Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 26 - pemuda ingusan.


__ADS_3

"Aku mohon, jangan merendahkan aku seperti ini, aku tidak peduli Wang Kai, Xu Guang Zhou atau seluruh dunia menghinaku, tapi tidak dari bibir mu, kau adalah calon suami ku, jadi tolong jangan, kare-na..." ucap Wu Xiang Yu terhenti wajah nya tertunduk suaranya bergetar.


Sesaat wanita itu melipat kedua bibirnya, menahan kesedihan,


"Karena... karena aku akan mempercayakan hidupku padamu kelak, katakan bagaimana aku bisa bertahan jika kau ikut merendahkan ku?" tanya Wu Xiang Yu, sedikit mendongakkan kepalanya menatap mata Zhi Yuan lebih dekat.


Zhi Yuan hanya terdiam, bibir nya terbuka tidak percaya apa yang didengarnya.


"Kenapa kau diam? mana kata-kata kasar mu lagi, kau berhak marah padaku," ucap Wu Xiang Yu.


Tidak beberapa lama, keduanya kini duduk berdampingan di sebuah bangku taman lengkap dengan sebuah meja di hadapan mereka, tidak ada kata yang keluar dari keduanya, dua buah lencana yang sudah menyatu berada di atas meja dekat dengan bungkusan kain milik Zhi Yuan.


"Dari awal itu adalah lencana perjodohan ku, dan...," ucapan Wu Xiang Yu terpotong oleh Zhi Yuan.


"Cukup!! Nona besar Wu, sekarang aku sudah 14 tahun, aku sedikit mengerti tentang aturan dunia ini, perjodohan ini seharusnya di batalkan, keluarga mu, keluarga Wu Huaran, atau siapa pun pasti tidak akan menerima ku nona, jadi sebaiknya lupakan saja, lagipula aku juga tidak tertarik akan hal semacam itu," ucap Zhi Yuan mulai berdiri dan mengambil bungkusan kain milik nya.


Wu Xiang Yu memegang pergelangan tangan Zhi Yuan, kepala nya sedikit menggeleng,

__ADS_1


"Aku 18 tahun, dan aku lebih tahu tentang aturan dan bagaimana keluarga ku, kau anak seorang budak, aku akan menentang dunia demi pemuda seperti mu, katakan untuk apa? cinta? kau pikir aku menyukai pemuda seperti mu? dengar!! pikiran ku tidak seperti gadis muda yang memuja pria tampan, kaya, atau gagah, aku tidak mencintai pria karena hal-hal sedangkal itu, yang aku butuhkan adalah seorang suami, suami yang mampu menyentuh hatiku, pria yang membantu menahan tekanan klan Wu yang penuh intrik memuakkan, dan saat melihat mu, aku benar-benar berada di jalan buntu, kau hanya lah pemuda ingusan yang mungkin akan menjadi beban ku, tapi ini adalah permintaan terakhir orang tuaku, dan itu tetaplah yang terpenting, jadi bisakah kita mulai bekerjasama?" ucap Wu Xiang Yu penuh keputusasaan.


Wanita cantik itu menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya dengan panjang seperti sudah mengeluarkan semua isi hatinya.


Zhi Yuan mengangguk, pemuda itu terlihat masih tenang meski begitu di rendahkan.


"Apa aku sudah bisa pergi?" ucap Zhi Yuan seperti tidak terpengaruh sedikit pun dengan curahan hati Wu Xiang Yu.


Wanita dengan mata berkaca-kaca itu, menatap Zhi Yuan dengan kepala menggeleng seperti tidak percaya dengan apa yang di dengar nya.


"Baiklah, kau pikir aku juga menginginkan hal ini, agar kau tahu aku sengaja menyuruh Wu Huaran mengenakan lencana ku, agar siapa pun yang menjadi calon jodoh ku membuang lencana nya, tetapi kau menerima nya tanpa tujuan apapun, aku berpikir jika kau saja menerima dengan lapang kenapa aku yang puteri nya tidak mematuhi keinginan orang tua ku, dan sekali lagi, perjodohan ini permintaan terakhir orang tuaku sebelum ajal mereka, jadi jangan ambil hak ku untuk berbakti pada mendiang orang tuaku, biarkan aku mencoba nya, jikapun perjodohan ini kandas di tengah jalan, setidaknya arwah orang tuaku bisa melihat usaha maksimal yang dilakukan oleh Puteri mereka," ucap Wu Xiang Yu dengan wajah memohon.


"Nona, kau ingin berbakti pada orang tua mu bukanlah urusan ku, aku tetap akan pergi," ucap Zhi Yuan dan membelakangi Wu Xiang Yu bersiap melangkah.


"Bocah ini benar-benar menyebalkan, aku bahkan tidak pernah tidur selalu memikirkan nya, seperti nya aku harus mencoba cara lain," batin Wu Xiang Yu menekan kedua matanya dengan jemari lentiknya, dan memutar otak nya.


"hah.... baiklah... pergilah bocah mesum, tapi jangan salahkan aku jika aku akan bicara kepada Biksu Kepala," ucap Wu Xiang Yu, dengan nada merendah.

__ADS_1


"Biksu Kepala?" guman Zhi Yuan, menghentikan langkahnya dan berbalik.


"Apa wanita ini sudah gila? perjodohan ini tidak ada hubungan nya dengan Kuil Suci," batin Zhi Yuan, dengan sorot mata penuh selidik.


"Benar, Biksu Kepala. Aku senang tadi kau mengatakan sudah mengetahui aturan dunia bukan? aku akan mengatakan kau mencampakkan aku setengah kau melakukan itu? aku bahkan tidak dapat membayangkan wajah kecewa para Biksu Tetua yang sudah mendidik mu," ucap Wu Xiang Yu.


"Melakukan ap-a?" ucapan Zhi Yuan terhenti, wajah berubah sedikit gugup, bibir terbuka saat kedua tangan wanita itu memegang gunung nya sendiri.


"Apa itu mengingatkan mu akan sesuatu? dan kau tahu aturan nya bukan? baiklah sekarang pergilah, aku juga akan ke tempat mu," ucap Wu Xiang Yu yang berdiri sambil merapikan pakaiannya.


Mendengar ancaman Wu Xiang Yu, Zhi Yuan yang masih terlalu muda mulai luluh, pemuda itu meletakkan kembali bungkusan nya, terduduk penuh ketidakberdayaan, dan memegang pergelangan tangan Wu Xiang Yu begitu pelan dan hati-hati agar kembali duduk, hal itu membuat hati wanita itu bersorak.


"Tung-gu nona besar, duduklah terlebih dahulu,"ucap Zhi Yuan suara nya berubah begitu pelan dan lembut, serta mulai memanggil Wu Xiang Yu kembali dengan panggilan Nona Besar.


"Tentang di sungai itu, a-ku....," Zhi Yuan tidak dapat melanjutkan kata-katanya, pemuda itu memejamkan matanya dalam-dalam dan menundukkan kepalanya.


"Apa? kau mengatakan sesuatu? maafkan aku Zhi Yuan, tapi aku tidak bisa mendengar kata-kata mu," ucap Wu Xiang Yu sambil memiringkan kepalanya, senyum kemenangan tidak dapat di sembunyikan oleh bibir wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2