Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 134 - Lepasnya segel Suci


__ADS_3

Kaisar muda itu mengangguk seperti berpikir, namun Kaisar itu hanya berpura-pura berpikir, keinginan bersama penguasa istana Giok sudah membutakan nya,


"Biksu suci, kau sudah pernah menghadapi iblis ini ketika begitu kuat, aku sangat yakin kau bisa melakukan nya lagi jika iblis ini berulah lagi, sekarang lepaskan saja," ucap Kaisar muda itu menatap Penasehat Ming.


Penasehat Ming maju ke depan, dan melepaskan lencana milik Hua Daiyan ke udara, lencana itu terlihat melayang dan mengeluarkan sinar berwarna keemasan, membuat mata iblis itu terbuka,


Asap hitam pekat mulai keluar dari tubuh iblis itu dan berputar di sekitar tubuhnya, seluruh simbol suci di rantai itu mulai bersinar, membuat teriakan mengerikan keluar dari iblis itu, dan perlahan warna keemasan itu melebar dan kini rantai itu terlihat terbuat dari bara api yang begitu panas.


"aaakkkhhhhssss....." teriakan iblis itu, asap hitam itu mulai terhisap oleh rantai, tangan iblis itu memegang rantai api itu, dan menarik nya kuat-kuat, dan perlahan rantai itu mulai tercabut dati dinding batu yang menanamnya satu per satu. mata merah iblis itu mulai menatap mangsa nya, dan semakin bersemangat mencabut sisa rantai lain nya.


"prannkkk...."


"prannkkk...."


Biksu itu merapal mantra dan tiba-tiba seluruh rantai itu hancur, Biksu sepuh itu melesat ke udara dan melepaskan sebuah tapak tepat di Dantian iblis itu, sebuah Aray keemasan muncul, beberapa totokan di lepaskan ke bagian perut dari iblis itu membuat nya berhenti berteriak, tubuh nya seketika melemah kembali. Biksu itu memegang pakaian iblis itu dan mendarat perlahan di lantai.


Dan pagi pun tiba, kini paviliun bulan mulai tertutup, hanya orang-orang tertentu saja yang boleh memasuki nya.


****


Beberapa hari di istana membuat Zhi Yuan begitu bosan, bangunan-bangunan besar membuat pencahayaan yang masuk begitu minim, bahkan lantai bata lebih sering terlihat basah karena kurang nya sinar, dan bisa di bilang gelap, meski sekarang terlihat begitu banyak pekerja yang datang untuk memoles nya karena ibu suri sudah memberi izin untuk melangsungkan pernikahan Kaisar dengan penguasa istana Giok.

__ADS_1


Orang-orang di tempat itu begitu sibuk dan tidak saling mempedulikan satu sama lain, dan hari itu seorang wanita dengan pakaian kebesaran memasuki paviliun Chun Yan, dan Zhi Yuan menatap tusuk rambut wanita itu berbentuk bunga kerisan emas, membuat pemuda itu dengan cepat berlutut, wanita itu mendekat ke arah Zhi Yuan, namun belum sempat wanita itu bicara seorang wanita lain nya dari dalam Paviliun Chun Yan sudah keluar dan menghampiri.


Penasehat Ming membungkuk memberi hormat,


"Yang Mulia," ucap Penasehat Ming.


Wanita itu mengangguk, dan melangkah masuk ke dalam Paviliun Chun Yan, dan duduk di tempat utama yang biasa di duduki Penasehat Ming, dan sekarang wanita klan Munzhi itu duduk di depan nya.


"Yang Mulia, anda berkunjung," ucap Penasehat Ming


"Penasehat Ming, besok malam adalah bulan penuh, dan ahli perbintangan mengatakan akan ada gerhana matahari besok, istana kekaisaran ini di kuasai kultivator api, besok mereka dalam keadaan lemah, aku sedikit khawatir," ucap ibu Suri.


"Yang Mulia, apa maksud anda?" tanya Penasehat Ming memiringkan kepalanya, karena dirinya tidak bisa mengeluarkan tehnik membaca ingatan setiap bertemu orang.


Penasehat Ming mengangguk,


"Yang Mulia benar, aku juga pengendali api, besok kami akan begitu lemah, tapi Yang Mulia tidak perlu cemas, aku masih bisa melindungi Yang Mulia jika yang Mulia menginginkan nya, lagipula Biksu suci Guan sudah menyegel Dantian nya," ucap Penasehat Ming.


Wanita itu menggeleng,


"tidak perlu melindungi ku, lagipula kita berdua tahu sisa usiaku tidak lama lagi, aku sudah begitu banyak berbuat dosa pada mendiang suami ku, mungkin ini takdir ku, jadi besok lewat tengah malam datang lah paviliun bulan, untuk mengambil Dantian itu," ucap ibu Suri, meski sudah berusia 70 tahun namun tubuhnya terlihat ramping, dan cukup menarik.

__ADS_1


***


Bulan penuh mulai muncul saat langit belum benar-benar gelap, dan semakin malam cahaya nya semakin terang,


Seorang pelayan wanita secara mengendap-endap masuk ke paviliun bulan dan seperti sudah sangat tahu tempat itu. pelayan wanita itu membawa sebuah nampan lengkap dengan sebuah baskom dengan darah segar dari wanita muda yang di temui nya di pinggiran sungai.


"Tuan ku, ini adalah darah perawan ke 99 segel suci di Dantian anda akan segera lepas, kau harus melakukan perintah dari pangeran Qing Fan malam ini," ucap pelayan itu dan meletakkan nampan di atas meja tidak jauh dari ranjang tertutup tirai.


Darah dalam baskom itu terlihat bergejolak dan seperti hidup darah itu meliuk-liuk melayang dan mulai masuk ke dalam ranjang itu,


"clap.... clap..... clap...." terdengar seperti suara seekor binatang meminum air, dan diakhiri dengan geraman yang terdengar mengerikan.


Pelayan wanita itu terlihat tersenyum, mata menjadi hitam seluruh nya, melepaskan tusuk rambut nya dan tersenyum tidak kalah mengerikan, pelayan wanita itu melepaskan pakaian nya dan seperti tidak sabar masuk kedalam ranjang bertirai itu.


Dan mulai terdengar dua orang yang sedang menikmati keindahan birahi, dan tidak berselang lama ibu suri sudah menghancurkan atap ranjang itu beserta tirai nya, tampak seorang pria terlihat sedang bergerak buas di atas tubuh wanita yang terlihat mengerikan dan erangan yang terdengar begitu lirih.


Pria berambut panjang itu menghentikan kegiatan nya dan melepaskan hubungan mereka, pria itu mencekik wanita mengerikan itu dan menghisap jiwa nya, membuat pelayan mengerikan itu menjadi seperti kayu kering tak bernyawa, dan melempar nya dengan begitu saja. Pria yang masih telanjang itu turun dari ranjang dengan senyum iblis nya mendekati ibu Suri yang terlihat begitu tenang.


"Kekasihku kau tidak perlu cemburu, apa kau juga menginginkan hal seperti itu? dulu kita pernah melakukan sekali, dan sekarang kau sudah melepaskan ku, dan kita akan menjadi sepasang iblis yang melakukan hal itu setiap malam," ucap iblis itu.


Pria itu menciumi leher indah dari ibu suri membuat nafas wanita itu sedikit tersengal,

__ADS_1


"aahsss.... kakak Xia, hentikan!! A-ku sudah tidak menginginkan hal itu lagi," ucap ibu Suri dan mulai berontak saat pinggang ramping nya di peluk tangan kekar dari kekasih iblis nya.


***


__ADS_2