Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 35 - Pertunangan Xu Guang Zhou I


__ADS_3

Di sebuah penginapan mewah tidak jauh dari Kuil Suci Teratai Emas, suasana sedikit ganjil karena tempat itu begitu sepi, jauh dari keseharian, beberapa pelayan dan pemilik penginapan itu hanya duduk di rumah makan di lantai satu, matanya sesekali menatap ke lantai dua, dimana seorang tamu yang menyewa seluruh Penginapan itu, dan tidak memperbolehkan tamu lain untuk memasuki Penginapan itu selama tiga hari.


Seorang wanita dengan mahkota di kepalanya duduk di sebuah ranjang yang di tutup tirai, seorang pria gagah duduk berlutut tidak jauh di depan ranjang itu.


pria gagah itu hanya tertunduk, dan kali ini seperti sudah sepenuhnya takluk pada wanita itu.


"Nyonya Penasehat, apa yang membawa anda hingga jauh-jauh datang ke kerajaan Yuan ini," ucap pria berlutut itu, yang tidak lain Yang Yu Feng.


"Pejabat Yang, apa yang kau lakukan? aku sudah memperingatkan mu, jangan terkecoh, tapi kau telah memberi sayap pada ular lain, dan kini ular itu menjadi penguasa gerbang Timur, seharusnya dua tahun lagi kau dan pemuda bertulang naga sudah menguasai Gerbang Timur, dan pasukan Kerajaan Wei akan masuk dengan mudah saat kalian yang menjadi penjaga gerbang," ucap wanita di balik tirai itu begitu marah.


Yang Yu Feng mengerutkan keningnya, dan bola mata bergerak kearah samping seperti memikirkan sesuatu.


"apa maksud anda Nyonya Penasehat? aku sama sekali tidak mengerti," ucap Yang Yu Feng.


"mata pedang? aku lebih suka menyebut nya mata keranjang, tapi aku disini tidak berdebat untuk sesuatu yang kau tidak ingat, nanti setelah bertemu kau akan mengingat kebodohan mu, dan sekarang aku memerintahkan mu menyelesaikan masalah yang telah kau timbulkan, meski ular bersayap mu belum siap, tapi ini sudah mendesak, penjaga gerbang timur yang seharusnya kalian, kini sudah berganti, kau dan pemuda bertulang naga bergabung lah dengan pasukan di Gerbang Timur dan temukan penjaga sesungguhnya penjaga gerbang timur dan lenyapkan, lakukan dengan cepat sebelum semua terlambat, karena dalam 10 tahun lagi, penjaga gerbang timur memiliki begitu banyak pengikut, kemampuan bertempur tidak akan tertandingi, Kerajaan Wei akan terhapus dari sejarah, dan 10 tahun nya lagi Kekaisaran Qing akan dibawah telapak kaki nya, saat itu sang penjaga gerbang timur sudah sejajar dengan penguasa istana Giok di selatan, dan Li Wuzhu dari barat dengan tehnik Pembuka Surga Lou Yen," ucap Penasehat Ming.


Mata Yang Yu Feng terbelalak, terdengar suara buku-buku jemari tangan nya karena mengepal dengan begitu kencang, pikiran nya dipenuhi ketidakpercayaan, namun pria itu sudah membuktikan ucapan penasehat Ming tentang kutukan gerbang barat, kali ini tidak berani membantah.


"Aku tahu ini sulit dipercaya, seorang pemuda dalam 20 tahun bisa menyamai Guru Besar Li Wuzhu, yang seorang reinkarnasi dengan ingatan masa lalu, membutuhkan 300 tahun untuk menguasai tehnik Pembuka Surga Lou Yen, berhasil menaklukkan Kekaisaran Qing, maka dia bukan hanya jenius bela diri, tapi seorang peracik strategi perang yang dingin," ucap Penasehat Ming.

__ADS_1


Mata Yang Yu Feng menatap wanita di balik tirai nya, ada satu pertanyaan yang memenuhi kepala nya,


"Nyonya Penasehat, bagaimana anda bisa yakin pemuda itu bisa menaklukkan Kekaisaran Qing jika anda bisa membaca semua strategi pemuda itu dimasa depan?" tanya Yang Yu Feng.


Wanita itu tampak sedikit gelisah, namun terdengar suara tawa yang terdengar begitu dipaksakan,


"hahaha.... untuk dapat melihat masa depan seseorang tidak semudah peramal jalanan yang membaca garis tangan orang yang lewat, saat ini aku hanya bisa membaca masa depan 18 tahun lagi, jadi hanya ada satu kemungkinan, pemuda itu membunuhku hari itu, dan 20 tahun yang terlihat hanya kobaran api memenuhi ibukota Kekaisaran Qing, itupun begitu samar," ucap Penasehat Ming.


Yang Yu Feng hanya terdiam, dan malam itu juga pria itu hanya mengusap kening dengan ujung jari nya, memikirkan semua ucapan Penasehat Ming,


"Apa aku telah melewatkan sesuatu?" gumam Yang Yu Feng, yang sudah melupakan jika dirinya telah mengangkat seorang anak budak untuk belajar kultivasi tingkat dasar.


Tanpa menunda waktu lagi Yang Yu Feng memanggil Xu Guang Zhou untuk bergabung dengan nya menjadi prajurit di Gerbang Timur awal tahun depan.


***


Dan seorang pelayan berusia sekitar 15 tahun membawa sebuah surat untuk Zhi Yuan, dan surat itu di tulis oleh Xu Guang Zhou, beserta terdapat sebuah token kayu berukir bunga mawar, di percantik dengan gantungan benang berwarna merah.


Sore itu daerah utara tersapu udara dingin, mendung gelap dan mulai menurunkan salju, dan menyapu seluruh permukaan kota Jingyang, membuat tumpukan berwarna putih semakin meninggi, orang-orang biasa akan memilih berlindung di perapian rumah mereka, tapi bagi mereka para kultivator cuaca seperti ini adalah hal biasa. namun dalam peperangan ini akan sangat berbeda, karena harus melewati medan sulit, serta melibatkan orang-orang yang bukan dari kalangan kultivator, untuk menyiapkan logistik mereka, cuaca ini akan sangat menganggu.

__ADS_1


Seorang pria berusia 19 tahun dengan tinggi 175 centimeter, duduk di belakang sebuah meja bundar yang luas yang mampu menampung 8 orang untuk duduk mengelilingi nya, pakaian nya terlihat begitu mewah, jubah berwarna hijau zhukini dihiasi motif naga berwarna keemasan begitu ketat membungkus tubuh kekar nya, setengah rambut nya di ikat di atas kepala, dan membiarkan sedikit bagian di daerah depan tergerai menutupi sedikit wajahnya untuk menambah aura misterius, namun sepertinya tidak berhasil pemuda itu terlihat seperti pria pesolek, hal ini membuat nya kehilangan daya pesona dari tubuh kekarnya.


Pemuda itu ditemani seorang wanita yang mengenakan pakaian biru dipadu putih membuat nya terlihat segar, melihat dari perhiasan di kenakan terlihat mereka sedang merayakan hari yang istimewa.



ilustrasi Xu Guang Zhou.


kedua orang berbahagia itu adalah Xu Guang Zhou dan Xiao Ling duduk berdampingan, keduanya saling bertukar senyum. Semenjak Xu Guang Zhou menjadi murid istimewa teman nya kini cukup banyak, dan hampir semua nya dari kalangan atas, namun sore itu hanya tiga orang yang diundang, ke tiganya duduk di meja itu menemani Xu Guang Zhou dan Xiao Ling.


Sementara itu di waktu yang bersamaan di kediaman keluarga Liu, dua pria kekar sedikit berlari mendekati seorang pria yang tidak lain adalah putra ke tiga dari keluarga itu yaitu Liu Fang. dua pria itu mendekati Liu Fang, berbincang sesaat dengan tuan muda mereka, dan tampak Liu Fang begitu marah, dan tanpa berpikir melangkah tergesa keluar kediaman menuju tempat pertunangan Xu Guang Zhou.


****


Kembali ke rumah makan tempat pesta pertunangan Xu Guang Zhou, Para pelayan datang dan menyajikan makanan di meja mereka, tampak Xiao Ling menuangkan teh ke cawan Xu Guang Zhou membuat pria itu tersenyum senang.


"Terimakasih adik Ling, aku benar -benar pria yang beruntung," ucap Xu Guang Zhou.


"hahaha.... kau benar kakak Zhou, kakak Ling begitu cantik dan berbakat," ucap Tang Zheng yang mulai dekat dengan Xu Guang Zhou.

__ADS_1


"Kau jangan memujiku terlalu tinggi adik Tang," ucap Xiao Ling.


Xu Guang Zhou yang tersenyum sambil meminum isi cawan nya menghentikan gerakannya, saat seorang pemuda menghempaskan jubah gelap nya di pintu masuk rumah makan itu, karena sedikit terkena butiran salju yang menempel, meski sudah mengenakan payung.


__ADS_2