Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 125 - Singa yang sesungguhnya.


__ADS_3

Malam itu di kediaman Penasehat Ming.


Wanita itu duduk dekat dengan perapian sambil memainkan beberapa bola api kecil di jemari indah nya, sampai tiba-tiba api di perapian itu membesar, dan keluar sosok yang begitu di kenal oleh Penasehat Ming.


"Adik Zhou, kau memiliki kemampuan teleportasi elemen," ucap Penasehat Ming.


Tetua Zhou Ming tidak menjawab pertanyaan kakak nya, dan menatap mata wanita itu dalam-dalam,


"Hentikan Ming lan, kau tahu siapa pemuda itu, kau tidak boleh membunuh keturunan penguasa kita," ucap Tetua Zhou Ming.


Bola-bola api di jemari wanita itu membesar, seiring suasana hati wanita itu yang marah.


"Adik ku, kita generasi ke 100, di katakan generasi emas, kau di juluki dedengkot tua, bahkan delapan tetua tidak akan berani membantah jika kau sendiri yang bicara, kau bisa menghancurkan satu kerajaan seorang diri tanpa muslihat, Klan Munzhi adalah begitu banyak petarung mematikan dan memiliki ambisi yang berbeda, mereka tidak berhadapan satu sama lain, dan bersatu hingga saat ini karena hanya takut pada mu, tapi kali ini kau sendiri mengkhianati klan mu sendiri," ucap Penasehat Ming mata nya memerah seperti menyala, dan wanita itu kembali bicara.


"Jadi selama ini kau mengetahui nya, dan kau membiarkan tetap hidup meski memiliki simbol suci," ucap Penasehat Ming lagi tidak membiarkan Tetua Zhou Ming bicara, seperti ingin melepaskan semua isi pikiran nya.


Tetua Zhou Ming melepaskan segel ke udara membuat nya ruangan itu seperti kedap suara.


"Aku sudah memikirkan nya, simbol suci begitu rahasia, hanya kita berdua yang tahu tentang kutukan itu, bahkan penguasa saat ini tidak tahu apapun tentang ini, mereka hanya tahu adik bungsunya di bunuh karena memiliki kelainan ras, bukan karena memiliki simbol suci, jadi tentukan pilihanmu Ming Lan, atau aku akan melupakan hubungan darah kita, dan salah satu dari kita akan mati di tempat ini," ucap Tetua Zhou Ming dengan suara menggema di ruangan itu.


Wajahnya berubah terlihat begitu dingin dan uap hitam mulai keluar dari tubuh pria tua itu, serta jerit kematian mulai terdengar.


Penasehat Ming menatap mata adiknya begitu dalam, dan melihat keseriusan di wajah pria tua nya, namun tidak ada sedikitpun ketakutan di mata wanita itu, karena tahu adik nya sangat menyayangi nya, wanita cantik itu menarik nafasnya dalam-dalam sambil mengangguk.


"Baiklah.... bagaimana pun juga ibu mereka adalah teman ku, mereka semua keponakan bagiku, aku berjanji tidak akan membunuh nya, tapi aku juga tidak akan membantu nya jika nyawanya dalam bahaya," ucap Penasehat Ming.


Tetua Zhou Ming mengangguk, dan wajahnya terlihat tenang kembali, dengan sorot mata yang hangat, dan uap hitam itupun terserap dengan sekejap ke dalam tubuhnya.

__ADS_1


"Tentu, jika dia sampai mati di tangan manusia itu artinya dia tidak layak, ini seperti melepaskan anak singa di antara gerombolan anjing hutan," ucap nya pelan, dan berbalik memunggungi penasehat Ming.


"Anak singa itu akan mati, singa dari klan Munzhi akan memangsanya dengan kejam, dan kau berhutang maaf padaku karena berani menatap ku seperti itu," ucap Penasehat Ming.


Tetua Zhou Ming tersenyum namun tidak berbalik,


"Tentu saja aku akan melakukan nya, maafkan adik kecil mu ini, tapi Tidak ada singa lagi di klan Munzhi, saat bocah itu lahir, kita baru menyadari jika kita ini sebenarnya adalah anjing hutan yang lupa diri dan menganggap diri kita sebagai singa, dan kini anak singa yang sesungguhnya sudah menjadi singa remaja, hanya butuh pengalaman saja, pengalaman...." ucap Tetua Zhou Ming mengangguk dan masuk kedalam perapian yang mengeluarkan lidah api yang besar.


Penasehat Ming menggelengkan kepalanya, mengepalkan tangan nya, membuat api di perapian, dan di jemarinya membesar seperti tidak terkendali.


"Apa ada orang sekuat itu? baiklah kita akan melihat nya," batin penasehat Ming.


****


Hari ke 9 pelunasan hutang Li Zhen Chan,


Dan tiba-tiba beberapa pejabat biro peradilan datang ke tempat mereka, tampak Li Zhen Chan begitu bersemangat, dan di antara pejabat itu pangeran Qing Fan melangkah melewati para pejabat biro itu dan mendekati Zhi Yuan dan memiringkan kepalanya memperhatikan wajah Zhi Yuan dalam-dalam.


"Tuan Zhi bisa kita bicara berdua?" tanya pangeran Qing Fan, dan keduanya kini sudah berada di ruang baca.


"Sebaiknya kau pergi dari kehidupan Hua Mulan, kau sangat tidak layak untuk nya, aku akan mengembalikan semua uang mu hari ini, aku dan Hua Mulan memiliki ikatan yang kuat," ucap pangeran Qing Fan.


Zhi Yuan hanya mengangguk,


"Baiklah... setelah kau melunasi nya, nyonya Hua akan menjadi wanita bebas, seorang janda dari tuan Li, apa kau yakin wanita itu akan memilih mu? bukankah dia sudah pernah menolak mu," ucap Zhi Yuan, tanpa ekspresi.


"hahaha... wanita itu begitu keras masalah kesetiaan, tapi jika pria yang di pilih nya sudah mengkhianati nya, wanita itu tidak akan menatap nya lagi, dan dengan wajah seperti mu, akan sulit seseorang melupakan nya meski menggunakan topeng ini," ucap pangeran Qing Fan dan mengeluarkan topeng milik Zhi Yuan saat berada di rumah judi Fei,

__ADS_1


"dan tuan Li Zhen Chan dengan senang hati menjadi saksi, dengan jaminan tetap tinggal di rumah ini," ucap pangeran Qing Fan sudah memikirkan semua dengan begitu matang.


Pemuda itu meninggalkan Zhi Yuan dan keluar dari ruang baca bergabung dengan semua orang yang sudah berada di aula utama, di ikuti oleh Zhi Yuan dan terlihat tidak memiliki semangat lagi, tampak Hua Mulan mulai khawatir melihat ekspresi Zhi Yuan, merasakan ada yang tidak beres dengan percakapan kedua nya.


"Bibi Hua, aku datang untuk membayar hutang suamimu dari tangan pria mesum ini," ucap pangeran Qing Fan.


Hua Mulan merapatkan gigi nya, begitu marah dengan ucapan pangeran itu tentang Zhi Yuan, namun wanita itu tidak ingin membuat masalah baru lagi, dan secepatnya ingin pergi dari rumah itu.


"Pangeran Qing Fan kau tidak perlu bertindak sejauh ini untuk membantu masalah keluarga kami," ucap Hua Mulan mencoba bersabar.


Dan semua sudah di selesaikan,oleh para pejabat biro,


"Tuan Zhi, uang anda ada di biro kami, silahkan mengambil nya kapan pun anda inginkan," ucap pejabat itu menyerahkan bukti kepemilikan uang.


"Nyonya Hua Mulan mulai hari ini anda tidak lagi di beli oleh tuan Zhi, anda kembali ke keluarga Li lagi, dan tentang perpisahan anda, kami sudah selesaikan, dan mulai hari ini juga anda bukan lagi istri tuan Li Zhen Chan, jadi anda wanita bebas," ucap pejabat biro itu dan menyerahkan tanda bukti kepada Hua Mulan dan juga Li Zhen Chan yang langsung di buang oleh Li Zhen Chan.


Pejabat itu hanya mengangguk,dan meninggalkan kediaman keluarga Li.


"Bibi Hua kau sudah bebas saat ini sebaiknya kau ikut dengan ku, karena kau tidak mungkin bersama pria yang sudah mengkhianati mu," ucap pangeran Qing Fan.


Hua Mulan mengerutkan keningnya,


"Apa maksud mu pangeran?" tanya Hua Mulan.


Li Zhen Chan mendekati nya, dan menatap nya dari atas hingga ujung kaki.


"hahaha... adik Hua yang sudah terperdaya, pria muda itu sebenarnya tidak lebih dari seorang pemuda cabul, aku bersumpah melihat pemuda itu sudah tidur dengan pelacur Liu Bing Yan di rumah judi Fei," ucap Li Zhen Chan sambil terkekeh seperti mencemooh nya.

__ADS_1


Hua Mulan menggelengkan kepalanya, dan memejamkan matanya dalam-dalam,


__ADS_2