
Wajah Hua Mulan begitu merah, mengeluarkan satu koin emas dan mengambil semua barang nya dengan terburu-buru tanpa mengambil kembalian nya.
"kenapa aku tidak membawa kain untuk cadar," batin Hua Mulan seperti begitu menyesal.
Hua Mulan selalu menatap sekeliling seperti tidak ingin diketahui siapapun, setelah keluar dari Paviliun obat wanita itu menatap toko pakaian, wajahnya memiring dan seperti berpikir sambil tersenyum simpul.
Saat langit gelap wanita itu berhasil membuat beberapa pil yang dengan cepat di masukkan ke dalam guci porselen kecil, sesekali memukul kepalanya dengan tangan nya.
"Apa yang ku lakukan? aku bahkan membuat pil untuk tidak hamil, aahhh aku benar-benar gila, kenapa seperti aku yang begitu berharap," batin wanita itu, begitu marah dengan dirinya, dan kini sudah berada di depan ruangan nya.
"apa ada yang mencari ku?" tanya wanita itu.
"Tadi tuan Zhi ingin masuk tapi kami melarang nya, kami tidak akan mengizinkan laki-laki manapun masuk Nyonya termasuk suami anda," ucap penjaga itu.
"Baiklah..." ucap Hua Mulan dan masuk keruang nya.
Senyum wanita itu mengembang, darah nya berdesir membayangkan peristiwa saat di gubuk ayahnya, kenikmatan yang sama sekali tidak pernah di rasakan nya saat menikah,
"Aku ingin merasakan hal indah itu lagi di tubuh ku," gumam Hua Mulan wajah nya terasa panas dan bersemu, dan merasakan lembab di bagian sensitif nya.
Berkali-kali Zhi Yuan ingin masuk namun dua penjaga itu menghalangi nya, Hua Mulan yang terus menguping, hatinya begitu deg degan, antara takut dan bahagia membayangkan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.
namun bayangan panas wanita itu lenyap, karena kedua penjaga itu begitu tegas, dua malam sudah terlewat namun penjaga yang berjaga bergantian itu tidak pernah melunak. dan malam ketiga tiba Zhi Yuan kembali ingin masuk namun para penjaga tetap bergeming,
"Aahhh kenapa dia begitu bodoh?" batin Hua Mulan yang sudah habis kesabaran membuka pintu dan mengeluarkan wajahnya, dan bertatapan dengan Zhi Yuan.
"Nyonya apa ada yang anda butuhkan?" tanya penjaga itu.
__ADS_1
Bola mata wanita itu bergerak ke sudut kanan, memberi isyarat kepada Zhi Yuan.
"aahhh... aku hanya merasa cukup panas, kau harus membiarkan jendela terbuka semalaman," ucap Hua Mulan sambil matanya kembali mengarah ke sudut kanan memperlihatkan jendela yang terbuka.
Hua Mulan meminum ramuan penambah tenaga nya, dan sebuah pil pencegah kehamilan, dada nya bergetar hebat dan terlihat begitu gelisah. Dan tidak menunggu lama Zhi Yuan sudah berada di kamar Hua Mulan.
"Kenapa kau datang ke ruangan ku?" tanya Hua Mulan terlihat begitu gugup dan sedikit berbisik.
Zhi Yuan mengangguk, melihat Hua Mulan yang hanya mengenakan pakaian tidur yang hanya terikat di pinggang saja, bahkan paha wanita itu terlihat saat sedikit berlari menghampiri nya di jendela.
Zhi Yuan menarik pinggang Hua Mulan membuat wanita itu sedikit berjinjit dan keduanya saling bertatapan. dadanya berdebar kencang memikirkan apa yang akan mereka lakukan sekarang.
keduanya mulai berciuman dengan lembut, bibir Zhi Yuan mulai menjelajah ke arah dada, dan melebar sedikit pakaian tidur wanita itu, mata Hua Mulan terbuka dan sedikit tersadar.
"tunggu Zhi Yuan aku akan menutup jendela nya," bisik Hua Mulan dan berjalan terburu ke arah jendela, pergumulan keduanya barusan membuat pakaian tidur nya sedikit melorot memperlihatkan punggung wanita itu membuat mata Zhi Yuan terbelalak untuk sesaat.
Mata Zhi Yuan bergerak begitu bersemangat dengan formasi yang cukup rumit itu, seperti bocah yang bertemu mainan kesukaan Zhi Yuan seperti orang gila. pemuda itu dengan cepat mendekati Hua Mulan yang baru selesai menutup jendela, dan memeluk nya dari belakang jemari panjang nya meraba punggung Hua Mulan begitu mengagumi gambar itu, membuat wanita itu menahan desahannya.
"Nyonya ini begitu indah, maafkan aku jika tidak mampu menahan diriku lagi," ucap Zhi Yuan dengan nada begitu lembut, pemuda itu bahkan sudah tidak tahu apa yang di ucapkan nya karena pikirannya sudah melayang dengan simbol dan huruf yang tersembunyi di gambar itu.
Hua Mulan mulai terbelalak, dan mulai salah mengartikan ucapan pemuda itu.
"Apa yang harus aku lakukan? seperti nya dia akan melakukan nya sekarang ," batin Hua Mulan.
"Zhi Yuan a-pa ini tidak terlalu terburu-buru? setidaknya tunggu beberapa hari lagi," ucap Hua Mulan berpura-pura protes, agar tidak terlihat terlalu berharap akan hal itu.
Zhi Yuan hanya menggeleng, jemarinya panjang nya terus bergerak ke samping pinggang bawahnya, membuat Hua Mulan memejamkan matanya menahan rasa sedikit geli, dan malu tapi mulai bergairah.
__ADS_1
"huruf-huruf ini adalah susunan formasi, ada 1221 kemungkinan, jika seperti ini kita bisa melakukan nya semalam," ucap Zhi Yuan , seperti sudah bertemu dengan dunia nya sendiri.
"Apa? semalaman? Zhi Yuan apa kau sudah gila?" ucap Hua Mulan, yang hanya mampu mendengar sedikit kata-kata Zhi Yuan.
"Dia masih dalam masa pertumbuhan, darah muda nya masih begitu bergejolak, aku harus mampu mengimbangi nya," batin Hua Mulan merasakan panas di daerah sensitifnya, dan terasa basah dan berdenyut.
"Aahhh...," ******* wanita itu begitu pelan kepalanya sedikit bergetar seperti bergidik saat nafas Zhi Yuan berhembus di pinggang bawahnya.
"Bisakah kita melakukan nya di meja?" tanya Zhi Yuan
Hua Mulan mengerutkan keningnya,
"di meja? bukan kah lebih mudah jika kita melakukan di ranjang?" protes Hua Mulan begitu malu, namun ucapan Zhi Yuan menyulut sisi liar nya untuk mencoba melakukan nya di meja.
Namun Zhi Yuan sudah seperti tidak mendengar, mendorong punggung Hua Mulan dan merebahkan nya di meja membuat wanita itu terpekik karena begitu terkejut, tubuh nya terasa semakin panas membayangkan posisi mereka saat akan melakukan hal itu, matanya mulai terpejam sambil menggigit bibir nya, seperti sudah siap menerima benda Zhi Yuan.
"Cepat lah, aku juga sudah tidak tahan," ucap Hua Mulan, nafasnya mulai tersengal, dan kakinya sudah di renggang kan, serta tangan nya sudah menurunkan sedikit pakaian dalamnya.
"Tahan sebentar nyonya," ucap Zhi Yuan, dan meninggalkan Hua Mulan sesaat mengambil beberapa peralatan menulis.
Hua Mulan mengatur nafas berat, tangan nya masih di pakaian dalamnya, namun matanya terbelalak saat melihat Zhi Yuan meletakkan kertas dan alat tulis di dekat nya, dan memegang punggung nya kembali, dan wanita itu mengamati wajah Zhi Yuan yang begitu serius sedang menulis beberapa lambang yang tidak asing bagi Hua Mulan.
Wanita cantik itu mulai mengerti apa yang sedang terjadi, memejamkan matanya senyum nya mengembang dan wajahnya begitu merah karena malu.
"Jangan sebut namaku Hua Mulan jika aku tidak membunuh mu malam ini!!! bocah gila!!!," teriak wanita itu dan berusaha bangkit dari meja, beberapa cubitan kencang di perut Zhi Yuan dan wanita itu kembali mengenakan jubahnya mendorong pemuda itu untuk keluar melewati jendela nya.
***
__ADS_1