Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 155 - Perayaan ulang tahun


__ADS_3

Meksi seorang Ibu Suri, namun tidak pernah melihat wajah Zhou Lu Zi, hanya pejabat setingkat menteri senior yang mengenal nya, di istana para pejabat hanya mengenal pakaian dan mahkota di kepala dari orang-orang besar itu, bahkan jika mereka lewat para pejabat itu menunduk dalam, di larang secara terang-terangan menatap para penguasa istana kekaisaran.


"Hemmm.... apa ini? bagaimana bisa kita bertemu di tempat ini?" ucap Zhou Lu Zi berpura-pura, namun ada sedikit kecanggungan di wajah nya saat menatap Zhi Yuan.


"Ibu angkat kenapa kau juga bisa di sini? apa ibu sengaja memata-matai kami?" tanya Yun Mei dengan mata penuh selidik, dan sedikit kesal karena melihat Zhi Yuan yang berekspresi sangat berbeda saat melihat ibu angkat nya meski hanya beberapa detik saja.


"haha... anak bodoh, sesekali kami juga ingin bersenang-senang, ibu juga memiliki kekasih sama seperti mu, jadi wajar jika ada kebetulan seperti ini," ucap Zhou Lu Zi menarik lengan Wang Lee, mencoba menghilangkan kegugupan nya.


"Yang Mulia, jika kami mengganggu kenyamanan anda kami akan mencari tempat lain," ucap Zhi Yuan dan bersiap pergi, namun lengan nya di tahan oleh Zhou Lu Zi.


"Kita sudah berada di tempat ini sebaiknya kita makan bersama, dan hari ini jangan memanggilku dengan sebutan itu," ucap Zhou Lu Zi dengan wajah kesal dan penuh intimidasi.


Mereka duduk berpasangan saling berhadapan mengelilingi meja bundar yang cukup besar, mereka terlihat mesra dengan pasangan masing-masing, bahkan Wang Lee terlihat begitu memanjakan Zhou Lu Zi membuat Yun Mei memperlihatkan ekspresi jijik, dan begitu senang karena Zhi Yuan begitu fokus hanya pada dirinya, dan tidak mempedulikan Zhou Lu Zi lagi.


Yun Mei berdiri saat puluhan orang memasuki halaman penginapan itu, dan dapat di lihat dari lantai atas,


"Zhi Yuan, ibu angkat, mereka teman dan juga beberapa Tetua di akademi, aku harus menemui teman-teman ku, mereka menjemput ku di sini, kami akan melakukan tugas bersama, dan besok kami akan berangkat ke kerajaan Xialing untuk belajar kebudayaan nya, tunggu lah aku akan mengenalkan kalian kepada mereka," ucap Yun Mei dan sedikit berlari ke bawah.


Zhi Yuan tersenyum melihat tingkah riang Yun Mei, Zhou Lu Zi duduk di dekat Zhi Yuan dan menatap pemuda itu.

__ADS_1


"Apa kau mencintai Puteri angkat ku?" tanya Zhou Lu Zi sambil mengembalikan cincin pasangan milik Zhi Yuan yang di temukan di jubah pemuda itu, Zhi Yuan menatap cincin pasangan milik nya.


"Kau tidak perlu menjawab nya, kau sudah memperlakukan Yun Mei dengan baik, seperti nya kau dididik dengan baik," ucap Zhou Lu Zi pelan namun sekilas ada sedikit rasa cemburu di mata indah nya.


"Terimakasih nyonya, sudah tidak memaksa ku menjawab," ucap Zhi Yuan menunduk, matanya terlihat sendu, wajah nya berubah drastis mengingat Dewi Zhang Ziyi yang sudah mendidik nya.


"Wajah sedih itu seperti nya cincin pasangan itu memiliki akhir yang tragis, tapi masih terlalu menggoda untuk gadis muda, mereka akan penasaran dan ingin mengenal nya lebih dalam," batin Zhou Lu Zi, menatap bibir merah alami Zhi Yuan dan mengingat ciuman basah mereka yang cukup lama, membuat nya tersenyum sambil menatap ke arah lain.


Di seberang meja meski pura-pura tidak melihat, Wang Lee merasakan sakit yang begitu dalam, rasa yang seharusnya tidak boleh ada untuk seorang pria penghibur untuk tuan nya, karena mereka harus berbagi dengan pria lain, namun bagi Wang Lee yang sudah terbiasa berada di atas tidak akan menerima jika harus berada di bawah.


Keduanya sedikit menjauh saat Yun Mei dan puluhan teman nya datang, Yun Mengenalkan Zhi Yuan sebagai kekasih nya, dan semua orang bersorak, membuat wajah Zhou Lu Zi berpaling berpura-pura menatap ke arah lain begitu canggung.


"Nyonya anda terlalu memuji ku," ucap Zhou Lu Zi, seperti layaknya wanita dewasa yang tidak serius menanggapi sebuah pujian.


"hahaha... aku tidak memuji anda nyonya, kebetulan aku mempelajari tentang peri, mereka memiliki wajah simetris dan juga struktur tulang yang sempurna untuk wanita, aku hanya menarik kesimpulan, karena wajah anda terlihat begitu berbeda," ucap Tetua itu.


"Tetua anda membuat ku malu, nenek leluhur ku memang ada berasal dari bangsa peri, silakan bergabung dengan kami," ucap Zhou Lu Zi, dan beberapa orang membenarkan ucap Tetua itu dan semua orang tertawa, membuat Zhou Lu Zi ikut tertawa namun matanya menatap ke arah Zhi Yuan, keduanya tersenyum saling menatap, membuat Wang Lee semakin cemburu melihat dua insan yang terlihat memiliki rasa yang mulai bergesekan.


"Tidak nyonya, kami datang hanya untuk menjemput Puteri angkat anda, banyak tugas yang harus kami lakukan mengingat waktu yang mendesak," ucap Tetua itu

__ADS_1


Wang Lee yang menyimpan dendam berdiri,


"Baiklah.... dengarkan aku semua, ini adalah ulang tahun Nona Yun, jadi aku sedikit memaksa agar kalian bersedia merayakan nya, dan jangan khawatir, Tuan muda Zhi sebagai kekasih nya akan membayar semua makanan yang kalian makan, silahkan memesan apapun yang kalian inginkan," ucap Wang Lee.


Tetua itu menatap Zhou Lu Zi,seperti menanyakan tawaran itu, membuat Zhou Lu Zi tidak bisa menolak demi Puteri nya.


"Aahhh... tentu saja ini ulang tahun nya," ucap Zhou Lu Zi yang mulai meraba jubah tipis nya, dan wanita itu sedang tidak membawa uang sama sekali.


Semua orang bergemuruh dan memesan makanan dan mencari tempat duduk masing-masing.


Yun Mei menatap Wang Lee dengan mata terbelalak,


"Apa yang kau lakukan? Zhi Yuan dulu hanya seorang pelayan bagaimana bisa memiliki uang sebanyak itu untuk membayar makanan kami semua, katakan kau sengaja melakukan ini bukan?" ucap Yun Mei dan menyerahkan kantung uang nya kepada Zhi Yuan namun di hentikan oleh Zhou Lu Zi.


"Puteri ku tenang lah, biar ibu angkat yang mengurus masalah ini, kau bergabung lah dengan teman-teman mu, mereka menunggu mu," ucap Zhou Lu Zi.


Mereka menikmati makanan mewah di penginapan itu, Zhou Lu Zi mendekati Zhi Yuan dan berbisik,


"Zhi Yuan, ini sangat memalukan jika bukan kau, meski mati aku tidak akan bicara tentang ini, apa kau memiliki koin emas?" tanya Zhou Lu Zi dengan wajah memerah.

__ADS_1


Zhi Yuan menyemburkan makanan ke wajah Zhou Lu Zi, membuat beberapa butir nasi menempel di pipi dan samping mata wanita itu, membuat mata wanita itu terpejam erat, bibir bawahnya menghembus nafas membuat udara terhempas keatas menjatuhkan butiran nasi itu sekaligus mengoyang-goyangkan poni rambut nya.


__ADS_2