
Wu Xiang Yu membuka bibirnya yang sensual tidak percaya wanita yang terlihat begitu anggun bisa memiliki rencana begitu kejam,
"Tapi Tetua, bukan kah itu begitu kejam? aku tidak akan membiarkan anda melakukan hal keji itu kepada Zhi Yuan, meski anda adalah majikan nya. Biarpun ini akan membuat Zhi Yuan mencintai ku, aku tidak akan pernah setuju, tidak Tetua... aku tidak seegois itu hanya untuk mendapatkan cinta nya," ucap Wu Xiang Yu sambil berdiri.
Tetua Zhang tersenyum penuh arti,
"Melihat mu begitu marah, aku menjadi yakin kau sangat menyayangi pemuda itu, dan aku berjanji menolong mu. Aku melakukan ini tidak hanya untuk mu Nona Wu, tapi aku menyelamatkan Zhi Yuan dari perbuatan biadab, waktu ku hanya tinggal empat tahun lagi di dunia ini, setelah itu pemuda itu akan kehilangan majikan, dan apa nona tahu? dengan hati sedingin itu pemuda itu mampu membantai anak-anak, katakan Nona Wu apakah kau masih ingin menolak bantuan ku?" tanya Tetua Zhang, dengan suara sedikit berat khas wanita dewasa.
Wu Xiang Yu mencakupkan kedua telapak tangan di wajah nya, membayangkan wajah dingin Zhi Yuan dikelilingi tubuh tak bernyawa dari anak-anak kecil, wanita itu berdiri gontai dan berusaha duduk kembali.
"Aku tidak tahu lagi Tetua.... apa yang harus kita lakukan?" tanya Wu Xiang Yu.
Tetua Zhang mengangguk,
"Saat hatinya hancur, tugas mu lah yang menyatukan kembali puing-puing itu, dan satu lagi, saat aku menggoda nya, cobalah untuk tidak cemburu, karena aku hanya berpura-pura, aku juga di lahir kan dengan hati dingin, meski tidak sedingin bocah itu, tapi aku salah satu Dewi yang tidak merasakan hal-hal semacam itu," ucap Tetua Zhang.
**
Wu Xiang Yu menatap lencana perjodohan nya, berkali-kali hembusan nafas panjang keluar, saat mengingat rencana tetua Zhang yang akan menghancurkan hati pria yang di cintai nya, dan yang terburuk dia mengetahui dan terlibat akan hal itu.
"Zhi Yuan... maafkan aku, aku akan bertanggung jawab saat hatimu sudah tertata kembali, aku akan menceritakan semuanya saat itu, dan aku akan dengan senang hati mati di tangan mu," gumam Wu Xiang Yu.
****
__ADS_1
Dewi Zhang Ziyi mengeluarkan beberapa kitab dari gelang penyimpangan nya. Gelang yang terbuat logam emas putih berbentuk balok-balok kecil, dan terhubung dengan simpul indah membentuk sebuah gelang, dan balok-balok logam itu juga di tanami beberapa berlian mungil membuat nya sangat menawan.
Dewi itu mulai membaca nya, sesekali dengusan panjang terdengar dari wanita berparas anggun itu, sesekali kening nya berkerut dengan mata melebar.
"Aku tidak percaya Dewi mimpi akan mempelajari hal-hal menjijikan ini? aahhh aku begitu bodoh menerima hadiah kitab seperti ini dari nya," gumam Dewi Zhang, menutup kitab nya terburu-buru dan bahkan sesekali melempar nya ke sudut ruangan.
Beberapa hari sudah terlewat, wanita itu masih saja berdiri dan melangkah mengitari tempat tidur mewah nya yang terletak tepat di tengah ruangan itu, sudut matanya sesekali menatap kembali kitab dengan tulisan di sampul nya "cara menggoda lelaki," dan wanita itu menghampiri kitab itu dan membacanya, hanya dalam hitungan menit, kitab itu kembali terlempar dan kini dibarengi umpatan Dewi Zhang Ziyi.
"Dewi mesum, aku akan menghajar mu kelak saat aku kembali," teriak Dewi Zhang Ziyi dan sebuah bola api menyambar kitab itu yang membuat nya jadi debu.
"aahhh... ini lebih buruk dari membantai 100 ribu pasukan kuat, ini alam tengah sangat berbeda cara menggoda pria dengan alam langit," gumam Dewi Zhang Ziyi, pikiran nya di penuhi dengan dandanan gadis penghibur yang di perintahkan nya menggoda Zhi Yuan, wajah Dewi itu semakin dipenuhi keputusasaan, jemari dari kedua tangannya menekan-nekan ujung pinggir pelipis nya.
Beberapa hari berikutnya,
"Saat ini aku belum siap untuk menggodanya, tapi aku bisa memerintahkan bocah itu untuk mencintai ku, itu akan lebih mudah karena bocah itu tidak bisa menolak perintahku," batin Dewi Zhang Ziyi.
Wanita itu mendatangi Zhi Yuan, saat Zhi Yuan sedang selesai membersihkan tubuhnya, dan dengan terburu-buru Zhi Yuan menutup tubuh nya dengan jubah nya.
"Aahhh.... bocah bodoh, apa kau lupa aku sudah sering melihat mu tanpa sehelai benang?" ucap Dewi Zhang Ziyi namun ada sedikit perasaan canggung di mata wanita itu kali ini.
"Maafkan aku Kakak Ziyi, apa ada yang Kakak butuhkan?" tanya Zhi Yuan.
"Tidak banyak, Yuan'er aku sudah pernah bercerita padamu jika waktu ku di alam ini tidak lama lagi, dan sebelum kembali ke alam langit aku hanya penasaran bagaimana rasanya di sukai seorang anak manusia, karena itu aku memerintahkan mu untuk menyukai ku, berusaha lah!!!" ucap Dewi Zhang Ziyi begitu dingin, dan menyodorkan beberapa kitab.
__ADS_1
Zhi Yuan menatap kitab-kitab yang menumpuk itu,
"Cara memperlakukan wanita yang kita suka," gumam Zhi Yuan membaca sampul dari kitab teratas.
"bawalah!! dan pelajari, besok kau harus sudah mulai mempraktekannya untuk ku," ucap Dewi Zhang Ziyi.
Zhi Yuan mengangguk tanpa ekspresi dan mulai membuka-buka kitab nya di sebuah ruangan yang memang untuk nya berkultivasi.
****
Dan Zhi Yuan mulai melaksanakan tugas yang di berikan Dewi Zhang Ziyi, pemuda itu mengikuti semua yang di tulis di kitab.
Sore itu keduanya sedang berjalan-jalan menelusuri jalan kecil di belakang paviliun Dong Chu, Zhi Yuan memegang jemari Dewi Zhang Ziyi dengan lembut, wanita itu hanya tersenyum tipis melihat tingkah Zhi Yuan, namun saat mereka berpapasan dengan para petani yang membawa kayu bakar, pemuda itu menghempaskan jemari wanita itu, membuat kening wanita itu sedikit berkerut.
Dewi Zhang Ziyi mengaitkan kedua tangannya di belakang bokong nya yang tertarik sedikit keatas,
"Apa yang kau pelajari?" tanya wanita itu.
"Tidak banyak, kitab itu lebih sering membuat ku tertidur, yang aku tahu hanya perlu sering menatap mata mu, lebih banyak tersenyum, dan memegang tangan anda, berusaha membuat mu senang, dan..."
"Sudah, tidak perlu kau teruskan, beberapa hari ini kau sudah melakukan nya terhadap ku Yuan'er, dan itu sangat payah, kau terlihat aneh, lupakan semua tentang kitab itu, bisakah.... kau melakukan sesuatu dengan hatimu?" tanya wanita itu dan menyentuh dada Zhi Yuan, dengan mengunakan perasaan nya.
Zhi Yuan memejamkan mata, dan sentuhan itu terasa hangat, dada nya sedikit bergetar dan setetes darah mulai muncul di dua huruf kecil nya.
__ADS_1