pria itu adalah Wang Kai.
"Sebaiknya kau mengikuti ucapan kekasihku ini, mungkin kau dijuluki si pembuat onar, tapi kau hanya tikus kecil bagiku," ucap pria itu,
Pria itu terlihat berpakaian jauh dari kata rapi, namun mengenakan kalung dan perhiasan lain nya yang harganya sebanding dengan upah ayah Liu Fang seumur hidup, dan pria itu mendekat, serta menepuk pundak Liu Fang beberapa kali, dan melewati si pembuat onar itu.
Kening Liu Fang sedikit berkerut hanya mengangguk, sambil menatap sekeliling, dan melihat beberapa orang yang terlihat lebih arogan dari nya, dan kembali menatap Zhi Yuan.
"Baiklah, bocah selamat tinggal, jika ada yang menindas mu di kota ini jangan sungkan katakan saja!" ucap Liu Fang, menatap dingin ke arah Li Xuyan dan meninggalkan rumah makan itu.
__ADS_1
Li Xuyan menatap sebentar ke arah Xu Guang Zhou, membuat makanan di tenggorokan Xu Guang Zhou tidak dapat di telan, dan wanita itu mendekati Zhi Yuan yang masih menggoyangkan lencana di dekat matanya.
"Kau si bocah budak rupanya, seperti nya kau sedang mendapat keberuntungan, melihat lencana mu itu aku tahu siapa pemilik sebagian lagi, aku akan membantu mu memberitahu wanita itu,aku harap kau tidak menyesal dan membalas kebaikan ku kali ini hihihi... sekarang minggir dari hadapan ku," ucap wanita cantik itu, wajah begitu cepat berubah dari tersenyum menjadi dingin.
Zhi Yuan hanya memberi jalan kepada wanita itu, seperti tidak mendengar apapun yang di ucapkan oleh wanita itu.
Langit mulai gelap orang -orang mulai menyalakan lentera, membuat pinggiran kota itu menjadi terlihat hangat dan meriah, kini hanya Xu Guang Zhou dan Zhi Yuan berada di depan rumah makan itu, karena Xiao Ling sudah pergi terlebih dahulu, dan keduanya pun berpisah.
Zhi Yuan melangkah menuju Kuil Suci Teratai Emas, dan tidak terlalu jauh dari tempat itu terdengar suara, dan suara itu sangat di kenal nya.
Zhi Yuan memelankan langkah nya mencari sumber suara, dari sebuah jalanan sempit, pemisah perumahan yang cukup padat, beberapa barang yang terbungkus karung sedikit menutupi pemilik suara itu, mata Zhi Yuan terus mencari dan matanya sedikit melebar saat melihat sosok yang begitu sering di jumpai nya berada di tempat itu.
"Hentikan, ini sudah terlalu jauh," ucap Xiao Ling pelan.
"adik Ling aku mencintaimu," ucap suara pemuda yang tidak lain adalah Liu Fang.
Pemuda itu sedang berusaha memasukkan tangannya ke pakaian bagian bawah Xiao Ling, namun masih di tahan oleh wanita itu.
"aku tahu, tapi aahhh," suaranya terhenti saat leher indah nya sudah diciumi oleh Liu Fang, dan tidak lama mereka sudah berciuman, tapi tangan Liu Fang berhasil dihempaskan oleh wanita itu.
"apa yang terjadi? kenapa kakak Ling menyukai bajingan itu, bagaimana dengan kakak Zhou?" batin Zhi Yuan.
Zhi Yuan menggelengkan kepalanya dan memajukan bibirnya,
"aku tidak mengerti dengan urusan seperti ini, mereka saling menyukai, aku tidak akan mengganggunya, meski aku tidak menyukai si muka kuda itu, tapi aku juga tidak begitu membencinya," batin Zhi Yuan dan terlihat beberapa orang begitu ribut sedang mengarah ke tempat mereka, dan dengan tergesa Zhi Yuan berlari ke arah Kuil.
Xiao Ling juga mendengar keributan itu, dan melihat bayangan Zhi Yuan yang berlari, mendorong tubuh Liu Fang, dan wanita itu mencoba mengejar nya, namun Zhi Yuan sudah begitu jauh, membuatnya hanya bisa memejamkan matanya dalam-dalam.
****
Malam itu Zhi Yuan tertidur begitu lelap, tubuh nya mulai memanas, darah segar mulai keluar dari sela-sela dua huruf di bawah mata kirinya.
Tubuh nya bergetar hebat dan dengan sekuat tenaga pemuda itu terbangun.
__ADS_1
Nafasnya tersengal, pakaian nya basah karena keringat, dan luka nya seperti terbakar.
"hhaaahhh"
Zhi Yuan mengusap wajahnya yang basah, matanya seperti kosong memikirkan mimpinya, ujung jemarinya mengusap-usap kening nya sendiri, dan matanya menatap darah di jemarinya dan sedikit terkejut saat melihat sebuah cincin cukup lebar di jari telunjuk tangan kirinya.
Cincin hitam itu memiliki ornamen berbentuk persegi, dengan beberapa huruf asing, dan sesaat warna merah keemasan mengaliri ornamen kecil-kecil di cincin itu, dan memantulkan sinar ke udara membuat ruangan Zhi Yuan menjadi berwarna merah dan di penuhi huruf keemasan untuk sesaat, dan dalam hitungan detik seluruh sinar itu seperti terhisap ke dalam cincin itu.
"cincin?" batin Zhi Yuan dan meraba cincin berwarna hitam itu, pertanyaan mulai memenuhi pikirannya.
Tidak butuh waktu lama saat langit mulai membiru, Zhi Yuan sudah berada di Kuil tua di bagian paling belakang Kuil Suci Teratai Emas, tampak Tetua Zhang duduk bersila di atas bangku panjang tidak jauh dari meja batu nya.
Pakaian nya tampak lebih bersih, dan tidak ada yang basah di seluruh bagian, bola matanya di balik kerudung menatap tamu nya yang terlihat begitu tergesa-gesa.
"ini bukan bulan mati, kau tidak perlu tergesa-gesa seperti itu, bahkan ini belum pagi," ucap Tetua Zhang sedikit tersenyum, meski tidak dapat dilihat oleh Zhi Yuan.
Zhi Yuan meraih cincin di telunjuknya dan memberikan nya kepada Tetua Zhang, dan sosok berkerudung itu menerimanya serta mulai mengamati begitu seksama untuk beberapa saat.
"giok hitam salah satu bahan yang bisa digunakan rupanya, penghisap segala cahaya, membuat nya mampu menembus ruang dan waktu, hehehe," guman Tetua Zhang terkekeh dengan suara parau nya seperti berbicara dengan dirinya sendiri
Tetua Zhang menjepit cincin itu dengan jempol dan telunjuk nya dan memainkan nya.
"Yuan 'er, kau memiliki harta Karun pusaka dewa rupanya, ini cincin ruang untuk menyimpan barang, dan cincin ini memiliki ikatan darah dengan mu, mungkin seseorang melakukan nya saat kau lahir," ucap Tetua Zhang dan masih mengamati ornamen indah yang terukir di cincin itu.
"cincin ruang?" Zhi Yuan mengikuti ucapan dari Tetua Zhang.
Tetua Zhang menarik nafas dalam-dalam sambil mengangguk di balik kerudung nya, selama beberapa tahun ini Zhi Yuan tidak pernah lagi melihat wajah mengerikan Tetua Zhang lagi.
"yang aku dengar cincin ruang ini di ciptakan oleh Dewa batu Utara ribuan tahun silam, dia adalah dewa pengrajin batu yang mendapat tugas di bumi, sebelum kembali ke langit dewa besar itu menciptakan 9 cincin ruang dan menempa enam buah pedang, namun Pedang ke enam patah, dewa itu menempanya kembali dan pedang ke enam menjadi pedang ke tujuh yang di tempa.
Sama seperti cincin ruang, pedang-pedang itu menjadi incaran para penguasa, sehingga terjadi peperangan di mana-mana, dan sekarang sebagian besar pusaka dewa di miliki oleh orang -orang kuat, dan hanya saja aku tidak pernah mendengar nasib pedang ke tujuh itu, menurut cerita pedang itu di kuasai oleh klan mayat hidup, hanya mereka yang tidak terpengaruh oleh efek mengerikan dari pedang ke tujuh," ucap Tetua Zhang mengakhiri cerita nya.
Zhi Yuan hanya terdiam begitu lama, memikirkan cerita dari Tetua Zhang, mata nya mengamati sosok di hadapan nya.
__ADS_1
"hahaha... apa kau berpikir aku salah satu dari mereka? bagaimana jika iya?" tanya Tetua Zhang tubuh nya sedikit bergetar menunjukkan jika sosok itu tertawa meski tidak dapat didengar.