Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 92 - Gerimis darah.


__ADS_3

Hua Mulan menatap jemari panjang Zhi Yuan, dan mengingat pemuda itu juga mengetahui sedikit tentang pengobatan, dan wanita itu menyerahkan pisaunya ke tangan Zhi Yuan.


"Berhati-hati lah, kutil itu berakar pada nadi nya, kau hanya boleh memotong akar nya saja agar cairan nya tidak keluar, dan tidak boleh melukai nadi itu meski sedikit saja," ucap Hua Mulan wajahnya terlihat begitu tegang.


Tabib Yin mulai berbalik dan duduk tidak percaya pertunjukan itu baru di mulai, dan sedikit menahan nafasnya.


"Apa? ini jauh dari dugaan ku," batin tabib Yin.


Zhi Yuan hanya mengangguk,


"Tenanglah, aku memiliki tangan yang sangat stabil," ucap Zhi Yuan, dua jari nya tangan kirinya merapat menelusuri leher tempat kutil itu menempel, dan seperti sangat tahu letak nadi, dan hanya dalam hitungan detik kutil sebesar ujung jari sudah terlepas dari leher wanita itu hanya dengan sedikit darah yang keluar, membuat mata Hua Mulan terbelalak dan tersenyum ke arah Zhi Yuan.


Tangan Zhi Yuan kembali beraksi, matanya sesekali menatap ke arah lain,


"Seseorang memanggil ku tuan pembelah nadi, dan aku begitu ahli dalam hal ini, aahhh... setidaknya Nyonya ini tertidur dan tidak menggigit tangan ku," ucap Zhi Yuan.


"prrttt.,." senyum Hua Mulan hampir keluar namun dapat di tahan nya, dan matanya terbelalak karena Zhi Yuan sudah menyelesaikan kedua kutil itu, tidak percaya pemuda itu melakukan nya sambil bercerita, begitu pula dengan bibir tabib Yin yang hampir jatuh tanpa sadar.


"Bagaimana mereka bisa melakukan nya?" batin tabib Yin sambil menggeleng.


Tiga kutil di dalam mangkuk itu dengan cepat di taburi herbal oleh Hua Mulan, dan di tutup dengan tembaga, untuk sesaat mangkuk itu bergetar dan mengeluarkan asap hitam. Hua Mulan membersihkan luka bekas sayatan Zhi Yuan dan mengobati nya.


Tabib Yin memejamkan matanya,


"Nyonya tabib bagaimana kau bisa melumpuhkan kutil itu?" tanya tabib Yin.


"Kunci nya adalah Daun Wansui Besi, hanya saja urat dari daun tidak boleh ikut dihaluskan karena mengandung zat yang menenangkan, tetapi besok nya akan memecahkan kutil itu sendiri, sedangkan daging daun akan melumpuhkan membuat nya tidak melawan saat di potong," ucap Hua Mulan


Tetua Zhou mengangguk dan sedikit mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh kedua tabib itu, pria sepuh mendekati Hua Mulan,


"Nyonya bagaimana selanjutnya?" tanya pria sepuh itu.

__ADS_1


Hua Mulan menatap pelayan yang terlihat tertidur begitu lelap itu, tampak urat-urat keunguan di rahang nya mulai memudar.


"Untuk sementara wanita ini akan selamat, tapi tunggu 7 hari, jika dalam waktu itu tidak ada kutil yang tumbuh maka wanita ini boleh bergembira lagi, tapi jika tumbuh kami harus memotong nya saat kutil masih muda, dan tidak membahayakan nyawa seperti kutil barusan, tapi seperti nya tidak ada tanda-tanda racun di leher nya lagi," ucap Hua Mulan.


Tetua Zhou tampak lega,


"ohhhh... benarkah?" ucap Tetua Zhou, mata pria tua terpejam begitu menyesal tidak mengetahui jika ada tabib yang begitu hebat, dan pria sepuh itu keluar tanpa bicara, begitu juga dengan tabib Yin yang keluar dengan wajah terlihat begitu marah.


Pelayan itu terlihat sadar, dan Hua Mulan memberikan ramuan yang sudah matang, tampak terlihat wajah pelayan itu kembali segar, dan sore itu Hua Mulan dan Zhi Yuan ingin kembali ke rumah mereka.


"Nyonya aku benar-benar menyesali ucapan ku di awal pertemuan ku, jadi kali ini aku akan memohon agar Nyonya bersedia menolong cucuku," ucap Tetua Zhou, dan memberikan sebuah kantung emas yang berisi tidak kurang dari 25 koin emas, uang yang sangat banyak untuk sebuah pengobatan.


Hua Mulan mengangguk,


"ini terlalu banyak Tetua," ucap Hua Mulan.


Tetua Zhou menggeleng,


"baiklah Tetua aku akan menerima nya, dan tentu saja kami akan menolong cucu anda, saat ini racun itu belum berbahaya, kutil nya masih muda, belum membahayakan nyawa nya, besok kami akan datang untuk mengobati cucu anda," ucap Hua Mulan dan berpamitan kepada Tetua Zhou.


"Berhati-hati lah kalian," ucap Tetua Zhou.


Dan sore semakin terlihat indah, Zhi Yuan dan Hua Mulan melewati jalan setapak menuju rumah nya, tampak wajah wanita itu begitu senang sambil menggoyangkan kantung uang itu di depan wajah Zhi Yuan.


"Aku dulu memiliki uang ratusan kali lipat dari ini, tapi tidak bisa menghargainya, tapi sekarang ini sangat menyenangkan, ini akan cukup untuk setahun, kita gunakan dengan hemat," ucap Hua Mulan, dan wanita itu tidak berhenti bicara.


"Tadi kau sangat hebat Tuan pembelah nadi, tangan mu bahkan tidak bergetar sedikit pun, kau lebih cepat melepaskan kutil itu daripada melepaskan pakaian ku dulu, huff," Hua Mulan dengan cepat menutup bibirnya yang kelepasan bicara, dan menatap sekitar.


"aahhhh... maafkan aku, tapi yang jelas aku tidak tahu apa yang terjadi jika kau tidak ada di tempat itu tadi, sekarang aku begitu lega," ucap Hua Mulan yang terlihat sedikit lelah, namun terlihat begitu puas, dan sangat berbeda dari sebelumnya.


Zhi Yuan mengangguk,

__ADS_1


"Jika kau tidak bisa berterimakasih setidaknya belikan aku satu guci minuman," ucap Zhi Yuan sesekali pemuda itu berbalik menatap sekitar.


"Ini penghasilan kita, baiklah aku akan membelikan jika kita ke pasar, tapi hanya satu guci, tidak lebih," ucap Hua Mulan, yang kembali mengintip kantung uang nya.


Zhi Yuan menghentikan langkah nya, keduanya berhenti dan saling menatap sesaat, dan wanita itu menyembunyikan kantung uang nya di balik punggung nya.


"Kenapa berhenti? tidak... kau boleh tidak bicara padaku beberapa hari, tapi aku tidak akan membeli lebih dari satu guci, dan juga hanya guci kecil," ucap Hua Mulan mulai melebarkan matanya yang sedikit sipit, dengan senyum tipis.


"Lemaskan tubuh mu, dan ikuti gerakan ku," ucap Zhi Yuan.


Hua Mulan masih tersenyum tidak mengerti maksud ucapan Zhi Yuan


"Apa maksud mu...." ucapan wanita itu terhenti, senyuman nya berganti dengan wajah kebingungan, saat tangan kiri Zhi Yuan sudah memeluk perut nya dari belakang, dan keduanya melayang seperti terseret kesamping oleh gerakan Zhi Yuan.


"Zhi Yuan apa ini?" ucap Hua Mulan dan kedua tangan memegang lengan kiri Zhi Yuan untuk melepaskan dirinya.


"sriiinggg...." sebuah pedang tercabut, Zhi Yuan mulai memutar tubuh nya dan melepaskan tebasan nya.


"zresshh...." satu kepala telah terpisah.


Mata Hua Mulan terbelalak melihat darah segar begitu dekat di wajah nya, kedua tangannya berbalik memegang erat apapun di dekatnya.


"Lemaskan!" teriak Zhi Yuan lagi membuat Hua Mulan menjadi gugup dan tidak melawan kemanapun Zhi Yuan bergerak.


Puluhan orang lainnya sedang mengelilingi nya, dan bergerak begitu cepat, energi dingin keluar dari tubuh Zhi Yuan dan membuat serangan mereka terasa lambat, semua serangan itu mengarah ke Hua Mulan.


Zhi Yuan bergerak begitu lentur sesekali mengangkat tubuh Hua Mulan untuk menghindari serangan, Hua Mulan terlihat begitu panik, mata nya sesekali menatap wajah Zhi Yuan yang tampak begitu tenang, dalam menghabisi para penyerangnya, dan mulai membuat nya kehilangan rasa takut nya, meski berada di sela-sela tebasan pedang. Wanita itu semakin terkejut saat Zhi Yuan menancap pedang nya di tanah dan melepaskan pedang nya meski beberapa orang masih berdiri di dekatnya.


"Kenapa kau melepaskan pedang mu?" tanya Hua Mulan telunjuk nya menunjuk pedang tertancap itu, namun wajahnya menatap Zhi Yuan.


Pemuda itu tidak menjawab, dan mengibaskan tangannya membuat lengan jubah nya menutupi telapak tangan nya, dan meletakkan nya di depan wajah Hua Mulan, dan tidak lama gerimis darah sudah menyembur dari orang-orang yang berdiri di dekatnya mereka. Hua Mulan masih menatap wajah Zhi Yuan yang mulai terkena gerimis darah itu.

__ADS_1


__ADS_2