
38 tahun setelah kematian Sang Penjaga Gerbang Timur.
Istana Giok, sebelum bangunan megah yang hampir seluruhnya terbuat dari batu giok, berdiri di atas puncak
Seorang wanita sedang berlutut, di depan singasana kosong, seluruh jemari indah nya tampak bergetar, wajah yang biasanya penuh keangkuhan kini lenyap tak berbekas bahkan terlihat begitu tertekan, matanya terpejam begitu hebat penuh ketidakberdayaan, nafas yang di tahan membuat aula megah itu begitu hening.
Wanita itu sudah berlutut beberapa hari, meski hanya seorang diri tapi nyawa nya bisa di ambil di detik berikutnya, membuat nya selalu mencoba bertahan dalam tekanan ketidakpastian, karena siapapun yang duduk di singasana itu ditakdirkan memiliki kekuatan setelah Dewa, yang gila akan darah.
Dan wanita itu tiada lain adalah Penasehat Ming yang kini seperti tubuh tanpa jiwa, hanya bisa berlutut tanpa perlawanan, dirinya yang merupakan pengendali api terbaik merasakan seluruh tubuhnya seperti membeku, saat udara dingin mulai menyusup di ruangan luas itu.
Butiran salju mulai masuk ke aula itu, dan semakin banyak, berputar di udara dan entah darimana, kini butiran salju yang terlihat lembut itu membentuk ribuan kelopak bunga teratai.
kelopak- kelopak itu berputar di atas sebuah singasana, dan dari sela-sela kelopak itu mulai terlihat rambut halus sepekat malam, bola mata jernih berwarna kecoklatan menatap kearah Penasehat Ming, garis merah di kantung mata nya menambah keindahan mata itu, sekaligus membuat nya seperti orang sakit, dan hanya dalam hitungan detik seorang wanita yang memiliki keindahan surgawi sudah berdiri di depan singasana di aula utama itu.

ilustrasi Zhou Lu Zi (psikopat haus darah).
Penasehat Ming yang masih memejamkan matanya menundukkan kepalanya hingga dahinya menyentuh lantai terbuat dari batu giok itu.
__ADS_1
Pintu depan aula utama itu terbuka, dan lebih dari 100 wanita dari berbagai generasi masuk, dan tiga pria masuk ke aula itu mereka membentuk baris sesuai usia dan jabatan, barisan itu masuk di kanan dan kiri penasehat Ming, tiga pria itu berlutut di belakang Penasehat Ming, dan semua mendekati wanita di singasana, semua orang ikut berlutut dan mengucapkan selamat kepada wanita.
"Selamat, Penguasa sudah menyelesaikan latihan tertutup dan menerobos tingkat kultivator suci tahap akhir, aku siap melayani anda," ucap Penasehat Ming dengan suara yang begitu dipaksakan agar terlihat tenang.
Wanita itu duduk dengan kaki di silangkan dan menopang dagunya dengan tangan kanan nya yang terlihat seperti salju. wanita itu tersenyum penuh kepuasan menatap dalam-dalam Penasehat Ming.
"Kecuali Nyonya Ming, semua keluar! katakan kepada tiga Tetua tertinggi Istana Giok aku akan segera menghadap," ucap wanita dengan lambang bulan separuh sebesar ujung kelingking berwarna biru cerah di keningnya. 100 wanita dan tiga pria itu keluar dari aula yang terkesan dingin itu dan meninggalkan dua wanita cantik yang kini terlihat seumuran.
Wanita yang duduk di singasana itu melentikkan jari nya, membuat tubuh Penasehat Ming melayang dan mendekat ke arah wanita yang terlihat masih berusia 35 tahun itu.
"Kau terlihat pucat, seperti nya kau tidak dalam keadaan sehat," ucap Penguasa itu dan kini sudah di depan Penasehat Ming dan dua jari nya menyentuh kening penasehat Ming membuat penguasa itu mampu menatap sekilas jiwa tersembunyi dari Penasehat Ming.
Penasehat Ming membuka matanya, namun penguasa wanita itu sudah kembali ke posisi semula, kepalanya semakin menunduk, hanya bola mata Penasehat Ming melirik ke samping, kedua tangannya mengepal, kuku-kuku dari jemari indah nya menusuk telapak tangan hingga berdarah.
Wanita yang di panggil Penguasa itu tersenyum penuh cemoohan,
"hahaha..... katakan jika seorang peramal tidak lagi mampu membaca masa depan?tidak Ming Lan, kau... sedang tidak baik-baik saja," ucap wanita itu.
Penasehat Ming memejamkan matanya dalam-dalam, sambil mengeretakkan giginya, sebenarnya usia Penguasa wanita itu jauh lebih muda dari nya, Penasehat Ming sangat ingat betul saat dirinya mengantar gadis 9 tahun masuk ke gerbang alam giok dua delapan tahun yang lalu.
__ADS_1
Dan setelah 28 tahun gadis kecil itu kini kembali dan terlihat begitu dewasa, dan menyebut nama Penasehat Ming dengan nama nya langsung, tidak ada yang tahu persis perbedaan waktu di alam ini dengan alam giok. tapi untuk menjadi kultivator ranah suci akhir membutuhkan waktu setidaknya 700 tahun.
"hahaha... Marah tidak menyelesaikan masalah, temui orang yang tidak memiliki takdir, maka masalah mu akan segera selesai," ucap Penguasa itu.
"Penguasa, apa ada manusia tidak memiliki takdir? langit sudah mengatur setiap mahluk hidup memiliki takdir nya, bahkan bayi yang meninggal di kandungan terseret dalam takdir sang ibu," ucap penasehat Ming menatap wajah Dewi itu.
Dewi itu hanya tersenyum tipis,
"Aku tidak memaksa mu untuk mempercayai ku, tapi sejak orang itu muncul kekuatan mu melemah, untuk hal yang jauh di depan, pandangan mu mulai kabur, kau hanya bisa melihat satu tahun ke depan, bahkan ada beberapa orang tidak bisa kau lihat sama sekali," ucap Dewi itu.
"Maafkan aku Dewi apa yang harus kulakukan jika bertemu dengan nya?" tanya Penasehat Ming.
"Aku tidak tahu, lagipula kau seorang penasehat, seharusnya kau lebih tahu, sekarang aku sudah kembali, persiapkan semua keperluan ku, aku harus bersiap menemui ketiga Tetua tertinggi," ucap wanita itu mendekati meja di sudut ruangan dan mengambil lencana berwarna hitam milik nya sewaktu anak-anak, dan membuka sebuah pintu besar dan beberapa pelayan sudah membungkuk mempersiapkan pakaian wanita itu, bahkan pintu belum tertutup wanita itu sudah melepaskan pakaian memperlihatkan punggung indah nya dengan kulit yang terlihat begitu sehat.
Tubuh Penasehat Ming perlahan mendarat di lantai, seluruh tubuhnya terselimuti es, dan dengan cepat menutup matanya sebelum benar-benar membeku.
"Wanita gila itu membekukan aku, dengan elemen api milikku setidaknya butuh dua bulan untuk mencairkan es ini, manusia tanpa takdir?" batin Penasehat Ming, gigi samping nya hampir hancur karena saling merapat.
*****
__ADS_1
Berita tentang kembali sang penguasa Istana Giok yang sudah kosong selama 500 tahun, membuat istana Kekaisaran Qing gempar, upacara pengosongan singasana permaisuri akan segera diadakan, semua petinggi dan Tetua istana diwajibkan menghadiri nya. terlihat permaisuri tidak keberatan sama sekali saat rencana ini di rapat kan dalam aula agung, dan permaisuri menjadi selir agung, satu posisi yang memang sengaja dikosongkan dan di isi saat situasi seperti saat ini.
Tampak acara itu akan dilaksanakan dengan begitu meriah dan penuh kesakralan, beberapa Biksu suci dari Kuil Suci Teratai Emas di ujung Utara akan didatangkan untuk memimpin prosesi itu, karena kuil suci dan istana Giok begitu dekat sejak jaman dahulu.