Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 87 - Meninggalkan kediaman keluarga Li


__ADS_3

Hua Mulan melangkah pelan, menuju kediaman nya, namun seorang wanita sudah di depan nya dengan kedua tangan menyilang di bawah dada nya.


"Kakak Hua, kau seperti nya dari kediaman tamu, apa ada yang kau bicarakan hingga kau hampir tidak bisa melangkah, apa dia begitu hebat?" tanya Liu Bing Yan menatap sinis ke arah Hua Mulan.


"Plakkkkk..." sebuah tamparan mendarat di pipi Liu Bing Yan membuat wanita itu memejamkan matanya dengan wajah menunduk.


"Teruslah berpikiran seperti itu, karena itu akan membuat mu selalu di belakang ku," ucap Hua Mulan.


Liu Bing Yan mengangkat wajahnya dan melayang tamparan balasan nya, namun di tahan oleh Hua Mulan.


"kau?" hanya itu yang keluar dari bibir Liu Bing Yan


"kau tidak pantas bicara hal seperti itu dengan ku, aku hanya diam selama ini bukan berarti tidak tahu apapun tentang pelayan muda yang selalu keluar jendela kediaman mu pagi-pagi buta itu, sebaiknya bercermin sebelum ingin menindas ku," ucap Hua Mulan dan meninggalkan wanita yang terlihat bergetar karena menahan kemarahannya.


Beberapa hari di kediaman Li,


Zhi Yuan tidak pernah keluar dari ruangan nya, pemuda itu mempelajari tehnik pengobatan yang diajarkan oleh Hua Daiyan, hanya beberapa pelayan yang mengetahui jika ruangan khusus tamu itu ada yang menempati, bahkan Li Zhen Chan suami Hua Mulan, hanya mengetahui jika ada tamu dari mertuanya namun tidak pernah bertemu dengan pemuda itu.


Zhi Yuan keluar dari ruangan nya karena sudah kehabisan isi guci dan melangkah keluar dari kediaman keluarga Li, mencari kedai minuman terdekat, beberapa orang mengawasi nya dan pemuda itu tidak perduli, gelap mulai datang bersamaan dengan hujan di sertai petir, namun Zhi Yuan semakin menikmati isi guci ditemani hidangan yang memang di sediakan oleh kedai itu.


"Hujan begitu deras, pemuda itu benar-benar menyia-nyiakan hidup nya," gumam Hua Mulan saat mendengar jika pemuda itu tidak kembali ke ruangan khusus tamu di kediaman Li, dari bibir pelayan nya.


"Awasi saja, beritahu aku jika pemuda itu sudah kembali," ucap Hua Mulan merapikan pakaian tidur nya yang tipis dan masuk ke dalam ranjang yang hangat.


Wanita itu mencoba memejamkan matanya namun bayangan dirinya bertengkar dengan Zhi Yuan selalu muncul, hampir semua orang akan tertunduk di depan nya, bahkan seorang pangeran Qing Fan selalu bersikap manis, sangat berbeda dengan Zhi Yuan yang bicara pedas dan acuh, memperlakukan nya sangat berbeda dari semua orang.


"Kenapa aku mengingat selalu mengingat bocah kurang ajar itu? dia bahkan memaki ku tanpa ragu," batin Hua Mulan, dengan sungging ketidak percayaan.


Namun tiba-tiba dada nya terasa hangat saat bayangkan pemuda itu memeluk dari belakang dan memakaikan cincin, saat tubuhnya penuh keringat dingin dan Zhi Yuan membiarkan saja wanita itu menggigit tangan nya,


"Tapi dia juga begitu hangat, dia selalu memeluk ku saat aku sangat membutuhkan perlindungan, aku bahkan membicarakan beban hidup ku selama ini padanya, satu hal yang tidak pernah ku lakukan kepada siapapun, dan itu sangat melegakan hatiku, meski dia hanya diam tapi sorot matanya mampu menguatkan hatiku, aku bisa bertahan hanya dengan menatap mata nya saja, aahh ini sangat tidak masuk akal beban yang tidak bisa ku bagi kepada suami dan putera ku, tapi aku meluapkan dengan begitu mudah padanya," batin Hua Mulan.

__ADS_1


Wanita itu memejamkan mata nya sambil mengelus cincin di telunjuknya, namun kini kepalanya menggeleng dan keningnya berkerut saat mengingat jemari pemuda itu menekan pinggang nya saat melepaskan pakaian nya, kenangan yang membuat tubuh nya terasa aneh serta panas, dan tiba-tiba wanita itu terbangun. Memasuki tengah malam wanita itu mulai tertidur setelah lelah puluhan kali berputar di ranjang nya mencari posisi tidur yang nyaman.


Hujan mengguyur semalam penuh, petir menyambar membuat malam menjadi siang dalam sedetik, menjelang pagi hujan juga mereda dan hanya menjadi gerimis kecil, menciptakan kolam-kolam kecil di lantai halaman luas kediaman keluarga Li.


blaarrr...


Tubuh seorang pemuda menghantam pintu membuat pintu itu pecah, dan pemuda itu terlempar keluar dari kediaman Hua Mulan. Pemuda itu terlihat tinggi dengan tubuh kekar setengah berlutut sambil memegang dada nya, pemuda gagah itu hanya mengenakan pakaian tidur berwarna putih.


Seorang laki-laki lain yang tidak lain suami Hua Mulan keluar dari kediaman Hua Mulan dan wanita itu mengejar suami nya yang sedang mengajar pemuda gagah itu. Hua Mulan mencoba menjelaskan namun beberapa pukulan mendarat di wajah wanita itu.semua orang penghuni kediaman keluarga Li keluar dan melihat apa yang terjadi dini hari itu, tampak beberapa pelayan membawa lentera meski langit sudah membiru.


"Putera ku apa yang terjadi?" teriak wanita paling senior di kediaman itu, sedikit tergesa mendekati kerumunan itu.


Li Zhen Chan memegang pedang dan mengacungkan nya ke arah pemuda gagah itu.


"Lihat ibu, wanita ****** itu sedang bermesraan di ruang tidur nya, padahal aku sedang tidur di ruang kerja ku, dia bahkan berani membawa seorang pria saat aku ada di rumah ini," ucap Li Zhen Chan penuh kemarahan.


Li Zhen Chan menebaskan pedangnya ke leher pria gagah itu, namun dengan mudah pria itu menahan,


Beberapa pengawal yang ada di tempat itu menyerang pemuda gagah itu, namun sayangnya pemuda itu memiliki kemampuan yang cukup tinggi dan berhasil melarikan diri.


"Tidak... jangan pergi!!" teriak Hua Mulan.


Hua Mulan menggeleng, sekarang tidak ada lagi orang yang mampu menjelaskan kejadian itu, wajah nya penuh lebam dan darah mengalir dari bibir dan hidung nya bercampur dengan air hujan, pakaian tidur nya kotor dan basah karena genangan air di halaman belas bata keabu-abuan itu, Li Zhen Chan suaminya menatap nya dengan penuh kemarahan.


"Suami.... aku tidak melakukan apapun, aku mohon dengarkan aku, aku di jebak," ucapan Hua Mulan terhenti saat rambut nya sudah di tarik oleh mertua wanita nya.


"di jebak? kau.... wanita pelacur, aku hampir percaya jika kau wanita setia, karena terlihat begitu santun, aku sama sekali tidak menyangka kau bisa berbuat begitu menjijikan seperti ini, aku tidak percaya kau menyembunyikan kebusukan di balik topeng menantu berbakti ini," teriak mertua wanita nya itu beberapa tamparan keras di wajah Hua Mulan membuat wajahnya semakin berantakan, sudut mata wanita malang itu sesekali menatap ke kediaman Zhi Yuan.


"Kali ini aku akan memanggil Tetua kota, agar mereka menghakimi mu, kau akan di masukkan ke keranjang babi dan diarak ke seluruh kota dan terakhir akan tenggelam di danau ini," teriak Li Zhen Chan, yang sudah tidak bisa menahan diri nya.


Wajah Hua Mulan menggeleng, memikirkan hukuman begitu berat akan di terima nya

__ADS_1


"Ayah.... jangan ayah, ampuni ibuku," ucap Li Buya berlari dan berlutut di depan ayah nya, begitu juga dengan Li Song Yu Puteri tiri Hua Mulan ikut berlutut.


"Ayah... meski aku masih muda, aku tahu ibu pertama tidak akan melakukan hal kotor seperti ini," teriak wanita muda itu seperti tidak bisa menahan kekesalan nya.


Li Zhen Chan tidak menggubris ucap Puteri nya, dan mendekati Li Buya,


"Apa? kau membela perbuatan ibu mu itu? melihat perbuatan ibumu, aku jadi tidak yakin jika kau adalah putera ku, saat aku pergi berapa pria sudah menikmati lubang dari wanita pelacur itu, kau bukan anak ku, dan kau Song Yu diamlah, ini urusan orang dewasa," teriak Li Zhen Chan seperti orang gila.


Li Song Yu berdiri memegang ayah nya,


"Aku tidak akan diam, ini benar-benar tidak masuk akal ayah..." teriak nya sambil menggoyangkan tangan ayah nya, namun pria berbibir tipis itu mendorong Puteri nya hingga terjatuh sambil menangis.


Hua Mulan bersujud di kaki Li Zhen Chan,


"Suami, kau boleh menghina ku atau membunuh ku, tapi aku berani bersumpah dia adalah putera mu," ucap Hua Mulan dan memeluk putera nya sambil menangis.


Liu Bing Yan berlari dari kediaman nya dan berpura-pura begitu terpukul,


"Suami tenangkan dirimu, Li Buya adalah satu-satunya penerus keluarga ini, pikirkan baik-baik, sebaiknya kita selesaikan masalah ini diam-diam, dan jangan sampai keluar dari rumah ini," ucap Liu Bing Yan.


"Tidak adik Hua, aku tidak ingin melihat wanita pelacur ini ada di rumah ku, dan juga anak nya," ucap Li Zhen Chan.


"ibu mertua, bagaimana menurutmu?" tanya Hua Bing Yan.


Mertua wanita itu maju mendekati putera nya.


"Ini menyangkut nama baik keluarga Li, jika ini tersebar akan sangat memalukan, kau Hua Mulan mati terlalu baik untuk mu, mulai hari ini kau bukan bagian dari keluarga ini, sekarang lepaskan semua perhiasan mu, pergi dari kediaman ku," teriak wanita itu.


Hua Mulan memejamkan mata dalam-dalam,


"Suami?" ucap Hua Mulan dengan suara bergetar, dan seperti memohon di hadapan Li Zhen Chan.

__ADS_1


__ADS_2