
Dan wajah wanita itu mendongak menarik kepala Zhi Yuan mereka berciuman begitu lembut namun penuh perasaan, lidah mereka bertautan, ******* terdengar di sela nafas nya yang memburu, sesekali senyum indah keluar dari bibir wanita itu dan wanita itu merasakan tubuh terbakar birahi, dan memeluk pemuda itu erat-erat, untuk meredakan nya,
"Zhi Yuan mendengar ucapan mu saat bertengkar malam itu dengan Li Buya, membuat aku tidak bisa meragukan mu lagi, aku tidak menerima siapapun di hatiku karena takut jika orang itu hanya menginginkan tubuh ku, dan hanya memikirkan kebahagiaan rumah tangga baru kami, tapi kau memilih meninggalkan ku karena kau tahu kebahagiaan Li Buya yang membuat ku tetap hidup, kau tidak egois dan mementingkan kebahagiaan diri mu sendiri, kau memilih menanggung kekecewaan mu sendiri. Zhi Yuan bisakah kau berjanji padaku?" tanya Hua Mulan.
"Katakan," ucap Zhi Yuan.
"Mulai saat ini bagilah beban mu padaku, kita akan menanggung nya bersama, aku tahu kau tidak ingin membagi masa lalu mu padaku, jadi aku tidak akan meminta itu, tapi masa ke depan tolong berbagilah dengan ku," ucap Hua Mulan matanya penuh permohonan.
Zhi Yuan menatap lekat-lekat mata berair Hua Mulan, kedua tangannya memegang wajah wanita cantik itu meski tidak pernah menyisir rambutnya beberapa hari terakhir, Zhi Yuan mengetahui perubahan penampilan wanita itu karena begitu sedih.
"Baiklah... kita akan menanggung nya bersama, mencari jalan bersama," ucap Zhi Yuan dan wanita itu sudah memeluk leher nya dalam-dalam.
wanita itu melepaskan pelukan nya dan saling menatap bibirnya terbuka memperlihatkan ujung-ujung gigi indah nya, dan dalam sedetik keduanya sudah bergulat berciuman begitu panas, Zhi Yuan memegang rahang wanita dan menarik tengkuk wanita itu hingga mendongak dan ciuman keduanya semakin gila, dan basah.
"Aku begitu ketakutan kau akan pergi meninggalkan ku, dan tidak kembali, ku mohon berhenti bicara, hari ini kita akan menuntaskan semua yang sudah kita mulai.. bukankah kau berkata lebih menyukai milik ku? suami... lakukan tugas mu, dan pastikan kali ini tanpa menyisakan apapun!" bisik Hua Mulan matanya terpejam dan air mata bahagia keluar, bibirnya masih saja terbuka menikmati ciuman di lehernya, jemari lentik nya mulai masuk ke pakaian bawah Zhi Yuan.
"Jedugg.... aauuuhhh" terdengar seperti seseorang terbentur dinding kayu, dan seorang pria sepuh sedang berusaha berjalan dengan bantuan dua tongkat nya.
"Ayah...." teriak Hua Mulan dan mendorong Zhi Yuan hingga tersungkur menabrak beberapa herbal membuat herbal itu jatuh berantakan. wanita itu merapikan pakaian sambil mengusap air matanya mendekati ayah nya.
__ADS_1
"Sejak kapan ayah di sana?" tanya Hua Mulan
Hua Daiyan mengangguk beberapa kali,
"Sejak... itu nya tidak besar, aku lebih menyukai milik mu," ucap Hua Daiyan, dan melangkah keluar dari gudang obat itu.
bibir Hua Mulan sedikit terbuka wajah nya membeku, memikirkan jika ayah nya mendengar ucapan nya begitu menantang pemuda itu.
"ayaaahhhhh....." teriak Hua Mulan, membuat gudang obat itu bergetar.
****
"Aahhh... kenapa tubuh ku hampir tidak dapat di kendalikan, darah ku seperti mendidih, aku seperti jerami kering di dekat api besar, aku siap menyala meski hanya dengan menatap nya saja," batin Hua Mulan yang merasa tubuhnya begitu sensitif, yang sudah merasakan banjir di daerah bawah nya.
"Bibi Hua kau terlihat begitu cantik, dan paman juga terlihat sangat muda, kalian pasangan serasi, dan juga begitu mesra," ucap Nona Chen yang menatap tangan Zhi Yuan di pegang oleh jemari lentik wanita itu.
Zhi Yuan ingin menarik jemarinya namun Hua Mulan memegang nya semakin erat.
"Kami saling mencintai, bukankah begitu suami?" tanya Hua Mulan.
__ADS_1
Zhi Yuan tersenyum kaku mengangguk beberapa kali begitu cepat dan tidak terlihat alami.
"ehemm.. itu benar," ucap Zhi Yuan namun mata Hua Mulan semakin melebar, seperti tidak puas dengan jawaban Zhi Yuan.
"Benar kami saling mencintai," ucap Zhi Yuan menyambung ucapan nya, dan membuat Hua Mulan tersenyum begitu indah dengan mata kembali menyipit.
"Nona Chen, apa rumah mu jauh? ini sudah malam kau bisa menginap di rumah kami," ucap Hua Mulan.
"Benarkah ibu?" tanya Li Buya begitu senang.
"Tapi ibu Nona Chen tidur di mana?" tanya Li Buya, yang mengetahui mereka memiliki tiga kamar saja.
"Kau bisa tidur dengan kakek mu, ibu seperti biasa dengan ayah mu, dan dua nona ini menempati ruangan mu," ucap Hua Mulan dengan mata melebar ke arah ayah dan putera nya, membuat wajah Li Buya dan Hua Daiyan membeku.
"aaahhh.. Puteri ku, ini belum terlalu larut, menantu kau bisa mengantar nona ini bukan?" ucap Hua Daiyan.
"Tentu ayah mertua, aku akan mengantar nya," ucap Zhi Yuan yang sudah berdiri, namun tangannya masih di pegang oleh Hua Mulan dengan bola mata ke sudut matanya.
"Aku juga akan mengantar nya," ucap Li Buya.
__ADS_1
Dan hari itu mereka lewat kan dengan perasaan hati yang berbeda-beda, matahari Kembali bersinar dengan indah di hati mereka meski malam sudah larut.