Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 94 - Pengikut baru.


__ADS_3

Dan kedua sudah berdiri di pinggir sungai, keduanya saling menatap begitu lama, Tetua Zhou mengeluarkan dua pedang dan menyelipkan secara sejajar di pinggang belakang nya.


"Aku tidak tahu, tapi mata mu menghantui ku selama 40 tahun," ucap Tetua Zhou.


"Apa yang kau inginkan?" ucap Zhi Yuan.


"Jendral Muda, aku pantas mati, aku lagi-lagi tidak mengenali anda," ucap Tetua Zhou berlutut.


"Berdiri lah, aku bukan lagi Jendral muda, aku hanya Zhi Yuan, aku masih pemuda urakan yang tidak mengenal sopan santun," ucap Zhi Yuan.


"Aku tidak akan berdiri hingga kau mengizinkan aku sebagai pengikut mu, aku begitu mengagumi mu saat di hutan tua itu, aku bahkan meninggalkan kerajaan Yuan untuk mengejar naga kembar untuk membalas denda mu, tapi aku tidak mampu membunuh nya karena bajingan itu sudah menjadi biksu dan menyerahkan hidup nya, dan bahkan begitu senang jika aku ingin membunuh nya untuk mu," ucap Tetua Zhou.


"Pengikut? aku tidak membutuhkan nya lagi, Zhou Zhiping aku sudah tidak memiliki ambisi lagi, mungkin aku akan menjadi tabib di suatu desa damai," ucap Zhi Yuan.


Zhou Zhiping tertawa,


"Tidak masalah Tuan ku, jika kau menjadi tabib, jika kau menjadi biksu sekali pun aku akan ikut menjadi Biksu pengawal mu, aku mohon jangan usir aku," ucap Tetua Zhou.


Zhi Yuan menatap dalam-dalam Zhou Zhiping, dan melempar dua lencana ke arah nya.


"Apa kau menginginkan nya?" tanya Zhi Yuan, melempar dua lencana di hadapan nya, satu adalah lencana pengenal nya dan yang kedua adalah lencana Hua Daiyan.

__ADS_1


tangan Zhi Yuan sudah memegang gagang pedang nya,


'Salah satu gerakan kau akan mati Zhou Zhiping,' batin Zhi Yuan yang sudah tidak percaya lagi dengan orang-orang di sekitar nya.


Zhou Zhiping bergetar matanya terlihat berbinar melihat lencana Jendral milik Zhi Yuan, dan tidak memperhatikan lencana Hua Daiyan, tangan tua nya bergetar mengambil lencana itu dengan kedua tangan nya, menatap wajah Zhi Yuan.


"Tuan ku, biarkan aku menjaga benda ini, keturunan ku akan bangga jika tahu leluhur mereka mengabdi orang yang memiliki lencana tertinggi ini," ucap Tetua Zhou dengan air mata bahagia.


"Ambillah," ucap Zhi Yuan dan membiarkan lencana Hua Daiyan di tanah, pemuda itupun pergi begitu saja.


"ini aneh beberapa hari ini tidak ada lagi orang yang mengawasi ku, aku pikir Zhou Zhiping orang yang di kirim, tapi orang gila masih saja seperti 40 tahun lalu, pria itu tidak melirik sedikit pun ke arah lencana ini," ucap Zhi Yuan yang datang saat malam tiba untuk mengambil lencana Hua Daiyan.


esok paginya Tetua Zhou mendatangkan beberapa ahli bangunan milik nya, dan mereka mulai membangun rumah itu menjadi lebih layak, bahkan kini Hua Mulan memiliki tempat praktek pengobatan yang cukup luas, tiga kamar tidur dan satu gudang obat.


Tetua Zhou terlihat begitu hormat kepada Zhi Yuan namun berubah saat Hua Mulan ada di dekat mereka. Dan para penduduk desa mulai mengetahui cerita tentang pengobatan yang di lakukan oleh Hua Mulan kepada cucu Zhou Zhiping, dan mereka mulai datang dan berobat, bahkan kini lebih banyak dari kalangan kultivator, membuat tempat itu tidak pernah sepi.


Kesibukan mereka semakin banyak, saat beberapa paviliun obat mulai banyak yang menginginkan ramuan Hua Mulan, mereka memesan ramuan kering ke rumah obatnya, biasanya beberapa pemuda datang untuk membawa herbal yang mereka temukan di hutan, dan Hua Mulan membelinya, bahkan Hua Mulan harus memperkerjakan dua pekerja wanita untuk membantu nya membuat pesanan.


Enam bulan sudah berlalu, Hua Mulan kembali jarang bicara, senyum nya pun hanya tertuju untuk gadis kecil cucu Zhou Zhiping.


"Zhi Yuan cepat lah pulang, kepala desa itu membuat ku kesal, dan juga tiga bulan ini Tetua Zhou berpergian, aku akan mengantar mu ke ke gerbang," ucap Hua Mulan dan memberikan bekal makanan,

__ADS_1


Zhi Yuan hanya mengangguk, tapi tidak begitu khawatir dengan kepala desa itu, meski hampir setiap malam berkunjung, namun pria tua itu begitu sopan, dan tahu adat, pria itu menginginkan Hua Mulan menjadi istri nya secara baik-baik, namun wanita bertubuh tinggi itu selalu menolak nya, dan Hua Mulan selalu membangunkan Zhi Yuan untuk mendampingi mereka berbincang saat kepala desa bertamu, bahkan tetua Zhou kini yang selalu menemani kepala desa itu.


Keduanya di gerbang rumah sederhana itu, mata Hua Mulan terbelalak dan senyum nya begitu lebar melihat putera nya Li Buya sudah berdiri sambil melambai ke arah keduanya.


"Putera ku, bagaimana kau bisa mengetahui tempat ini?" tanya Hua Mulan, ketiga nya kembali masuk ke rumah mereka, karena Hua Mulan melarang Zhi Yuan untuk pergi ke hutan.


"Ibu... putera mu ini begitu pintar, aku bisa menemukan mu meski di ujung dunia sekalipun, aku akan menginap hari ini, aku izin dengan alasan misi sekte, tapi ibu kenapa penampilan ibu seperti ini? ucap Li Buya sambil tertawa memeluk ibunya.


Memang selama ini Hua Mulan tidak memperhatikan penampilan nya, namun tubuh giok nya tidak memudar sedikit pun, meski rambut nya tampak acak-acakan dan pakaian tebal yang menutupi seluruh lekuk indah tubuhnya.


Wanita itu menatap Zhi Yuan yang hanya tersenyum, dan mengetahui jika pemuda itulah yang memberitahu Li Buya tentang tempat mereka.


Li Buya terlihat begitu bahagia, karena perlakuan ibunya begitu hangat tidak seperti sebelumnya, dan pemuda itu sangat berterimakasih karena sudah menjaga ibunya dengan baik.


Siang itu seperti biasa Hua Mulan dan Zhi Yuan sedang menyiapkan pesanan dari paviliun obat di pinggiran ibukota, dua orang yang mengambil pesanan itu sedang berbincang begitu serius,


"Apa kau mendengar gosip tentang pangeran Qing Fan sekarang mendekati menantu tertua keluarga bangsawan Li? jika tidak salah namanya Hua Mulan, aku dengar wanita itu sudah berpisah dengan suaminya dan kini wanita akan di lamar oleh pangeran Qing Fan," ucap salah satu dari pemuda itu.


Hua Mulan yang mendengar tidak mempedulikan nya, dan masih fokus mencatat di sebuah buku.


"aahhh... pangeran Qing Fan sungguh beruntung, nyonya itu ku dengar begitu cantik dan bertubuh indah, banyak orang mengatakan jika mereka sedang berlibur berdua saja saat ini, aku begitu iri, sejak remaja dia sudah selalu mendapat wanita cantik, dan mencampakkan nya setelah menidurinya, dan kini pangeran itu sedang bersama wanita yang begitu di inginkan setiap pria, aahhh apa yang mereka lakukan saat berdua saja?" ucap orang itu lagi.

__ADS_1


Hua Mulan menghentikan kegiatan nya, dan memejamkan matanya.


"tidak semua pria, bahkan ada seorang pria yang memakai ku, kau tetap bekerja dan tutup telinga mu," ucap Hua Mulan.


__ADS_2