
Xu Guang Zhou mengambil daging untuk Wu Xiang Yu, namun niat nya di urungkan, karena hanya orang yang benar-benar dekat boleh melakukan, seperti yang di lakukan Xiao Ling kepada Zhi Yuan, tidak akan ada orang yang mempertanyakan nya, karena mereka semua tahu ketiganya sudah dekat sejak usia anak-anak.
"Nona Wu silahkan dinikmati hidangan nya," ucap Xu Guang Zhou.
Wu Xiang Yu hanya mengangguk, namun mata nya masih menatap ke arah Zhi Yuan,
"Tetua Yun, disini angin nya sedikit kencang, biarkan aku duduk di tempat mu," ucap Wu Xiang Yu.
Wanita itu dengan cepat bergerak ke dekat Zhi Yuan tanpa memperdulikan Tetua muda Yun Fei terlihat enggan untuk meninggalkan tempat nya.
Wu Xiang Yu duduk dan cukup lama menatap wajah Zhi Yuan,
"Makan yang pelan, benar ucapan kakak Ling mu itu, kau terlihat kurus, makan lah daging ini," ucap Wu Xiang Yu dan memberikan daging dari mangkuk nya.
Semua orang di meja itu menatap tingkah aneh Wu Xiang Yu yang sama sekali tidak pernah terlintas dalam benak mereka, semua orang mengetahui jika Zhi Yuan tidak begitu mengenal Wu Xiang Yu.
Zhi Yuan hanya menatap daging pemberian Wu Xiang Yu di atas mangkuk nya,
"Nyonya, aku dengar dari tuan muda Tang Zheng, jika anda sudah menikah," ucap Zhi Yuan yang sedikit memindahkan bangku duduk menjauhi Wu Xiang Yu.
"Menikah?" ucap Wu Xiang Yu tidak mengerti, mata indahnya menatap ke semua wajah di meja itu, dan berhenti di wajah Tang Wuzheng.
Tang Zheng menelan ludah nya, dan tertawa begitu dipaksakan,
"bocah bodoh, kami mengatakan jika calon jodoh mu Wu Huaran yang menikah, hahahaha, sangat lucu," tawa Tang Zheng, wajah nya sedikit memerah karena untuk pertama kalinya di tatap begitu dalam oleh wanita itu.
Semua orang di tempat itu terpaksa ikut tertawa, agar mencairkan suasana, dan berpura-pura mulai menikmati hidangan, dan usaha mereka tidak sia-sia, orang-orang mulai berbincang satu sama lain, membuat suasana sedikit ramai.
Melihat semua orang sibuk dengan urusan masing-masing, Wu Xiang Yu mengambil kesempatan itu, wanita itu mendekatkan wajahnya ke telinga Zhi Yuan,
__ADS_1
"Aku tidak suka jika pria lain memandangi punggung ku, berikan jubah mu, atau aku akan mengatakan semuanya sekarang," bisik Wu Xiang Yu sambil berpura-pura kedinginan, bola matanya bergerak seperti isyarat agar Zhi Yuan menutupi punggung terbuka nya, namun pemuda itu tidak mengerti cara memberikan jubah milik nya.
Namun sayangnya Wu Xiang Yu tetaplah Wu Xiang Yu sekecil apapun gerakan nya selalu mendapat perhatian orang.
"Nona besar Wu kau terlihat kedinginan, jika kau tidak keberatan kau bisa memakai jubah ku," ucap Xu Guang Zhou sambil berdiri.
Wu Xiang Yu menggeleng,
"kau tidak perlu repot adik Xu, maafkan aku berpakaian begitu tidak sopan di acara seresmi ini, tapi aku benar-benar harus terburu-buru tadi, aku datang ke tempat hanya ingin... ingin bertemu de- ngan..." ucapan Wu Xiang Yu melambat dan di panjang kan, matanya menatap Zhi Yuan, jemari lentiknya mulai mencubit di paha Zhi Yuan di bawah meja.
"ehemmm... " Zhi Yuan meletakkan mangkuk makan nya dan mengelap bibirnya dengan sapu tangan untuk menyelesaikan makan nya,
"Nona besar Wu, kau bisa mengenakan jubahku, jika kau mau," ucap Zhi Yuan dengan cepat melepaskan jubah hitamnya dan menyelimuti kepala Wu Xiang Yu, membuat wanita itu seluruhnya tertutupi oleh jubah Zhi Yuan.
Zhi Yuan tersenyum begitu kaku kesemua orang, Xu Guang Zhou dan Xiao Ling baru menyadari bahwa itu senyum pertama yang dilihat dari teman kecil nya itu, dan kini semua orang sudah menatap mereka penuh pertanyaan.
Kepala Wu Xiang Yu sekarang sudah keluar dari jubah Zhi Yuan dan menatap sekeliling, semua orang kini menatap nya kecuali Tetua Yun Fei yang tertunduk sambil mengelus kening karena sudah mengetahui semuanya.
"Kalian berdua begitu aneh, Nona besar Wu, kami bukanlah orang bodoh, dan aku yakin kalian sedang menyembunyikan sesuatu?" ucap Xiao Ling dengan mata sedikit menyipit.
Zhi Yuan hanya diam, sudut matanya menatap kearah Wu Xiang Yu yang masih sedikit tersenyum, kening Xu Guang Zhou sedikit berkerut seperti sedang menebak apa yang sedang terjadi dan menarik nafas dalam-dalam seperti sudah menarik kesimpulan.
"Adik Ling, apa yang kau bicarakan, mereka tidak mungkin memiliki rahasia bersama, ini hanya salah paham saja," ucap Xu Guang Zhou yang terlihat begitu dewasa.
"Tidak kakak Xu, ini bukan salah paham," ucap Wu Xiang Yu, wajah nya berubah begitu serius.
"kakak?" beberapa orang di tempat itu bicara bersamaan karena Wu Xiang Yu jauh lebih tua dari Xu Guang Zhou, bahkan beberapa saat yang lalu wanita itu masih memanggil Xu Guang Zhou dengan sebutan adik Xu.
Zhi Yuan melebarkan sedikit matanya, dada nya mulai berdebar, namun tiba-tiba kedua huruf di bawah mata nya terasa seperti terbakar begitu perih, dan perlahan rasa perih itu menghilang bersamaan dengan hilangnya debaran di dada nya, membuat wajah pemuda itu kembali tenang.
__ADS_1
Zhi Yuan mulai mencari cara agar Wu Xiang Yu tidak bicara, dan mulai mengingat saat di sungai saat lidah api memukul nya hingga pingsan.
"ini hanya perlu sedikit keributan, dan aku akan pingsan," batin Zhi Yuan.
Wu Xiang Yu mulai bicara,
"Ini sedikit sulit memanggil kalian dengan sebutan apa, tapi cepat atau lambat aku pasti akan memanggil kalian dengan, aahhh," ucapan Wu Xiang Yu terhenti, saat jemari panjang Zhi Yuan sudah memegang paha sisi dalam nya, meski dari luar pakaian wanita itu.
Bibir merahnya sedikit terbuka, wajah wanita itu memerah dan seperti membeku, bola matanya menatap tidak percaya ke arah Zhi Yuan, dan perlahan wanita itu memejamkan matanya dalam-dalam.
"Nona besar Wu anda tidak apa-apa?" tanya Xiao Ling.
Wu Xiang Yu perlahan membuka matanya, nafasnya mulai teratur lagi, sambil mengangguk, tangan Zhi Yuan kini sudah tidak di paha wanita itu lagi.
"Aku tidak apa-apa Kakak Ling, aahhkkk...," kembali mata Wu Xiang Yu terpejam wajah nya sedikit tertunduk dalam-dalam, karena tangan Zhi Yuan kembali menyentuh pahanya karena wanita itu memanggil Xiao Ling dengan sebutan Kakak.
Zhi Yuan mendekatkan wajahnya ke telinga Wu Xiang Yu.
"Nona besar Wu, aku dengar perisai Phoenix Api akan memukul orang yang menyentuh mu," bisik Zhi Yuan.
Wu Xiang Yu hanya mengangguk, otak nya mulai berpikir tujuan Zhi Yuan melakukan itu,
"Bocah ini bicara tentang Phoenix Api ku, dia ingin aku mengeluarkan dengan menyentuh tubuh ku," batin Wu Xiang Yu.
Tangan Zhi Yuan yang ingin meninggalkan paha wanita itu, namun tiba-tiba tangan kanan Wu Xiang Yu menahan nya, wanita pemilik kecantikan Dewi itu memegang tangan Zhi Yuan agar tidak bergerak, wanita itu sedikit meringis menahan gejolak di dadanya.
Kini wajah Zhi Yuan yang menjadi sedikit panik, tidak menyangka jika Wu Xiang Yu begitu berani.
"Nona besar Wu, seperti nya anda kurang sehat, sebaiknya anda beristirahat, dan lupakan masalah ini," ucap Xu Guang Zhou begitu perhatian.
__ADS_1
"su-dah aku katakan, a-aku baik-baik sajaahhh," ucap Wu Xiang Yu bersikeras, wanita itu seperti menguatkan tekad nya, tangan kanan nya kini begitu erat memegang jemari Zhi Yuan dan membawa jemari itu menelusuri pakainya, dan kini jemari itu sudah menyentuh langsung kulit halus dari paha Wu Xiang Yu, membuat Zhi Yuan semakin panik.
"Apa kau puas? perisai itu tidak akan berguna jika hatiku mengizinkan nya," bisik Wu Xiang Yu, dengan nafas mulai tersengal, dan tampak gigi tajam nya mengigit bibir bawahnya untuk mencoba meredam gairah nya.