Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 116 - Kembali ke kediaman keluarga Li


__ADS_3

Wanita menundukkan kepalanya, namun matanya masih belum puas menatap Zhi Yuan,


"Perasaan ini? apakah seperti ini rasanya jatuh cinta, aku tidak pernah seperti ini dari kecil, dadaku selalu berdebar saat memikirkan nya, aku mulai selalu mengingat wajahnya di penuhi gerimis darah," batin Hua Mulan, dengan tangan sedikit gemetar. wanita itu berdiri namun tidak berani mendekati Zhi Yuan, meski hatinya begitu ingin dekat bersama pemuda itu.


Namun diantara riuh manusia menginginkan batu roh itu, ada sepasang mata yang penuh ketidakpuasan menatap ke arah Zhi Yuan, dan mata itu juga memendam hasrat birahi seperti binatang haus darah ke arah tubuh panas Hua Mulan.


Pangeran Qing Fan mendekati Hua Mulan,


"Bibi Hua maafkan aku, aku tidak berguna sama sekali, aku akan berusaha dalam 10 hari lagi," ucap pangeran Qing Fan.


Hua Mulan tidak menatap pangeran Qing Fan sedetik pun, mata hanya terpaku ke depan dan sesekali mencari kesempatan untuk mencuri pandang ke arah Zhi Yuan, yang semakin menjauh karena beberapa bangsawan menginginkan batu nya.


"Tidak apa-apa pangeran, kau tidak perlu melakukan apapun lagi, sudah cukup semua kekacauan dalam hidup ku, kini aku akan menjalani nasib ku dengan orang yang sudah membeli ku itu," ucap Hua Mulan yang berpura-pura pasrah dan tidak mengenal Zhi Yuan, namun senyum nya hampir tidak pernah hilang dari bibir yang terlihat lembut dan merah itu.


Hakim tua itu mendekati Zhi Yuan dan memberi lencana kepemilikan hak 10 hari nya, dan pemuda itu akan menempati kediaman bangsawan Li mulai malam ini, hakim tua itu menatap Hua Mulan,


"Nyonya Hua mohon berbesar hati, tentang ucapan ku tadi, aku benar-benar meminta maaf, kami hanya melakukan tugas, kami sudah mencatat perpisahan anda, 10 hari lagi meski Tuan Li Zhen Chan berhasil membayar kepada tuan Zhi, saat itu juga anda akan menjadi wanita bebas, dan dua penjaga kami akan memastikan semua berjalan dengan semestinya," ucap Hakim tua itu.


Hua Mulan sedikit membungkukkan badannya,


"Anda tidak perlu meminta maaf tuan hakim, anda sudah melakukan tugas anda dengan baik," ucap Hua Mulan, Hakim itu hanya mengangguk dan meninggalkan panggung itu.


Semua orang sudah pergi menyisakan beberapa pelayan saja yang membersihkan tempat itu, lamunan Hua Mulan di kagetkan dengan kedatangan mantan suami nya, dan menarik tangan nya mendekati Zhi Yuan.

__ADS_1


"Tuan, aku benar-benar berterima kasih padamu, aku berjanji dalam 10 hari aku akan mengembalikan uang anda," ucap Li Zhen Chan.


"Berusaha lah yang keras tuan Li, dan malam ini aku akan tinggal di kediaman utama, jadi kalian semua jangan ada yang masuk ke kediaman utama, tapi jika dalam 10 hari kau tidak membayar maka Nyonya ini akan menjadi istri ku, dan kalian semua harus keluar dari seluruh kediaman ku," ucap Zhi Yuan.


Ucapan Zhi Yuan kembali membuat dada Hua Mulan hanya menunduk, meski tahu jika Zhi Yuan hanya bersandiwara tapi kenapa hatinya begitu bahagia.


"Baik tuan, adik Hua kau ikut dengan ku," ucap Li Zhen Chan, menarik lengan kiri Hua Mulan membuat wanita itu berontak.


Namun lengan kanan Hua Mulan di pegang oleh Zhi Yuan.


"Li Zhen Chan lepaskan tanganmu, mulai hari ini tuan Zhi sudah membeli ku, dan aku akan melakukan apapun yang di inginkan oleh tuan ini, termasuk menghangatkan ranjang nya," ucap Hua Mulan dengan suara bergetar karena marah.


"Adik Hua berhati-hati lah bicara, suka atau tidak kau masih istri sah dariku," ucap Li Zhen Chan.


Li Zhen Chan terlihat begitu marah, mendengar ucapan kejam Hua Mulan, dan mendekati Zhi Yuan,


"Ingat kau tidak boleh menyentuhnya, sebelum sepuluh hari apalagi kami belum resmi berpisah" ucap Li Zhen Chan begitu cemburu.


****


Zhi Yuan masuk ke ruangan besar di bangunan utama, dan duduk di sebuah bangku lembut sambil melepas cadar nya, tampak Hua Mulan duduk di dekatnya, matanya menatap Zhi Yuan seperti sedang menunggu suatu penjelasan, namun melihat wajah Zhi Yuan yang sedikit lelah karena sandiwara yang lakukan nya, wanita itu mengurungkan niat nya.


"Aku tidak akan bertanya siapa kau? dan bagaimana bisa memiliki benda berharga itu? seperti nya kau memiliki masalah sendiri, jadi beristirahat lah, jika memerlukan sesuatu kau bisa memanggilku," ucap Hua Mulan meninggalkan Zhi Yuan.

__ADS_1


Hua Mulan masuk ke sebuah ruangan yang di jaga dua penjaga wanita dari biro peradilan, wanita itu terlihat begitu terpukul, jemari kiri nya terangkat dan menatap cincin pemberian Zhi Yuan.


"Apa yang harus kulakukan? dia bukan orang sembarangan, dan begitu mempesona, dia pasti memiliki dua istri yang sangat cantik, bagaimana dengan ku? aku tidak mungkin mengejar pria muda kaya karena aku hanya seorang janda dengan anak dewasa, orang-orang akan mencemooh ku sebagai wanita tidak tahu diri," batin Hua Mulan dan menangis karena merasa rendah diri.


Wanita itu berjongkok di sudut ruangan mewah itu sambil menangis,


"Jika saja aku masih muda aku akan mempertahankan cinta ku ini, dewa... kenapa kau begitu kejam, ini pertama kali aku merasakan debaran cinta, tapi pemuda itu kini tidak bisa aku jangkau, bukan karena harta, tapi status ku dan juga usia ku yang sudah tua, aku lebih bahagia hidup di rumah kecil itu dan mengetahui nya hanya sebagai anak seorang budak, tidak ada yang akan menggunjingkan ku jika kami menikah," batin Hua Mulan menangis meraung-raung seperti seorang gadis kecil.


****


Di sebuah rumah hiburan kecil di pinggiran ibukota, tempat itu tampak di jaga begitu ketat oleh prajurit, tampak seorang pria muda dengan wajah di penuhi noda darah, pria muda itu berteriak dengan histeris, dan membunuh beberapa pelayan dan juga wanita penghibur, seorang lagi terlihat sudah tua dan dengan tenang nya menikmati teh seperti tidak terganggu oleh mayat manusia tergeletak di beberapa tempat.


"Pangeran sudah cukup," ucap pria tua itu yang tidak lain adalah Yang Yu Feng.


Pangeran Qing Fan masih terlihat begitu marah, dan menyerang Yang Yu Feng, namun dengan mudah pria tua memegang tangan pangeran Qing Fan dan tangan yang lain memukul nadi di pergelangan tangan pemuda itu membuat pedang nya terjatuh, dan dengan cepat kaki Yang Yu Feng menendang gagang pedang itu sebelum menyentuh lantai. Pedang itu meluncur dengan cepat ke arah sebuah pintu, dan menembus nya, seorang wanita penghibur yang bersembunyi di balik pintu itu sudah tertembus pedang itu pada bagian kepala nya, dan tewas seketika.


"Kau selalu kehilangan kendali saat berurusan dengan wanita ini, mungkin dia obsesi terbesar yang tertanam di kepala mu sejak remaja, dengan kekuasaan mu saat ini kau masih memiliki peluang, dengan sekali perintah dari mu maka pemuda itu, besok akan menjadi mayat, dan kau tinggal melakukan langkah selanjutnya untuk membuat wanita itu luluh padamu," ucap Yang Yu Feng.


Pangeran Qing Fan yang terlihat sudah sedikit tenang, mengeluarkan sapu tangan nya dan membersihkan wajahnya dengan dari noda darah.


"Aku mengenal pemuda itu, dia lah orang yang bermain judi dengan ku di rumah judi Fei, meski menggunakan topeng setengah tapi matanya masih sangat aku ingat, kemampuan nya cukup tinggi, tapi aku akan mengirimkan seseorang yang sangat mengerikan kepada nya, dan aku selalu menyukai cara orang ini dalam bekerja," ucap pangeran Qing Fan, sudut bibirnya terlihat sedikit terangkat.


"Seseorang yang mengantarnya ke gerbang kematian," gumam pangeran Qing Fan dengan tatapan kosong, kemarahan kembali tersulut mengingat Zhi Yuan berhasil menaklukan Liu Bing Yan di ranjang, dan kini tinggal serumah dengan Hua Mulan wanita idamannya.

__ADS_1


__ADS_2