Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 72 - Gunung Huanlun


__ADS_3

Di ujung selatan Kekaisaran Qing, tidak jauh dari gunung Huanlun, tempat berdirinya istana Giok, Jalan setapak di bawah hutan bambu, malam itu tampak terang, bayangan hutan bambu tampak jelas di bawah sinar rembulan yang malam itu memperlihatkan seluruh wujud nya.


Seorang pemuda melangkah gontai menelusuri jalanan setapak itu yang semakin lama jalan itu semakin melebar, beberapa bangku panjang terlihat di pinggir jalan itu, dan kini tampak sebuah lentera menyala terlihat jauh di depannya, menunjukkan jika jalan itu mendekati sebuah desa.


Sorot mata kehijauan nya begitu hampa, meski dia memiliki mata yang begitu jernih, dengan bulu mata lentik dan alis datar yang tebal, membuat nya menjadi mata tercantik yang pernah di ciptakan.


Setelah keluar dari makam Zhi Yuan begitu kebingungan, bagaimana dirinya bisa hidup dan bagaimana dengan Dewi Zhang Ziyi yang mengatakan mati bersama nya? pemuda itu mencoba mencari tahu keberadaan Dewi Zhang Ziyi ke Kuil Suci Teratai Emas namun tidak ada yang tahu, dengan berbekal cadar pemberian Dewi Zhang Ziyi yang menutupi hidung, pipi dan bibirnya pemuda itu tanpa lelah mencoba mencari tahu, dan setelah lima tahun berlalu, akhirnya Zhi Yuan yang bertemu dengan Liu Yen pendekar pedang naga kembar, di ujung selatan Kekaisaran Qing, dan menceritakan semua kejadian malam itu, Zhi Yuan begitu terpukul dan mulai menyalahkan dirinya sendiri, dan kini sudah tiga tahun pemuda itu seperti menghancurkan hidupnya sendiri.


Zhi Yuan duduk di sebuah bangku kayu di pinggiran jalan setapak itu, sesekali melirik ke arah cincin di telunjuknya, dengan sedikit konsentrasi, mata nya menatap tumpukan kristal berbagai warna dan kitab milik nya, dan sedikit koin perak yang tersisa, dan sebuah pedang rusak.


"Aahhh... tidak banyak yang berubah, 10 koin emas, 30 koin perak, dan pedang yang sudah hampir tidak berguna," guman pemuda itu, Zhi Yuan memasukkan 3 koin emas dan seluruh koin peraknya ke kantung uang nya dan meletakkan di balik jubah hitamnya.

__ADS_1


Zhi Yuan menghabiskan tiga tahun terakhir nya untuk alkohol dan mencari lawan yang tangguh baik dari kalangan putih atau hitam, pemuda itu tidak pernah melewatkan pertarungan mautnya, namun tidak ada yang mampu membunuh nya, meski masih di ranah pendekar raja, namun kemampuan matanya melihat energi qi lawan membuat selalu tahu harus bertindak dalam setiap kematian yang mendatangi nya.


Sering muncul nya Zhi Yuan dalam turnamen untuk mencari lawan, membuat dunia kultivator membicarakan nya, dan tidak membutuhkan waktu lama Zhi Yuan lebih terkenal dengan julukan si cadar gila, karena kegilaan nya yang tidak memiliki rasa takut melewati celah-celah kematian yang begitu tipis, namun pemuda itu jarang membunuh lawan nya, seperti nya si cadar gila hanya mencoba merasakan jurus terkuat dari lawan nya, dan hingga saat ini tidak ada yang tahu nama asli Si Cadar Gila.


Tangan kirinya mengeluarkan guci kecil yang terselip di pinggangnya,


"Teman kecil, seperti kau hanya tinggal sedikit," ucap Zhi Yuan dan meneguk nya, tangan kanan nya meremas shal yang tergantung di lehernya, tidak ada sobekan sedikit pun dari kain yang selalu menyembunyikan dua huruf indah di bawah mata kirinya.


"Aku bahkan tidak pernah merasakan bermain sewaktu kecil," gumam Zhi Yuan senyum kecil nya muncul, masa pemuda itu begitu dingin hanya perkelahian dengan Liu Fang membuat nya terhibur, dan saat remaja nya di habiskan di hutan tua.


"Tiga puluh tiga tahun terkubur, tidak menambah pengalaman dan pola pikirku, setidaknya pemikiran ku saat ini seperti seorang berusia 65 tahun, tapi aku merasa itu baru kemarin, tidak banyak yang berubah," batin Zhi Yuan.

__ADS_1


"Sekarang aku di ranah alam raja tingkat delapan, tulang ku sudah di tingkat tulang sutra emas, itu membuat ku mampu bertarung cukup lama, tapi bagaimana bisa?setiap orang hanya mencapai tingkat tujuh, tapi aku di tingkat delapan, harus nya ke ranah legenda," batin Zhi Yuan lagi.


Seorang wanita berpakaian hitam dan bercadar, melesat diantara pohon bambu, dan beberapa orang mengejar nya, wanita itu berlari dengan tehnik meringankan tubuhnya ke arah barat, melompat dari dahan ke dahan, meski sesekali harus menyentuh tanah karena tidak ada dahan yang tepat.


Walaupun dalam kegelapan dan di bawah hutan bambu, namun wanita itu begitu gesit bergerak dan meninggalkan para pengejar nya yang di ranah pendekar ahli dan dua di ranah pendekar raja.


Wanita itu tiba-tiba menjatuhkan bungkusan kain hitam tidak jauh dari tempat Zhi Yuan meminum isi guci kecil nya, melihat barang nya terjatuh wanita itu merubah gerakan membuat cadar penutup wajah nya terlepas oleh ranting bambu.


Seperti tidak peduli wanita itu mendarat di dekat barang nya, dan sesaat menatap ke arah Zhi Yuan.


"Pedang ini benar-benar menyulitkan pergerakanku, " batin wanita itu, karena pedang di punggung nya tersangkut di ranting bambu membuat barang nya jatuh, dan cadar nya lepas.

__ADS_1


"Tidak ada waktu lagi, " guman nya.


__ADS_2