
Penasehat Ming menatap ke arah orang yang menawar dengan harga begitu tinggi itu, dan sangat mengenal nya, dan juga orang yang bercaping dengan cadar gelap itu. Wanita itu mengangguk dan mulai mengerti benang merah dari semua nya.
Penasehat wanita itu mulai mengeluarkan tehnik meramal nya dan menatap wajah seseorang dari sela-sela tirai bambu itu, yang menikmati makanan nya, namun dirinya tidak bisa melihat masa depan orang itu, membuat bibir tersenyum.
"Jadi seperti ini, saat aku memutuskan akan menemui pemuda itu, aku benar-benar kehilangan kemampuan ku melihat masa depan, berarti tebakan ku benar, pemuda itu adalah sumber dari tidak terbaca nya semua masa depan mereka, dalam sekali gerakan pemuda itu dapat merubah takdir orang-orang itu melawan apa yang sudah di tuliskan, membunuh nya adalah penyelesaian masalah ku," batin Penasehat Ming, yang masih mengamati kegaduhan di atas panggung itu.
"Kecantikan Nyonya Hua sangat unik, dia tidak bisa di bilang manis, namun justru wajah dingin nya membuat pria tidak akan pernah merasa bosan, bahkan aku yang juga seorang wanita mengagumi nya," batin Penasehat Ming.
**
Sementara keadaan di atas panggung itu menjadi sunyi saat seorang pria tua menawar Hua Mulan dengan harga tidak masuk akal, semua orang terdiam termasuk para pejabat biro peradilan itu yang tidak berani bicara, semua orang yakin jika pria bercaping itu adalah Kaisar, dan pria tua itu adalah seorang Kasim, namun tidak ada yang berani membongkar penyamaran mereka.
Hua Mulan berhenti melangkah, dan tahu jika semua sudah berakhir, hatinya terasa mencelos dan hampir tidak bisa berpikir apapun lagi.
"Itu adalah Kaisar, dan semua kemungkinan ku untuk bersama Zhi Yuan sudah pupus, meski Zhi Yuan kultivator hebat, tapi istana kekaisaran bukanlah seperti sekte yang bisa di tembus oleh seseorang, tidak mungkin dia masuk istana yang di jaga ribuan prajurit dan puluhan kultivator suci, Z-hi Yuan.... selamat tinggal, dan selamat datang neraka," batin Hua Mulan yang akan membutuhkan topeng dingin nya lagi, matanya menatap ke arah tempat Zhi Yuan berdiri semula, namun pemuda itu sudah tidak ada di tempat nya.
"Zhi Yuan kau dimana? aku hanya ingin menatap mu untuk terakhir kalinya, aku mohon izinkan aku melihat mu,' batin Hua Mulan.
__ADS_1
Pejabat Biro peradilan paling senior itu berteriak kencang,
"Baiklah..... penawaran sudah berakhir dan sesuai jumlah hutang, tuan anda membeli nyonya ini, dan tuan-tuan tadi sudah membeli harta kekayaan lain nya," ucap pejabat itu membuat pria tua itu mengangguk dengan puas, karena sudah berhasil membuat majikannya begitu senang.
Hakim tua itu sedikit maju,
"Jadi mulai hari ini bukti kepemilikan harta, dan Nyonya Li Hua Mulan akan berada di tangan pembeli nya masing-masing, jika dalam 10 hari tuan Li Zhen Chan tidak berhasil membayar maka jaminan akan sepenuhnya milik kalian, pelelangan ini aku tutup dalam hitungan ketiga," ucapan hakim senior itu sedikit terhenti seperti mengambil nafas.
"satu...."
"dua..."
"Demi dewa.... Zhi Yuan tolong aku, aku tidak ingin kembali menjadi seperti dulu," gumam Hua Mulan dengan suara gemetar, pelupuk mata nya memerah, dan berair, serta hatinya terasa begitu perih.
Dan dengan begitu berat wanita itu melangkah kan kaki nya ke arah pria tua yang mendekati nya dari bawah panggung, air matanya merembes, topeng dingin nya sudah tidak berguna lagi, karena hati wanita itu sudah begitu hangat karena cinta.
Wanita itu mencoba melangkah ke arah pria tua yang sudah membelinya, dan melangkah melintasi panggung karena pembeli nya berada di sudut kanan. Dengan kepala tegak Hua Mulan menuju takdir nya, namun tiba-tiba bola mata yang di penuhi air itu sedikit teralihkan oleh benda yang terjatuh tidak jauh dari hadapan nya.
__ADS_1
"trankkkkk......"
Dan sebuah kristal sebesar gagang pedang dengan panjang 20 centimeter, memiliki ujung runcing di kedua ujungnya, dan berwarna hijau terlempar di hadapan Huang Jong membuat langkah Hua Mulan berhenti, sudut matanya mulai menatap sekeliling siapa yang memiliki benda semahal itu.
Pejabat Biro peradilan terdiam, dan dia sangat tahu jika koin emas tidak dapat menandingi batu mulia itu.
Wajah Huang Jong memucat, dengan sedikit berlari, tangan pria gemuk itu bergetar hebat mengambil batu kristal berwarna hijau di hadapan nya, seperti tidak rela jika benda itu tergeletak di lantai bata itu, dan semua orang di tempat itu tidak ada yang berani bicara, bahkan mereka harus menahan nafas karena melihat benda itu.
"Batu roh sebesar ini, dan sangat berkualitas, ini jauh dari kwalitas kalung milikku, setidaknya ini dari binatang roh dua ribu tahun, dan bernilai 200 ribu koin emas, aku menerima nya," ucap Huang Jong, yang merasakan aura dari kristal itu, bangsawan itu memanggil beberapa bawahan nya, untuk memeriksa keaslian benda itu. semua bawahan Huang Jong terlihat begitu tegang, tangan mereka juga bergetar sambil mengangguk.
"Katakan apa benda itu cukup untuk membeli Nyonya ini, dan melunasi semua hutang tuan Li Zhen Chan?" tanya seorang Pemuda berdiri di belakang Hua Mulan.
"Deggg...." dada Hua Mulan seperti berhenti mendengar suara orang yang memiliki batu roh itu.
"Suara serak ini? Zhi Yuan? ini tidak mungkin, aku terlalu memikirkan nya selama beberapa hari, membuat suara orang lain terdengar seperti suara nya," batin Hua Mulan dan begitu ingin mendengar suara itu lagi, namun tidak berani berbalik, karena takut akan begitu terpukul jika itu orang bukan Zhi Yuan.
Tubuh Hua Mulan mulai bergetar, dan berlutut dengan kedua tangan menyatu di depan dadanya, wanita itu mulai berdoa begitu dalam agar suara itu benar-benar milik Zhi Yuan, dan seseorang sudah berdiri di dekat wanita itu. Hua Mulan mendongakkan wajahnya menatap wajah pembeli nya, Air matanya kembali seperti air sungai keluar seperti tidak terbendung, bibir basah yang bergetar di rapatkan agar air mata nya tidak keluar lagi, dan perlahan wanita itu menyatukan kembali kedua tangannya di depan dada dan berdoa begitu dalam.
__ADS_1
Penasehat Ming membuka sedikit bibirnya, bibir bawahnya yang terlihat lebih tebal membuat nya semakin sensual saat di biarkan terbuka seperti itu, dan tersenyum memperlihatkan gigi indah nya,
"Aku tidak akan melakukan itu jika menjadi dirinya, ini tidak pernah terjadi, Kaisar tidak akan menerima penghinaan ini," gumam penasehat cantik itu.