
Pemuda itu mengambil kesempatan itu untuk mengeluarkan seribu koin emas memindahkan dalam kantung uang nya, dan menyerahkan nya ke tangan wanita itu membuat Zhou Lu Zi begitu senang, sambil meremas jemari Zhi Yuan, dan jemari wanita itu seperti begitu betah di tangan Zhi Yuan.
Tampak semua terlihat puas, dan mereka akhirnya berpamitan dengan Zhi Yuan dan Zhou Lu Zi.
"Terimakasih Ibu angkat, tolong jaga kekasih ku, dan kau.... aku sangat membencimu," ucap Yun Mei menatap Wang Lee dan berpelukan dengan Zhi Yuan, pergi bersama teman-temannya.
"Kau lihat, kau baru saja melewati batasan mu," ucap Zhou Lu Zi menatap Wang Lee.
Nyonya maafkan aku, ini tidak akan terjadi lagi, beri pelayan bodoh ini kesempatan satu kali lagi," ucap Wang Lee, dan mulai begitu membenci Zhi Yuan, dan pengelola rumah makan itu membawakan jumlah tagihan mereka, mendekati meja ketiga nya.
"400 koin emas," ucap pengelola rumah makan itu,
Zhou Lu Zi mengangguk, mengeluarkan kantung uang nya dan menyerahkan ke pada pengelola rumah makan itu dan tampak pria itu begitu senang menerima nya, dan mengembalikan sebagian kantung uang itu.
"Kau kultivator yang cukup kaya, aaahhh.... aku hampir kehabisan kata-kata karena begitu malu," bisik Zhou Lu Zi, jemari nya ingin menyentuh kembali jemari Zhi Yuan namun terhenti saat beberapa orang memasuki lantai tiga penginapan itu.
Wajah Zhou Lu Zi menjadi pucat saat melihat seorang pria tua yang memasuki lantai tiga bersama beberapa rekan nya, pria tua itu adalah mantan menteri pertahanan. Wanita itu menundukkan sedikit wajahnya karena tidak ingin di kenali sedang berada di tempat itu bersama dua pria muda.
Zhi Yuan yang mengetahui perubahan wajah wanita itu, mengibaskan lengan jubah lebar nya dan mengangkat nya begitu alami menutupi wajah Zhou Lu Zi dari tatapan menteri tua yang melihat sekeliling untuk sesaat.
Zhi Yuan mengeluarkan sebuah cadar berwarna putih, dan menyerahkan ke Zhou Lu Zi, yang terlihat kembali tenang wajahnya menunduk, menerima cadar pemberian Zhi Yuan dan mengenakan cadar yang menutupi hidung ke bawah, dengan terburu.
"Kakak Wang keluarkan kereta kuda kekaisaran dan tunggu kami dua ratus meter dari tempat ini," ucap Zhi Yuan.
"cih... apa yang kau lakukan, berani nya kau memerintahkan ku, aku tingkat 4, dan kau hanya...
__ADS_1
"Penghibur Wang..." ucap Zhou Lu Zi dengan nada sedikit tinggi, membuat Wang Lee dengan cepat menunduk.
"Lakukan semua perintah nya, sekarang!" ucap Zhou Lu Zi dan pemuda itu segera meninggalkan kedua nya.
"Yang Mulia.... sekarang kita pergi, cincin kekaisaran anda tolong di lepaskan,"ucap Zhi Yuan berdiri di dekat Zhou Lu Zi.
Zhou Lu Zi melakukan semua ucapan pemuda itu dan wajahnya masih sedikit menunduk, Zhi Yuan dengan cepat mengenakan cincin pasangan di telunjuk wanita itu dan mengenakan satu lagi di jempol tangan nya sendiri dan keduanya melangkah meninggalkan meja mereka.
Mantan menteri pertahanan yang sedang tertawa bersama rekan nya menatap ke arah keduanya, tawa nya lenyap menatap mata menunduk Zhou Lu Zi yang bergandengan tangan dengan Zhi Yuan.
Keduanya melewati menteri itu menuju tangga,
"tunggu!!! nyonya apa boleh aku melihat wajah anda," ucap menteri itu berdiri ke arah Zhi Yuan.
Pemuda itu berhenti sesaat dan melangkah mendekat ke arah menteri tua itu, Zhou Lu Zi hanya menunduk di belakang punggung Zhi Yuan, meremas jemari pemuda itu.
"ehemmm... istri? benar, tentu saja kalian suami istri, maafkan aku anak muda, aku hanya berpikir jika istri anda adalah teman Puteri ku," ucap menteri Tua itu begitu sopan, melihat pakaian Zhi Yuan dan Zhou Lu Zi merupakan pakaian yang sangat mahal.
"Tuan anda terlihat memiliki kwalitas tinggi, tapi begitu rendah etika, kau bahkan seharusnya tidak boleh menatap wanita seperti itu, apalagi wanita bersuami, tolong sebutkan nama keluarga anda," ucap Zhi Yuan, membuat pria tua menelan ludah nya dan sedikit mundur.
"aaahhhh.... sudah... sudah... anak muda, maafkan kesalahan ku, aku hanya begitu kaget saja, tolong lupakan perbuatan ku," ucap Mantan menteri Tua itu dan Zhi Yuan meninggal rumah makan itu, keduanya melangkah menelusuri jalanan di iringi mata dari menteri tua yang selalu mengawasi keduanya hingga tidak terlihat lagi.
***
Zhou Lu Zi melepas cadar, melangkah gontai mendahului Zhi Yuan, wajahnya tampak begitu tegak dan serius, matanya menerawang sesekali menatap bintang di langit gelap, begitu banyak yang di pikirkan nya, wanita itu berkali-kali menarik nafasnya dalam-dalam.
__ADS_1
"Zhi Yuan, kenapa kau diam? bukankah seharusnya bertanya kenapa aku gelisah seperti ini," ucap Zhou Lu Zi, berhenti dan berbalik menatap pemuda yang hanya terdiam itu.
"Diam mu membuat aku ketakutan Zhi Yuan, jika di Paviliun bunga persik aku masih memaklumi nya karena kita dalam keadaan mabuk, tapi hari ini saat kau memakaikan cincin pasangan, dan memanggilku dengan sebutan istri membuat ku berada di dunia lain, karena kau pertama menyebutkan sebutan itu untuk ku, bahkan mendiang Kaisar tidak sempat memanggilku dengan sebutan itu, aku begitu terlena, hampir saja memeluk mu, dan menyerahkan hidup untuk menjalani sebutan indah itu untuk mu, di dekat mu aku berubah tanpa bisa aku kendalikan lagi, aku menjadi telanjang begitu polos, rapuh, bahkan aku tidak malu meminta uang padamu, jujur dengan keinginan alami ku, terkadang aku sengaja mengalah untuk mu, hal yang tidak pernah aku lakukan untuk orang lain, pada akhirnya aku menyadari kau adalah pria yang sangat berbahaya untuk ku Zhi Yuan, dan apa kau tahu hal terburuk nya? meski aku tahu kau tidak memiliki perasaan pada Yun Mei, tapi sedetik a- aku bahkan tidak peduli dengan perasaan Puteri angkat ku lagi, aku Ibu yang benar-benar buruk Zhi Yuan," Zhou Lu Zi menarik nafasnya pelan, menggeleng beberapa kali.
Zhi Yuan menatap sekeliling sesaat, mata kehijauan nya menunduk, giginya merapat seperti tidak memiliki jawaban untuk wanita yang terlihat begitu tidak berdaya penuh rasa bersalah. dan pemuda itu memeluk Zhou Lu Zi, dan wanita itu hanya diam membiarkan tubuhnya seperti tercurah dipelukan pemuda itu, dengan pikiran yang begitu kacau.
"tidak apa-apa," ucap Zhi Yuan, mengusap lembut belakang kepala wanita itu membuat wanita itu semakin memejamkan matanya.
"Kehilangan kontrol bukanlah hal yang baik Zhi Yuan, mengingat posisiku saat ini," ucap Zhou Lu Zi dengan wajah begitu serius, merapatkan kedua bibirnya sambil mengangguk beberapa kali.
"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Zhou Lu Zi, membuat Zhi Yuan terdiam, dan melepaskan pelukannya, namun di tahan oleh wanita itu.
"Kau tidak memiliki jawaban atas pertanyaan ku bukan?" tanya Zhou Lu Zi, wanita itu hanya menatap mata Zhi Yuan yang menghindari mata wanita itu, Zhou Lu Zi tersenyum begitu dengan keperihan,
"Dia tidak menjawab semua curahan perasaan ku, artinya dia tidak menginginkan ku, hatinya sudah di miliki wanita lain, aku benar-benar sangat kecewa, dan harus mengakhiri semua nya sebelum tidak terkendali lagi, hanya satu penyesalan ku, kenapa ada wanita yang mendahului nya meluluhkan hatinya, andai saja aku lebih mengenal nya saat pertama kali bertemu di kaki gunung Huanlun, mungkin sekarang aku wanita paling bahagia, hah...." batin Zhou Lu Zi, menghembuskan nafasnya dengan bibir sedikit terbuka sambil tersenyum hambar
"Meski kecewa tapi setidaknya kau sudah jujur, hahaha.... kau bisa lihat bukan? saat kau memberikan rasa begitu menyakitkan padaku, lubuk hatiku masih saja ingin membela mu, membenarkan tindakan mu, aaahhh aku tidak percaya ini, demi Dewa.... ini bukan diriku," ucap Zhou Lu Zi sedikit menjauh dari Zhi Yuan, mendongakkan kepalanya agar mata nya tidak mengeluarkan air, sedikit menggeleng tidak percaya
"Sudah cukup Zhi Yuan, aku sangat senang kau tidak berbohong hanya untuk menyenangkan ku, atau untuk mendapatkan keuntungan dari tubuh ku, mulai sekarang lupakan yang sudah berlalu, tidak ada yang istimewa di antara kita, kita hanya orang yang bertemu sesaat di persimpangan, jika bertemu lagi jangan pernah menatap ku lagi, lagipula hidupku saat ini bukan hanya masalah hati saja, dan juga begitu banyak pria ada di sekitar ku, tidak sulit bagiku untuk urusan seperti ini," ucap Zhou Lu Zi, seperti sudah mengambil keputusan yang tepat.
Zhi Yuan sedikit menjaga jaraknya,
"Yang Mulia... seperti biasa anda begitu keras pada diri sendiri, selalu mampu berpikir begitu dewasa dan logis, cinta hanya hal remeh yang harus di abaikan oleh seorang pemimpin besar seperti anda, tentang hanya orang sesaat itu, aku akan selalu mengingat nasehat anda," ucap Zhi Yuan, kembali ke gaya bicara pria penghibur nya.
Zhou Lu Zi mengangguk,
__ADS_1
"Kita sudah mengakhiri sampai di sini, jangan pernah mengikuti ku lagi," ucap wanita itu dan melepaskan cincin Zhi Yuan, membiarkan nya jatuh di jalanan, masuk ke dalam kereta kuda dan meninggalkan Zhi Yuan berdiri dengan mata terpejam.
****