Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 137 - Hanya perintah Tuan


__ADS_3

"Jika kalian bisa membunuh ku, mungkin kalian sudah melakukan puluhan tahun lalu, aku ini setengah abadi," teriak iblis itu dan melesat ke arah Penasehat Ming yang memeluk ibu Suri. wanita itu bergerak begitu cepat membuat iblis itu tidak bisa meraih kekasihnya itu.


"Cih... jangan omong besar, setengah abadi tapi mengembalikan lengan saja tidak becus," ucap Penasehat Ming.


"Yang Mulia, aku tidak akan bisa menghindar begitu lama, pemuda itu sedang menunggu perintah mu," ucap Penasehat Ming.


Ibu Suri menggelengkan kepalanya, seperti sedang dalam kebimbangan,


"bunuh!!!" ucap ibu suri dengan mata berkaca-kaca.


Zhi Yuan yang sudah menjadi pembantai hanya diam, ibu suri bukan lah orang yang bisa memerintah nya. tampak Penasehat Ming begitu kesal.


"Kenapa assassin hanya menerima perintah dari majikannya, Zhi Yuan lakukan sekarang!" teriak Penasehat Ming yang seperti kewalahan menghadapi lima ilusi dengan kecepatan luar biasa dari iblis itu, dan kekuatan Penasehat Ming juga belum pulih seluruh nya.


Zhi Yuan mencabut pedang nya, dan delapan belas energi pedang melesat bersamaan melindungi kedua wanita di udara itu dari segala arah,


Namun iblis itu melihat satu celah untuk mengambil kekasih nya dan melesat ke celah itu, tetapi sayangnya celah itu memang di siapkan oleh Zhi Yuan dan sebuah tebasan kencang menghantam iblis itu.


"Praakkkk......" iblis itu terlempar begitu jauh, beberapa otot-otot seketika hancur berselimut es.


"Apa ini? kau pengendali air? dan kau juga iblis seperti ku, hahaha ..." teriak iblis itu, tidak percaya jika energi nya bisa di kalahkan oleh seorang pemuda.


"masa sudah berganti, aku tidak menyangka iblis ganas seperti ini bisa menjadi pengawal di istana," batin kekasih ibu suri itu.


Iblis itu berdiri, kuku kaki nya memanjang dan berubah menjadi cakar seperti kaki binatang buas, punggung nya membungkuk dan mengeluarkan tulang-tulang seperti ruas tulang punggung yang menonjol, wajah nya mulai menyerupai serigala, dengan rambut manusia yang panjang,


"Plakk... plakkk... suara gigi runcing beradu, tapak wajah setelah serigala itu mengeluarkan busa dari bibir nya dan menatap Zhi Yuan dengan begitu buas.

__ADS_1


"Penasehat, apa teman mu itu sanggup menghadapi mahkluk mengerikan itu," tanya Ibu Suri.


"Aku tidak tahu, aku pengendali api setelah gerhana matahari tenaga ku belum kembali dalam 1 hari, aku tidak memiliki energi yang cukup untuk membunuh mahkluk itu," ucap Penasehat Ming dan menjauh dari kedua nya, menyiapkan sisa tenaga untuk melarikan diri, dan sangat berharap iblis itu membunuh Zhi Yuan.


Zhi Yuan merapat kedua jari kiri nya, cahaya putih kebiruan muncul di ujung jarinya, dan menempelkan ujung jarinya ke mata pedang nya membuat mata pedang itu berwarna yang sama dengan ujung jarinya, dan kini mata pedang itu terlihat berkilau seperti cermin.


"Tehnik peri penebar Salju," gumam Zhi Yuan dan udara sekitar mulai membeku, pemuda itu melesat ke udara membuat makhluk itu mendongak, hujan salju pun turun di sekitar iblis itu, dan menghancurkan apapun di sekitar mahluk itu, membuat ledakan dahsyat,


bommmmm.... bommmmm....


Bebatuan hancur, debu berhamburan memenuhi tempat itu, membuat mahluk itu tidak terlihat, hanya kilatan melengkung berwarna putih kebiruan yang melesat dari atas, dan membuat suara ledakan beruntun semakin kencang


"roaarrhhhh, gerrrrmmmhhhhhh," suara iblis itu menyerupai geraman binatang, terdengar dari tempat yang tertutup debu.


Binatang itu mulai meliuk bergerak begitu lincah di sela-sela tebasan pedang yang seperti hujan, luka-luka yang langsung membeku memenuhi tubuh iblis itu, namun seperti tidak peduli mahluk itu melesat ke udara ke arah Zhi Yuan.


"blarrrrr...." sebuah pedang energi seperti sabit sepanjang puluhan meter melesat dari bawah ke arah Zhi Yuan, dan di ikuti oleh iblis itu yang juga ikut melesat ke udara.


Energi Pedang sabit itu mendekati Zhi Yuan, namun pemuda itu dengan mudah menghindar, membuat iblis itu terbelalak dengan kecepatan lawannya, terlihat Zhi Yuan seperti berlari di atas energi pedang sabit itu, dan mendapatkan pijakan untuk melesat begitu cepat ke bawah menuju iblis itu, sambil menebaskan pedangnya.


"delapan belas tebasan pedang," teriak nya dengan seluruh energi milik nya.


Kecepatan pemuda itu tidak dapat terlihat lagi oleh iblis itu, dan pemuda itu menembus tubuh dari iblis itu,


"sreessshhh....." suara tebasan saat Zhi Yuan melewati tubuh iblis itu, dengan kecepatan yang tidak melambat sedikit ku.


tubuh Zhi Yuan terus melesat dan tidak terkendali, dan menghantam tanah membuat sebuah ledakan besar terdengar serta menciptakan kawah begitu besar.

__ADS_1


"bommmmm......" suara ledakan di tanah.


Dan hanya berselang sedetik, tubuh iblis di udara itu pun meledak.


"blaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrr...." tubuh iblis itu berubah menjadi butiran salju namun berwarna kehitaman.


Kedua wanita itu terlihat terpukul tidak percaya, keduanya memiliki niat yang berbeda, Penasehat Ming tidak mempercayai jika Zhi Yuan masih hidup tangan terkepal ingin sekali membunuh pemuda itu, dan ibu suri begitu sedih kehilangan orang yang pernah di cintai nya, dan menatap Zhi Yuan penuh kekesalan, meski itu merupakan perintah nya.


"Kakak Xia beristirahat, tidak lama lagi aku akan menyusul mu," gumam wanita itu.


*****


Pagi harinya Zhi Yuan sudah berada di dekat aliran sungai tidak jauh dari rumah sederhana nya, noda darah mengering masih terlihat di pipi kirinya, setelah pertarungan semalam usia Zhi Yuan tidak akan lebih dari dua tahun lagi, tampak Tetua Zhou Zhiping berlutut di hadapan nya, keningnya menyentuh tanah, tampak beberapa bukti kepemilikan penginapan dan rumah makan di tangan Tetua Zhou, dan Hua Daiyan tampak begitu aneh melihat situasi ini.


"Menantu apa yang terjadi? kenapa saudara Zhou melakukan hal ini?" tanya Hua Daiyan.


Zhi Yuan menatap ayah mertua begitu tenang, dan membuka telapak tangan nya sebuah cahaya putih melayang dan mendekat ke tangan Hua Daiyan.


"Terimalah Dantian putih itu untuk Puteri mu, maafkan aku tidak bisa menikahi Puteri anda, usiaku tidak lebih dari dua tahun, aku tidak ingin melihat nya menangisi mayat ku, dan menyia-nyiakan hidup nya yang akan panjang, aku sudah mengatakan padanya akan berkultivasi tiga tahun, jadi ajarkan dia melupakan aku dalam waktu itu, dan Tetua Zhou kau urus semua harta itu, aku tidak memiliki siapapun lagi, jadi gunakan itu untuk kebutuhan kalian semua, dan setelah tiga tahun kau boleh mengatakan siapa aku sebenarnya, dan tugas mu menjaga Nyonya Hua selama dia belum menikah," ucap Zhi Yuan dan memutar tubuh nya dan melesat ke udara.


"Tidakkkkk..... Tuan ku," teriak tetua Zhou Zhiping begitu kencang, dan Hua Daiyan juga berlutut tidak mampu bicara lagi, air matanya tidak dapat di bendung nya, menatap cahaya putih di tangan nya.


"Menantu.... kenapa kau melakukan ini, aku sudah mengikhlaskan jika usia kalian berdua tidak panjang, setidak nya aku bisa melihat senyum kalian setiap pagi, dan meninggalkan banyak cucu untuk ku, aku pasti akan merawat semua cucuku jika kalian pergi lebih dulu, aaaakkkkkhhhh," Hua Daiyan juga berteriak tidak kalah kencang.


Tidak jauh dari tempat itu seorang wanita sedang memasak obat, kepalanya sedikit menggeleng seperti mendengar teriakkan samar, namun mengabaikan nya, kening nya berkerut dan dengan cepat menutup bibirnya, dan wanita itu menjauh dari tempat nya memasak obat, dan mencari udara segar karena merasa mual.


Mata wanita itu melebar, bola mata indah nya bergerak ke sudut kiri, dada nya bergetar hebat dan terasa sesak,

__ADS_1


__ADS_2