Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 69 - Lenyap nya Bunga Mulia


__ADS_3

Mata Zhi Yuan terpejam,dan tidak merasakan apapun lagi, sedangkan tubuh Dewi Zhang Ziyi mulai berubah menjadi butiran debu berwarna keemasan, dan terserap ke tubuh pemuda itu.


"boommmm..."


Energi murni dari teratai yang berputar di atas kepala Zhi Yuan meledak, namun hanya menghancurkan bangunan itu saja, dan tidak menyentuh tubuh Zhi Yuan sedikitpun.


Bersamaan di tempat yang tidak jauh dari paviliun Dong Chu, semua teratai emas di Kuil Suci ikut menjadi butiran debu emas, melayang di udara, dan tertelan oleh gelapnya malam.


Ledakan besar di paviliun Dong Chu membuat banyak penduduk mendekati tempat itu, Menjelang pagi para prajurit yang tersisa mengelilingi tempat Zhi Yuan terakhir kali nya, dan menemukan jasad seorang pria yang duduk berlutut, dengan kepala tertunduk, beberapa anak panah masih tertancap di punggung dan lengannya. Tangan kanan nya masih memegang sebilah pedang rusak yang tertancap di lantai, dan pedang lain menembus dada kirinya.


Wu Xiang Yu melayang melewati barisan prajurit itu, dan mendarat beberapa meter dari Zhi Yuan yang sudah tidak bernafas.


Tubuh wanita itu bergetar hebat, kaki nya seperti terpaku di lantai kayu itu, tampak darah keluar dari beberapa luka di kaki wanita itu, terkena atap rumah yang dilompatinya, namun wanita itu tidak mempedulikan nya sama sekali, matanya hanya tertuju pada satu sosok berlutut di hadapan nya.


Setiap langkah terasa begitu lambat dan bayangan calon suami selalu terlihat di setiap langkah, bibir nya yang indah terbuka sambil bergetar, tidak ada kata yang bisa keluar dari bibir itu, air mulai mengalir dari mata dan hidung wanita itu.

__ADS_1


"Su-ami... aku pulang, kenapa kau duduk begitu jauh," ucap Wu Xiang Yu, bibir nya semakin bergetar sambil berusaha tersenyum, namun air mata sudah tumpah seperti sungai.matanya ditutup dan kembali membuka nya berharap ini hanyalah mimpi buruk.


Semua prajurit hanya menunduk, tidak berani menatap tubuh wanita yang kini juga berlutut berhadapan dengan Zhi Yuan, jemarinya lentik nya bergetar ingin menyentuh wajah Zhi Yuan, namun tidak pernah berhasil.


"Kena-pa... kenapa, kau hanya berlutut dan diam? ke-napa kau tidak menyambut ku, suami...." teriak Wu Xiang Yu, dan menangis histeris, dan bersamaan dengan itu energi lidah api keluar dari punggung nya dan menghancurkan apapun di belakang dan samping wanita itu beberapa prajurit terpelanting dan hancur terbakar akibat api dari Wu Xiang Yu, hanya di tempat Zhi Yuan yang tidak tersentuh api kemarahan dari wanita pelayan kuil api itu.


Rahang nya terasa kram dan sakit, karena bibir nya selalu terbuka begitu lama, wanita itu merapat gigi samping nya dan memejamkan mata dalam-dalam, wajahnya tertunduk di hadapan Zhi Yuan, seperti mencari ketabahan, namun dada nya terasa begitu berat dan sesak, beberapa saat wanita itu menatap tubuh suami dan semakin mendekati nya, dan jemari nya akhirnya berhasil mengelus pipi penuh darah dari Zhi Yuan.


"Suami kenapa kau begitu kejam, kau tidur tanpa meminta izin padaku, bukankah aku sudah menyuruh mu menunggu aku akan kembali akhir tahun ini, tapi sekarang kau pergi ke tempat yang tidak bisa kau cari, kau kejam....huuuu.... huuu... huuu kejaaaam.... " jerit Wu Xiang Yu memukul-mukul dada Zhi Yuan, pikiran nya kembali yang mengingat kehangatan kedua nya saat terakhir mereka.


"Jangan bicara, kita akan melewatkan akhir tahun berdua, aku berdoa akhir tahun depan sudah memiliki Jendral kecil dari mu," Wu Xiang Yu teringat diri nya sedang bermimpi indah bersama Zhi Yuan.


"Suami... apa kau benar-benar tidak bicara, bagaimana dengan ku? bagaimana aku bisa bertahan tanpa mu, suami katakan, tolong katakan sesuatu," teriak Wu Xiang Yu yang seperti orang gila, namun tidak ada yang berani mendekati nya.


Kedua tanga Wu Xiang Yu memegang kerah pakaian di bagian dada pemuda itu, menenggelamkan wajahnya di dada pemuda itu, tubuh nya tergetar, emosi nya begitu menguras energi milik nya.

__ADS_1


"Tolong katakan sesuatu, jangan hanya diam, sampai kapan kau akan berlutut?" ucap Wu Xiang Yu suara merendah, dengan wajah terlihat begitu kelelahan.


Namun tiba-tiba mata Wu Xiang Yu terbelalak, dan dengan cepat menutup bibir, teringat ucapan saat pertama datang ke paviliun Dong Chu.


"Tetaplah berlutut hingga ajal menjemput mu," ucapan saat Wu Xiang Yu marah saat pertama kalinya datang ke paviliun Dong Chu.


Wanita cantik itu memejamkan matanya, memeluk tubuh Zhi Yuan yang mulai mendingin, wanita itu mensejajarkan tubuh nya di depan Zhi Yuan, mengusap air matanya dengan jemari nya, meletakkan kepala pemuda itu di bahunya seperti seorang ibu yang menidurkan bayi nya.


"Maafkan aku suami, a-ku hanya asal bicara karena sedikit kesal saja waktu itu, jauh di lubuk hatiku, aku selalu menyayangi mu, bahkan aku sudah menyayangi wajah aneh mu saat pertama kali melihat mu," bisik Wu Xiang Yu tubuhnya bergetar menahan Isak tangisan nya.


Xiao Ling melihat kejadian itu dari jauh, air matanya kembali keluar, penyesalan begitu besar karena ketidaksengajaan nya adik yang selalu di jaga nya dari kecil terbunuh di tangan nya sendiri.


"Selamat jalan adik Zhi, kau akan selalu menjadi adik kecil di hatiku," ucap Xiao Ling, dan melangkah gontai meninggalkan tempat itu.


Wu Xiang Yu melihat tangan kiri Zhi Yuan yang terkepal lemah, wanita itu melihat dan mendapati lencana perjodohan nya, membuat air dari mata dan hidung nya semakin deras, bahkan liur nya menetes sudah tidak dipedulikan nya lagi, merasakan begitu pedih di hati nya.

__ADS_1


"Suami... bahkan saat terakhir kau masih memikirkan ku, dan berlutut untuk meminta maaf, baiklah.... jika kau begitu menginginkan nya, huuu.... huuuu... hu.... sekarang aku sudah memaafkan mu, beristirahatlah dengan tenang," bisik Wu Xiang Yu memejamkan matanya sambil mengusap punggung calon suami


__ADS_2