
Wanita itu masuk ke paviliun Dong Chu, dan keduanya sudah berada di ruang tamu, mereka duduk di lantai beralas matras lembut saling berhadapan di pisahkan oleh meja berkaki pendek.
"Nona apa kau kekasih Zhi Yuan?" tanya Tetua Zhang.
Wu Xiang Yu mengangguk,
"Namaku Wu Xiang Yu Tetua, ceritanya panjang meski ini seperti permainan para remaja bodoh, tapi Zhi Yuan yang menerima lencana perjodohan ku, dan aku menerima nya menjadi calon suami ku," ucap Wu Xiang Yu.
Tetua Zhang menunduk, dan memainkan jemari di balik jubah nya.
"aahhhh... jadi seperti itu, aku memiliki sedikit kemampuan membaca masa depan meski tidak selalu tepat seperti teman ku Dewi mimpi, sangat di sayangkan, jalan kehidupan dan juga cinta mu tidak seindah paras mu Nona Wu, harus nya dengan semua yang kau miliki ini kau dengan mudah mendapat calon suami yang jauh melebihi bocah itu, tapi nona Wu... terlepas dari siapapun yang kau pilih, apa kau tahu jika Zhi Yuan memiliki hati yang dingin? dia tidak terpengaruh pada perasaan apapun, bahkan 50 wanita penghibur tidak membuat nya lunak sedikit pun," ucap Tetua Zhang.
Mata Wu Xiang Yu terbelalak, dan berusaha keras mengendalikan perasaannya,
"Apa? Jadi bocah itu sudah tidur dengan 50 wanita? Kejadian bersama nona Xiao, tidak ada apa-apa nya di bandingkan hal ini," ucap Wu Xiang Yu begitu tidak percaya.
Tetua Zhang hanya mengangguk di balik kerudung nya,
"Aku sudah mengatakan nya nona Wu, dia pria menakutkan, persahabatan nya dengan Xu Guang Zhou hanya dipermukaan, begitu juga permusuhan nya dengan pemuda yang bermarga Liu selama di sekte, aku dengar mereka berkelahi setiap hari, namun semua tidak ada yang mendalam bagi nya," ucap Tetua Zhang.
Sementara itu di luar paviliun Dong Chu badai salju semakin menjadi-jadi, hampir dua jam pemuda itu berlutut dengan tubuh basah kuyup, tiba-tiba hawa pembunuh begitu pekat dari arah dalam paviliun.
__ADS_1
"Blaarrr....." pintu gerbang paviliun Dong Chu hancur oleh semburan lidah api, gerbang yang terbuat dari kayu itu telah berubah menjadi serpihan kecil dan terbakar, Zhi Yuan yang mengetahui jika itu ulah dari Wu Xiang Yu karena sangat mengenal lidah api wanita itu, hanya mengangkat telapak tangan di depan wajah nya, seperti orang yang menutupi silau cahaya, namun pemuda itu membuat perisai elemen air yang lemah, untuk menghalau semburan serpihan kayu yang terbakar.
Wu Xiang Yu dengan wajah memerah keluar dan mendekati Zhi Yuan, yang sudah menatap ke arah gerbang meski masih berlutut.
Wanita itu mengambil jubah milik Zhi Yuan, yang di awal di berikan Zhi Yuan di rumah makan saat pertunangan Xu Guang Zhou.
"Kau bocah mesum, tetaplah berlutut hingga ajal menjemput mu!!!!" teriak Wu Xiang Yu, begitu marah.
"Blaarrr....." suara petir menyambar seperti kutukan Wu Xiang Yu tidak akan terelakkan kepada Zhi Yuan.
Wu Xiang Yu juga sedikit terkejut, dan segera menutup bibir nya, keduanya saling menatap, Wu Xiang Yu menutup mata dalam-dalam, ada perasaan sedikit menyesal sudah mengucapkan perkataan nya barusan, namun hatinya terlanjur sakit membuat nya tetap ingin menghajar pemuda itu.
"i-tu jubah ku," gumam Zhi Yuan pelan.
Dan tiba-tiba Tetua Zhang sudah di dekat Zhi Yuan, kerudung nya sedikit mendongak seperti menatap langit yang seperti mengamuk, ujung jemari nya bermain di balik lengan jubah panjang nya.
"Hemmm... seperti nya langit menjawab ucapan menakutkan dari wanita berjiwa tulus yang tersakiti, ini mungkin sudah takdir.... berdiri lah Yuan'er, dan ikut dengan ku berkeliling kota," ucap Tetua Zhang, sosok berkerudung itu melambaikan tangan nya tinggi-tinggi dan salju tiba-tiba menghilang, bahkan bintang mulai terlihat.
Keduanya beriringan meninggalkan paviliun Dong Chu, mereka mulai melihat beberapa orang yang juga keluar mencari kebutuhan karena udara sedikit menguntungkan.
"Nona Wu sudah menceritakan semuanya tentang mu, juga tentang keluarga nya yang tragis, gadis itu benar-benar tidak beruntung, cobaan kejam menempanya menjadi pribadi yang mandiri, namun setegar apapun wanita itu, dia masih sangat berharap ada orang yang mampu menyangga hati rapuh nya, membagi beban atau kebahagiaan yang mungkin masih tersisa, dan dia ingin kau yang melakukan itu. Tapi melihat ekspresi mu, seperti nya kau bukanlah orang yang tepat," ucap Tetua Zhang dan berhenti di depan sebuah toko khusus untuk wanita.
__ADS_1
Tetua Zhang mendekati pintu masuk, dan seorang wanita setengah baya membuka pintu dari dalam,
"Demi dewa.... tadi aku ke peramal, dan mengatakan malam ini adalah malam keberuntungan ku, dan aku membuka toko ku ini hingga larut, apa mungkin anda orang yang dimaksud? silahkan masuk," ucap pemilik toko itu begitu ramah.
Tetua Zhang masuk ke sebuah ruangan, yang di sekat oleh rak dengan manik-manik yang tergantung. Zhi Yuan duduk di ruangan yang disediakan untuk menunggu, dan tidak memiliki pikiran apapun di benak nya kecuali formasi level 6, yang sedikit usaha lebih untuk mengendalikan kabut.
Tiba-tiba wanita setengah baya itu keluar dari ruangan itu, dan wajah nya begitu sumringah dengan kantung uang yang terlihat cukup berat.
"peramal itu benar, ini malam keberuntungan ku, Tuan... Nona di dalam memanggil anda, aahh aku harus pergi sebentar," ucap wanita setengah baya itu dengan sedikit terburu.
"Nona?" batin Zhi Yuan, dan tanpa berpikir panjang pemuda itupun masuk keruangan tempat Tetua Zhang, mata Zhi Yuan terbelalak menatap tubuh seorang wanita mengenakan gaun indah berwarna putih, berkerah tinggi menutupi leher nya yang cantik, dan di bagian pundak nya terlihat transparan sehingga kulit putih nya dapat terlihat dari luar pakaian nya, wanita itu sedang duduk di depan cermin, rambut sepinggang nya begitu halus, bahkan sedikit saja gerakan dari wanita itu membuat rambut panjang itu bergoyang dengan lembut.
"Yuan'er.... tolong, ucap wanita itu sambil memberikan selembar kain seperti pita, yang biasa di gunakan mengikat rambut, tanpa berbalik dan masih tetap menatap pantulan dari cermin di depan nya.
Zhi Yuan hanya terdiam, pemuda itu masih saja menatap tidak percaya ke arah bayangan wanita itu, suara nya begitu lembut dan terdengar seperti suara wanita yang sudah dewasa, Zhi Yuan menerima pita berwarna putih itu, dan mengikat rambut panjang untuk di bagian punggung tidak terlalu kencang. Zhi Yuan sedikit mundur sambil menatap jubah tebal yang biasa di kenakan Tetua Zhang di salah satu rak di ruangan itu.
Wanita itu berbalik menghadap Zhi Yuan, wajah nya terlihat dewasa seperti wanita berusia 30 tahunan, bibir bawahnya sedikit tebal berwarna merah alami, mata yang panjang dengan sorot begitu lembut, di topang dengan hidung Bangir, membuat wajah itu sangat berkelas, beberapa bagian rambut depannya melewati depan matanya dan melengkung kebelakang bahunya, karena ikatan rambut yang tidak terlalu kencang.
"Sudah saat nya kau mengetahui semuanya tentang ku Yuan'er, karena waktu kita bersama tidak banyak lagi, berikan jubah baru ku dan duduk lah," ucap wanita itu, dan menunjuk jubah baru yang tergantung berwarna senada dengan gaun nya di hiasi motif Daun chimeria biru kehijauan.
Wanita yang tampak sempurna itu duduk dengan kaki disilangkan, dia tidak mengenakan jubah yang di berikan Zhi Yuan, pergelangan tangan nya dihiasi sebuah gelang kecil berkilau hanya memeluk, serta memangku jubah dengan anggun.
__ADS_1