
Zhi Yuan sudah mengenakan jubah tebal dan di dominasi dengan warna gelap, rambut nya di ikat ekor kuda dengan gagang pedang panjang di pinggang, pria itu hanya menunduk di hadapan seorang wanita yang tampak gelisah. wanita itu tiada lain adalah Penasehat Ming yang meremas sebuah catatan dan menjadikan nya abu.
"Sebaiknya kita berangkat," ucap wanita itu keluar dari Paviliun Chun Yan dan naik ke dalam kereta kuda di ikuti oleh Zhi Yuan. dengan lambang ular api tidak ada yang berani menghentikan kereta kuda yang berlari cukup kencang di jalanan dalam istana itu.
Saat gelap semakin larut keduanya masuk ke sebuah halaman sebuah halaman rumah makan. mata wanita itu menatap sekeliling dan tampak tidak ada orang berdiri di tempat itu semua nya terlihat lemas dengan nafas halus mereka, bahkan penjaga rumah makan itu tertidur dengan memeluk pedang nya.
"Mereka tidak ada yang mengorok, semua sedang bermimpi," batin Penasehat Ming.
"Nyonya apa benar ini tempat nya?" tanya Zhi Yuan.
Penasehat Ming mengangguk, wajah nya terlihat begitu kesal, tulang rahang nya terlihat bergerak menahan kemarahannya.
"Mereka semua terkena formasi uap mimpi, dari semua orang kenapa harus orang ini!?" gumam Penasehat Ming, wajahnya sedikit pucat.
"Kenakan cadar mu!!" ujar Penasehat Ming terlihat penuh tekanan dan melangkahkan kakinya melangkahi tubuh beberapa penjaga yang terlelap.
Tampak seorang pria berusia sekitar 60 tahunan duduk membelakangi mereka, sambil meneguk isi cawan yang beruap kehijauan, pria itu terlihat kurus dengan pakaian compang camping, dan rambut panjang yang terurai berantakan, bibir kering yang terlihat pecah-pecah mengeluarkan uap kehijauan dan menyebar ke seluruh ruangan membentuk ilusi akar-akar besar mengarah ke arah Penasehat Ming dan Zhi Yuan.
Uap yang berbentuk akar hijau itu tidak mampu melewati perisai Penasehat Ming, melihat hal itu Zhi Yuan membentuk perisai kabut darah nya, namun uap itu seperti tidak terpengaruh dan menembus perisai formasi pemuda itu,
"Uap mimpi tidak akan mampu di tahan perisai pelindung seperti itu, kau bisa tidur sekarang biar aku bicara dengan nya," ucap Penasehat Ming.
Mata Zhi Yuan menyipit, dan dengan cepat mencabut pedangnya dan mengeluarkan tehnik pedang nya, pemuda itu melesat ke udara menghancurkan semua uap kehijauan di tempat itu dan pedang melengkung itu sudah berada di leher pria tua itu, membuat nya begitu terkejut.
__ADS_1
"Apa? bagaimana dia bisa melihat energi qi milik ku, dan sebilah logam mampu menghancurkan uap mimpiku? serta aku seperti mengenal tehnik berpedang sangat tua ini, tapi bocah ini jauh lebih sempurna," batin pria itu menatap begitu seksama pedang di lehernya, dengan wajah masih terlihat tenang.
Zhi Yuan menatap wajah mengerikan di depan nya, sebagian wajahnya cacat seperti luka bakar begitu juga di leher dan tangan dari pria itu, Zhi Yuan memiring sedikit wajahnya seperti sedikit tertarik dengan lawannya kali ini.
Penasehat Ming memegang jemari Zhi Yuan dan menyingkirkan pedang itu dari leher pria Tua itu, dan Zhi Yuan sedikit mundur dan memasukkan pedang nya kembali ke pinggang nya.
"Lu Muzhong, lama tidak berjumpa," ucap Penasehat Ming.
Pria tua itu mengangguk sambil mengelus jenggot nya, menatap Zhi Yuan dalam-dalam dengan ekspresi tidak senang, dan beralih ke wajah cantik Penasehat Ming.
"Apa dia kekasih mu?" tanya Pria tua itu.
"Katakan tujuan mu?" tanya Penasehat Ming, tidak menghiraukan pertanyaan dari Lu Muzhong.
"Lu Muzhong, sebaiknya kita tidak berputar-putar," ucap Penasehat Ming penuh tekanan.
Pria tua itu tersenyum, dan keduanya kini duduk saling berhadapan, tangan bekas terbakar pria Tua itu memegang jemari lentik Penasehat Ming, meski terlihat jijik namun wanita itu membiarkan nya saja.
"Aku datang dengan misi dari penguasa, dan kemungkinan kau akan merusak nya, jadi aku datang menawarkan mu ini," ucap pria tua itu menyodorkan sebuah mangkuk kecil dengan uap kehijauan.
Tampak Penasehat Ming sedikit menggeleng, sambil menelan ludah, dan melepaskan jemari tangan nya yang di genggam oleh pria Tua itu, sudut matanya menatap Zhi Yuan.
"Lu Muzhong, kau sangat tahu, jika aku tidak mencampuri urusan penguasa Klan, jadi tidak perlu memberikan aku benda ini," ucap Penasehat Ming.
__ADS_1
"Ini adalah perintah penguasa, apa Tetua Ming sudah menjadi pembangkang saat ini?baiklah... aku akan memberi kemudahan, jika kau tidak bersedia aku akan memberikan nya pada bocah ini," ucap Pria tua itu.
"Apa maksud mu?" teriak Penasehat Ming seperti kehilangan kesabaran.
"kau sangat tahu maksud ku, aku tidak menyukai jika ada pria lain di sekitar mu," ucap Pria tua itu.
"Lu Muzhong aku sudah katakan tidak akan menggangu tugas mu!" ucap Penasehat Ming semakin kesal.
"hahaha... tenang lah Tetua Ming, kau sudah mengkhianati ku dulu, dan adik mu si Dedengkot Zhou membakar ku tanpa belas kasihan sedikit pun juga, apakah kali ini aku harus mempercayai mu lagi? dan kau bocah, jika kau ingin menjaga kehormatan kekasih mu, kau boleh meminum ramuan ini," ucap Pria tua itu.
Penasehat Ming memejamkan matanya, dan mengetahui apa yang akan terjadi jika dirinya sampai meminum ramuan itu, namun saat membuka matanya Zhi Yuan sudah melepas cadar nya, menelan isi cawan dari pria tua itu, membuat Penasehat Ming terlihat begitu marah. nafasnya memburu dan matanya memerah seperti bara api.
"hahaha seperti nya kekasih ku sedang marah kali ini, bocah kau berhutang banyak padaku, setelah tugas ku selesai aku akan segera mengunjungi mu," ucap pria tua itu dengan wajah begitu serius, dan lenyap dari tempat itu.
Penasehat Ming berdiri dan mencekik leher Zhi Yuan,
"Bodoh... Apa yang sudah kau lakukan?" tanya Penasehat Ming dan mendorong Zhi Yuan, dan melangkah menuju kereta kuda yang menunggu mereka di luar rumah makan itu.
Zhi Yuan hanya diam, melangkah di belakang Penasehat Ming, membuat wanita itu menghentikan langkah nya dan berbalik menatap pemuda karena masih kesal.
"Apa kau pikir sudah melakukan tindakan pahlawan? dengar aku tidak butuh bawahan yang berlagak pahlawan seperti itu, kau sudah melanggar aturan assasin, kau tidak boleh mendahului perintah tuan mu," ucap Penasehat Ming.
Zhi Yuan hanya tersenyum tipis, mendengar penghinaan dari wanita itu,
__ADS_1
"Nyonya, aku tidak bermaksud menjadi pahlawan atau apapun, aku hanya kesal kalian berdebat begitu panjang hanya demi secawan ramuan, seperti nya kau sudah melukai perasaan pembunuh itu, dan aku tahu jika pria tua itu tidak akan berhenti hingga kau meminum nya, aku menyelesaikan masalah kalian semua dengan cepat, dengan minum ramuan itu. jika aku mati kau akan senang, dan pria tua itu juga senang, dan dua tahun yang selalu aku pikirkan akan segera berakhir," ucap Zhi Yuan.