Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 54 - Pertunangan Dewi Zhang Ziyi dan Wang Kai.


__ADS_3

Pagi-pagi buta Zhi Yuan sudah terbangun pemuda itu sudah mengenakan pakaian latihan nya dan bersiap berlari ke belakang paviliun Dong Chu, namun Dewi Zhang Ziyi menahan nya.


"Tunggu Yuan'er, nanti sore bisakah kau mengantar ku ke undangan di kota Jingyang?" tanya Dewi Zhang Ziyi suara terdengar sedikit lemah.


"undangan?" Zhi Yuan menirukan ucapan Dewi Zhang Ziyi.


Dewi Zhang Ziyi mengangguk,


"benar, Tuan Wang mengundang ku, dia ingin melangsungkan pertunangan kami, tuan Wang tidak ingin menundanya lagi, kami tidur satu rumah tidak ingin orang-orang berbicara yang tidak-tidak tentang kami," ucap Dewi Zhang Ziyi


Zhi Yuan memejamkan matanya, rasa cemburunya begitu memuncak, membuat darah keemasan keluar dari sudut pipinya.


"kau berlatih lah, aku ingin beristirahat kami seperti nya begitu lelah tadi malam," ucap Dewi Zhang Ziyi pelan.


Zhi Yuan mengangguk dan berlari begitu kencang, selintas di kepala nya ingin berlari sejauh mungkin dari paviliun Dong Chu dan tidak pernah kembali, namun dia tetap lah seorang pelayan setia dari sang majikan, kehormatan nya adalah mati untuk tuan nya.


Zhi Yuan menghentikan kaki nya, beberapa petani yang menggarap tanah milik paviliun Dong Chu menyapa pemuda itu, Zhi Yuan hanya menjawab basa-basi itu dengan anggukan saja, perasaan nya begitu kacau, dan ingin menyibukkan diri dengan latihan hingga kelelahan, dan melupakan tentang Dewi Zhang Ziyi, pemuda itu menelusuri pinggiran hutan Pinus yang memutih karena seluruh daun tertutup salju dan pemuda itu semakin masuk ke dalam hutan.


Zhi Yuan melesat ke udara mengeluarkan semua energi nya, dengan tehnik Peri Penebar Salju nya, kakinya berpijak pada butiran salju di udara, dan menghentakkan kakinya nya membuat tubuh nya mampu melesat lebih ke atas, Pemuda itu terus melesat lebih keatas, udara yang tipis membuat tubuh nya begitu cepat kelelahan, tubuh ramping nya berputar di udara membuat pusaran awan gelap, tubuh nya mampu melayang dengan berpijak di antara salju-salju itu.


Hingga hari menjelang sore pemuda itu tetap saja memaksakan tehnik yang seharusnya belum di pelajari nya saat ini.


"Aku sudah seharian berlatih, ini tidak bertahan lagi, energi qi yang diperlukan sangat besar, setidaknya perlu di tingkat 5 untuk menggunakan tehnik ini," batin Zhi Yuan.

__ADS_1


Dan tiba-tiba tubuh nya berhenti mengeluarkan energi qi membuat nya terjun bebas menuju tanah. Zhi Yuan memejamkan mata, karena tidak mampu lagi mengeluarkan energi nya lagi. Pemuda itu memejamkan matanya dan hanya pasrah saat tubuhnya akan menghantam apapun di bawahnya, namun sebelum mencapai tanah sebuah tekanan energi menahan bobot tubuh nya dan perlahan membuat nya melayang dan mendarat begitu pelan, dengan posisi berdiri.


Zhi Yuan menghembuskan nafas panjang nya, dan mengetahui orang yang membantu nya, untuk pertama kalinya dia tidak ingin melihat sosok yang membantu nya kali ini.


"Tetua.... anda tidak perlu selalu menjaga ku," ucap Zhi Yuan yang tidak memanggil Dewi Zhang Ziyi dengan sebutan Kakak Ziyi lagi.


Zhang Ziyi yang mengetahui kemarahan Zhi Yuan hanya mengangguk,


"Tetua? baiklah tidak penting kau memanggilku dengan sebutan apapun, yang jelas kau tidak melupakan rencana hari ini," ucap Dewi Zhang Ziyi yang sudah berdiri di hadapannya.


Zhi Yuan masih memejamkan matanya, mendengar balasan dingin dari wanita yang biasanya begitu baik, dan memikirkan rencana yang di maksud Dewi Zhang Ziyi.


"aahh... pengumuman pertunangan anda," gumam pemuda itu dan membuka matanya, namun mata Zhi Yuan semakin melebar saat melihat penampilan Dewi Zhang Ziyi, sambil mencoba menelan ludah nya.


Namun di balik pakaian berani itu, dandanan nya terlihat begitu aneh, dengan riasan wajah yang menor, serta perhiasan besar di atas kepala dengan motif kembang merah, terlihat begitu menganggu, bahkan Dewi Zhang Ziyi terlihat seperti penampilan umumnya wanita penghibur, Zhi Yuan hanya diam karena dirinya juga tidak begitu mengerti penampilan wanita.


"Anda terlihat sedikit berbeda," ucap Zhi Yuan yang tidak percaya apa yang dilihatnya.


Dewi Zhang Ziyi hanya menunduk, tidak tahu harus berkata apa.


"Sudah cukup, kita akan terlambat," ucap Dewi Zhang Ziyi


Meski musim dingin, tapi sore itu keadaan begitu cerah, seperti nya ada campur tangan dari seorang yang memiliki kekuatan dewa.

__ADS_1


"Tetua apa kita berangkat berdua saja? bagaimana dengan kekasih anda Tuan Wang?" tanya Zhi Yuan.


"Kita akan bertemu di tempat itu, mungkin tadi malam dia kelelahan hingga tidak bisa menjemput ku," ucap Dewi Zhang Ziyi.


Ada sedikit rasa penasaran di hati Zhi Yuan tentang bagaimana Wang Kai bisa kelelahan, rasa marah, benci kembali di rasakan Zhi Yuan, dan pemuda itu memejamkan matanya, mencoba menerima jika orang yang pertama di sukai nya harus menjadi milik orang lain.


Keduanya kini berada di gerbang sebuah Paviliun besar, semua nya tampak begitu berkelas, dan menggunakan bahan terbaik di kelasnya, terlihat beberapa kereta kuda mewah berhenti di depan Paviliun itu, dan menurunkan penumpang yang hanya dari kalangan bangsawan dan pejabat, beberapa Tetua dari sekte terkenal juga berdatangan.


"Tetua apa kita benar-benar akan masuk?" tanya Zhi Yuan sedikit ragu, melihat para tamu yang begitu berkelas.


"Pegang lah ini, token kayu ini adalah undangan untuk mu, dan kau menemukan tempat yang tepat untuk belajar etika," ucap Dewi Zhang, dan menggandeng tangan Zhi Yuan menuju gerbang megah itu.


Zhi Yuan menunjukkan token undangan nya, dan barisan penjaga, seorang yang terlihat sebagai pimpinan penjaga itu sedikit menyipitkan matanya mengamati token kayu itu, namun seseorang sudah membentak penjaga itu.


"Lancang!!! berani-beraninya kalian menghalangi calon tunangan ku," teriak Wang Kai mendekati Dewi Zhang Ziyi.


Semua orang juga diam mendengar seorang putera pejabat tinggi yang terkenal begitu kejam, mereka memilih tidak akan mencari masalah dengan pemuda itu, pun para penjaga itu hanya membungkuk, serta menundukkan kepala mereka, dan membiarkan mereka masuk.


"Nona Zhang... kalian duluan aku akan bicara dengan orang tua ku dulu, aku tahu kau tegang karena pertunangan kita ini, begitu pun aku, nikmati hidangan tapi jangan sampai gemuk hahaha... aku tidak ingin memiliki tunangan gemuk," ucap Wang Kai mencoba melawak namun tidak ada seorangpun tertawa kecuali dirinya.


Pemuda itu terlihat melangkah seperti terburu-buru, dan terlihat seperti orang yang begitu penting dalam keramaian itu.


Seorang pelayan menghampiri Zhi Yuan dan Dewi Zhang Ziyi, pelayan itu sedikit terkejut melihat dandanan Dewi Zhang, namun tidak berani bicara, tubuh nya masih membungkuk dan mengantarkan keduanya ke sebuah meja perjamuan.

__ADS_1


Para tamu undangan lainnya, menatap kedua nya dengan kening berkerut, seperti begitu banyak pertanyaan di benak mereka. beberapa orang wanita bangsawan mulai tertawa ke arah mereka dengan cukup kencang, namun para lelaki bersikap sebaliknya, mereka semua menelan ludah berkali-kali saat melihat kaki putih panjang dan lengak-lengok goyangan pinggul wanita itu saat berjalan sangat alami, serta di tunjang wajah cantik menggemaskan, maka tidak terbantahkan lagi Dewi Zhang Ziyi menjadi pusat perhatian seluruh orang di pesta itu.


__ADS_2