
Zhi Yuan mengerutkan keningnya, menaikkan satu ujung bibirnya seperti tidak percaya kata-kata kekanankan itu adalah ucapan dari benda yang berusia cukup tua.
"Aku membutuhkan bunga teratai emas, apa kau mengetahui nya?" batin Zhi Yuan mengangkat ujung alisnya, sambil memegang pergelangan tangan nya.
Tidak ada jawaban untuk beberapa saat, membuat Zhi Yuan menggeleng karena memang tidak ada lagi bunga seperti itu di alam tengah.
"hahaha... lupakan saja pertanyaan roh bodoh, setidaknya kau sudah ingin membantu majikan mu yang hebat ini," ucap Zhi Yuan
"tunggu!!! kau jangan meremehkan ku seperti ini, pertanyaan mu itu sangat mudah, bunga itu hanya satu orang yang mengetahui nya, dan dia adalah wanita cantik bernama Zhou Lu Zi, penguasa istana Giok, kau bisa menanyakan padanya!" ucap gelang itu.
Zhi Yuan memperbaiki posisi duduk nya, dan menatap gelang itu dalam, keningnya berkerut sambil menggeleng, dan memikirkan saat pertama melihat wanita itu
"Penguasa istana Giok? tidak, wanita itu sangat menyebalkan, lebih baik aku mati dengan tenang daripada berurusan dengan wanita gila itu," ucap Zhi Yuan.
"Apa yang kau maksud dengan kata gila? ehemmm... kau seperti mengenal nya, apa kalian pernah bertemu?" tanya gelang itu.
Zhi Yuan mengangguk,
"Malam itu aku bertarung dengan 100 assasin, wanita itu menolong ku, dan dia begitu arogan," batin Zhi Yuan berkonsentrasi dengan gelang nya.
***
di ruangan Zhou Lu Zi terlihat membeku dengan mata terpejam wajahnya terlihat memerah karena kesal, tidak menghiraukan ucapan para biksu yang sedang berbicara dengan begitu hati-hati padanya. Wanita itu memegang giok hitam nya, dan jemari yang lain memegang cawan berisi teh.
"Praakkk...." sebuah cawan hancur di tangan wanita yang mengenakan pakaian mewah itu, membuat calon suaminya begitu terkejut, dan dengan cepat memeriksa jemari calon istri.
__ADS_1
"adik Zhou apa kau baik-baik saja?" tanya pria yang mengenakan pakaian yang serupa dengan wanita itu, para kultivator tua di sekitar mereka tampak sedikit bingung dengan reaksi dari wanita itu.
Zhou Lu Zi masih memejamkan matanya, tidak mempedulikan orang di sekeliling yang mulai begitu ketakutan.
"Jadi kau si cadar gila, dan kau juga mengatakan aku wanita gila," batin Zhou Lu Zi namun tidak berkonsentrasi ke lencana nya, wanita itu membuka matanya menatap orang-orang di sekeliling nya yang tampak ketakutan, membuat nya sedikit bingung.
"aahhh... maaf Biksu senior, apa yang barusan kau bicarakan?" tanya Zhou Lu Zi, membuat para biksu itu saling menatap satu sama lain, dan mengangguk mulai mengawali cerita mereka.
"Nona Zhou, mungkin anda sedikit lelah, sebaiknya beristirahat saja dulu," ucap Biksu tua itu.
"tidak Biksu, aku baik, silahkan di terus kan," ucap Zhou Lu Zi.
Biksu tua mengangguk,
"baiklah biar aku ulangi lagi, pernikahan anda tinggal dua bulan lagi, secara tradisi setiap Ratu yang akan melayani Kaisar tidak boleh memiliki kultivasi, jadi kami akan menghancurkan Dantian anda," ucap Biksu itu.
"Apa? Menghancurkan Dantian ku? aku tidak mengizinkan nya, dan jika kalian memaksa silahkan saja, dan istana ini aku pastikan menjadi istana darah," ucap Zhou Lu Zi menatap para biksu di hadapan nya, seperti menantang, wanita itu melampiaskan perasaan kesal nya terhadap Zhi Yuan kepada para Biksu itu.
Penasehat Ming sedikit menganggukkan kepala ke arah Zhou Lu Zi yang memang merupakan majikan nya di istana Giok, seperti memberi isyarat jika dirinya siap bertempur di sisi nya.
"No-na Zhou mohon kendalikan kemarahan anda, kami tidak akan mampu menghadapi seorang kultivator diranah puncak, dan juga ada beberapa orang kuat di pihak anda, kami semua tidak akan sanggup," ucap Biksu itu menatap Penasehat Ming yang sedikit tersenyum.
Kaisar yang melihat ketegangan itu dengan cepat menengahi perselisihan itu.
"Adik Zhou, jika kau tidak mengizinkan nya kami tidak akan memaksa nya lagi," ucap Kaisar.
__ADS_1
Para biksu itu begitu terkejut dengan ucapan Kaisar nya,
"Yang Mulia.... keselamatan anda adalah yang terpenting, mohon Nona Zhou tidak tersinggung, seorang Kaisar tidak dapat berdampingan dengan wanita yang tidak begitu di kenal nya, dan juga penguasa istana Giok saat ini memiliki kemampuan jauh di atas anda, ini sangat berbahaya, mohon Yang Mulia memikirkan nya lagi," ucap Biksu itu.
"Mohon Yang Mulia mempertimbangkan nya," ucap beberapa Biksu di belakang Biksu tua itu.
Biksu sepuh itu menatap Penasehat Ming dengan mata tua nya, seperti meminta bantuan.
"Nyonya Penasehat, apa anda memiliki saran," ucap biksu itu.
Penasehat Ming berdiri dari tempat duduknya, jemari nya saling meremas, seperti begitu bimbang untuk berbicara, dan memihak ke arah siapa.
"Nyonya Penguasa, ini adalah sebuah syarat mutlak, aku memiliki jalan keluarnya, Dantian anda tidak mungkin dihancurkan meski kami berusaha puluhan tahun, namun kami akan menyegel nya selama lima tahun saja, setelah melahirkan seorang putera maka kami akan membuka nya kembali, lagipula tidak ada seorangpun di istana ini yang benar-benar mampu menyegel Dantian anda, mohon penguasa berbesar hati untuk mengerti," ucap Penasehat Ming, yang masih mencoba mengamankan Kaisar itu.
Zhou Lu Zi meski berusia 780 tahun di dunia giok, namun tidak memiliki pengalaman bersosialisasi dengan manusia di dunia nyata membuat sedikit kewalahan dalam negosiasi tanpa kekerasan seperti ini.
"Ming Lan? apa harus seperti ini?" tanya Zhou Lu Zi, Penasehat Ming hanya mengangguk begitu dalam dan sopan.
"baiklah... aku setuju tetapi hanya dua tahun, atau lupakan saja pernikahan ini," ucap Zhou Lu Zi berdiri.
"Baiklah... aku menyetujuinya," ucap Kaisar Qing menenangkan calon Ratu nya, dan menatap marah ke arah beberapa biksu.
****
Malam itu Zhou Lu Zi berbaring di ranjang besar yang begitu hangat dan mewah, wanita itu menatap lencana giok nya,
__ADS_1
"Jadi pemuda bodoh itu berpikir pusaka telepati ini adalah sebuah gelang jiwa? saat kita bertemu aku pasti akan membunuh mu," batin Zhou Lu Zi, dan mengingat wajah bercadar Zhi Yuan beberapa tahun lalu.
"Mata yang menggemaskan," gumam wanita itu, dan meneteskan darah ke arah lencana giok nya, dan lencana itu menyerap darah dan berubah menjadi seekor merak kecil, berkeliling mengelilingi Zhou Lu Zi dan hinggap di bahu wanita itu dan meleleh ke arah lehernya dan berubah menjadi kalung berwarna putih keemasan dengan bandul seperti berlian berwarna bening dan berkilau.