
Delapan Penasehat Kaisar duduk mengelilingi Kaisar muda yang sedang berdiri menatap ke arah jendela sebuah menara tertinggi di kekaisaran Qing. Wajah Kaisar yang memiliki usia 43 tahun itu terlihat penuh kemarahan dan juga tekanan.
Satu-satunya wanita di tempat itu duduk dengan menyilangkan kaki nya, sambil memainkan kuku tangan nya seperti mainan yang begitu menarik meski itu adalah pertemuan yang begitu menegangkan bagi ketujuh penasehat lain nya.
"Yang Mulia aku sudah mengatakan jika kau tidak bisa menikahi penguasa istana Giok," ucap wanita itu meniup ujung kukunya seperti berbicara dengan bocah kecil.
"Nyonya Penasehat Ming mohon kesopanan anda berbicara di tempat seperti resmi ini," ucap salah seorang Penasehat yang terlihat begitu sepuh itu.
"uhukkk...." tiba-tiba pria sepuh itu memuntahkan darah, beserta seluruh giginya, dan berlutut karena merasakan panas di perut nya.
Dengan cepat pria sepuh itu duduk bersila mengatur elemen api milik nya, wajahnya semerah bara dan asap mengepul dari kepala nya, dan perlahan wajah nya kembali normal penuh dengan keringat.
"Aku sudah duduk di tempat ini sejak kakek kalian masih bocah, seharusnya kalian yang menjaga cara kalian bicara, bukan lagi mengajari ku tentang etika," ucap Penasehat Ming yang di beberapa rambut nya masih terlihat kaku karena membeku oleh es abadi penguasa istana Giok.
"Sudah cukup nyonya Penasehat," ucap Kaisar muda itu menenangkan Penasehat Ming, dan wanita itu menarik nafas nya dalam-dalam meredakan kemarahan nya, dan pria sepuh itu berhenti meringis dan berusaha bangkit kembali duduk di tempat nya, dengan bibir penuh darah.
"Nyonya Penasehat, kali ini aku tidak dapat menerima nya, saat aku muda kau sudah melarang ku menikahi Nona Hua Mulan saat itu aku menurut, tapi kali ini aku tidak akan menerima nya, nyonya penguasa istana Giok harus menjadi pendamping ku," ucap Kaisar Qing itu.
"Yang Mulia? aku...
Namun seorang pria berdiri, wajah cerdas nya yang dulu kini tampak terlihat ke arah bijaksana karena termakan usianya, pria itu adalah Yang Yu Feng yang kini sudah menjadi Penasehat Kaisar Qing atas jasa nya menghabisi Sang Penjaga Gerbang Timur.
"Nyonya Penasehat karena anda sudah tidak bisa melihat masa depan Kaisar lagi, jadi katakan kekuatan apa yang bisa menghancurkan Kekaisaran Qing ini?" tanya Yang Yu Feng.
"Kekuatan gunung Huanlun," ucap Penasehat Ming, yang kini terlihat sedikit bersemangat.
Yang Yu Feng mengangguk dengan wajah begitu serius, dan mengelus jenggotnya yang semakin panjang dan berwarna keperakan.
"Gunung Huanlun? katakan Nyonya siapa yang mampu menggerakkan kekuatan mengerikan itu?" tanya Yang Yu Feng lagi.
"Tentu saja penguasa Istana Giok," ucap Penasehat Ming.
Yang Yu Feng menarik nafasnya dalam-dalam,
__ADS_1
"baiklah jika seperti itu, bagaimana jika orang itu menjadi pendamping Kaisar kita? maka saat itu tidak ada kekuatan lain yang perlu kita khawatirkan lagi, apakah aku benar?" tanya Yang Yu Feng.
Semua orang mengangguk, dan Kaisar muda itu terlihat begitu senang karena keinginan nya menikahi wanita salju itu akan segera tercapai.
Penasehat Ming menatap ke arah Yang Yu Feng, bibirnya sedikit tersenyum karena telah berhasil menjerat nya dengan kata-kata nya sendiri, wanita itu menatap dalam-dalam ke arah Yang Yu Feng bibirnya bergerak sedikit sambil mengepalkan tangan kanannya.
Tidak lama wanita itu membuka matanya, dan menatap telapak tangan nya, dan wanita itu tertawa begitu pelan.
"Kalian berdua dalam masalah besar, Penasehat Yang, berhati-hati lah tadi pagi aku masih bisa melihat masa depan mu, harus nya hari ini kau kehilangan semua gigimu seperti Penasehat Huang, tapi sekarang aku tidak lagi bisa melihat masa depan mu, kau sudah terseret masuk dalam pusara yang tidak ditulis langit, aku tidak tahu ini baik atau buruk, aku harap akan segera terjawab," ucap Penasehat Ming.
Meski wajahnya sedikit pucat, namun mendapatkan dukungan dari Kaisar muda itu membuat Yang Yu Feng hanya mengangguk,
"Kali ini aku akan mengambil resiko nya Nyonya," ucap Yang Yu Feng dengan nada merendah.
Penasehat Ming berdiri dan melangkah menuju pintu,
"Aku sudah bersumpah kepada penguasa istana Giok terdahulu, dengan kemampuan ku untuk selalu menjaga nyawa Kaisar ini, tapi kemampuan ku sudah lenyap, jadi tidak ada gunanya lagi aku berada di tempat ini, dan satu hal lagi Yang Mulia, seratus pembunuh mu di bantai oleh penguasa istana Giok, sebaiknya kau tidak mengejar lencana itu untuk saat ini," ucap Penasehat Ming membuat semua orang di tempat itu mengerutkan kening mereka. karena mereka sama sekali tidak tahu tentang itu.
"Yang Mulia apa maksud ucapan Nyonya Penasehat?" tanya Yang Yu Feng.
"Tidak ada apa-apa," ucap Kaisar muda itu yang terlihat sedikit pucat.
Penasehat Ming masih memunggungi semua orang, kepalanya mengangguk dan hanya tersenyum,
"Tidak ada apa-apa?" gumam Penasehat Ming dan keluar dari ruangan itu.
***
Siang itu pangeran Qing Fan sedang duduk di lantai dua rumah makan mewah, beberapa pelayan wanita berdiri di dekatnya menuangkan minuman beralkohol untuk nya, dan tiba-tiba Yang Yu Feng sudah menghampiri nya dan duduk di hadapan nya.
Jemari pangeran Qing Fan melambai memberi isyarat agar semua pelayan itu pergi, dan pangeran tampan itu menuangkan minuman beralkohol itu di cawan Yang Yu Feng, pria yang kini sudah berambut putih itu mengangguk, namun tidak meminum nya.
"Penasehat Yang, apa ada yang ingin anda sampaikan?" tanya pangeran Qing Fan tersenyum begitu ramah.
__ADS_1
Yang Yu Feng mengangkat cawan nya dan memperhatikan cawan kecil itu,
"Aku hanya sedang bosan membaca pergerakan para pangeran bodoh yang ingin menduduki jabatan tinggi, tapi tidak berani menjadi tertinggi," ucap Yang Yu Feng yang mulai duduk menyender dan tampak lebih nyaman.
"hahaha... penasehat apa maksud anda?" tanya pangeran Qing Fan menggaruk kepalanya seperti orang bodoh.
"Pangeran Qing Fan.... pemabuk, penjudi, suka main perempuan, tidak memiliki masa depan yang cerah, seorang pangeran yang menghamburkan kekayaan ayah nya," ucap Yang Yu Feng menatap dengan tatapan merendahkan.
"hahaha... penasehat Yang, kau datang hanya untuk menghinaku?" tanya pangeran Qing Fan masih mencari gatal di kepala nya.
"Bukan aku pangeran, tapi semua orang kecuali aku, mereka semua akan memandang sebelah mata padamu dan itu berakibat fatal, karena kau memiliki ambisi besar, dan sangat menakutkan, kau tahu betul apa yang terjadi dan kau sangat bersabar, kau tahu jika Penasehat Ming bisa membaca siapapun yang akan mengancam Kaisar, dan kau mengarahkan serangan kepada putra mahkota, dan kau tahu Penasehat cantik itu tidak mau terlihat masalah penggulingan putera mahkota asal tidak menjalar ke nyawa Kaisar. jadi kau seperti singa yang menyembunyikan cakar," ucap Yang Yu Feng membuat pangeran Qing Fan menghentikan garukan di kepala dan berubah menjadi begitu serius.
"Penasehat Yang, aku tidak mengerti ucapan mu," ucap pangeran Qing Fan.
Yang Yu Feng tersenyum, masih memegang cawan nya,
"Kau tidak perlu repot-repot mencari kultivator hebat untuk melenyapkan aku pangeran, karena aku akan membantu mu, dan katakan masalah hari ini, dan ini adalah tugas seorang Penasehat yang akan menjadi pelayan mu kelak," ucap Yang Yu Feng.
"Kau sudah begitu banyak tahu Penasehat, seharusnya kau tidak bertanya lagi," ucap pangeran Qing Fan meneguk isi cawan nya.
Yang Yu Feng mengangguk seperti begitu bersemangat mendapat tantangan dari pangeran Qing Fan.
"aahhh... tentu saja aku tahu, kau seorang jenius dalam strategi, tapi masa muda godaan wanita memang yang mendominasi, dan tentu saja istri tertua Li Zhen Chan, Nyonya Hua Mulan," ucap Yang Yu Feng.
Pangeran Qing Fan terlihat tenang, dan tidak jadi meneguk isi cawan nya, namun sorot matanya menjadi begitu serius.
"Melihat reaksi mu, dugaan ku berarti benar, semakin wajah mu tenang, itu berarti hatimu semakin khawatir, lagipula semua orang membicarakan kalian, kau adalah salah satu pria tergagah di ibukota, dan Nyonya Hua merupakan merak putih di antara gerombolan unggas, bahkan angsa yang cantik seperti permaisuri negeri ini tidak akan cukup layak berbaris dengan nya, dan banyak yang membuat gosip jika kau pernah menyelinap ke kamar wanita itu, dan pikiran liar mereka menjadi begitu penasaran bagaimana kalian berdua jika benar-benar berada dalam satu ranjang," ucap Yang Yu Feng.
Pangeran Qing Fan hanya tersenyum tipis, tidak ada kata-kata yang keluar dari bibir nya, dan sangat ingin pikiran Yang Yu Feng menjadi kenyataan.
"Mungkin banyak yang percaya gosip itu, tapi Nyonya Hua bukan wanita yang bisa di beli dengan hadiah seperti yang kau lakukan selama ini, dia wanita yang memiliki kesetiaan kepada suami nya, dan wanita itu akan lepas, saat sang suami melempar nya kejalanan," ucap Yang Yu Feng dan meletakkan cawan nya yang masih berisi.
"Kau pandai berstrategi, aku hanya membuka pintu, tugas mu mencari jalan, dan juga berhenti lah karena alkohol akan membuat jalan pikiran mu rusak," ucap Yang Yu Feng menepuk pelan bahu pria itu dan meninggalkan pangeran Qing Fan dalam permainan mimpi nya.
__ADS_1