
Hua Mulan menggelengkan kepalanya, dan memejamkan matanya dalam-dalam,
'Jadi itu yang mereka bicarakan barusan, mereka seperti sudah mempersiapkan semuanya,' batin Hua Mulan
Hua Mulan mendekati pangeran Qing Fan,
"Tuan Zhi hanya diam, sepertinya ucapan kalian berdua benar, aahh... aku tidak percaya ini?" Hua Mulan mengatur nafasnya dan mengangguk.
"Pangeran Qing Fan kenapa kau terlambat mengatakan nya? jika saja lebih awal mungkin saat ini aku akan mengikuti mu kekediaman mu, bukankah kau mengatakan akan sabar menunggu ku? jadi kita bisa mulai dari awal," ucap Hua Mulan.
"Bibi Hua tidak ada kata terlambat untuk memulai hidup baru kita, aku akan melakukan apa saja untuk kebahagiaan kita berdua," ucap pangeran Qing Fan.
Wanita itu tersenyum begitu indah, mendekatkan wajahnya ke wajah pangeran Qing Fan,
"Melihat mu melakukan sampai sejauh ini aku tidak akan meragukan semua ucapan tentang kebahagiaan itu, tapi sayangnya sekarang sudah sangat terlambat untuk ku, karena.. belakangan ini Tuan Zhi terlalu menggoda, dan kami secara sembunyi-sembunyi melakukan hal itu, dan aku lupa untuk menggunakan pengaman, mungkin saja saat ini aku sudah mengandung putera dari pemuda itu, jadi aku terpaksa melupakan mimpi kita pangeran, dan dengan terpaksa mengikuti pemuda mesum ini," ucap Hua Mulan.
"Tidak bibi Hua... aku tahu kau sedang berbohong, aku sangat tahu sifat mu, kau tidak akan melanggar batas kehormatan sebagai seorang istri," ucap pangeran Qing Fan.
Hua Mulan tersenyum menarik sedikit lengan gaun nya, memperlihatkan kulit indah di lengan hingga pergelangan tangan nya yang kurus, membandingkan dengan sebuah gelang giok kecil di lengan sebelah nya.
__ADS_1
"Kau tahu aku memiliki tubuh giok bukan? dan kau tahu artinya ini, dan jika masih ragu tanyakan saja kepada tuan Li Zhen Chan, aku yakin jika dua hari yang lalu mendengar kami sedang itu di ruang baca," ucap Hua Mulan,
Pangeran Qing Fan terbelalak menatap Li Zhen Chan, dan pria itu mengerutkan keningnya seperti mengingat saat dirinya di luar ruang baca,
"Jadi itu sebabnya kau berkata, aku masih istri seseorang, kau... dasar wanita murahan," teriak Li Zhen Chan begitu marah.
Hua Mulan mengangkat wajahnya dengan penuh tantangan,
"Benar... bahkan saat masih menjadi istri mu saja aku sudah melakukan hal seperti itu, apalagi saat ini aku menjadi wanita bebas, kami tidak ingin membuang waktu sedikit pun juga," ucap Hua Mulan melangkah mendekati Zhi Yuan, menarik lengan panjang Zhi Yuan dan membawanya keluar dari kediaman keluarga Li.
Terdengar barang-barang mulai di hancurkan dari dalam aula utama itu, dan teriakan marah dari pangeran Qing Fan.
Tidak lama pertarungan di aula itu terjadi, dan dilanjutkan jeritan seorang wanita tua terdengar, Hua Mulan sangat tahu jika itu adalah teriakan mertuanya, dan wanita giok itu tidak mempedulikan nya lagi, dan tidak ingin terlibat dengan apapun.
Hua Mulan begitu diam, tidak ada kata yang keluar hingga memasuki desa fuxian yang terlihat cukup lengang, wajah wanita itu sedikit terangkat tersapu angin sejuk dari daerah pertanian yang terlihat asri, jemarinya memegang pergelangan tangan Zhi Yuan, langkah nya sedikit lebih pelan kali ini.
"Apa itu benar?" tanya Hua Mulan, baru bicara saat gerobak keledai itu sedikit jauh.
Zhi Yuan mengangguk, membuat Hua Mulan memejamkan matanya,
__ADS_1
"Zhi Yuan, aku tidak tahu harus bereaksi apapun saat ini, tapi melihat mu tidak mencoba menjelaskan apapun padaku, membuat ku sedikit tenang, kau tidak mencoba menutupi apapun dariku, dan aku lebih mempercayai itu dari pada segunung kata-kata yang di gunakan menutupi nya, atau membela diri," ucap Hua Mulan.
"Benarkah?" tanya Zhi Yuan menatap Hua Mulan sambil mengerutkan keningnya.
"Apa kau tidak cemburu?" tanya Zhi Yuan lagi.
Hua Mulan menggeleng,
"Aku tidak memiliki waktu untuk hal kekanakan seperti itu, mungkin aku akan membakar rambut wanita itu jika bertemu dengan nya, dan kau harus menggendong ku," ucap Hua Mulan dengan wajah marah dengan sedikit kasar memaksa naik ke punggung Zhi Yuan dan wanita itu menenggelamkan wajahnya di punggung Zhi Yuan.
"Zhi Yuan... apa kau tahu kenapa aku tidak marah padamu?" tanya Hua Mulan.
Zhi Yuan menggeleng, membuat wanita itu tertawa tipis.
"Kita berdua sudah melewati badai besar selama ini, tapi kita masih baik-baik saja, dan pangeran itu hanya meniup angin ke arahku dan berharap aku jatuh. Aku juga orang yang tidak percaya dengan suatu kebetulan, Li Zhen Chan, adik Bing Yan, dan kau berada di rumah judi? bahkan keledai itu tahu jika itu sudah direncanakan seseorang yang ingin membongkar kebusukannya, aku bisa membaca alasan mu melakukan itu, kau bisa saja mengeluarkan pedang mu dan memaksa mereka mengakui perbuatannya, tapi kau berbeda kau membuka kedok mereka tanpa kekerasan sedikit pun, bahkan 10 hari yang lalu kau mengalahkan seorang Kaisar negeri ini, dan memenangkan aku dengan begitu anggun, aku sangat menyukainya, hihi..." ucap Hua Mulan yang menggosokkan pipinya di pakaian lembut Zhi Yuan.
"Tapi apakah kau tahu? ada yang lebih penting dari semua itu Zhi Yuan, mungkin setiap wanita memiliki dasar yang berbeda memilih pasangan mereka, tapi untuk ku ketulusan adalah yang terpenting, meski kau tidak pernah mengatakan perasaan mu padaku, tapi aku bisa merasakan setiap ketulusan dan kehangatan yang kau berikan padaku, itu sangat menenangkan hatiku seperti saat ini, dan aku tidak ingin kehilangan orang yang tulus seperti mu, aku tidak akan pernah rela," ucap Hua Mulan dan mulai tertidur di punggung pemuda itu.
Zhi Yuan mulai menyusul gerobak keledai itu, Hua Daiyan menatap wajah Puteri yang terlelap di punggung Zhi Yuan.
__ADS_1
"Puteri ku yang malang, dia tidak pernah merasakan cinta di hatinya," ucap Hua Daiyan.
"Terlahir dengan tubuh giok dan Dantian putih, membuat nya begitu menjadi rebutan setiap pria, dan putera mahkota sebagai pemenang nya, namun Nyonya Penasehat Ming melarang pernikahan mereka, dan di saat yang sama Dantian putih nya harus di ambil untuk menyegel seekor iblis, kemalangan demi Kemalangan terus menghantam keluarga kami, dan terakhir seperti yang kau saksikan sendiri, dan seperti nya kali ini dia sudah terlalu lelah, dan membutuhkan sandaran untuk beristirahat sejenak," ucap Hua Daiyan.