
Di sebuah rumah sederhana yang di datangi begitu banyak orang untuk berobat, seorang wanita yang terlihat sedang mengandung duduk beristirahat seusai mengobati beberapa orang. wanita itu tersenyum dengan kedua bibirnya dirapatkan melihat seorang pria tua melangkah tertatih dengan bantuan dua tongkat,
"Puteri ku, aku membawa catatan tentang suami mu, kau sendiri yang menulis semua nya, bacalah!" ujar Hua Daiyan.
Hua Mulan mengusap keringat di bawah dagunya dengan punggung tangannya, suara nya kini terdengar lebih berat dari biasanya seperti wanita berumur pada umumnya.
"Ayah... aku tidak mengingat nya dan itu jauh lebih baik, daripada aku harus memiliki seorang suami yang tega meninggalkan istri nya yang sedang hamil," ucap Hua Mulan dengan lembut.
Hua Daiyan menggeleng, dan tampak penuh kekecewaan mendengar ucapan Puteri nya.
"Menantu ku memiliki alasan yang tidak akan pernah kau bayangkan," batin Hua Daiyan.
"Baiklah, jika kau sudah melupakan nya, aku rasa kau tidak akan begitu bersedih mendengar cerita yang sesungguhnya," ucap Hua Daiyan.
Hua Mulan menggeleng,
"Aku tidak akan bersedih, karena aku tidak memiliki kenangan apapun tentang dia," ucap Hua Mulan dingin.
Hua Daiyan mengangguk, dan mulai bercerita, Hua Mulan terlihat tidak begitu terpengaruh dengan semua cerita dari ayahnya.
__ADS_1
"Jadi dia menukarkan hidup nya demi Dantian di tubuh ku, agar aku bisa hidup lama? seperti nya dia suami yang baik untuk ku, aku jadi merasa bersalah selalu menghujat nya karena sudah meninggalkan ku," ucap Hua Mulan, tampak sedikit sedih dan menyesal.
"Dia suami dan menantu yang sangat baik, ayah sangat tahu dia tidak akan kecewa dengan sikap mu sekarang, karena dia tidak pernah berharap balasan apapun dari kita," ucap Hua Daiyan sambil sesenggukan dengan berlinang air mata.
"Sekarang dimana pria itu?" tanya Hua Mulan, dengan tatapan menerawang.
"Dia menghabiskan sisa usianya yang tinggal dua tahun menjadi pelayan penasehat Ming, dan kemungkinan dia di istana saat ini," ucap Hua Daiyan.
"Baiklah ayah, kau tidak perlu bersedih lagi, simpan saja catatan itu, mungkin suatu saat aku menginginkan nya, sekarang aku harus belajar giat untuk menjadi tabib yang hebat," ucap Hua Mulan, meninggalkan ayah nya dan masuk ke ruangan untuk belajar.
Hua Mulan mulai masuk akademi alchemis di ibukota, dengan kemampuan Dantian putih nya, hanya dalam enam bulan wanita itu mampu menyelesaikan alchemis tingkat 3 dan setahun kemudian sudah di tingkat 4, yang merupakan tingkatan tertinggi.
*****
istana Giok adalah dua tempat tertinggi dari dunia kultivator, menyimbolkan dua unsur awal, Yin dan Yang, penguasa istana Giok sudah pasti memiliki tubuh Yin, walaupun sudah berada di ranah Suci tingkat 7, namun hawa Yin, membuat iblis hati masih menyelimuti nya, meski mampu mengendalikan nya namun tidak tertutup kemungkinan jika penguasa istana Giok menjadi iblis yang tidak tertandingi.
Penguasa istana Giok saat ini adalah Zhou Lu Zi, terlahir dengan sendok emas di mulut, Puteri bungsu dari bangsawan tinggi Zhou Xiang Tien, yang begitu dimanjakan, usia sembilan tahun terpilih menjadi calon penguasa istana Giok, menjadi Ratu kekaisaran Qing meski hanya sehari, dan di usianya yang ke 43 tahun kini wanita itu menjadi Ibu Suri yang sangat berkuasa. Zhou Lu Zi memiliki kepribadian sangat buruk, egois, kejam, dingin, arogan dan yang terburuk dia masih merupakan anak yang manja, meski di dalam alam Giok wanita itu berusia 780 tahun.
__ADS_1
ilustrasi Zhou Lu Zi
*****
di sebuah desa perbatasan selatan antara kekaisaran Qing dengan kerajaan Yudang, malam itu suasana begitu mencekam, satu-satunya penjagaan di desa itu dilakukan oleh sekte kecil yang di pimpin oleh seorang pendekar tingkat raja.
Seorang Pria bertubuh gempal, dengan tinggi badan lebih dari dua meter memasuki gerbang desa, tubuh nya hampir sebagian besar tertutupi pakai logam, kepala nya mengenakan pelindung kepala menyerupai pisau dengan topeng berbentuk runcing, hanya memperlihatkan matanya saja, dan dua lubang kecil di hidung nya. Di sela-sela pakaian logam itu kulit pria itu tampak kotor berwarna kehijauan seperti kulit kayu yang di tumbuhi lelumutan.
Pria itu mendengus beberapa kali, lima penjaga gerbang sedikit mundur saat melihat pria tinggi besar itu, semua nya mulai mengeluarkan senjata mereka bersiaga karena pria itu sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari penjaga gerbang desa. pria tinggi itu mencabut senjata berupa pedang yang bergigi runcing.
"Si-apapun kau sebaiknya pergi, atau ke neraka," teriak pemimpin penjaga itu tergagap tidak dapat menyembunyikan ketakutan nya, dan menebaskan pedangnya ke leher pria tinggi itu, pria itu tidak menghindar atau menangkis pedang ke lehernya itu, namun pemimpin penjaga itu terpental pedang nya patah oleh perisai tubuh pria tinggi itu.
Pria tinggi itu mulai mengayunkan pedang bergigi nya, membantai para penjaga dan juga penduduk desa tanpa ampun, tidak ada penghuni yang selamat, bahkan sekte kecil itu sudah rata dengan tanah, tampak bekas pertempuran tidak seimbang terjadi karena tidak ada korban lain, selain anggota sekte kecil itu, dan penduduk.
Butuh beberapa hari setelah pembantaian itu barulah kabar mulai tersebar, dan hingga masuk istana, para pejabat mulai mengerahkan beberapa kultivator yang memiliki kemampuan tinggi untuk menyelidiki nya yang di bawah langsung Penasehat Ming. wanita sensual itu memejamkan matanya beberapa kali di ruangan nya setelah membaca laporan tentang kejadian itu, berhadapan dengan seorang Jendral yang terlihat seperti orang nya.
"Anjing penjaga sudah keluar, apa penguasa benar-benar menginginkan nya?" gumam Penasehat Ming memainkan tiga bola api yang mulai muncul di jemari lentik nya.
"Rahasiakan tentang kejadian ini!! Kaisar dan Ibu Suri baru saja di angkat, peristiwa seperti ini akan membuat kegaduhan di aula agung, dan itu tidak baik di awal pemerintah, selidiki terus dan laporkan selalu padaku," ucap Penasehat Ming menatap seorang pejabat militer yang tampak senior di hadapan nya itu.
__ADS_1
*****