
Setahun sudah berlalu, tidak ada lagi penyerangan dari pria tinggi itu.
di Paviliun bunga persik.
Zhi Yuan hanya belajar tehnik penutup pikiran dari kitab pemberian dedengkot tua, dan sesekali bertengkar dengan roh gelang yang sebenarnya Zhou Lu Zi, untuk menghilangkan kesepian nya.
"Kenapa kau selalu mengganggu ku? aku tidak akan bicara lagi padamu!" teriak kesal roh gelang di kepala Zhi Yuan.
Zhi Yuan hanya tersenyum, dan senyum nya menghilang saat Bai Fang membawa seorang wanita masuk dari pintu samping dan Zhi Yuan begitu mengenal wanita itu.
"Yun Mei? Bai Fang kenapa kau membawa tamu ke Paviliun ini? ini adalah aturan pertama yang tidak boleh di langgar," ucap Zhi Yuan.
"Awalnya aku juga berpikir demikian, tapi jika tamu kita membawa ini, tidak akan ada yang berani menolak nya, dan juga bisakah kau memanggilku kakak Bai lagi," ucap Bai Fang menunjukkan lencana milik Ibu Suri yang ada di tangan Yun Mei.
Zhi Yuan mengerutkan keningnya, mengenali sebuah lencana dari Ibu Suri, dan mulai berpikir jika wanita muda di hadapan nya bukanlah bangsawan biasa, pemuda itu merapikan lengan jubah nya yang lebar memberi hormat pada Yun Mei,
"Nona, maafkan kelancangan ucapan ku barusan, aku benar-benar tidak mengenali anda," ucap Zhi Yuan.
Yun Mei tersenyum dan mengelilingi Zhi Yuan penuh kemenangan telunjuk nya mengetuk dagunya beberapa kali seperti sedang berpikir.
"hemmm... baiklah, sebagai permintaan maaf mu, kau tentunya tidak keberatan jika bermain dengan ku bukan?" tanya Yun Mei.
Mata Zhi Yuan menatap Bai Fang dengan tatapan mematikan membuat Bai Fang tidak berani menatap Zhi Yuan. Zhi Yuan tersenyum penuh kegetiran.
"Tentu saja Nona, kami akan melayani anda bermain hingga puas," ucap Zhi Yuan.
"aaahhh.... ini sangat menyenangkan," gumam Yun Mei dan beberapa dayang serta pelayan masuk membawa makanan, Bai Fang mulai memainkan kecapi dan Zhi Yuan menyiapkan minuman untuk wanita itu.
Setelah langit gelap barulah mereka selesai bermain, tampak Bai Fang sedang membersihkan dirinya dan Yun Mei duduk berduaan saja dengan Zhi Yuan.
"ini sangat tidak menyenangkan, bisakah kau bertingkah seperti malam itu, dan bersikap jujur padaku," ucap Yun Mei.
Zhi Yuan menatap Yun Mei,
__ADS_1
"Aku akan melakukan nya, tapi nona pasti akan kebosanan," ucap Zhi Yuan,
"Lakukan saja!" ucap Yun Mei seperti tidak peduli.
Zhi Yuan mengeluarkan guci kesayangan nya dan meneguk isinya,
"Katakan gadis kecil, bagaimana kau bisa mendapatkan lencana menakutkan itu?" tanya Zhi Yuan membuat Yun Mei tertawa terbahak-bahak,
"tebak lah!" ucap Yun Mei, dan menyodorkan cawan ke arah Zhi Yuan.
Zhi Yuan menggeleng, sambil menuangkan minuman nya,
"aku tidak ada waktu bermain tebak-tebakan," ucap Zhi Yuan, dan keduanya mulai menikmati isi guci Zhi Yuan.
"Zhi Yuan, aku menyukai mu, tidak bisakah kau melirik ku sebagai seorang wanita dewasa sedikit saja, apakah aku begitu tidak menarik di matamu?" ucap Yun Mei.
"Nona Yun, kau sangat cantik, dengan wajah seperti mu kau bisa mendapatkan siapa saja, tapi hatiku sudah milik wanita lain," ucap Zhi Yuan.
Yun Mei menundukkan kepalanya, air matanya keluar begitu saja, jemari Zhi Yuan ingin mengelus rambut wanita itu agar tidak terlalu bersedih namun mengurungkan niatnya, karena bisa saja di salah artikan oleh wanita itu.
"Katakan Nona, kau tahu sendiri aku terikat di tempat ini, aku tidak yakin bisa memenuhi janji itu," ucap Zhi Yuan.
Yun Mei mengangguk,
"Aku tidak tahan dengan rasa sakit ini, bisakah kau berpura-pura menjadi kekasih ku, dengan begitu hatiku akan sedikit terhibur, dan jika tiba saat nya aku yang akan melepaskan mu,dan jangan mengatakan pada siapapun karena jika ada orang yang sampai tahu itu akan sangat melukai perasaan ku, dan aku terlihat begitu rendah mengemis cinta kepada seorang pria," ucap Yun Mei.
"Nona, apa itu mungkin?" tanya Zhi Yuan.
"Berjanjilah!" ucap Yun Mei menatap Zhi Yuan dengan serius.
Zhi Yuan mengangguk,
"Baiklah aku berjanji," ucap Zhi Yuan.
__ADS_1
Yun Mei menghembuskan nafasnya dalam-dalam, terlihat begitu lega jemari nya memegang jemari Zhi Yuan sambil tersipu.
"Nona Yun? Adik Zhi apa yang kalian lakukan?" ucap seseorang yang sudah terlihat begitu rapi keluar dari ruangan di paviliun bunga persik.
"Tebak lah!" ucap Yun Mei tidak melepaskan jemari Zhi Yuan, Bai Fang menggeleng seperti tidak mengerti.
"Nona cantik ini kini adalah kekasih ku," ucap Zhi Yuan dan menarik pinggang wanita itu menempel di dekat nya, membuat Yun Mei sedikit terkejut dan berontak,
"Zhi Yuan, lepas! aku sangat malu," ucap Yun Mei berpura-pura meronta, namun wajahnya terlihat begitu bahagia.
"adik Zhi apa kau sudah gila, kita pria penghibur, kau tidak bisa melakukan hal seperti ini," ucap Bai Fang begitu cemburu.
Yun Mei menggoyang lencana Ibu Suri, membuat Bai Fang memejamkan matanya dan berlari ke arah Yun Mei, dan berusaha memegang jemari wanita itu dan memisahkan genggaman keduanya, namun wanita itu menghindar sambil melompat di gendongan Zhi Yuan, dan memeluk erat pemuda itu.
"Nona Yun, aku lebih mencintaimu daripada bocah setengah bisu ini," ucap Bai Fang sangat kesal.
Sudah setahun Yun Mei berpura-pura menjadi kekasih Zhi Yuan, membuat wanita itu terlihat begitu bahagia, setiap bulan wanita itu selalu berkunjung ke paviliun bunga persik, bahkan sesekali mereka keluar untuk menikmati suasana ibukota.
*****
Kematian Kaisar hampir dua tahun, istana berangsur-angsur mulai stabil, hanya saja kematian Kaisar masih menjadi misteri, dan orang -orang mulai melupakan kejadian itu, kembali ke rutinitas masing-masing.
Putera mahkota yang kini berusia 18 tahun menjadi seorang Kaisar yang bijaksana, namun kondisinya begitu memprihatinkan setelah terkena racun dari pangeran Qing Fan, Kaisar saat ini tidak bisa terlalu lama berpikir, jadi hampir segala urusan di bantu oleh Ibu Suri Zhou Lu Zi.
Kehadiran Zhou Lu Zi di balai agung dan ikut menjalankan pemerintahan membuat perubahan baru, mata cantik itu mampu menelanjangi setiap niat kotor dari para menteri nya, beberapa dari mereka harus di penjara, dan wanita itu akan langsung melihat proses peradilan dan pemenggalan yang selalu membuat nya tampak bersemangat.
Dan hari itu wanita itu akan memimpin pertemuan yang begitu besar, Kaisar yang duduk di puncak panggung terlihat pucat, di temani seorang Ratu yang terlihat masih begitu polos dan berusia tidak lebih dari 16 tahun, keduanya terlihat tidak berkutik di hadapan para menteri yang terlihat senior.
Namun suasana mendadak menjadi tegang saat Zhou Lu Zi dengan begitu anggun memasuki balai agung, para pejabat itu seperti berhenti bernafas, karena wanita itu tidak segan-segan membuka aib dari pejabat yang ingin mencoba menekan kekuasaan.
Dan ini terlihat saat menteri pertahanan mempertanyakan tentang kualitas senjata yang semakin menurun, dan moral prajurit yang semakin memburuk karena Kaisar dianggap tidak pernah turun untuk memberi semangat ke markas militer.
Zhou Lu Zi terlihat menopang dagunya dengan satu tangan, dan memperhatikan jemari kuku tangan kirinya, dan tiba-tiba menggebrak sandaran singasana nya saat menteri itu semakin terang-terangan menyindir Kaisar baru adalah seorang yang kurang perhatian terhadap militer.
__ADS_1
Menteri pertahanan berhenti bicara, dan menelan ludah nya menatap para menteri sekutunya agar membantunya, namun tidak ada yang bicara saat mata Zhou Lu Zi menatap dalam-dalam menteri tua itu.
"Menteri pertahanan berhati-hati lah, sudah menjadi raja, ingin menjadi dewa, kerakusan tidak bertepi, keserakahan sering kali membawa kita pada petaka, beberapa bulan lalu kau mengangkat keponakan mu menjadi pejabat militer senior, aku dengar dia sedang dekat dengan keluarga Choe yang ingin menjadi pemasok senjata ke istana ini lagi, sepuluh tahun lalu kekalahan perang di sisi barat akibat lemah nya kwalitas senjata dari keluarga Choe, aku belum menghukum kesalahan kalian dalam urusan ini," ucap Zhou Lu Zi membuat menteri pertahanan berlutut dengan kening menyentuh lantai, dan di ikuti dengan beberapa menteri yang menjadi sekutu nya.