
Zhi Yuan yang tidak mengetahui Dewi Zhang Ziyi di ruangan nya, karena memang kemampuan wanita itu diluar kemampuan manusia, membuat Zhi Yuan menjadi sedikit terkejut, dan membuka tirai ranjangnya,
"Tetua? Kakak Yuyue?" Zhi Yuan dengan nada bertanya, Zhi Yuan kembali memanggil Dewi Zhang Ziyi dengan sebutan Tetua setelah wanita itu mengatakan tidak ada hubungan dekat di antara mereka setelah bermain semalam penuh.
"Malam ini aku sedikit takut, aku ingin tidur bersama mu suami," ucap Wu Xiang Yu, dan menekankan kata suami, dan menatap Dewi Zhang Ziyi, mengeluarkan semua keberanian nya.
"Kakak Ziyi?" tanya Wu Xiang Yu, memiringkan kepalanya seperti bertanya kenapa wanita itu ada di ruang tidur calon suaminya.
"ehemmm.... malam ini begitu dingin, aku sudah tidur bersama dengan Yuan'er dari usianya 11 tahun,jadi tidak ada yang salah jika kami tidur bersama malam ini?," ucap Dewi Zhang Ziyi.
Semua orang tidak percaya seorang Dewi bisa merasakan dingin, namun tidak ada yang berani membantah nya, dan malam itu mereka tidur bertiga dalam satu ranjang, dan Zhi Yuan dengan posisi di tengah.
Wu Xiang Yu terlihat paling gelisah, sesekali mengangkat kepalanya menatap ke arah Dewi Zhang Ziyi memastikan Dewi itu sudah tertidur.
saat melihat Dewi itu sudah tidak bergerak, nafas nya terdengar teratur dan begitu damai, Wu Xiang Yu menarik tubuh Zhi Yuan menjauhkan nya dari Dewi Zhang Ziyi, dan menduduki benda besar nya, wanita melebarkan matanya dengan tatapan begitu kesal.
"Aku tahu kau sudah melakukan nya dengan Dewi gila itu, apa dia suka menggigit? malam ini tubuh ku begitu panas, kau diam saja biar aku yang bergerak, aku sudah membaca banyak kitab, dan beberapa teman ku bilang milik mu ini tidak normal," bisik Wu Xiang Yu.
Dan tanpa membuka pakaian dan tubuh yang masih terselimuti, tangan wanita itu mulai turun diantara tubuh mereka, terlihat sedikit kesulitan diawal, namun perlahan wanita itu mulai bergerak di atas tubuh Zhi Yuan, dengan begitu pelan sambil berusaha meredam ******* nya di bawah selimut, dan tidak sampai 5 menit tubuh nya berkedut dan ambruk di atas tubuh Zhi Yuan.
Zhi Yuan memindahkan Wu Xiang Yu kesamping dan menyelimuti nya, dan pemuda itu kembali keposisi nya di tengah, namun tiba-tiba sebuah energi besar perlahan keluar tubuh Dewi Zhang Ziyi, dan ruangan itu di penuhi segel Dewa dan sebuah ujung kelingking menyentuh kening Zhi Yuan, membuat tubuh nya terasa keras.
Dewi Zhang Ziyi menarik tubuh Zhi Yuan mendekati nya dan melakukan hal yang sama seperti Wu Xiang Yu, wanita itu melepaskan jubahnya dan terlihat wanita itu mengenakan pakaian sebatas paha dan begitu transparan, bahkan Zhi Yuan mampu melihat pusar nya dari balik pakaian itu, dan bahan berenda di bagian dada Dewi itu, membuat benda itu terlihat begitu cantik.
Zhi Yuan menelan ludah nya melihat tubuh indah Dewi Zhang Ziyi, yang terbungkus pakaian tipis itu,
__ADS_1
"Jangan bertanya kenapa aku melakukan ini lagi," bisik Dewi Zhang Ziyi.
"wanita itu begitu pintar, apa kau mengajarinya? kau sama sekali tidak pernah mempedulikan aku lagi, kau bahkan memanggilku dengan sebutan Tetua lagi," ucap Dewi Zhang Ziyi.
"Tapi Tetua, maksud ku Kakak Ziyi, kau sendiri yang memerintahkan aku untuk tidak mengungkit Malasah malam itu," ucap Zhi Yuan yang juga begitu pelan.
"Kau? kenapa kau begitu bodoh, saat wanita mengatakan tidak, itu bukan berarti aku melarang mu mendekati ku, seharusnya kau mencoba merayuku untuk melakukan hal itu lagi," bisik Dewi Zhang Ziyi, wajah nya memerah karena kesal dan malu.
Dewi Zhang Ziyi melakukan hal yang sama seperti di lakukan Wu Xiang Yu, namun milik Dewi Zhang Ziyi sudah begitu licin.
"aahhhhsss... yang kalian lakukan barusan membuat ku sangat basah.... aaahhhkkkkk," milik Zhi Yuan tertelan namun tidak seluruhnya.
Dewi Zhang Ziyi mengerakkan tubuh nya di bawah selimut,
"aahhhhsss.... akhirnya aku bisa merasakan sensasi ini lagi, benda ini selalu membuat ku tidak bisa berpikir sehat," bola mata nya keatas dengan bibir yang sedikit terbuka, wanita itu bergerak begitu pelan seperti begitu meresapi benda yang perlahan memasuki celah nya.
****
Pagi-pagi buta saat uap kabut masih menyelimuti permukaan bumi, Xu Guang Zhou sudah mendatangi paviliun Dong Chu, pemuda itu di sambut oleh paman Kwan, pria tua itu menatap beberapa saat pemuda itu dan melihat pedang besar di punggung nya membuat nya mengenali pemuda itu.
"Anda pasti tuan Xu Guang Zhou, Zhi Yuan sering menyebut nama anda sebagai pewaris Pedang Matahari, waktu itu aku masih muda tapi hingga kini aku masih mengenali gagang pedang matahari itu, aku Kwan Lu, kepala pelayan di paviliun Dong Chu ini, orang pasar memanggil ku dengan Paman Kwan," ucap Paman Kwan memberi hormat.
Xu Guang Zhou mengangguk, dan membalas hormat dari kepala pelayan itu,
"Paman aku datang ingin bertemu Zhi Yuan," ucap Xu Guang Zhou.
__ADS_1
"Tuan Xu ini masih terlalu pagi, tapi aku akan mengantarkan tuan," ucap Paman Kwan begitu sopan.
Kwan Lu melangkah mendahului Xu Guang Zhou tubuhnya sedikit membungkuk seperti khas nya para pelayan yang mengantarkan majikan mereka, di ikuti oleh Xu Guang Zhou yang melangkah mengikuti langkah pria tua itu, kedua nya melewati halaman tengah yang luas dengan patung Kirin raksasa, dan juga jembatan beratap.
Paman Kwan berhenti di halaman paling belakang, sebuah rumah kecil namun begitu cantik dan asri sudah menanti kedatangan nya, pria tua itu membungkukkan badan lebih rendah dan mempersilahkan Xu Guang Zhou masuk ke ruang tengah.
"Tuan Xu, silahkan duduk ini adalah ruangan pribadi Zhi Yuan, hanya teman nya saja yang diizinkan mencapai lokasi ini, jika tamu biasa akan menunggu di bangunan pertama tadi," ucap Paman Kwan.
Xu Guang Zhou hanya mengangguk saja, pikiran nya masih terpaku pada keindahan tempat itu, dan tiba-tiba Zhi Yuan membuka pintu ruang tidur nya, Xu Guang Zhou dapat melihat sekilas ruangan di belakang Zhi Yuan, tampak tirai tempat tidur pemuda itu.
Zhi Yuan tersenyum tipis dan sedikit tergesa mendekati Xu Guang Zhou yang masih berdiri, Zhi Yuan hanya mengenakan celana panjang sutra hitam dan selembar jubah tidur dengan bahan yang sama, dan dengan cepat mengikat pada bagian pinggang nya agar tubuhnya tertutup.
"Kakak Zhou," ucap Zhi Yuan memberi hormat.
"adik Zhi," ucap Xu Guang Zhou dan memegang bahu pemuda yang lebih tinggi dari nya.
"ini tidak akan lama kakak Zhou, duduk lah! aku akan membersihkan diri terlebih dahulu," ucap Zhi Yuan dan melangkah ke arah belakang bangunan kecil itu.
"pergilah, hari ini kita memiliki banyak waktu," teriak Xu Guang Zhou karena Zhi Yuan sudah cukup jauh.
sepeninggal Zhi Yuan Xu Guang Zhou menatap beberapa guci dan beberapa vas cantik di rak, sebuah lukisan dengan latar pegunungan dan beberapa kuda liar membuat tempat itu cukup nyaman.
"lukisan ini sangat indah," gumam Xu Guang Zhou
Tiba-tiba seorang wanita keluar dari ruangan itu, wanita itu juga mengenakan gaun transparan sepaha, melangkah tertatih sambil menggenakan jubah dengan pelan, wanita itu merenggangkan tubuhnya sambil memejamkan matanya dan sedikit memijat tengkuk nya yang terasa kaku,
__ADS_1
"aahhh.... Zhi Yuan kau sudah menghancurkan tubuh ku dan Adik Wu semalam... " suara Dewi Zhang Ziyi terhenti, matanya melebar saat pemuda di depan nya bukan lah Zhi Yuan, dan dengan cepat Dewi Zhang Ziyi menutup pakaian transparan itu dengan jubah nya, terutama di bagian dada nya, namun kaki panjang dan begitu putih masih terpampang di depan mata Xu Guang Zhou.