
"Aku tidak peduli lagi Zhi Yuan, aku.... benar-benar tidak peduli lagi dengan isi kepala mereka, Zhi Yuan bawa aku ke penginapan," ucap wanita itu, pemilik kedai minuman itu menelan ludah nya, pria itu begitu mengenal siapa wanita cantik itu.
"Nyo-nya di sebelah ada penginapan, tapi ini tidak sesuai dengan standar anda Nyonya," ucap pemilik kedai minuman itu.
mata Hua Mulan perlahan menatap mata Zhi Yuan,
"Aku bukan gadis 14 tahun, jadi aku tidak akan menuntut banyak," bisik Hua Mulan dan sorot matanya terlihat begitu lelah.
Zhi Yuan memeluk bahu Hua Mulan dan membawanya ke sebuah penginapan yang berdampingan dengan kedai tempat nya minum, wanita itu terlihat mengikuti keinginan pemuda itu tanpa keraguan sedikitpun juga.
Pangeran Qing Fan melepaskan jubahnya membiarkan nya jatuh di jalanan basah, matanya menatap papan nama penginapan itu, rahangnya terlihat bergerak, karena kemarahan nya sudah tidak dapat di kendalikan.
"Semua rencana ku hancur, Hua Mulan... aku sudah melangkah sejauh ini, sudah terlambat untuk ku kembali," gumam pangeran Qing Fan, beberapa orang tersenyum menertawakan kegagalan nya memeluk wanita yang di impikan nya sedari remaja itu.
Hua Mulan duduk di bangku, dan Zhi Yuan menyiapkan semangkuk air dan handuk, sebuah pakaian di letakkan di ranjang yang cukup sederhana itu.
Sudah dua hari wanita itu tidak bicara dan juga tidak makan, wanita itu hanya berbaring saja, dan hari ketiga wanita itu sudah duduk menunggu Zhi Yuan, sedikit lebam masih terlihat di wajah nya yang tenang, sorot mata dingin dengan jemari yang memutar cincin di telunjuk kiri nya.
__ADS_1
"Nyonya," sapa Zhi Yuan meletakkan hidangan hangat di atas meja, dan duduk tidak jauh dari nya.
Wanita itu mengangguk,
"Sudah cukup buat ku meratapi nasib ku, hari ini aku tidak memerlukan lagi topeng memuakkan ku ini, topeng ini sudah melekat lebih dari 20 tahun jadi tidak akan mudah, Zhi Yuan tolong bantu aku melepaskan nya," ucap Hua Mulan.
Zhi Yuan mengangguk, dan mereka makan hidangan pagi itu tanpa banyak bicara. Hua Mulan mulai membicarakan rencana nya, dan siang itu mereka keluar dari penginapan.
Keduanya terus berpindah-pindah dan beberapa hari berikutnya mereka menemukan sebuah rumah kosong di dekat sungai yang masih layak, hanya beberapa rumah tetangga yang terlihat dari tempat mereka, dan mereka memutuskan tinggal di rumah itu, setelah bicara pada kepala desa mereka di izinkan memiliki tempat itu karena pemilik lama sudah meninggal. mereka memperkenalkan diri sebagai ibu dan anak, dan bekerja sebagai tabib.
"Makan lah jangan banyak bicara," ucap Hua Mulan yang sedikit malu karena masakan nya begitu hambar, wanita itu terlihat terlalu bersih untuk tinggal di tempat sederhana seperti itu.
Hari-hari berlalu, setiap hari Hua Mulan meracik ramuan nya dan membungkus-bungkus nya, dan menempatkan di rak-rak tinggi di sebuah ruangan, wanita itu mencatat semua nya dan terlihat begitu serius, mereka menjual nya ke toko-toko obat, dan membeli beberapa herbal yang langka.
Semuanya begitu sulit, banyak paviliun yang menolak ramuan nya karena tidak terkenal,
"aahhh... hidung ku mencium bubuk opium timur, aku tidak tahu jika pejabat kesehatan mengetahui tentang ini," ucap Hua Mulan di sebuah Paviliun besar, membuat pemilik Paviliun itu memucat, dan mulai bicara pelan dan mulai menawar ramuan dari Hua Mulan.
__ADS_1
Dengan kepiawaiannya bernegosiasi dan bermain kata-kata membuat pemilik Paviliun itu menyerah dan dengan terpaksa membeli ramuan mereka dengan harga yang mahal.
"Terimakasih sudah membeli ramuan kami, aahhh... tuan bisa memesannya jika menginginkan nya lagi, kami tinggal di ujung desa fuxian," ucap Hua Mulan.
"Tentu Nyonya, kami akan memesan jika kehabisan ramuan anda," ucap pemilik Paviliun dan sedikit mendorong punggung Hua Mulan agar cepat pergi dari paviliun nya.
Wanita itu meninggalkan pinggiran kota itu, dengan dengan hasil penjualan ramuan nya, keduanya membeli beberapa barang kebutuhan dan kembali ke rumah mereka, hanya sisa beberapa koin perak di kantung uang wanita yang tanpa ekspresi itu.
Hari itu hujan deras, langit tampak gelap dengan petir sesekali terlihat, wajah wanita itu terlihat sedikit khawatir,
"Zhi Yuan belum pulang juga," batin Hua Mulan.
Wanita itu meraih keranjang, meski dalam cuaca hujan wanita itu harus mencari sayuran ke hutan bambu tidak jauh dari tempat nya, hari itu wanita itu sedikit mendapat keberuntungan sebuah labu besar sudah dalam kranjang di gendongan nya, dan wanita itu semakin senang saat beberapa lobak merah yang sudah memenuhi keranjang itu, rasa perih di bahunya karena tertarik tali pengikat keranjang di punggung nya yang berat tidak di hiraukan nya lagi, kehilangan Dantian saat berusia 14 tahun membuat wanita itu begitu berat mengahadapi semua kesulitan saat bekerja dengan fisik.
Hua Mulan bergegas pulang mencoba menahan beban nya, wanita itu tampak begitu tangguh menerobos hujan dan masuk halaman depan rumah nya, dan seseorang pria muda sudah berdiri sambil memegang payung, pangeran Qing Fan menatap nya sambil menggelengkan kepalanya.
Pria itu terlihat marah, melepaskan payung nya dan mengambil keranjang di punggung Hua Mulan melemparkan begitu saja, pemuda itu memeluk wanita yang memiliki tinggi hampir sama dengan nya, wanita itu hanya terdiam di peluk oleh pangeran Qing Fan, tidak ada ekspresi apapun di wajah basah nya.
__ADS_1