Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 70 - Era baru Kekaisaran Qing


__ADS_3

Gerimis mulai turun mengguyur kota Jingyang, hal yang tidak pernah terjadi saat musim salju, seperti nya langit sedang bersedih dan menghangatkan membuat butiran salju menjadi air, air itu membasahi wajah seorang wanita yang mendongak, membersihkan noda darah dari wajah seorang pria yang tertidur di lehernya wanita itu, tangisan nya tak berhenti seperti tidak rela dengan perpisahan itu.


"su-ami aku kehilangan mu tanpa mengucapkan selamat tinggal padaku, bukankah ini begitu menyakitkan," Wu Xiang Yu menunduk dan memeluk tubuh Zhi Yuan, mereka terdiam dengan pakaian basah, seperti menikmati malam terakhir mereka.


Seorang prajurit berteriak dari arah belakang,


"Zhi Yuan adalah pengkhianat, kami di perintahkan untuk menggantung mayat nya di gerbang kota Jinyang," teriak prajurit itu.


Sontak ucapan itu membuat mata Wu Xiang Yu terbuka, dan menatap prajurit yang bicara itu.


"Tidurlah suami ku, biar aku yang mengurus anjing-anjing ini untuk mu," ucap Wu Xiang Yu, sekitaran matanya memerah dan dipenuhi kemarahan.


"slaaasshhhh,"


Sebuah pedang menebas kepala prajurit yang bicara itu, dan pelakunya adalah seorang pria dengan memiliki satu tangan saja, pria itu adalah Liu Yen sang pedang naga kembar.


"Jika ada yang ingin melakukan nya, sebaiknya orang itu memiliki kemampuan lebih dariku," ucap Liu Yen.


Dan pria itu mendekati jasad Zhi Yuan, sambil melepas simpul tali hitam di bawah dagunya, untuk melepaskan penutup kepala khas pejabat kerajaan itu.

__ADS_1


"Dia jauh lebih muda dariku, tapi bahkan hingga akhir nafasnya pemuda ini masih memegang senjatanya, dia adalah seorang Jendral sejati, pahlawan yang menjaga gerbang Timur, nona izinkan aku memberikan penghormatan terakhir ku, dan setelah itu kau boleh membunuh ku," ucap pria itu yang di juluki pedang naga kembar.


"Melihat kemampuan kalian, kalian semua bukan lah lawan dari suami ku, kalian tidak akan mampu membunuh nya, bahkan untuk membuat nya berlutut kalian tidak akan bisa," ucap Wu Xiang Yu yang mengetahui kemampuan Zhi Yuan dari cerita Dewi Zhang Ziyi.


"Nona... anda sangat benar, Jendral Zhi Yuan sudah keracunan saat bertarung melawan ku, jika tidak pedangnya tidak akan meleset, dan aku tidak akan bisa bicara saat ini," ucap Liu Yen


Wu Xiang Yu menatap ke arah Liu Yen, yang sudah berlutut siap memberikan hormat,


"Tunggu, suami ku adalah anak dari seorang budak, apa kau masih tetap ingin bersujud dan memberi hormat? dan panggil aku Nyonya Zhi," ucap Wu Xiang Yu, dan mengelus rambut Zhi Yuan di bahunya seperti pemuda itu masih hidup dan hanya sedang tertidur.


"Anak seorang budak?" ucap seorang prajurit di belakang Liu Yen, namun beberapa prajurit yang terlihat senior lain nya mulai mengikuti langkah Liu Yen melepaskan pelindung kepala mereka, dan mulai berlutut.


Liu Yen menatap semua bawahan nya dan mengangguk seperti setuju apa yang di lakukan oleh bawahan nya.


Pria itu bersujud untuk memberi penghormatan terakhir nya, dan semua prajurit di tempat itu juga melakukan hal yang sama, mereka memotong ujung rambut mereka dan bersujud.


Tampak bulan penuh menyinari malam yang sudah merangkak berganti warna pagi di ujung timur.


****

__ADS_1


Matahari menampakkan dirinya melelehkan tumpukan salju, Musim pun mulai berganti, hujan menumbuhkan rumput liar di tepi nisan, dan tarian daun kering berguguran menutupi tumpukan tanah menyerupai gunung kecil itu, tahun pun ikut bergerak, kini paviliun Dong Chu menjadi pemakaman yang di jaga oleh semua orang, di area tempat Zhi Yuan berlutut terakhir kalinya, terlihat dua makam besar, yang begitu terawat, satu dengan nama Zhi Yuan dan satu lagi dengan nama Wu Xiang Yu, tempat itu begitu lapang karena seluruh rumput liar terpotong rapi, dan menyisakan pohon-pohon chimeria menjadi saksi bisu peristiwa malam itu, tidak jauh dari dua makam besar itu terdapat 118 makam kecil, hampir setiap hari ada saja orang yang datang hanya untuk sekedar ingin mengetahui makam dari Sang Legenda.


****


Setahun pun berlalu, Raja Yuan begitu terpukul dengan kematian Jendral Zhi Yuan, dan yang menjadi kambing hitam atas kematian Jendral Zhi Yuan adalah pemimpin Biro Banteng Besi. Raja Yuan yang murka segera membubarkan Biro Banteng Besi dan mengeksekusi beberapa orang yang terlibat dalam penyerangan paviliun Dong Chu malam itu, hannya saja Liu Yen sang pemimpin berhasil melarikan diri ke Kekaisaran Qing.


Tanpa seorang yang mampu membaca strategi dengan tepat, 5 ribu pasukan pelapis benteng hancur dalam 3 bulan, membuat benteng gerbang timur mulai goyah, hampir seluruh pasukan kerajaan Yuan sudah dikerahkan untuk menahan gerbang timur, namun jumlah pasukan musuh yang semakin banyak membuat mereka begitu terdesak.


di ujung selatan Kekaisaran Qing, di sebuah telaga indah di hiasi batu hitam, beberapa lembar daun bunga teratai Emas mulai mengembang, dan tempat itu adalah puncak gunung Huanlun dimana istana Giok bertahta. gunung Huanlun memiliki kekuatan terbesar di seluruh kekaisaran Qing, empat istana elemen di bawah istana Giok adalah benteng tidak tertembus selama ribuan tahun.


Beberapa pelayan wanita di istana Giok segera membawa kabar tentang Teratai Emas ke Kekaisaran Qing, dan dengan cepat berita itu terdengar di telinga Penasehat Ming.


Dan sesuai ramalan wanita itu, saat teratai Emas tumbuh di istana Giok maka gerbang barat sudah kehilangan penjaga nya, hanya dalam waktu delapan bulan, 100 ribu pasukan Kekaisaran Qing itu sudah memasuki Gerbang barat, dan tiga bulan berikutnya kerajaan Yuan harus hancur.


Tidak hanya sampai di situ dalam tiga tahun berikutnya, oleh pasukan Kekaisaran Qing kerajaan Wei juga terhapus dari sejarah, dan itu sudah ramalan yang tidak bisa dirubah, karena jika tidak Kekaisaran Qing yang melakukan nya, maka Zhi Yuan lah yang meratakan kerajaan itu, dan sebuah era baru telah berdiri yang di kuasai penuh oleh kekaisaran Qing.


***


10 tahun setelah kematian Sang Legenda, seorang gadis berusia 9 tahun sedang memasuki aula utama di istana Giok, gadis kecil itu di antar oleh Penasehat Ming.

__ADS_1


"Nona Zhou Lu Zi, aku hanya bisa mengantar mu sampai di sini, gerbang itu akan terbuka jika kau benar-benar terpilih, selain pakaian di tubuh mu tinggalkan semua barang berharga mu di tempat ini, jika kau berhasil aku akan datang menjemput mu di tempat ini 28 tahun lagi," ucap Penasehat Ming sambil menunjuk sebuah cermin besar yang tidak memantulkan bayangan ruangan itu namun tidak dengan bayangan manusia.


Gadis kecil itu hanya mengangguk, dan melangkah ke sebuah meja di dekat cermin raksasa itu, meletakkan sebuah lencana berwarna hitam. dan tanpa ragu mendekati cermin itu dan benang-benang bercabang mulai muncul dan mengeluarkan sinar memenuhi seluruh pinggiran cermin itu seperti petir dan gadis kecil itu masuk dan lenyap dalam cermin itu.


__ADS_2