
Pagi mulai muncul, hujan gerimis membuat suasana terlihat lengang, dan menghapus semua gejolak malam yang panas dan liar, hanya beberapa pelayan terlihat melakukan tugas nya di kediaman keluarga bangsawan Li. seorang wanita membuka matanya, hidungnya mulai mencium harum teh kesukaan nya yang berada tidak jauh dari nya.
Bibir wanita itu tersenyum lepas menatap cangkir keramik itu, wanita cantik itu terlihat begitu ringan seperti tanpa beban sama sekali, dan memejamkan matanya kembali mencari kesadaran nya, otak mulai fokus dan mulai mengingat kejadian semalam, membuat mata terbuka dengan tiba-tiba, dada bergetar hebat, menatap tubuh polosnya hanya terlindungi selembar selimut tebal, dan mulai merasakan sedikit nyeri di bagian bawahnya.
"aaahhh... aku sudah gila, kami melakukan itu hampir semalaman," matanya kembali terbelalak dan menutup bibirnya dengan jemarinya, saat mengingat tidak meminum pil pencegah kehamilan nya, semua perasaan bercampur menjadi satu, bola mata berputar ke seluruh arah, dan melihat seorang pemuda yang sedang begitu serius menulis di atas kertas, tanpa sadar bibir wanita itu tersenyum melihat Zhi Yuan yang menyelesaikan tulisan nya, dan menatap ke arah nya.
Hua Mulan menutupi wajahnya dengan selimut,
"Bocah busuk jangan melihat ku, cepat keluar!!" teriak Hua Mulan, tidak ingin wajah nya di lihat saat bangun tidur.
Zhi Yuan hanya menggeleng,
"Bersihkan tubuh mu, tabib Hua dan Li Buya sudah menunggu," ucap Zhi Yuan.
"Jangan bermimpi, aku tidak akan keluar jika kau masih di sana," ucap Hua Mulan ketus dari balik selimut, namun tidak ada jawaban dari Zhi Yuan membuat wanita itu mengintip dari balik selimutnya, tempat itu sudah terlihat kosong.
Hua Mulan terlihat sedikit berbeda, penampilan terlihat lebih lembut, dengan mengenakan pakaian dengan warna pudar, dan tertutup yang hanya memperlihatkan ujung-ujung jemari lentik nya saja, rambut nya tergelung rapi dan perhiasan yang cukup banyak, seperti wanita bersuami pada umumnya, dan riasan nya juga sedikit berani dengan bibir merah sedikit gelap.
Kedua penjaga itu terlihat terkejut melihat perubahan begitu besar dari Hua Mulan,
"Nyonya anda terlihat berbeda, wajah anda tampak lebih segar puluhan kali lipat dari kemarin, juga kulit anda sangat berbeda," ucap penjaga wanita itu dan saling menatap dengan teman nya seperti tidak percaya.
Hua Mulan hanya tersenyum, dengan bola mata berputar seperti tidak percaya pujian dari pengawal itu, sambil mengamati kulit nya dan baru menyadari jika terlihat lebih halus dan bercahaya, dan dengan cepat membandingkan dengan gelang berhias batu giok kecil memanjang di tangan kirinya.
"kini aku benar-benar menjadi wanita Giok," batin Hua Mulan menggelengkan kepalanya.
Wanita itu di antar pelayan menuju ruang makan, dan wajahnya berubah drastis saat orang - orang yang duduk di tempat itu hampir membuat nya muntah.
__ADS_1
"aahhh... menantu duduk lah, kami sudah menunggu mu bahkan hampir kelaparan, hahaha...." ucap mertua wanita Hua Mulan.
Li Zhen Chan berdiri membeku tidak menyangka jika wanita itu adalah istri nya Hua Mulan, dan tersadar saat ibunya mencubit pinggang nya, dan dengan terburu pri itu menghampiri Hua Mulan dan membawa nya ke tempat duduk begitu menempel dengan tempat duduknya.
"aahhh... Puteri ku kau terlihat segar," ucap Hua Daiyan yang terlihat tanpa ekspresi.
Li Buya tersenyum melihat ibunya, dan bersikap seperti tidak terjadi apapun.
Hua Mulan menatap sekeliling, tidak melihat Zhi Yuan dimana-mana.
"Ayah kapan kau datang?" tanya Hua Mulan namun matanya menatap halaman dari sela jendela.
"Semalam tuan Li Zhen Chan menjemput kami," ucap Hua Daiyan.
"ayah mertua tidak perlu memanggilku dengan sebutan Tuan, kita ini masih keluarga, silakan... silakan," ucap Li Zhen Chan, membuat Hua Daiyan tersenyum masam dan mengangguk.
"Puteri ku kau sedang menunggu siapa?" tanya Hua Daiyan.
"Apa ayah melihat Zhi, maksud ku Tuan Zhi?" tanya Hua Mulan.
"Tadi pagi Puteri bangsawan Ling mencarinya, dan mereka keluar beberapa saat yang lalu," ucap Hua Daiyan.
"aahhh sudah-sudah, kita makan saja, tidak perlu membicarakan orang asing," ucap ibu Li Zhen Chan.
"Adik Hua makanan lah," ucap Li Zhen Chan meletakkan sepotong daging di mangkuk nya.
"aahhh... kakak Hua, lihat mereka sudah memiliki putera dewasa tapi masih seperti pengantin baru, aku sangat beruntung mendapatkan menantu berbakti, mereka benar-benar pasangan serasi, bukankah aku benar Kakak Hua," ucap mertua wanita itu.
__ADS_1
Hua Mulan memejamkan matanya, dan mengetahui jika siasat mereka untuk memperoleh kekayaan mereka lagi, dengan mempengaruhi Li Buya dan Hua Daiyan.
"Mereka terlihat serasi," ucap Hua Daiyan yang belum menyentuh makanan sedikit pun juga.
Hua Mulan yang sudah tidak tahan meletakkan mangkuk makan nya dan meremas sumpit nya,
"menantu yang berbakti? apa kalian tahu aku adalah seorang menantu yang tidur dengan pria yang bukan suami ku?" ucap Hua Mulan membuat semua orang terbelalak tidak percaya Hua Mulan bisa bicara seperti itu bahkan di depan Li Buya.
"Adik Hua hentikan, aku sudah meminta maaf, aku benar-benar tidak bisa melihat muslihat Liu Bing Yan, Li Buya keluar lah dulu," ucap Li Zhen Chan.
Li Buya mengangguk dan keluar meninggalkan ruang makan itu.
"Menantu, pertengkaran adalah garam dalam berumah tangga, Kakak Hua bukan kah itu wajar?" ucap mertua wanita Hua Mulan
"Itu wajar," balas Hua Daiyan.
"untuk masalah waktu itu, aku akan berlutut di kaki mu agar kau memaafkan ibu mertua mu ini," ucap ibu Li Zhen Chan dan berlutut di dekat Hua Mulan.
"Nyonya.... jangan seperti itu," ucap Hua Daiyan mencoba bangkit dari duduk nya namun tidak bisa bergerak karena cacat di kakinya.
"Puteri ku?" ucap Hua Daiyan menatap Hua Mulan.
"Tidak ayah, kita akan sudahi pertunjukan menggelikan ini, kalian tidak perlu meminta maaf, karena tidak ada salah paham lagi saat ini, aku benar-benar sudah tidur dengan seorang pria yang bukan suami ku, dan semalam aku sudah tidur dengan Tuan Zhi," ucap Hua Mulan membuka sedikit jubah nya memperlihatkan bekas merah di bagian dada dan leher wanita itu.
Semua orang terdiam, hanya Hua Daiyan yang terlihat biasa saja,
"ini sepertinya tidak wajar," ucap Hua Daiyan dan keluar dari ruangan itu di bantu oleh Hua Mulan.
__ADS_1
terdengar pertengkaran dari Li Zhen Chan dan ibunya dari ruangan makan itu.