Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch.74 - 100 assasin.


__ADS_3

Setelah era baru Kekaisaran Qing, banyak aturan yang di terapkan, di antara nya biro peradilan mulai di terapkan di seluruh negeri, pengadilan untuk pencuri, perampok, pembunuhan anak-anak, hutang-piutang, perpisahan dan banyak lagi, membuat kejahatan sedikit berkurang.


Zhi Yuan melangkah pelan tujuan nya mencari tempat yang tenang dan berusaha menjauh dari Utara, matanya menatap seorang pria tua terlihat terbaring dengan nafas tersengal, pakaian nya seluruh nya berwarna putih layaknya seorang tahanan.


"Ini bukan urusan ku," batin Zhi Yuan menggelengkan kepalanya dan menjauh dari pria tua yang terlihat hanya terbaring tidak berdaya, langkah nya di percepat namun pemuda itu tiba-tiba terhenti, matanya terpejam erat.


"aahhhh.... sudahlah," gumam Zhi Yuan dan kini pemuda itu sudah memapah pria tua itu. wajah nya terlihat kesal dan seperti terpaksa menolong orang tua itu.


Dua hati nya sedang bergulat hebat, sifat dinginnya sedang menolak membantu orang yang tidak dikenal nya.keduanya mendekati sebuah gubuk, namun di dekat gubuk pria tua itu terdapat rumah kecil namun dapat dikatakan menggunakan bahan yang mewah.


Bau menyengat sudah tercium jarak sekitar 20 meter dari gubuk itu, keduanya masuk ke halaman depan gubuk itu, pria tua itu terlihat begitu lemah dan Zhi Yuan mendudukkan nya di balai yang ada di luar gubuk itu.


"Anak muda sebaiknya kau pergi, kau tidak perlu repot-repot menolong ku, usiaku sudah di ujung, sudah saat nya aku pulang ke tanah tua," ucap pria tua itu.


Zhi Yuan mengangguk dan menatap pria tua itu,


"Paman, mayat siapa di dalam gubuk itu?" ucap Zhi Yuan yang sudah mengenal betul bau itu dan sumber nya darimana.


Wajah Pria itu meringis, kedua sisi tengah alisnya terangkat, membuat guratan nya semakin terlihat, air matanya keluar sesekali keluar membasahi wajahnya yang penuh noda debu, bibir nya yang kering dan pecah-pecah mulai bicara dengan bergetar.


"Dia adalah istri ku, sudah meninggal 10 hari, hanya nadi tangan kiriku yang masih utuh, sehingga aku tidak mampu menguburkan nya, istriku maafkan aku... aku benar-benar suami tidak berguna, bahkan hingga kau meninggal aku tidak mampu melakukan kewajiban terakhir ku," teriak lemah pria tua, tubuh nya terguncang seperti begitu marah kepada dirinya sendiri.


Zhi Yuan merapat bibirnya, mengingat hal yang sama juga terjadi pada dirinya sendiri, dan pemuda itu masuk ke dalam gubuk kecil itu, dan keluar membawa jasad yang sudah kaku dan membengkak, dan membawa nya ke sebuah tanah lapang di depan rumah itu.


dengan pedang baru nya Zhi Yuan menulis sebuah nama di batu nisan yang sudah berdiri di makam yang baru di bikin nya, Pria tua itu memberi penghormatan untuk terakhir kalinya kepada istrinya dan saat hari gelap kedua kembali masuk ke pekarangan, duduk di balai di depan rumah nya.


Sebuah bubur dan sop daging sebagai hidangan mereka, pria tua itu menatap makam istrinya dari balai itu sambil menerawang entah kemana.

__ADS_1


"Namaku Hua Daiyan, anak muda hari ini kau berbuat mulia, semoga kelak ada yang melakukan hal yang sama untuk mu," ucap pria tua itu.


Zhi Yuan hanya mengangguk, ada sedikit rasa senang bisa menolong seseorang di hatinya, namun sesuatu yang dingin seolah mencegah perasaan itu, namun Zhi Yuan dapat menyingkirkan rasa dingin itu sedikit.


"Namaku Zhi Yuan," ucap Zhi Yuan tampak wajahnya tersinari cahaya dari dua lentera yang tergantung di depan gubuk itu.


"aahhh... nama yang bagus, dulu aku begitu berkuasa, tapi pada akhirnya aku kau bisa melihat nya sendiri, eh -eh- eh," tawa pria tua terkekeh itu seperti mengejek dirinya sendiri.


"Paman siapa yang melakukan ini padamu?" tanya Zhi Yuan.


"jika pun kau tahu, tidak ada artinya lagi, setidaknya Puteri kami baik-baik saja, itu sudah membahagiakan kami," ucap Pria tua itu.


"Apa Paman memiliki Puteri? kenapa tidak datang saat ibunya meninggal?" tanya Zhi Yuan.


Air mata kembali meleleh dari sudut mata tua itu,


"Meski ada sedikit penyesalan tapi mendengar dia baik-baik saja sudah membuat kami begitu senang, aku begitu mengenal bagaimana Puteri kami itu, dia begitu kejam pada dirinya. Yuan'er... jika kau tidak keberatan bisakah kau membantuku untuk terakhir kali nya? tapi jika kau tidak berniat membantu tidak apa-apa, bantuan mu hari ini saja sudah seperti surga menghampiri ku, dan tentu saja tidak dapat aku bayar, aku akan berdosa jika menawarkan sebuah harta untuk membalas kebaikan seperti itu," Pria tua itu, dan ingin menyentuh kaki Zhi Yuan, namun Zhi Yuan menahan nya.


"Sudahlah Paman, meski aku bukan orang baik, tapi aku juga tahu apa yang harus dilakukan sebagai manusia, katakan Paman jika aku bisa aku akan mencoba membantu," ucap Zhi Yuan, memejamkan matanya dalam-dalam seperti ada sedikit penyesalan dengan ucapan akan membantu.


Pria tua itu mengangguk terlihat begitu lega,


"kau lihat lonceng di gerbang itu? anak lonceng nya adalah sebuah lencana Kaisar terdahulu, Kaisar memberikan nya saat sebelum ajal nya tiba, beliau mengatakan jika lencana itu menyimpan begitu banyak kebenaran, ambil lah lencana itu, benda itu lebih berharga dari nyawa ku, berikan benda itu pada Puteri ku, kau bisa meninggalkan nya setelah dia menerima lencana itu," ucap pria tua itu dan menunjuk sebuah lonceng tua yang seperti terbengkalai tergantung di depan pintu gerbang yang sebagian sudah rusak.


"Paman? bagaimana bisa meletakkan benda berharga di tempat terbuka seperti itu?" tanya Zhi Yuan.


"Pikiran mereka yang menginginkan benda itu, akan sama seperti mu dan tidak akan menganggap benda itu berharga hanya karena tempat nya di luar," ucap pria tua itu.

__ADS_1


Bola mata Zhi Yuan tiba-tiba bergerak,


"aku tidak merasakan kehadiran mereka sebelum nya, mereka berada lebih dari 20 meter, salah satu nya pasti bisa membaca gerak bibir dari pria tua ini," batin Zhi Yuan.


Pemuda itu dan dengan cepat mencabut pedang nya melesat ke arah lencana tergantung itu, namun seseorang sudah lebih dulu memasukkan tangan nya ke lonceng itu, dengan sekali tebasan pedang melengkung itu membelah lonceng itu sekaligus memisahkan jemari dari pria yang di depan nya.


pria itu begitu terkejut karena kehilangan sebagian telapak tangan nya, dan mata terkejut itu harus kehilangan badan nya karena tebasan kedua sudah memisahkan kepala nya.


sreessshhhssss.....


Darah menyembur di gerbang rusak itu, dan satu tubuh tanpa kepala mulai roboh. Zhi Yuan mengambil lencana itu dan memasukkan nya ke cincin penyimpanan nya. pemuda itu melompat ke udara dan dengan cepat melompat ke udara dan kini sudah berdiri tidak jauh dari makam yang tadi siang di buat nya.


shal nya sudah menutupi hidung mancung pemuda itu dan perlahan shal itu mengkerut dan menyesuaikan dengan bentuk wajah Zhi Yuan, dan kini shal itu seperti cadar yang menutupi bagian bawah wajah Zhi Yuan termasuk dua simbol di sudut matanya.



ilustrasi Zhi Yuan.(jika kematian bukan lagi akhir tapi sebuah awal)


Tangan kirinya memegang pedang yang sudah kembali ke di pinggang nya, dan tangan kanannya meremas gagang panjang nya, dan sekitar 100 orang pembunuh sudah di depan Zhi Yuan dengan senjata sudah tercabut, dan hawa pembunuh pekat dari setiap orang nya menunjukkan mereka bukan orang sembarangan.


Tidak jauh dari tempat itu sepasang mata dengan sorot begitu dingin sedang memperhatikan peristiwa di dekat makam yang masih tampak baru, sosok itu hanya duduk di atas dahan pohon dengan kaki di silangkan di atas kaki lain nya.


"Kami sudah menunggu begitu lama saat ini, dan kau sudah membantu tugas kami," ucap seorang yang terlihat berusia sekitar 80 tahun, wajah nya terlihat kurus, rambutnya panjang tergerai lusuh, beberapa urat keunguan muncul di dekat mata nya.


Zhi Yuan mengangguk dan mata nya mulai menghitung.


"Tiga pendekar legenda dari sekte iblis, dan 96 orang pembunuh di ranah ahli, aku tidak akan berhasil mengalahkan nya, apa benda ini begitu berharga hingga orang sekuat ini menginginkan nya, benarkah aku akan mati di sini?" batin Zhi Yuan yang sama sekali tidak pernah bertemu tiga pendekar legenda secara bersamaan, meski dalam sebuah peperangan besar.

__ADS_1


__ADS_2