Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 62 - Pertemuan terakhir Zhi Yuan.


__ADS_3

Zhang Ziyi duduk di meja rias di ruang tidur Zhi Yuan, dan Wu Xiang Yu mengajari nya menggelung rambut panjang nya, membuat wanita itu terlihat begitu dewasa dan sangat anggun mengalahkan seluruh ratu di semua alam.


"Kakak Ziyi kau benar-benar luar biasa cantik," puji Wu Xiang Yu dan mereka duduk berdampingan.


"Bulan penuh akan tiba, aku akan membuka gerbang terakhir, ini membutuhkan seluruh kekuatanku, aku sudah memerintahkan Zhi Yuan untuk menjaga tempat ini, agar aku tidak terganggu, meski tidak ada yang bisa mengancam jiwaku, tetapi jika gagal aku akan memulai nya dari awal dan membutuhkan waktu cukup lama, dan itu buruk untuk Zhi Yuan, karena semakin cepat aku bertemu Dewa formasi maka semakin baik untuk kalian berdua," ucap Dewi Zhang Ziyi.


"Kakak Ziyi apa kau akan pergi sekarang?" tanya Wu Xiang Yu, ada sedikit pancaran sedih di wajah wanita itu.


"Tidak, aku hanya membuka gerbang saja, jika gerbang itu terbuka mungkin aku akan pergi dua bulan lagi, aku tidak perlu sedih kita masih punya banyak waktu bersenang-senang," ucap Dewi Zhang Ziyi


Dewi Zhang Ziyi mengeluarkan sebuah bola energi berwarna keemasan, dan bola kecil bercahaya itu berputar di depan mereka, Wu Xiang Yu mengangkat alis nya seperti bertanya.


"Ini adalah adalah pil dewa, terimalah dan rawat," ucap Dewi Zhang Ziyi.


"Pil Dewa?" tanya Wu Xiang Yu.


"ini adalah penambah usia, saat ini usia mu 24 tahun, jika kau merawat dalam tubuh mu maka saat usia mu 33 pil itu akan terserap sempurna oleh tubuh mu, maka dari saat itu tubuh mu akan sangat sulit menua, dan bahkan jika usiamu 200 tahun tubuh mu akan tetap terlihat seperti 33 atau 34 tahun, seperti tubuh ku ini," ucap Dewi Zhang Ziyi dan memasukkan pil Dewa itu ke kening Wu Xiang Yu.


Keringat mulai muncul di wajah cantik Wu Xiang Yu, dan seluruh tubuh nya.


"aahhh... Kakak Ziyi tubuh ku terasa panas, tapi bagaimana merawat pil Dewa ini?" tanya Wu Xiang Yu, yang merasa sudah kembali normal.


"kau harus meminum ramuan yang nanti aku beri tahu bahan-bahan nya, bahan itu sangat umum di alam tengah ini, dan setelah minum ramuan semua kotoran dalam tubuh mu keluar melalui pori-pori membuat kulit mu menjadi begitu halus dan bersih, kau juga boleh menambahkan wewangian alami yang kau sukai agar aroma tubuhmu harum dari dalam, tapi jika usia mu sudah mencapai ribuan tahun, maka kau memerlukan bahan dari alam langit," ucap Zhang Ziyi.


"Tapi bagaimana dengan Zhi Yuan? aku ingin menua bersama nya," ucap Wu Xiang Yu yang baru teringat dengan Zhi Yuan.

__ADS_1


"hahaha.... kau selalu memikirkan bocah itu, katakan padaku adik Wu apa kau ingin suami mu selalu tampil memikat wanita muda?" tanya Dewi Zhang Ziyi sambil mengangkat satu alisnya.


"Baiklah, sebaiknya dia menua, dan tidak ada gadis muda yang mendekat padanya," ucap Wu Xiang Yu tertawa lebar memikirkan jika Zhi Yuan menjadi tua


Dewi Zhang Ziyi juga tersenyum,


"Dengan tulang Sutra Emas para peri wanita sama sekali tidak menua," batin Dewi Zhang Ziyi sengaja tidak memberitahu Wu Xiang Yu jika suami nya tidak akan menua.


Wu Xiang Yu memeluk Dewi Zhang Ziyi dan terlihat begitu bahagia, dan Dewi itu sedikit menjauhkan tubuhnya.


"Adik Wu... tubuh mu basah, cepat bersihkan!" teriak Dewi Zhang Ziyi sambil tertawa dengan suara sedikit berat nya, namun Wu Xiang Yu tetap memaksa memeluk Dewi Zhang Ziyi


"Aku tidak mau, aku kan memeluk mu, terimakasih Kakak Ziyi, hari ini aku sangat bahagia," ucap Wu Xiang Yu memajukan bibir tebalnya mencoba mencium Dewi Zhang Ziyi, namun di tahan oleh jemari Dewi Zhang Ziyi, dan menjauhkan wajahnya dari wajah Wu Xiang Yu yang terus memburu nya.


Keduanya terlihat saling bergulat, dan berhenti saat seorang pemuda membeku di depan pintu, dan memperhatikan kedua wanita itu penuh keheranan.


Kedua wanita itu saling menatap sesaat, dan Wu Xiang Yu buru-buru menjauhkan wajahnya sambil melepaskan pelukan nya, dan kedua wanita itu menyilangkan tangan mereka di depan dada masing-masing, dengan tatapan kesal mendengar ucapan Zhi Yuan yang menyebalkan.


"cium? ehemmm... Suami... sejak kapan kau didepan pintu itu? mengapa tidak mengetuk pintu?" ucapan Wu Xiang Yu awalnya begitu pelan dan berubah menjadi teriakan.


"Tapi Kakak Yuyue, ini ruang tidur ku," ucap Zhi Yuan Tanpa ekspresi.


"Bocah licik, kau tidak boleh mendengar pembicaraan rahasia para wanita, dan kau sama sekali tidak dibutuhkan saat ini," lanjut dari Dewi Zhang Ziyi dengan nada sama dengan Wu Xiang Yu, mendengar teriakkan dari Dewi Zhang Ziyi membuat Zhi Yuan menelan ludah nya yang kering, karena tidak pernah mendengar Dewi Zhang Ziyi berteriak seperti itu.


"licik? rahasia?" ucap Zhi Yuan sambil mengangguk berpura-pura mengerti.

__ADS_1


"oohhh... Kenapa wanita selalu marah? aku ada di belakang jika kalia...,"


"Keluar!!!" teriak kedua wanita itu membuat ucapan Zhi Yuan terputus, dan terburu-buru keluar dari ruangan nya, di iringi beberapa lemparan vas bunga ke arah pintu.


****


Bulan penuh sudah tiba, begitu juga dengan ajal Zhi Yuan.


118 pengikut Zhi Yuan sudah berada di paviliun Dong Chu, dan akan berangkat tujuh hari lagi ke pusat militer di kota Jingyang, mereka terlihat begitu senang melihat pimpinan mereka, dan terlihat begitu bangga memiliki menjadi pengikut pemuda itu.


Seorang pria paling senior mendekati Zhi Yuan dan menyerahkan tanda pengenal milik Zhi Yuan.


"Jendral, saat mereka mengetahui ini milik anda, tidak ada seorangpun yang berani menerima lencana Anda, para anggota keluarga yang meninggal pun tidak rela jika benda ini tidak bersama anda, mereka sangat berterimakasih karena jendral begitu menghargai jasa prajurit yang gugur itu, aku sudah menawarkan ini di semua tempat dan acara lelang, namun mereka tidak ada yang berani menawar, bahkan banyak dari mereka yang ingin menyumbang sebagian harta mereka jika anda memang membutuhkan uang," ucap prajurit paling senior itu.


"Bagaimana dengan tanah seluas 10 desa itu?" tanya Zhi Yuan.


"Tanah yang di hadiahkan itu memang sudah memiliki penduduk Jendral, hanya saja mulai saat ini para penduduk membayar pajak kepada anda, untuk membiayai 3000 pasukan yang bertugas di tempat yang baru di bangun untuk anda," ucap prajurit senior itu lagi.


Zhi Yuan menerima lencana nya kembali,


"Benda ini benar-benar tidak berguna," gumam Zhi Yuan dan memasukkan lencana kedalam jubahnya. Biasanya para pembesar akan dengan sengaja memperlihatkan lencana di depan pinggang mereka.


Wu Xiang Yu mendatangi Zhi Yuan, wanita itu mengenakan gaun tertutup namun tidak dapat menyembunyikan keindahan tubuh yang dibalut nya, dia melangkah begitu indah di depan para pengikut setia Zhi Yuan, semua orang membuka bibir mereka tidak percaya apa yang di depan mata mereka, seorang wanita begitu cantik dengan bokong yang mampu mendebarkan setiap pria.


Bibir lebar nya tersenyum setengah memperlihatkan gigi samping nya yang merapat membuat nya begitu menggemaskan, Zhi Yuan hanya mengangguk sesaat kearah nya, dan kembali bicara dengan prajurit senior di dekatnya.

__ADS_1


Wanita tinggi itu berdiri di dekat Zhi Yuan dan menyisir rambut halus nya yang di terbangkan angin.


"Suami...," ucap Wu Xiang Yu lembut, sedikit membungkukkan badan yang tinggi begitu sopan, memberi hormat pada Zhi Yuan dan prajurit senior di dekat nya, Zhi Yuan tidak pernah melihat Wu Xiang Yu bersikap begitu sopan padanya.


__ADS_2