Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 120 - Kegilaan sesungguhnya.


__ADS_3

"Binatang? apa maksud mu?" tanya Hua Mulan, penciuman tabib nya meski samar mulai mencium bau amis darah, membuat mata wanita itu memperhatikan sekeliling nya.


"Sebaiknya jangan melihat nya," ucap Zhi Yuan berusaha menutup mata Hua Mulan, namun wanita itu begitu penasaran dan menghempaskan tangan Zhi Yuan untuk mengetahui apa yang terjadi.


Dan warna merah mulai terlihat dari aliran selokan dan mata Hua Mulan mengikuti aliran darah itu mencari sumber nya, matanya semakin terbelalak saat melihat tumpukan mayat manusia berpakaian khas petani, dan bahkan beberapa terlihat wanita, dan terselip tangan mungil diantara tumpukan mayat itu. wanita itu menelan ludah nya menyaksikan pemandangan mengerikan itu.


"Biadab," ucap Hua Mulan tidak percaya apa yang di lihatnya, dan menatap Zhi Yuan dengan tatapan begitu khawatir, jemari lentik nya mengelus kerah pakaian Zhi Yuan seperti tidak rela berpisah.


"Baiklah Zhi Yuan, cobalah mengulur waktu, aku akan meminta bantuan secepatnya," ucap Hua Mulan, dan memerintahkan kedua penjaga dari biro peradilan untuk menjaga Zhi Yuan dan wanita itu berlari tanpa mempedulikan apapun lagi.


Kedua penjaga itu melihat tumpukan mayat itu, dan mulai mencabut pedang mereka di dekat Zhi Yuan yang kini sudah berhadapan dengan pengemis itu.


"Kalian pergilah, mahluk ini bukan lawan kalian," ucap Zhi Yuan, namun kedua penjaga itu tidak mendengar ucapan Zhi Yuan dan bersiap bertarung.


Pengemis itu mengeluarkan pedangnya, dan masih terlihat bekas noda darah yang sudah mengental, dan menjilati noda darah itu dengan lidah nya yang panjang, menutup matanya seperti begitu menikmati nya.


"Hemm... darah wanita memang begitu manis," ucap pengemis itu.


Kedua penjaga itu terlihat begitu marah, mulai mengeluarkan tehnik pedang mereka, dan menatap rekan nya, dan dalam satu anggukan keduanya melesat ke arah pengemis itu, dan pengemis itu terlihat begitu tenang nya dan menahan serangan yang menuju lehernya.


"traannnggggg....."


"traannnggggg...."


"trangggggg...."

__ADS_1


Satu penjaga itu menyerang sisi atas pengemis itu, dan rekan nya menyerang bagian bawah, terlihat pertarungan cukup panjang, pengemis itu begitu gesit menghindari setiap tebasan, dan sesekali menangkis pedang yang tidak dapat di hindari nya.


Kedua penjaga itu terlihat sedikit kewalahan, karena di sela-sela bertahan, pengemis itu mampu melepaskan tebasan yang sulit di antisipasi, kedua penjaga itu berguling di udara, sehingga pedang mereka seperti kipas berputar di daerah vital pengemis itu.


trangggggg.... trangggggg... trangggggg,


Suara pedang beradu begitu cepat dan,


"blarrrrr, sreessshhh...."


"zresshh....."


Tubuh kedua penjaga melewati tubuh Pengemis itu, dan pria kotor itu berhasil menahan serangan dari satu penjaga itu, dan memukul penjaga wanita di dada nya membuat nya terlempar, namun penjaga yang satunya berhasil menebaskan pedangnya ke lambung dari pengemis itu, meski tubuhnya juga tersayat pedang dari pengemis itu.


Kedua penjaga itu kembali bersatu menatap lawan yang membelakangi mereka melewati dengan tatapan sedikit puas, meski tidak melihat dengan pasti namun mereka mengetahui jika serangan mereka berhasil melukai sasaran nya, meski mereka juga mengalami luka dalam yang cukup serius, kedua penjaga itu terlihat kehabisan energi qi mereka karena bertarung dengan menggunakan tehnik meringankan tubuh.


"Adik satu serangan lagi," ucap salah satu penjaga itu dan di balas anggukan oleh rekan nya.


Pengemis itu berbalik menatap kedua penjaga wanita itu, pria kotor itu tersenyum memperlihatkan giginya yang hitam, namun tidak ada suara tawa yang keluar, sambil melihat luka nya, dan perlahan luka itu bergerak, jaringan tubuh nya saling membelit dan menyatu membuat luka itu tertutup dan sembuh.


Kedua penjaga wanita itu membelalakkan matanya, tidak percaya dengan apa yang di lihat nya.


"ib-lis...." ucap salah satu penjaga itu dan wajah keduanya tampak mulai panik.


Dan kedua penjaga wanita itu semakin terkejut saat pengemis itu sudah lenyap dari hadapannya dan muncul di belakang kedua nya dengan pedang siap menebas leher mereka, kedua penjaga yang masih mengumpulkan energi nya tidak menyangka akan ada serangan jauh melebihi kecepatan yang di perkirakan oleh mereka.

__ADS_1


"Traannnggggg...."


Zhi Yuan sudah menahan tebasan dari pengemis itu beberapa Senti saja dari salah satu leher penjaga wanita itu, bahkan kulit leher penjaga itu sedikit terluka oleh desingan angin dari pedang pengemis itu, kedua penjaga itu sedikit menjauh tidak menyangka nyawa mereka bisa selamat, meski sedetik yang lalu Zhi Yuan masih jauh dari mereka.


Zhi Yuan memutar pedang melepaskan pedang melengkung milik nya, yang berputar seperti kipas, dan saat yang tepat menariknya sehingga lepas dari posisi beradu nya, dan menebaskan ke leher pengemis itu, namun pengemis itu mampu menghindar dan hanya luka ringan di kulit lehernya, di sisi lain pria kotor itu juga berhasil melepaskan tebasan cepat nya ke tubuh Zhi Yuan, dan hanya membuat luka ringan di lengan kiri Zhi Yuan.


Pengemis itu terlihat sedikit terkejut dengan kemampuan Zhi Yuan,


"Siapa sebenarnya pemuda ini? aku sudah di level raja tingkat 5, dia meladeni ku dengan begitu mudah, dan bahkan seperti bermain, hawa kematian yang dikeluarkan membuat ku kesulitan bernafas, aku bukanlah lawan nya," batin pengemis itu, namun hasrat membunuh nya semakin kencang.


"haaahh... kau sudah tahu aku tidak bisa terluka tapi masih mencoba nya," ucap pengemis itu mencoba mengalihkan rasa takut nya.


Matanya sedikit bergerak, namun luka di leher nya tidak bisa tertutup, darah kehitaman terus mengalir tidak bisa di hentikan.


"Apa ini? kau memiliki sesuatu yang berbeda dengan pedang itu?" ucap pengemis itu semakin terkejut, mengusap darah hitam nya dengan ujung jari dan menjilati nya.


"Kalian pergilah, aku tidak bisa selalu melindungi nyawa kalian," ucap Zhi Yuan menatap kedua penjaga itu.


Kedua penjaga itu mengetahui akan menjadi beban Zhi Yuan jika masih di tempat itu, mengangguk dan berlari dari tempat itu.


Zhi Yuan menggeleng,


"Aku pikir, diriku adalah orang paling tidak berguna, tapi sekarang aku menemukan yang lebih buruk lagi," ucap Zhi Yuan.


"Benarkah? hehehe... kita sama-sama di ranah pendekar raja, tapi aku bisa merasakan hawa mengerikan dari tubuh mu, seperti nya kau sudah membunuh begitu banyak meski masih sangat muda, apa kau juga suka membunuh wanita? teriakan mereka sebelum mati benar-benar membuat ku gila, dan selalu ingin mendengar nya lagi, baiklah.... aku tidak akan membunuh mu karena kita saingan bagaimana jika kita berlomba membunuh di kediaman mewah itu, dan kau boleh membunuh wanita tadi, aku ingin mendengar teriakkan tidak percaya nya saat pria yang di cintai nya menyayat kulit halus nya itu, hehehe...." ucap pengemis itu, yang bisa melihat cinta di mata Hua Mulan untuk Zhi Yuan.

__ADS_1


Bahu Zhi Yuan bergetar karena tertawa memperlihatkan giginya namun tidak terdengar suara tawanya seperti yang di lakukan oleh pengemis itu di awal. namun tawa nya menghilang dan wajah Zhi Yuan berubah menjadi begitu serius.


"Saingan? kau benar... aku sudah membunuh begitu banyak tapi aku tidak pernah melakukan nya untuk kesenanganku, seperti yang kau lakukan barusan, dan kabar buruk untuk mu, aku sama sekali tidak suka memiliki saingan, aku selalu membunuh mereka seperti anjing, dan akan aku tunjukkan arti kegilaan yang sesungguhnya," ucap Zhi Yuan memiringkan sedikit kepalanya dengan mengeluarkan seringai binatang nya.


__ADS_2