
Zhi Yuan meletakkan herbal di tempat nya, pemuda itu diam hanya menatap dalam-dalam ke wajah Wang Kai, membuat pria itu kesal dan mulai bereaksi.
"hahaha... adik Zhi, kau sangat beruntung, anak seorang budak mampu berkultivasi, dan juga memiliki paviliun terbaik di kota ini, bagaimana jika kita bertarung, jika kau kalah aku akan tidur di tempat mu, jika aku kalah kau boleh memiliki seluruh isi kantung uang ku," ucap Wang Kai begitu sombong, yang tidak mengetahui jika Zhi Yuan adalah seorang pembantai di perbatasan.
"Aku tidak mau," ucap Zhi Yuan, sambil menggeleng dan matanya kembali ke arah kitab ramuan tingkat menengah.
Zhang Ziyi mendekati Wang Kai dan duduk di samping nya begitu menempel, membisikan sesuatu di telinga pria itu.
"Hihihi... meskipun tubuh ku terasa panas saat ini, tapi seperti nya aku akan kedinginan malam ini, dan kau akan gagal membuat ku menjerit tuan Wang, tapi jangan khawatir aku tidak akan mengunci jendela belakang ruangan ku," suara Zhang Ziyi seperti berbisik namun mampu di dengar oleh Zhi Yuan.
"Nona kau jangan menggodaku, tapi aku lelaki terhormat aku akan menikmati hadiahku saat menaklukkan semua lawanku, lihat saja aku akan menaklukkan bocah itu, baiklah... Zhi Yuan aku naikkan taruhan nya, aku merasakan kau seorang kultivator ranah menengah, jika aku kalah kau boleh meminta apapun dariku," ucap Wang Kai yang hanya mengukur tingkat kultivasi usia Zhi Yuan.
"Apa pun?" tanya Zhi Yuan hatinya terasa panas dan cemburu mendengar ucapan Zhang Ziyi yang seperti memberi isyarat agar pria itu masuk melalui jendela jika dirinya melarang pemuda itu menginap, dua huruf kecil itu terlihat berwarna seperti bara api.
Wang Kai mengangguk, dan tersenyum licik,
"benar apapun, tapi jika kau kalah, aku... aku akan tidur satu ruangan dengan Nona Zhang mu ini," ucap Wang Kai, dan tangan nya kini sudah di pinggang wanita itu.
"Tuan Wang, apa yang kau lakukan? lepaskan tanganmu Yuan'er bisa melihat kita," bisik Dewi Zhang Ziyi tapi membiarkan saja tangan itu semakin berani.
Darah segar mengucur di pipi Zhi Yuan begitu banyak, rahang nya terlihat bergerak, pria itu sedikit menundukkan wajahnya meredam kemarahan nya.
"Apa itu termasuk nyawa mu?" tanya Zhi Yuan masih menunduk, suara serak nya pelan namun mendalam setiap kata demi kata, pemuda itu sepenuhnya sudah terpancing permainan Dewi Zhang Ziyi.
__ADS_1
Jika saja bukan karena tamu Dewi Zhang Ziyi yang merupakan majikan nya, mungkin saat ini Wang Kai sudah menjadi mayat yang tidak berbentuk, atau sudah jauh-jauh hari dirinya pergi dari paviliun itu.
"hahaha.... Adik Zhi, melihat matamu, seperti kau seperti nya serius, baiklah aku terima tantangan mu, dan jangan menyesal jika nyawa mu sendiri bisa melayang hahaha.... tapi tenang saja aku akan menggunakan setengah kekuatan ku saja, mungkin hanya membuat mu tidak sadarkan diri beberapa hari saja," ucap Wang Kai melepaskan pegangan di pinggang wanita itu.
Pemuda berpakaian serampangan itu maju ke arah halaman berlantai batu bata abu-abu, membentangkan kedua tangan nya di depan tubuh nya seperti membuka tantangan, sebuah energi qi berbentuk lingkaran hijau keluar dari tubuh Wang Kai.
"Kau tidak akan bertahan 1 menit di depan ku, dengan perisai selemah itu," batin Zhi Yuan yang pertama kalinya bertarung dengan kemarahan.
Zhi Yuan meletakkan herbal-herbal itu, dan melangkah ke tengah halaman itu seperti menyiapkan tempat untuk mereka bertarung, meski secara perhitungan nya pertarungan itu tidak membutuhkan ruang seluas itu dan waktu tidak lama, pemuda itu memperbaiki posisi pedang berukiran teratai di gagang nya.
Zhang Ziyi tersenyum tipis saat melihat darah kembali mengucur dari pipi Zhi Yuan, jemarinya memainkan ujung kuku nya seperti menghitung.
"Tiga perasaan sudah berlubang cukup dalam, aku perlu dua lubang lagi, kekecewaan dan kesedihan," batin Dewi Zhang Ziyi.
"Pilih senjata nya adik Zhi, meski aku hanya menggunakan tinju ku, tapi pedang itu seperti nya begitu tua untuk melawan ku," perintah Wang Kai dan hanya mengeluarkan tehnik tangan kosong,
"kau akan mati saat pedang ini tercabut," ucap Zhi Yuan dan memperbaiki posisi genggaman pedang nya, matanya terpejam sambil mengatur napas nya.
"Mulai lah," teriak Wang Kai dan tinjunya kini di selimuti cahaya hijau.
Mata Zhi Yuan terbuka, hawa pembunuh keluar begitu pekat, bahkan hawa itu menyapu bulatan energi qi berwarna hijau milik Wang Kai, membuat nya tergerus dan hampir hancur.
Wajah Wang Kai menjadi panik melihat perisai pelindung nya rusak hanya karena hawa pembunuh, namun belum habis rasa terkejut nya, terdengar suara desingan pedang tercabut.
__ADS_1
"sriiinggg....." suara pedang tercabut itu disertai ribuan pedang energi sudah melesat begitu cepat ke arah Wang Kai.
Mata Wang Kai melebar tidak menyangka serangan dari Zhi Yuan menutup semua kemungkinan hidup nya, Wang Kai memperbesar bulatan perisai nya untuk menahan pedang energi itu agar sedikit melambat, dan ada waktu bagi nya untuk meloloskan diri, namun perhitungan nya salah, saat perisai nya membesar maka membuat nya semakin tipis, dan ribuan pedang energi itu dengan mudah melesat seperti tanpa penghalang mengarah ke semua titik Vita Wang Kai.
"Apa? serangan nya akan membunuh kultivator diranah ahli, aku akan mati," batin Wang Kai yang sudah terlambat untuk melakukan apapun.
"traannnggggg....." sebuah energi besar menghalangi serangan pedang energi Zhi Yuan, membuat semua serangan terpental ke segala arah, beberapa benda di sekitar tempat itu hancur, dan patung Kirin tembaga itu harus kehilangan sebagian wajahnya oleh pedang energi dari Zhi Yuan, bahkan beberapa pantulan pedang energi itu ke arah Zhi Yuan, pemuda itu mencoba menahan nya dengan tebasan cepat nya, namun karena serangan itu diluar perhitungan nya, membuat nya terlempar.
"srehhhhsss....."
"sreessshhh....."
"bommmmm....."
Zhi Yuan terlempar cukup jauh, tubuh nya membentur tembok hingga retak, luka sayat mulai mengeluarkan darah segar di beberapa bagian lengannya, dan sebuah luka tipis di lehernya jika pedang nya tidak cepat maka dirinya sangat yakin kepalanya akan terpisah.
"Zhi Yuan, apa yang kau lakukan!!!" teriak Zhang Ziyi dan menarik energi besar itu.
Wanita itu berlari ke arah Wang Kai dan memeriksa luka kecil di lengan pria itu, membiarkan Zhi Yuan yang terluka jauh lebih banyak dari Wang Kai.
Paman Kwan Lu yang terkejut keluar dari dapur, dan mendekati Zhi Yuan untuk membantu nya.
Wajah Dewi Zhang Ziyi tampak panik, membuka jubah Wang Kai memastikan luka itu tidak parah.
__ADS_1
"Tuan Wang apa kau tidak apa-apa? Zhi Yuan kau benar-benar keterlaluan, bukankah lawan mu tidak bersenjata, aku membencimu," ucap Zhang Ziyi yang membantu Wang Kai berdiri dan memapah nya. Wang Kai sesaat menatap ke arah Zhi Yuan dengan senyum mengejek, dan penuh kemenangan, bibir Zhi Yuan sedikit terbuka tidak percaya akan berakhir seperti ini.
"Apa Tetua Zhang benar-benar ingin membunuh ku demi kekasih baru nya," batin Zhi Yuan, sambil menyentuh luka tipis di lehernya yang berdarah.