Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 106 - Kepompong


__ADS_3

Sudah hampir dua bulan Zhi Yuan tinggal di kediaman Zhou Zhiping, Udara malam itu terasa berbeda, beberapa hewan buas terlihat begitu gelisah di dalam hutan, langit terselimuti kabut tebal dengan Sambaran petir seperti yang tidak berhenti,


praakkkk..... praakkkk.... praakkkk...


praakkkk..... praakkkk.... praakkkk


Ribuan kepompong terbelah dan mulai muncul mahluk lemah dengan sayap besar begitu cantik dan mengembang begitu indah, dan ribuan kupu-kupu berterbangan dalam kegelapan, dan bergerak ke arah sebuah rumah cukup mewah.


Pemandangan ganjil itu terlihat beberapa saat, sebelum pemuda yang sedang terlelap dalam tidur nya mulai bereaksi. keningnya berkerut dan dengan cepat duduk bersila mengatur energi qi yang seperti ingin meledak dalam tubuh. pakaian pemuda itu tampak basah oleh cairan kehitaman bercampur keemasan.


Dan pemuda itu membuka matanya, bola mata kehijauan nya bersinar, dan tanpa memikirkan apapun pemuda itu melesat menghancurkan jendela ruangan nya, dan dengan sekali loncatan pemuda itu sudah lenyap dalam kegelapan. hanya dalam hitungan menit pemuda itu sudah mencapai sebuah puncak gunung, matanya terpejam duduk bersila di atas sebuah batu besar, kembali mengatur energi qi nya.


Uap kebiruan dan hitam bersatu menjadi satu menyelimuti tubuh pemuda itu, Sambaran petir semakin menjadi, dan mulai menyambar tubuh pemuda itu namun tidak terdengar ledakan sedikit pun juga, bahkan kini petir- petir itu seperti terhisap ke tubuh pemuda itu, membuat ujung gunung itu seperti bersinar, karena puluhan ribu petir tanpa henti masuk ke tubuh pemuda itu.


Sepasang mata indah menatap dari atap tertinggi istana Giok di sebuah puncak gunung tertinggi, wanita itu memegang sekuntum bunga putih, dan mencabut satu demi satu kelopak bunga itu, sambil menatap sinar di atas gunung yang berada lebih rendah dari tempat nya saat ini


"baik...."


"buruk..."


"baik..."


"bu-ruk..." ucapan terakhir dari pemilik mata indah itu.

__ADS_1


"hihi... semakin buruk, akan semakin menarik perhatian ku," guman wanita itu terlihat sedikit taring memperindah senyum nya.


Di sisi lain petir sudah menghilang dari tubuh pemuda itu, wajah pemuda itu terlihat tenang dan seperti tidur.


"Jedubbbbb....."


Sebuah getaran terdengar begitu lembut, namun menggetarkan seluruh daratan, semburan debu menyembur ke atas dari seluruh puncak gunung itu, tanah-tanah mulai tertelan kedalam celah-celah baru yang baru saja diciptakan, energi dari tubuh pemuda itu mulai menarik apapun di sekitarnya, benda-benda itu melayang berputar sekitar lima meter dari tubuh pemuda itu, dan semakin lama putaran benda-benda itu semakin cepat, dan menghisap lebih banyak batu besar dan pohon-pohon tua dan besar tercabut dengan begitu mudah nya, meski berjarak beberapa kilo meter dari pemuda itu, benda-benda itu mulai berputar seperti tornado, aliran petir membuat tornado itu begitu mengerikan dan benda-benda itu mulai hancur menjadi serpihan debu.


Rambut sepunggung nya terlihat berterbangan, namun pemuda itu terlihat begitu tenang dalam pusaran tornado yang lebih terlihat seperti bola debu yang begitu besar bercahaya listrik, yang mampu menghancurkan apapun, dan semakin lama semakin meluas dan puncak gunung itu terlihat bersih dari tumbuhan, menjadi tanah lapang yang begitu datar.


bola debu raksasa itu mengikis tempat di bawah Zhi Yuan membuat nya menjadi kawah yang sangat besar, pemuda itu kini benar-benar melayang dan menjadi sumbu dari bola debu raksasa itu.


Jemari panjang pemuda itu mulai bergerak dan dalam sekali hentakan sebuah ledakkan energi begitu besar terdengar.


Sebuah gelombang energi begitu besar seperti ombak besar terhempas ke segala arah menghancurkan apa saja di sekitar, bahkan ledakan itu menghancurkan bebatuan di bawah pemuda itu membuat nya semakin dalam dan gelombang energi itu bergerak dari puncak gunung dan terus bergerak kebawah menghancurkan apa saja yang di lalui nya, bahkan wanita di atas istana Giok itu harus menutupi wajahnya dengan lengan jubah nya untuk menutupi sapuan angin yang begitu kencang.


Pemuda itu melayang beberapa menit, dan perlahan menurun dan mendaratkan tubuh tinggi nya hanya mengenakan celana panjang tipis berwarna gelap, telapak kaki tanpa alas itu terlihat begitu bersih dan mendarat di atas bebatuan remuk di dasar kawah itu. tidak ada setetes cairan hitam di tubuhnya, pemuda itu berdiri dengan tenang nya seperti tertidur.


"Apa yang terjadi padaku? kultivasi bergerak sendiri bahkan tanpa aku melatih nya," batin Zhi Yuan yang merasakan perubahan begitu besar pada tubuhnya.


"Apa ini ranah pendekar raja level sembilan?" batin Zhi Yuan.


Pagi itu beberapa desa di sekitar gunung itu terlihat tertutup debu tebal, dan menghalangi penglihatan, orang-orang membicarakan jika semalam terjadi letusan gunung, bahkan debu-debu yang terbawa angin terlihat seperti kabut tebal menutupi ibukota Kekaisaran Qing.

__ADS_1


Matahari terlihat samar tertutup debu itu, Zhi Yuan menatap sosok mendekati nya di puncak gunung itu, dan semakin lama Zhi Yuan mulai dapat mengenali wajah orang yang mendekati nya, sosok itu menatap tenang ke arah nya.


Dan terdengar suara serak dan terdengar begitu tua,


"Ini seperti melepaskan anak singa di gerombolan anjing hutan," ucap sosok itu, melambaikan tangan nya dan membuat debu di sekitar mereka menghilang, dan tampak hasil pekerjaan Zhi Yuan yang membuat sebuah danau di puncak gunung yang sudah kehilangan ketinggian nya.


"Tetua," sapa Zhi Yuan sedikit membungkuk seperti memberi hormat kepada orang yang lebih tua, dan menatap lekat-lekat pria tua itu, meski sudah sedang menyembunyikan tingkah kultivasi nya namun Zhi Yuan mampu merasakan jika pria itu di tingkat ranah pendekar suci.


Pria tua itu mengangguk, menatap seekor kupu-kupu terbang di sekitar nya,


"orang-orang mengatakan mahluk ini mengalami perubahan bentuk yang sempurna," ucap pria tua itu dengan suara berat dan intonasi yang dalam. dan menatap Zhi Yuan seperti terlihat begitu lega,


"aahhh... kau terlihat jauh berbeda dari apa yang aku bayangkan, baiklah anak muda katakan nama mu?" ucap pria tua itu, menatap dua simbol di sudut pipi Zhi Yuan.


"Namaku Zhi Yuan, dan siapa anda Tetua?" tanya Zhi Yuan.


"Zhi Yuan? hemmm.... nama yang bagus, meski berbeda dari milik orang tua mu," ucap pria tua itu, mengelus jenggot nya dengan kepala sedikit tertunduk namun matanya masih mengarah ke wajah Zhi Yuan.


Zhi Yuan mengerutkan keningnya, namun hanya diam.


"aahh... Namaku Ming Zhou, kadang mereka memanggilku Tetua Zhou Ming, atau dedengkot tua, dan aku datang untuk melihat mu, kau memiliki mata indah ibumu," ucap Ming Zhou dengan suara sedikit dipanjangkan dan menyebut nama nya, dan pria itu sedikit tersenyum seperti mengenang masa lalu.


Tetua mungkin kau salah orang, orang tuaku hanyalah seorang budak, tidak mungkin Tetua mengenal nya," ucap Zhi Yuan dan bersiap meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


"Budak? tidak Zhi Yuan... maksud ku orang tua kandung mu, kau berasal dari klan Munzhi, dan jumlah nya kini begitu sedikit," ucap Tetua Zhou Ming.


__ADS_2