
Mata Hua Mulan memerah dan berkaca-kaca, namun kesadaran nya mulai pulih, menatap sesekali ke arah Li Buya dengan tatapan sedikit khawatir akan terjadi pertengkaran lagi. Jika saja tidak ada Li Buya mungkin dia sudah memeluk Zhi Yuan dan tidak melepaskan pemuda itu, namun saat ini ada Li Buya sedang di hadapan nya membuat wanita itu membeku tidak tahu harus berbuat apa.
Li Buya yang melihat kebekuan ibunya mendekati Hua Mulan, dan membawa duduk di balai lebar di halaman tengah. Hua Mulan perlahan mulai dapat mengendalikan perasaan nya dan bersabar bagaimana ini bisa terjadi.
Hua Mulan hanya diam untuk mendengar cerita putera nya yang sedikit melebih-lebihkan, untuk mengesankan wanita itu dan Hua Mulan mulai mengerti apa yang terjadi, sesekali sudut matanya menatap Zhi Yuan yang hanya terdiam saat wanita yang satu lagi membersihkan wajahnya, tampak rahang Hua Mulan sedikit bergerak, namun tidak berani mendekati pemuda itu tidak ingin melukai perasaan Li Buya.
Li Buya membicarakan perkelahian berdarah itu, dan penuh aksi kepahlawanan, dengan kata-kata terbaik nya,
"Sudah menjadi tugas ku membela yang lemah, dan demi keadilan akan membantai para iblis seperti kalian," teriak Li Buya membuat dua wanita muda itu bersorak, dan Li Buya semakin menggebu bercerita.
Hua Mulan berdiri dan masuk kedalam gudang obat, dan datang membawakan cairan lengket untuk di oleskan ke lebam Li Buya, namun Nona Chen mengantikan nya mengoleskan cairan lengket itu membuat wajah Li Buya semakin memerah, tidak berani menatap wajah wanita itu.
Li Buya terus bercerita dan tiba-tiba menyebut Zhi Yuan dengan sebutan ayah membuat Hua Mulan menelan ludah beberapa kali,
"a-yah?" ucap Hua Mulan begitu pelan, alisnya terangkat, dan sudut mata nya perlahan berpindah ke arah Zhi Yuan.
"Iya ibu, ayah tiri sama sekali tidak bisa bertarung, hanya melerai saja," ucap Li Buya.
__ADS_1
"Benar bibi, suami bibi tadi terlihat lebih bodoh dari kakak Li, hihi..." ucap Nona Chen sedikit tertawa, yang tidak mengetahui jika sebenarnya Zhi Yuan seorang pembantai di gerbang timur.
"Su-ami?" kembali suara Hua Mulan semakin gugup, dadanya terasa sesak menyebut suami kepada Zhi Yuan. wanita itu menatap ke arah Zhi Yuan, kedua alisnya kini terangkat seperti bertanya.
Zhi Yuan dengan cepat mengambil langkah untuk menyelamatkan sandiwara yang hampir hancur itu.
"istriku, sebaiknya kau mengobatiku juga, meski aku begitu takut, tapi aku juga berkelahi seperti pahlawan," ucap Zhi Yuan, dengan bola mata bergerak ke arah nona Chen.
"uhukkk.... uhukkk.... aahhh suami, tentu saja," ucap Hua Mulan begitu gugup, dan begitu cepat mendekati Zhi Yuan, menyela dengan sedikit kasar wanita satunya yang betah duduk di dekat Zhi Yuan membuat wanita itu berpindah. Hua Mulan mengoleskan cairan lengket dengan ujung kelingking nya, mata keduanya saling menatap, tampak mata wanita itu kembali memerah dan berkaca-kaca.
"Suami ikut sebentar, seperti nya kau terluka lebih parah, aku akan mengobati mu di belakang," ucap Hua Mulan menarik kerah leher pemuda yang terlihat enggan meninggalkan tempat itu.
Hua Mulan terlihat memperbaiki gelungan rambut nya sambil melangkah membuat bokongnya bergetar sesuai langkahnya, dan keduanya berada di gudang obat. keduanya memasuki ruangan yang di penuhi tumpukan herbal terbungkus kertas yang di ikat dan di gantung begitu banyak membuat ruangan itu sedikit minim pencahayaan yang masuk terhalangi gantungan herbal-herbal itu.
Hua Mulan mendudukkan sedikit bokong indah itu ke meja, dan dua tangan bertumpu di pinggiran meja membuat wanita itu terlihat sangat menggoda.
"Awalnya aku ingin mendengar apa yang telah terjadi antara kau dan anak tiri mu yang tiba-tiba itu, tapi melihat nya memanggil mu ayah tanpa beban seperti nya kalian berdua sedang baik, dan itu sudah begitu membahagiakan hatiku, jadi aku tidak ingin mendengar apapun lagi," ucap Hua Mulan.
__ADS_1
"Apa kau menghabiskan uang yang ku berikan padamu? berapa kau membayar pemabuk-pemabuk itu?" tanya Hua Mulan yang sudah bisa menebak dalang kejadian yang super kebetulan itu, dan tahu persis bagaimana pemuda itu membantai puluhan kultivator hebat tanpa tergores sedikit pun.
"Dan juga kau terlihat begitu bahagia di papah wanita muda itu, dan itu nya terlihat besar,aahhh... katakan cerita sebenarnya?" ucap Hua Mulan sedikit berteriak terlihat marah, dan terus bicara tanpa henti.
Zhi Yuan memejamkan matanya begitu banyak pertanyaan membuat nya harus mulai dari mana.
"ibu dan anak kenapa harus mirip," batin Zhi Yuan, dan mulai menjawab meski tidak begitu yakin.
"aahh... kami bertemu di kedai minum, aku membayar 3 koin perak kepada pemabuk itu, dan milik wanita itu tidak besar, aku lebih menyukai milik mu..." ucapan nya terhenti saat Hua Mulan menyela dengan sedikit kembali berteriak.
"Apa? tadi kau bilang apa? lebih menyukai apa? suami... aku tidak bisa mendengar lebih dekat lagi," ucap Hua Mulan masih menghayati perannya, jemarinya bergerak seperti isyarat mendekat membuat Zhi Yuan lebih dekat.
"Nyonya...
Belum sempat Zhi Yuan bicara wanita itu sudah menarik pakaian pemuda itu dan kedua begitu dekat, jemarinya.mengelus lembut wajah Zhi Yuan.
"Aahhh.... Demi Dewa... aku benar-benar merindukan mu Zhi Yuan," ucap Hua Mulan seperti ingin menangis.
__ADS_1