
Malam itu Zhi Yuan sedang membakar seekor ayam hutan, Li Buya dan ibunya sedang duduk di ruangan Hua Mulan.
"Putera ku apa kau merindukan ibu?" tanya Hua Mulan.
"Tentu saja ibu, tapi ibu apa kau tidak merindukan ayah?," tanya Li Buya, untuk sedetik wajah Hua Mulan menjadi beku, dan detik berikutnya sudah tersenyum dan menggelitik pinggang putera nya.
"hihi... bocah nakal, berani sekali kau menggoda ibu mu ini hah?" ucap Hua Mulan
Zhi Yuan duduk di balai yang berada di luar rumah mereka, dan meletakkan ayam bakar nya di meja berkaki pendek itu, sebuah guci menemani nya.
dan Hua Mulan terlihat sudah rapi rambut nya tergelung indah, membuat nya terlihat lebih segar, serta jubah yang tidak terlalu tebal, wanita itu menghampiri Zhi Yuan dan duduk di hadapan nya,
"Seperti nya begitu menggoda," ucap Hua Mulan yang terlihat begitu banyak tersenyum hari itu, dan bersemangat.
"Makan lah, aku akan memanggil tuan muda," ucap Zhi Yuan dan menyiapkan semangkuk daging untuk wanita itu, dan semangkuk untuk Li Buya.
"Biarkan dia istirahat? panggil saja Kakak Li, kalian lebih terlihat seperti teman dari pada majikan dengan pelayan, lagipula kami saat ini tidak seperti bangsawan lagi, apa kau pernah melihat bangsawan berpakaian seperti ku?" tanya Hua Mulan tersenyum,
"Nyonya tidak menjawab pertanyaan kakak Li Buya" ucap Zhi Yuan.
__ADS_1
Wanita itu menggeleng,
"Tentang merindukan ayah nya? jadi kau menguping? tapi kau berhak menanyakan itu karena kau sudah aku anggap anak sendiri, andai aku tahu dunia luar sedamai ini mungkin aku sudah belasan tahun meninggalkan keluarga itu, aku harus segera melaporkan perpisahan ku, karena tanpa itu saat ini aku masih menjadi Nyonya Li," ucap Hua Mulan dengan tatapan kosong.
"Kapan anda akan melaporkan nya?" tanya Zhi Yuan.
"Aku tidak tahu, bukan nya aku berharap untuk kembali ke tempat itu, tetapi itu sebuah benteng untuk ku agar tidak menerima laki-laki lain lagi, lagipula hatiku juga sudah tertutup untuk hal seperti itu," ucap Hua Mulan.
Wanita itu menyodorkan cawan ke arah Zhi Yuan, dan pemuda itu menuangkan isi guci nya, dan wanita itu meneguk nya begitu dalam, dan beberapa cawan sudah mereka teguk.
Wanita itu menatap wajah Zhi Yuan setelah meneguk cawan nya, memperlihatkan wajah pemuda itu baik-baik.
"Aku tahu kau yang memberitahu tempat ini kepada putera ku, kenapa kau ingin membantu kami? apa kami terlihat begitu menyedihkan? atau apa mungkin?" ucapan Hua Mulan terhenti memiringkan wajahnya, dan mata sipit nya semakin menyipit lagi menatap mata Zhi Yuan.
Zhi Yuan hanya tersenyum tipis, mendengar candaan Hua Mulan.
"Nyonya anda masih terlihat muda, hanya memang sedikit kurus," ucap Zhi Yuan yang tidak bisa memuji wanita.
"hahaha... benarkah aku kurus? hemmm... aku sudah begitu tua untuk menjaga penampilan ku, lagipula aku sudah memiliki putera dan itu sudah lebih dari cukup" ucap wanita itu dan mengamati jemari nya tubuhnya,
__ADS_1
"Zhi Yuan kau sama sekali tidak pernah menggoda gadis, Apa kau menyukai wanita seperti ini?" tanya Hua Mulan dan meletakkan kedua cengkraman tangan nya di depan gunung nya.
Zhi Yuan mengangkat sudut alis nya, seperti tidak mengerti,
"itu artinya besar, aahhh... pria hanya suka wanita dengan dada besar saja, hahaha....," Hua Mulan menutup bibir nya karena tertawa begitu kencang.
dan kedua tangan wanita itu meraih jemari panjang Zhi Yuan dan meremas begitu hangat.
"kau begitu bodoh menggoda wanita, tapi apapun alasan mu Zhi Yuan, aku berterimakasih padamu, kau selalu tahu apa yang ku inginkan, kau sudah membantu ku saat aku benar-benar tidak tahu berbuat apa, aku di besarkan dalam situasi berlimpah, dan tidak terlintas peristiwa seperti itu bahkan dalam mimpi sekalipun, jadi saat hujan dini hari itu aku begitu takut melangkah keluar gerbang kediaman keluarga Li, pikiran ku buntu, tiada teman, kerabat yang akan menerima ku, aku tidak memiliki uang atau tempat tinggal, kau sudah membantu ku hingga tidak menjadi gelandangan di jalanan, terima kasih Zhi Yuan." ucap Hua Mulan dengan wajah bersungguh-sungguh.
"Nyonya kenapa anda tidak mengikuti Pangeran Qing Fan?" tanya Zhi Yuan yang melihat pangeran Qing Fan saat dini hari itu.
"hemmm... apa kau memikirkan gosip dari pengambil pesanan itu?" tanya Hua Mulan masih tersenyum.
"Tidak, aku melihat nya mengejar mu saat pagi itu, dan juga saat datang ke tempat ini," ucap Zhi Yuan membuat senyum Hua Mulan menghilang, dan meneguk isi cawan dengan tatapan kosong.
"Kau pasti berpikiran aku bodoh dan naif karena tidak mengikuti nya? jika aku naik saat itu aku akan kembali menjadi wanita terhormat, aku sangat tahu dia menolong ku untuk di jadikan selir nya, tidak masalah aku di jadikan selir oleh nya, tapi pagi hari itu aku tidak tahu, aku begitu terpukul dan saat itu aku ingin seseorang yang bisa ku ajak membagi beban ku, dan orang itu adalah kau Zhi Yuan hanya dirimu, bicara dengan mu, bibirku seperti tanpa beban dan mengeluarkan semua kekesalan ku, teriakan makian semua tanpa ragu aku lepaskan, dan aku merasa menjadi manusia bebas, dan kembali saat pagi itu dalam setiap langkah ku saat keluar dari kediaman suamiku, aku hanya menyebut namamu, dan Dewa mengabulkan semua permohonan ku, kau tahu? saat suamiku dan mertuaku berlomba memukuli ku, sudut mataku hanya ke arah kediaman mu, aku begitu berharap kau keluar menolong ku," ucap Hua Mulan setetes air matanya keluar, wanita itu mengusap hidung nya yang berair dengan punggung tangannya.
Zhi Yuan mengangguk dan menepuk lembut kedua tangan yang meremas jemari tangan nya, keduanya bertatapan.
__ADS_1
"Bagaimana dengan aku? apa Nyonya tidak takut jika kau aku jadikan selir ku?" tanya Zhi Yuan, ingin mencairkan suasana.
Hua Mulan tertawa geli memperlihatkan gigi rapi yang indah, sedikit mengoyang-goyangkan wajah nya, dan tawa nya semakin lebar dan terbahak, sesekali menatap wajah kesal Zhi Yuan, sambil menghapus air matanya.