Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 20


__ADS_3

Kenapa selalu begitu mudah baginya," gumam Xu Guang Zhou.


Wang Kai terlihat begitu pintar membuat wanita penasaran, dan tampak Wu Xiang Yu mulai terbawa oleh rayuan pemuda itu, meski tidak ada senyum berlebihan, namun wanita itu mengikuti pemuda jangkung itu ke arah belakang Sekte.


Dua puluh empat hari berlalu, lebih dari 1600 pertarungan berlangsung, semangat penonton semakin memuncak seiring semakin mengerucut nya peserta lomba, dan di hari kedua puluh lima, sang pemenang sudah di umumkan, meski ada kekecewaan dari yang tersingkir namun semua orang mengakui nya para pemenang itu.


Dan kini tibalah saat pemilihan tuan dari dua pedang pusaka, patriak dari Sekte Pedang Langit melompat dengan tehnik meringankan tubuh nya, terlihat melayang ke tengah panggung batu itu, Patriak itu menatap keseluruhan penonton sesaat, pria yang sudah terlihat sepuh itu masih nampak enerjik dengan tubuh tegap meski sedikit gemuk, rambut panjang berwarna putih dan wajah yang juga hampir di penuhi rambut berwarna sama membuat pria itu bisa di bilang memiliki wibawa penuh.


Semua orang menatap nya, mereka semua berdiri membungkuk dengan penuh hormat, pria tua itu mengangguk, dan melakukan beberapa gerakan indah, patriak Sekte itu memejamkan matanya, dan tiba-tiba panggung batu itu seperti terbelah, dan dari bawah mulai muncul sebuah Altar yang juga terbuat dari batu, dan di atasnya terdapat dua pedang tertancap dalam posisi menyilang.


Seluruh penonton ditempat itu berdiri seperti ingin lebih dekat untuk melihat pedang pusaka dewa yang tertancap di altar batu itu. dan dua sarung pedang tertata rapi di belakang pedang menancap itu.Pedang Matahari memiliki bilah lebar dengan dua mata pedang tampak kokoh dan berwibawa, sedangkan Pedang Bulan memiliki bilah kecil, dan tipis, sedikit lebih panjang dari Pedang Matahari, memiliki dua mata pedang terlihat begitu ramping dan tajam.


"Saudara ku dari semua Sekte yang hadir, hari ini aku persembahkan pedang pusaka tingkat dewa, pemilik pedang ini dahulu adalah pendiri dari sekte ini, dan hari ini kalian bisa menyaksikan sendiri, inilah Pedang Pasangan," ucap patriak Sekte Pedang Langit di sambut tepuk tangan yang begitu riuh dari seluruh penonton.


Patriak Sekte Pedang Langit tampak begitu bangga dengan kedua pusaka itu, karena sangat terlihat semua orang begitu terbius dengan aura kekuatan dan keindahan dari kedua pedang itu.


Suara riuh tepukan itu berhenti, dan patriak Sekte Pedang Langit kembali bicara,


"Baiklah, hari ini aku persilakan seluruh murid dari ranah pendekar menengah dan di atasnya untuk mencoba mencabut pedang ini, jika berhasil dia akan langsung di angkat menjadi murid istimewa, dan jika sudah di ranah raja, jika bersedia akan di angkat menjadi Patriak Sekte Pedang Langit, dan jika murid wanita yang berhasil mencabut Pedang Bulan, akan menjadi Wakil Ketua Sekte Pedang Langit," ucap Patriak tua itu dan kembali ke tempat nya dengan tehnik meringankan tubuhnya.


Kembali sorakan kencang bergemuruh di seluruh Sekte, dan para murid Sekte Pedang Langit berbaris, dan satu persatu naik ke atas panggung batu, dan mengeluarkan seluruh kemampuan nya berusaha mencabut pedang itu.

__ADS_1


Zhi Yuan dan murid sekte tingkat dasar hanya duduk di batu berundak karena mereka tidak di izinkan ikut berpartisipasi, sedangkan Wu Huaran yang sudah di ranah pendekar menengah ikut dalam acara itu, meninggalkan pemuda itu hanya dengan Wu Xiang Yu dan dua teman nya.


Hari mulai sore, namun belum ada yang mampu mencabut pedang itu, cemoohan, dan lelucon, serta tawaan, kadang di terima dari peserta yang gagal.


"Kenapa nona besar tidak beristirahat, bukankah ini membosankan," ucap Zhi Yuan, yang sudah berbaring di batu berundak itu, dan menutup wajahnya dengan selembar kain.


"bocah bodoh, jika ada orang bosan di tempat ini, orang itu adalah dirimu, apa kau tidak tahu jika acara ini adalah acara sakral bagi Sekte mu, kami tidak akan meninggalkan tempat ini, kenapa tidak kau saja yang pergi?" ucap Wu Xiang Yu


"Wanita itu menyuruh ku menunggu disini, dia akan menghancurkan tubuh ku jika pergi tanpa izin, aku lebih suka bertarung dengan Liu Fang, setidaknya aku mampu membalas, tapi wanita ini begitu hebat dan berat," ucap Zhi Yuan.


Namun tiba-tiba seluruh penonton diam dengan bibir terbuka saat seorang pemuda tampan berhasil mencabut Pedang Matahari, Patriak Sekte Pedang Langit yang awalnya duduk di bawah tenda indah kini secara tidak sadar berdiri dan di ikuti oleh para tetua lain nya, semua mata menatap ke pemuda yang sedang berusaha mengendalikan pedang yang kini sudah di lapisi sinar kekuningan itu.


"apa kau mengenal pemuda itu?" tanya Wu Xiang Yu.


Zhi Yuan mengangguk sambil masih bertepuk tangan.


"Pemuda yang menarik," ucap Wu Xiang Yu wajah nya mengarah ke Xu Guang Zhou namun sudut matanya menatap tingkah laku pemuda di samping nya itu.


Namun tiba-tiba Wang Kai sudah berdiri di samping Wu Xiang Yu dan mengulurkan tangan nya di hadapan Wu Xiang Yu,


"Nona Wu, acara sudah selesai, maafkan aku, awalnya aku berharap pedang itu menjadi milik ku untuk mengesankan dirimu, tapi mungkin aku tidak ditakdirkan untuk sebuah Pedang indah melainkan di takdirkan untuk seseorang yang indah melebihi pedang dewa, " ucap Wang Kai, dengan sorot mata begitu menusuk.

__ADS_1


"haha... tuan Wang kau tidak perlu membuat aku terkesan, setidaknya kau sudah berusaha begitu gigih untuk mendapatkan sesuatu, iya... aku bisa melihatnya," ucap Wu Xiang Yu dan menerima uluran tangan Wang Kai.


"Tapi tetap saja aku gagal, baiklah... sebagai sebagai permintaan maaf ku, aku akan mengantarmu berkeliling kota Jingyang malam ini, hari ini aku begitu kecewa karena gagal, aku harap kau bersedia untuk sedikit menghibur hatiku," ucap Wang Kai.


Wu Xiang Yu menggeleng,


"aku lebih mengenal kota ini dari pada mu tuan Wang, sebenarnya aku ingin berkeliling, tapi malam ini pewaris Pedang Matahari sudah muncul, aku banyak kesibukan, aku juga harus membuat seseorang terkesan," ucap Wu Xiang Yu menatap ke arah Xu Guang Zhou.


Wang Kai mengeretakkan giginya, sudut matanya mengikuti arah pandangan Wu Xiang Yu yang menatap ke arah Xu Guang Zhou.


"Percayalah nona besar Wu, pemuda seperti itu tidak bisa dibandingkan dengan ku, aku mampu memberikan apapun yang bahkan diluar perkiraan mu nona," bisik Wang Kai.


Patriak Sekte Pedang Langit kembali melayang ke arah panggung dan mendekati Xu Guang Zhou, menatap pemuda itu dalam-dalam.


"aahhh.... seperti nya aku mengenal wajah mu, kau adalah murid yang di bawa oleh Tetua Yang, kau si pemilik tulang naga itu, katakan siapa namamu?" ucap Patriak Sekte Pedang Langit, yang tidak mengenal semua nama murid nya, pria tua itu hanya mengenal Liu Fang dan Zhi Yuan yang setiap hari selalu di bicarakan oleh para Tetua karena membuat ulah.


"Namaku Xu Guang Zhou ketua," ucap Xu Guang Zhou memperkenalkan diri, matanya menatap ke arah Wu Xiang Yu yang awalnya duduk dekat Zhi Yuan, namun kini sudah tidak ada, hatinya terasa terbakar saat tangan wanita itu digenggam oleh tangan Wang Kai, dan melangkah beriringan keluar dari tempat itu.


"XU GUANG ZHOU....." seluruh penonton yang berasal dari sekte Pedang Langit menyerukan nama itu berulang -tulang, membuat pemuda tampan itu mengangkat pedang pusaka itu tinggi-tinggi meski ada yang mengganjal di hatinya.


acara dilanjutkan untuk mencari pewaris Pedang Bulan, namun hingga matahari tenggelam tidak ada wanita yang mampu mencabut pedang bulan, dan setelah acara itu di tutup nama Xu Guang Zhou terus menggema di seluruh Sekte Pedang Langit hingga langit menjadi gelap.

__ADS_1


__ADS_2