
Aula utama Sekte Pedang Langit cukup luas, dengan pilar-pilar tinggi berbentuk lingkaran terbuat dari kayu mahoni yang di cat berwarna merah tua, dengan lantai kayu dan beberapa tirai tebal berwarna gelap di beberapa sudut, beberapa simbol dari Sekte Pedang Langit tampak begitu besar terpahat di dinding batu di ruangan itu.
Setelah Xu Guang Zhou berhasil menjadi pewaris Pedang matahari, Malam itu ruangan aula utama di rubah, ruangan itu terlihat begitu terang dengan puluhan lentera, beberapa bangku tunggal di susun berbentuk persegi empat, di tempati oleh Ketua Sekte dari Sekte sahabat dan beberapa tetua.
Sebuah bangku lengkap dengan meja nya di letakkan di tengah, dan di tempati oleh Xu Guang Zhou, semua orang menatap nya, dan seorang Ketua Sekte wanita berdiri dari tempat duduknya.
"Xu Guang Zhou, aku Ketua Sekte Bulan Suci membawa hadiah untuk mu, Yuyue, berikan hadiah untuk pewaris Pedang matahari," ucap Matriak Sekte Bulan Suci.
Wu Xiang Yu masuk keruangan itu dan mendekat ke tempat Xu Guang Zhou duduk dan meletakkan sebuah peti kecil di meja yang ada di depan pemuda itu.
Semua orang memperhatikan wanita melangkah di tengah-tengah ruangan itu, mereka melihat kedua pemuda itu saling menatap.
"kakak Long, bukan kah mereka serasi?" ucap Matriak Sekte Bulan Suci, mendekati Patriak Sekte Pedang Langit, membuat kening Wu Xiang Yu sedikit berkerut, dan mata Xu Guang Zhou melebar.
"hahaha..... adik zhelin, apa maksud mu?" ucap Patriak Sekte Pedang Langit.
"Kakak Long, bagaimana jika mereka berdua kita jodohkan saja, seperti apa yang di lakukan beberapa pendahulu kita," ucap Matriak Sekte Bulan Suci.
Dada Xu Guang Zhou berdebar hebat, dan berharap usulan dari Matriak Sekte Bulan Suci di setujui semua orang, Wu Xiang Yu hanya menunduk dan seperti sedikit malu.
__ADS_1
"Yuyue, bagaimana menurutmu?" tanya Matriak Sekte Bulan Suci.
"Guru bukankah dia terlalu muda untuk ku, adik Xu juga tidak akan mau memiliki istri yang jauh lebih tua dari nya, bukankah aku benar adik?" ucap Wu Xiang Yu matanya menatap Xu Guang Zhou penuh tantangan, membuat wajah Xu Guang Zhou begitu merah.
"Yuyue.... Aku tahu kau juga menyukai murid istimewa Xu, dan kau adalah murid terpintar dan juga tercantik di Sekte kita, dan hal seperti ini sudah sering di lakukan oleh leluhur kita, untuk menjaga hubungan persaudaraan antar sekte ini, " ucap Matriak Sekte Bulan Suci.
"Guru, a-ku... A-ku," hanya itu yang keluar dari bibir indah Wu Xiang Yu.
"aahh... gadis bodoh, tidak perlu malu seperti ini," ucap Matriak Sekte Bulan Suci tersenyum, namun senyum menghilang saat melihat seorang yang begitu di kenal nya melangkah maju yang dari yang sebelumnya hanya berdiri di sudut ruangan itu.
Orang itu adalah Yang Yu Feng, membuat semua orang terdiam dan hanya menatap nya, karena mereka sudah mengenal jika pria itu begitu pintar, dan selalu berbicara hal-hal penting dari sudut yang berbeda, yang biasanya tidak bisa di lihat atau di lupakan oleh orang kebanyakan, pria itu menyatukan tinjunya dan memberi hormat kepada semua Ketua Sekte di tempat itu,
"aahhh.... Tetua Yang begitu bijak dan berpikir logis, maafkan aku kakak Long, aku hanya begitu senang dan terbawa suasana," ucap Matriak Sekte Bulan Suci.
Xu Guang Zhou menatap Wu Xiang Yu, dan wanita itu membungkuk sambil tersenyum kecil dan meninggalkan aula itu.
****
Sudah sebulan Xu Guang Zhou menjadi murid istimewa, dia kini memiliki ruangan khusus di bangunan utama layak nya seorang putera mahkota sebuah kerajaan, dia mendapatkan pengajaran khusus dari beberapa Tetua, dan mendapatkan sumber daya secara teratur.
__ADS_1
Kini pemuda itu menjadi sorotan di setiap langkah nya, tidak ada lagi yang meremehkan nya, bahkan Liu Fang kini bersikap sopan kepada nya, dan beberapa gadis mulai mendekati nya, namun tidak ada yang bisa menghapus jejak mendalam wajah Wu Xiang Yu dari pikirannya.
Siang itu Xu Guang Zhou yang sudah di ranah pendekar menengah tingkat lima, duduk di sebuah taman dekat dengan aliran sungai yang berarus pelan, air nya begitu jernih dan sebuah dermaga kayu tempat beberapa perahu di sandarkan.
Mata Xu Guang Zhou menatap dua orang sedang menata makanan di atas meja berkaki pendek di dermaga kayu itu.
"aahhh.... ini hari-hari terakhir Zhi Yuan di Sekte, semua begitu lancar untuk bocah budak itu, dia akan melanjutkan hidup nya menjadi pelayan dan mungkin akan menjadi orang kaya jika menikah dengan wanita besar itu kelak, meski aku sudah mendapat gelar murid istimewa,dan memiliki kultivasi jauh di atas yang seharusnya, tapi aku merasa sedikit iri, aku memimpikan wanita yang jauh dari jangkauan ku, hubungan ku dengan Xiao Ling juga tidak begitu bagus, dia selalu menghindar dan jarang sekali bertemu," batin Xu Guang Zhou yang sudah seharian menemani Zhi Yuan dan Wu Huaran.
"jika mereka begitu sibuk berdua, kenapa Wu Huaran menginginkan aku ikut," gumam Xu Guang Zhou sambil menguap.
"aku yang meminta nya," ucap suara seorang wanita,
Belum tertutup bibir Xu Guang Zhou, dengan cepat tangan nya menutup bibir nya dengan kedua tangannya, karena seorang wanita begitu cantik dengan pakaian berwarna merah muda yang sedikit gelap, membuat kulit putih nya tampak segar dan merona, jepit rambut berwarna perak bermotif bunga tulip membuat wanita itu terlihat begitu dewasa itu dan kini sudah berdiri di hadapan nya.
"adik Xu, apa kau tidak menyambut ku?" tanya Wu Xiang Yu
Wanita cantik itu sedikit membungkukkan badan nya di hadapan Xu Guang Zhou agar wajah keduanya lebih dekat, namun jemari lentik nya menutupi bagian dada nya agar tidak terlihat saat sedikit membungkuk.
Wanita itu sedikit tersenyum melihat tingkah Xu Guang Zhou yang begitu terkejut, dan salah tingkah.
__ADS_1
"Aku yang meminta sepupu Wu Huaran, agar kekasih nya membawa teman," ucap Wu Xiang Yu.