
Zhi Yuan sedikit melangkah dan mendudukkan Hua Mulan di atas meja membuat wanita itu posisinya sedikit lebih tinggi dari pemuda itu, wanita itu memiringkan wajahnya tangan nya memegang rahang Pemuda itu, tangan Zhi Yuan masuk ke gaun bawah Hua Mulan mengelus paha panjang Hua Mulan,
"Kali ini lepaskan saja!" bisik Hua Mulan di sela-sela ciuman mereka dengan mata yang sendu dan tampak liar.
Dengan sekali gerakan tangan pemuda itu menarik pakaian dalam wanita itu, dan wanita itu seperti membantu nya, mengangkat bokong indah nya dengan kedua tangan nya bertumpu di pinggir meja itu.
Beberapa rambut depan wanita itu terlepas dari gelungan nya dan menutupi sedikit wajahnya, jemari lentik dan panjang menelusuri dada Zhi Yuan, sesekali mengusap permukaan bibir dengan lidah nya sambil menelan ludah.
Wanita itu menunduk menatap sendu bibir lembut Zhi Yuan, dada nya bergetar hebat karena menyadari milik nya sudah tidak terlindungi pakaian dalam, dan memikirkan apa yang bisa terjadi malam ini, dadanya terasa berat memikirkan hal itu, namun wanita itu hanya diam dirinya sudah sangat menginginkan dan menunggu begitu lama hal ini.
Dan seperti tanpa sadar jemari wanita itu berusaha melepas pakaian pemuda itu dan menurunkan pakaian bawah Zhi Yuan.
"aahhhh...." Hua Mulan sedikit mendesah saat pemuda itu menarik sedikit bokong Hua Mulan agar duduk nya sedikit melorot di pinggir meja, dan perlahan mulai menempelkan benda itu di celah yang sudah begitu basah. dalam sedetik wanita itu dapat melihat milik Zhi Yuan yang jauh dari perkiraan nya, bahkan rasa takut sedikit menghinggapi kepalanya, namun begitu ingin benda itu menggaruk miliknya yang sudah berdenyut dan begitu gatal.
Benda besar itu mulai menggesek bibir celah yang terlihat seperti bengkak dan semakin merah itu serta basah, nafas nya seperti berhenti, bibir Hua Mulan terlihat terbuka saat ujung benda itu sedikit terselip namun terpeleset menggerus biji kecil nya membuat rasa geli dan gatal semakin terasa.
"aaahhhhhsssss.... sssstttt...." Hua Mulan sedikit melengkung tubuh nya, merasakan sentuhan benda itu, dan saat ujung itu terselip lagi dan bersiap masuk, wanita itu sedikit tersadar.
"haakkk... aahhh... tunggu Zhi Yuan, aku juga begitu menginginkan hal ini, tapi bagaimana pun juga saat ini aku masih istri seseorang," bisik Hua Mulan yang terlihat penuh kebimbangan.
"aahhhhsss... Zhi Yuan apa yang harus kita lakukan? aku sudah begitu gila saat ini, jangan diam terus bergerak," ucap Hua Mulan yang seperti sudah tidak tahan.
Zhi Yuan mengerti dan melakukan seperti di awal,terdengar sedikit keributan dengan dua penjaga wanita itu, yang berusaha melarang seseorang masuk, dan Hua Mulan dapat mengenali jika suara itu adalah suami nya.
__ADS_1
"Adik Hua, aku membawa kejutan untuk mu, sebaiknya kau keluar," ucap Li Zhen Chan.
Keduanya membeku, secara reflek paha wanita itu merapat namun masih terhalangi oleh pinggang Zhi Yuan, wanita itu menggeleng dan memeluk leher Zhi Yuan, mata keduanya saling menatap begitu dekat, sedetik mata Hua Mulan menatap benda Zhi Yuan yang sedikit terselip di milik nya.
"Nyonya, itu suami mu..." ucapan Zhi Yuan terhenti karena tatapan intimidasi dari Hua Mulan.
"Teruskan..." bisik Hua Mulan,
Wanita itu menatap ke arah pintu perpustakaan itu,
"Lupakan sa-ja Li Zhen Chan, aku sama sekali tidak tertarik dengan apapun darimu, eenggghhh," teriak Hua Mulan, tampak wajah wanita itu sudah di penuhi keringat tubuh nya juga sudah ikut bergerak, tubuh nya sedikit rebah kebelakang dengan bertumpu dengan kedua tangan nya, matanya tidak lepas dari benda mirip kepala ular itu.
"Adik Hua, aku tahu kesalahan ku tidak termaafkan, tapi kita sudah melewati kesulitan puluhan tahun, berikan aku kesempatan menebus semua dosa ku," ucap Li Zhen Chan.
"Pen-jaga jangan izinkan seseorang pun masuk," teriak Hua Mulan dengan nafas tersengal, wanita itu berbalik menatap Zhi Yuan kedua tangannya bergelut di leher Pemuda itu meski tubuh nya rebah kebelakang, kini terlihat wanita itu seperti sedikit membungkuk, dadanya bergerak naik turun, bibir nya terbuka dengan nafas memburu
"Aaahhhhsss.... Zhi Yuan hari ini aku tidak akan melepaskan mu, aku sudah tidak tahan lagi, aku ingin merasakan yang sesungguhnya, Masukan saja! aku sudah tidak sanggup lagi untuk menunggu, aku tidak peduli lagi aku istri seseorang, dan bahkan suami ku ada di luar, atau jika masuk sekalipun ke tempat ini," bisik Hua Mulan, dan perlahan kepada benda itu mulai masuk meski terlihat begitu sulit karena milik Hua Mulan terlihat jauh lebih sempit dari kepala benda itu.
Wanita itu menempelkan kepala nya di samping kepala Zhi Yuan, menahan sedikit rasa perih, bibirnya sedikit terbuka.
"haakkkk.... aahhhhsss.... sssstttt.... pe-lan," suara Hua Mulan bergetar kepalanya mendongak membuat otot lehernya terlihat tertarik dan menggigit bibir bawahnya, matanya sedikit terpejam menikmati sensasi itu, dan meredam teriakan nya.
Benda itu mulai bergerak pelan dan semakin lama semakin dalam, rasa perih dan gatal bercampur menjadi satu membuat Hua Mulan semakin ingin bergesekan, dengan ******* yang tidak pernah berhenti, di luar ruangan itu Li Zhen Chan masih terus mencoba meluluhkan hati Hua Mulan.
__ADS_1
"aaahhhhhsssss.... Zhi Yuan, ini begitu sesak, dan nikmat aahhh," rancau Hua Mulan begitu menikmati setiap inci dari benda Zhi Yuan.
Jemari lentiknya meremas kencang punggung Zhi Yuan kuku jemarinya ada yang menancap di kulit pemuda itu, bahkan jemari kakinya itu merapat menahan kenikmatan yang hampir tidak dapat dilukiskan oleh nya.
Sesekali tubuh bergetar merasakan getaran benda Zhi Yuan akibat petir yang ada di dalam tubuh pemuda itu yang membuat nya begitu geli, sehingga cairan buih semakin banyak keluar, membaluri milik Zhi Yuan dan membuat nya semakin licin dan masuk semakin dalam, ******* nya semakin kencang dan tidak berhenti membuat Zhi Yuan sedikit memelankan hentakan nya, namun hal itu justru membuat Hua Mulan semakin menggila.
"Nyonya pelankan suara mu, suami dan penjaga itu bisa curiga," bisik Zhi Yuan.
"Aku tidak peduli Zhi Yuan, selama bisa bersama dengan mu, aku tidak peduli lagi," bisik Hua Mulan, dan menatap ke arah milik nya yang terlihat cembung mengkilap karena begitu basah, dan semakin merah dan terasa begitu gatal.
"Aaahhhhhsssss.... Zhi Yuan, apa yang terjadi? aku seperti ingin pipis," bisik Hua Mulan yang tidak pernah tahu jika wanita bisa keluar saat berhubungan, dan sudah tidak mendengar ucapan Li Zhen Chan.
Cairan sudah meluber begitu banyak hingga menetes ke meja berdecit itu, dan juga lantai.
"Ibu, aku disini," terdengar Li Buya di Depan pintu
Hua Mulan menatap ke arah pintu, namun masih bergerak mengimbangi gerakan Zhi Yuan.
"Li Buya? aahhh... putera ku, hari ini ibu sedang membuat catatan penting, tidur lah lebih awal," teriak Hua Mulan dan dengan cepat mendekap Zhi Yuan.
bibir Hua Mulan terbuka, dan seperti kesulitan untuk bernafas, nafasnya terengah-engah,
"aaahhh..., aahh.. Zhi Yuan... a-ku tidak tahu apa ini, tapi a-ku benar-benar akan keluar... lebih kencang... eennnghhhh.." bisik Hua Mulan, bibirnya menghisap kencang lidah Zhi Yuan, dan gerakan tubuhnya mulai kasar seperti ingin menelan semua benda Zhi Yuan.
__ADS_1
"eenggghhh... eenggghhh... aaagggrrhhhhsss....," pekikan Hua Mulan terdengar sambil mengejan hebat, wanita itu mencengkram punggung Zhi Yuan, untuk sesaat keduanya membeku, nafas mereka seperti berhenti dan perlahan mulai teratur disertai kedutan dari perut Hua Mulan.