
Semua orang di tempat itu mulai berteriak, dan seperti sudah terbiasa Tuan Huang Jong maju ketengah-tengah pertemuan itu.
"Bagaimana tuan-tuan, apa ada yang mau membayar hutang tuan Li Zhen Chan, jika mampu maka surat bukti kepemilikan harta ini, dan wanita cantik itu akan menjadi milik kalian," teriak Huang Jong sambil menunjuk Hua Mulan.
Seorang pejabat Biro peradilan yang lebih muda berdiri dan membaca sebuah gulungan,
"Seperti aturan kita jika hutang begitu tinggi maka bisa dipecah-pecah, dan akan di lelang, dan jika ada yang melunasi secara utuh dia akan mendapatkan nya sebagai prioritas pertama, namun tidak bisa melebihi dari jumlah hutang,"
"untuk pertama, 1 rumah makan dan 2 penginapan mewah di ibukota, apa ada yang menawar? aku akan membuka dengan harga 50 ribu koin emas," teriak pejabat muda itu.
Semua orang terdiam, kebanyakan menggelengkan kepala mereka, meski mereka kaya tapi uang sebesar itu hanya di miliki beberapa orang saja.
"Tuan sebaiknya lupakan saja, tidak akan ada yang membelinya meski kau membunuh semua orang," teriak seseorang di belakang sambil tertawa.
"Baiklah kami akan membelinya dengan setengah harga saja," ucap seseorang lagi yang terlihat duduk berkelompok, yang seperti sudah memiliki kesepakatan.
Dan akhirnya tidak ada kesepakatan saat pelelangan kekayaan milik Li Zhen Chan, bahkan kediaman nya hanya mendapatkan penawaran tertinggi 30 ribu koin emas, jauh dari yang di inginkan Huang Jong.
Pejabat muda Biro peradilan hanya menggeleng.
"Tuan Huang penawaran tertinggi semua harta itu hanya 55 ribu koin, hanya tinggal Nyonya Li saja, ini akan sulit mencapai 150 ribu, tidak ada yang membeli seorang wanita seharga 95 ribu," ucap pejabat itu.
"Jika tidak mencapai, tidak apa-apa, aku akan menyimpan semuanya untuk diriku sendiri," ucap Huang Jong matanya tidak pernah lepas dari wajah Hua Mulan.
Namun saat pelelangan untuk Hua Mulan, semua orang mulai berlomba,
"Baiklah aku mulai dengan harga 8 ribu koin emas," ucap pejabat Biro peradilan itu
beberapa orang mulai mengangkat tangan,
8500, ucap seorang bangsawan tua.
"9000," teriak seseorang lagi.
__ADS_1
"10 ribu," teriak teriak seseorang lagi.
"10. 500.... 11. 000," mereka terdengar bersahutan.
"20 ribu," ucap seorang pemuda, membuat semua penawar itu terdiam.
Pemuda itu duduk dengan satu kaki terangkat ke paha satu nya, sebuah kipas putih di tangan nya sedang mengipasi wajah tampan nya, pemuda itu mengenakan pakaian putih bergaris keemasan, pemuda itu tidak lain adalah pangeran Qing Fan.
Semua orang bergemuruh, beberapa orang menarik nafas dalam-dalam jika ada orang yang menawar wanita setinggi itu, 20 ribu koin emas hanya beberapa orang saja yang pernah melihat uang sebanyak itu, setidaknya memerlukan dua peti besar untuk membawa nya.
Beberapa orang mulai berbisik tentang kebenaran rumor itu.
"Mereka sangat serasi, jadi benar mereka sudah menjalin hubungan saat Nyonya Hua masih diam di kediaman keluarga Li," bisik seseorang yang bisa di dengar oleh hampir semua orang, dan lebih mirip pengumuman daripada bisikan.
Huang Jong menggelengkan kepalanya,
"Baiklah sepertinya tidak akan terkumpul uang itu, baiklah kita tutup lelang ini tanpa kesepakatan," teriak Huang Jong, yang sama sekali tidak tertarik dengan tawaran pangeran Qing Fan.
Pangeran Qing Fan naik ke atas panggung,
Dan kembali membuat semua orang bergemuruh, tidak percaya harga wanita melebihi harga kediaman keluarga Li yang begitu luas dan megah bagai istana.
"Hahaha... pangeran aku tahu kegemaran mu terhadap wanita cantik, tapi harga itu tidak sebanding dengan keindahan nyonya ini, kau bisa melihatnya sendiri Nyonya Hua memiliki kharisma seorang Dewi khayangan, 40 ribu hanya sebanding dengan kalung ku ini," ucap bangsawan Huang Jong, memperlihatkan sebuah kalung dengan bandul sebuah kristal berwarna hijau pudar.
Zhi Yuan menyipitkan matanya menatap bangsawan Huang Jong, keributan kecil mulai terjadi antara pendukung pangeran Qing Fan dan penduduk Huang Jong, Hua Mulan berdiri dari bangku nya, memejamkan matanya, semua jalan terlihat buntu baginya, tangan nya bergetar, dan sedikit mundur, wajah nya menatap Zhi Yuan.
"Zhi Yuan... aku dulu selalu bertindak dengan akal, mungkin jika tidak mengenal mu aku akan menutup mata di nikahi pria itu seperti pernikahan pertama ku, dan hidup ku akan kembali normal, dan tidak perlu ada drama yang sangat tidak aku sukai seperti ini, tapi setelah merasakan mimpi dongeng kita, aku sangat ingin mempertahankan nya, untuk pertama kalinya aku benar-benar menginginkan sesuatu begitu besar seperti ini," ucap Hua Mulan dengan wajah memelas dan menggeleng.
"Zhi Yuan, aku tahu ini tidak dewasa, tapi selama 39 tahun hidup, tubuh ku ini terasa seperti makam dingin dan sepi, tidak ada bedanya aku dengan mayat, jadi nanti malam cabutlah pedang mu aku akan melemaskan tubuh ku dan mengikuti gerakan mu, aku akan selalu di pelukan mu hingga akhir, jika pun aku mati, i-tu.... itu akan lebih baik daripada menikah dengan orang lain," bisik Hua Mulan, mata nya sudah memerah dan berair.
Pejabat Biro peradilan berdiri dan memperlihatkan wajah seram yang menyaingi raja neraka.
"Nyonya Li, waktu mu sudah habis, silahkan mendekat ke tuan Huang Jong," ucap pejabat itu seperti begitu marah, namun suara nya tertelan oleh keributan antara pangeran Qing Fan dengan Huang Jong.
__ADS_1
Hua Mulan masih menatap Zhi Yuan kepala nya menggeleng
"Tidak... Zhi Yuan, tolong pertahanan aku!!" bola mata Hua Mulan bergerak menatap mata Zhi Yuan bergantian, wajah nya terlihat begitu panik.
"Zhi Yuan apa yang harus kulakukan? aku akan melakukan apapun yang kau perintahkan padaku saat ini," suara bergetar Hua Mulan seperti seorang istri meminta pendapat dari suaminya.
Zhi Yuan menatap Hua Mulan, dan mengingat senyum indah nya saat menari pagi itu di jalanan desa, dan mengambil keputusan.
"Pergilah nyonya," ucap Zhi Yuan begitu dingin.
"a-pa? Zhi Yuan?" kedua bola matanya kembali menatap mata Zhi Yuan seperti tidak percaya apa yang di dengar nya, kedua jemari lentik nya yang semula meremas kerah pakaian Zhi Yuan bergetar menjauhi pakaian pemuda itu.
Wajah nya terlihat begitu terpukul, kepalanya tertunduk dan hanya mengangguk.
"Kita akan menanggung nya bersama, Nanti malam aku akan melakukan nya, sekarang pergilah," ucap Zhi Yuan pelan, membuat wajah wanita itu berubah, matanya berkaca-kaca seperti begitu berterimakasih.
"Terimakasih.... Aku akan mempercayakan hidupku padamu, kau benar kita sudah berjanji untuk menanggung semuanya bersama," bisik Hua Mulan ingin sekali memeluk pemuda itu namun kesadaran nya masih tersisa, dengan perlahan wanita itu berbalik, melangkah di atas panggung batu begitu pelan mendekati bangsawan Huang Jong.
"Semuanya diammm..... " teriak pejabat biro peradilan mulai kehilangan kesabarannya, membuat suasana jadi hening.
Pejabat yang terlihat bengis itu menatap semua orang dengan tatapan marah, dan saat tidak ada yang bicara mata nya kembali normal dan mengangguk,
"Nyonya silahkan," ucap pejabat itu lagi dengan nada sedikit rendah.
Pangeran Qing Fan sudah berhenti berdebat dengan orang-orang itu, dan menatap kekasih khayalan nya sedang menuju pria gemuk yang seperti tidak memiliki leher itu.
"hahahaha... kemarilah adik Hua, aku seperti tidak sabar menunggu 10 hari lagi, dengarkan kalian semua, aku akan mengundang semua orang di tempat ini dalam pernikahan ku 10 hari lagi," ucap Huang Jong terlihat seperti hewan buas menatap daging segar.
Tangan Pangeran Qing Fan mengepal erat seperti begitu marah dan cemburu dengan bangsawan Huang Jong, namun mereka tidak berani melawan aturan secara terang-terangan, namun rencana besar sudah mulai mengisi kepalanya.
"Ini sudah sangat bukan urusan ku lagi," ucap Zhi Yuan memejamkan matanya seperti begitu kesal dengan semua situasi ini.
Pemuda itu sedikit mundur dan turun dari panggung batu itu, semua orang hanya terfokus pada wanita cantik yang melangkah begitu anggun. Zhi Yuan mengambil kesempatan itu untuk masuk kerumunan, pemuda itu dengan cepat menaikkan ikatan rambut seperti ekor kuda, ujung runcing rambut nya kini hanya mencapai leher belakang nya, dan mengenakan cadar nya, serta merapikan pakaian nya seperti seseorang ingin pergi.
__ADS_1
"Tegakkan wajah mu meski kehormatan mu sudah di hancurkan, nanti malam semua akan berakhir, aku akan pergi dengan pria yang aku inginkan, meski ke neraka sekalipun," gumam Hua Mulan menabahkan hatinya, merasa kematian jauh lebih baik daripada berpisah dengan Zhi Yuan.
"95.000" ucap seseorang yang terlihat sudah tua namun wajahnya begitu bersih dari bulu, yang di temani seorang pria mengenakan pakaian bangsawan tinggi dengan caping bercadar, pria tua itu tampak setengah membungkuk seperti seperti layaknya seorang pelayan.