Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 130 - Empat hari kebersamaan.


__ADS_3

Empat hari itu seperti yang di ucapkan oleh Penasehat Ming, Zhi Yuan begitu memanjakan Hua Mulan membuat wanita itu curiga,


"lan'er apa yang kau paling kau inginkan?" tanya Zhi Yuan, saat mereka menuju rumah sederhana dengan membawa ikan hasil buruan mereka berdua di sungai.


"Berhenti... cukup suami!" ucap Hua Mulan dan memeluk tubuh Zhi Yuan.


Zhi Yuan hanya membisu,


"Jangan seperti ini, kau membuat ku takut, selama dua hari ini kau begitu memperhatikan ku, dan aku tahu kau bukan pria hangat seperti ini, kau terpaksa melakukan nya demi diriku, aku bukan wanita bodoh, katakan apa yang terjadi? a-pa kau akan meninggalkan ku? apa istri-istri mu tidak setuju dengan ku?" tanya Hua Mulan menatap mata Zhi Yuan seperti mencari kebenaran dengan berkaca-kaca.


"Ji-ka seperti itu, aku tidak akan mempersulit dirimu, mereka wanita sama seperti ku, dan tahu bagaimana rasanya jika pria yang kita cintai menyukai wanita lain, tapi izinkan aku bertemu dengan mereka, meski mereka memukuliku aku akan menerima nya, karena kesalahan ku mencintai suami mereka, kesalahan yang tidak akan pernah aku sesali karena mencintai pria seperti mu," ucap Hua Mulan dan kini sudah berlutut memegang jubah Zhi Yuan.


Zhi Yuan melepaskan ikatan ikan di tangan nya, mengangkat tubuh Hua Mulan dan menggendong nya,


"Ini tidak seperti yang kau pikirkan, hanya saja aku harus berkultivasi tertutup selama tiga tahun, dan besok aku akan membawa kedua istriku bertemu dengan mu," ucap Zhi Yuan.


"Bocah bodoh kenapa kau tidak mengatakan dari awal, aku tidak akan melarang mu berkultivasi, tiga tahun tidak berpengaruh apapun padaku, aku akan menunggu mu dengan sangat sabar, tapi istri-istri mu itu, kenapa begitu mendadak? aku belum siap, katakan apa aku terlihat begitu kotor?" tanya Hua Mulan dan memeluk leher Zhi Yuan begitu manja.


Namun kedua membeku saat semua orang, termasuk beberapa orang yang datang berobat menatap mereka dari gerbang rumah sederhana itu dengan tatapan kesal,


"suami sebaiknya turunkan...


"buuggg..... aaakkkhhh.. bocah gila," teriakan Hua Mulan saat tubuhnya sudah menghantam tanah karena Zhi Yuan melepaskan gendong nya dengan begitu cepat.


***


Esok harinya, Hua Mulan terlihat begitu gugup, dan selalu terkejut dengan hal-hal kecil, wanita itu bahkan tidak fokus dengan apapun membuat Hua Daiyan sedikit kesal. pria tua itu melihat Puteri nya selalu bicara seorang diri di depan cermin.


"Hormat ku kakak pertama, kakak kedua, aku Hua Mulan, seorang janda... aahhh tidak, jika seperti itu mereka akan menindas ku seperti tahu," Hua Mulan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, dan kembali membuat kalimat perkenalan yang lebih anggun.


Di sisi lain Hua Daiyan dan Zhou Zhiping mengenakan pakaian yang cukup bagus, bahkan Zhou Zhiping mengenakan pakaian setengah militer yang membuat terlihat begitu gagah dan berwibawa, untuk menyambut para pendeta dan seperti acara begitu resmi, mereka berbincang dengan para pendeta, dan semua orang sudah pergi tinggal hanya mereka saja.

__ADS_1


Zhi Yuan datang dari ibukota untuk mengurus kekayaan yang begitu banyak saat ini, pria itu masuk ke ruangan keluarga meletakkan dua papan roh dan di letakkan di sebuah rak di rumah mereka, berjejer dengan papan roh milik ibu Hua Mulan.


"lan'er, mereka ini adalah kedua istriku," ucap Zhi Yuan membuat Hua Mulan dan ayah nya membeku, hanya Zhou Zhiping yang tampak tenang karena sudah mengetahui semuanya.


"Su-ami... katakan apa maksud semua ini?" tanya Hua Mulan dengan mata melebar.


"Wu Xiang Yu, dia adalah istri pertama ku, dan Zhang Ziyi adalah istri kedua ku, keduanya sudah meninggal cukup lama," ucap Zhi Yuan.


Hua Daiyan menatap begitu lama wajah Zhi Yuan dan mengingat tentang ucapan pemuda itu tentang tragedi dalam hidup pemuda itu, pria tua itu menepuk bahu Zhi Yuan seperti menabahkan pemuda itu.


"aahhh... maafkan aku Zhi Yuan, aku benar-benar tidak tahu jika seperti ini," ucap Hua Daiyan dan keluar dari ruangan itu, dan memerintahkan beberapa pekerja nya membeli peralatan ritual.


Malam itu mereka sudah selesai melakukan ritual untuk kedua istri Zhi Yuan, tampak Hua Mulan begitu bersungguh-sungguh bersujud mengenal dirinya di depan papan roh itu dan menyiapkan teh untuk keduanya.


"Kakak Wu, kakak Zhang, aku Hua Mulan terimalah hormat ku," ucap Hua Mulan begitu sopan, dan terlihat begitu serius.


Di istana Giok puncak gunung Huanlun,


"Apa ini? aku demam? pengendali air tingkat akhir, aku bisa membekukan udara, dan mampu berubah menjadi salju, bahkan bisa tidur di bawah sungai es, a-ku tidak pernah terpikirkan jika bisa demam, ini begitu menakutkan, sebaiknya aku mengambil selimut," gumam Zhou Lu Zi sedikit gugup, kepala dimiringkan seperti masih bingung, dan dengan cepat mengambil sebuah selimut, membungkus dirinya seperti kepompong dan masuk ke pembaringannya.


"aku butuh obaattttttt," teriak wanita itu membuat istana itu bergetar.



ilustrasi Zhou Lu Zi ( sedikit kegilaan akan membuat hidup mu lebih berwarna)


***


Jauh di sisi Utara daratan itu, sebuah rumah indah tidak jauh dari makam penjaga gerbang timur , tampak rumah itu di jaga ketat oleh beberapa pengawal dan pelayan yang cukup banyak, dan sebuah kereta kuda yang di kawal beberapa prajurit Kekaisaran memasuki nya.


Aakkk.... sssstttt.... seorang wanita tertusuk jarum saat menjahit sebuah pakaian, wanita itu menggeleng melihat darah di telunjuk tangan kirinya,

__ADS_1


"Aku begitu ceroboh, dan kenapa hatiku terasa begitu kesal?"



(ilustrasi Wu Xiang Yu saat berusia 65 tahun)


"Ibu? bagaimana bisa terluka?" ucap seorang wanita yang terlihat seusia dengan nya.


Wu Xiang Yu hanya tersenyum,


"Tidak apa, ini hanya luka kecil," ucap wanita itu dan berdiri menyambut wanita yang memanggil nya ibu itu .


"Biar aku yang menyelesaikan nya ibu," ucap wanita itu namun Wu Xiang Yu dengan cepat mengambil peralatan menjahit nya dan menjauhkan nya dari hadapan kedua nya.


"Tidak perlu, ini adalah kewajiban ibu, pakaian suami mencerminkan ketulusan seorang istri," ucap Wu Xiang Yu tersenyum dan mengelus kepala wanita di depan nya.


Namun seorang pria berusia sekitar 65 tahun masuk ke ruangan itu dan terlihat begitu gagah dengan pedang matahari di punggung nya.


"Ibu, aku akan membantu pelayan untuk menyiapkan makan malam," ucap wanita itu dan berpapasan dengan pria itu.


"Ayah, ibu terluka lagi," ucap nya dan meninggalkan kedua di ruangan itu.


"Kau masih menjahit pakaian untuk nya?" tanya Pria itu yang tidak lain Xu Guang Zhou, mengelus jenggotnya yang runcing dan tidak terlalu panjang.


Wu Xiang Yu mengangguk, wajah nya terlihat begitu tenang.


"Musim dingin akan segera tiba, aku tidak ingin suamiku kedinginan di alam sana, kejadian malam itu seperti baru kemarin saja, aku masih bisa merasakan tubuh nya yang perlahan mendingin di pelukan ku," ucap Wu Xiang Yu matanya menerawang ke masa lalu, dan kantung matanya serta hidung nya mulai memerah.


Xu Guang Zhou menarik nafas dalam-dalam dan mengangguk,


"Baiklah... aku hanya mampir sebentar, sebaiknya kita makan, malam ini aku harus berangkat, karena ada tugas di perbatasan," ucap Xu Guang Zhou.

__ADS_1


****


__ADS_2