
Hati wanita itu begitu sakit, air matanya keluar tanpa henti, malam itu Hua Mulan menangis sambil meringkuk di pembaringan nya, mengingat masa-masa begitu sulit yang mereka berdua lalui.
'Apa yang harus ku lakukan? putera ku tidak menyetujui hubungan kami? dan aku tidak bisa egois mementingkan kebahagiaan ku sendiri,' batin Hua Mulan, dan terisak sepanjang malam.
Pagi itu tampak penampilan Hua Mulan sedikit berantakan rambutnya tidak tersisir dan di ikat seadanya di samping dadanya, pakaian nya pun sedikit melorot di bagian pundak nya memperlihatkan sedikit gambar dari punggung nya, wanita itu berpura-pura seperti tidak mengetahui apapun tentang kejadian semalam, Hua Daiyan memanggil Zhi Yuan beberapa kali namun pemuda itu tidak muncul, membuat wanita itu memejamkan matanya,
"Dia benar-benar sudah meninggalkan ku,' batin Hua Mulan tangan nya kembali bergetar mengusap air matanya, beberapa alat memasaknya terjatuh, Li Buya yang duduk di sudut ruangan tampak tertunduk dan hanya diam.
"Puteri ku apa kalian sedang bertengkar?" tanya Hua Daiyan yang melihat mata Puteri bengkak.
"Ayah, sebaiknya kita makan," ucap Hua Mulan tidak menjawab pertanyaan ayah nya dan menuju arah dapur.
Pagi itu terlihat begitu sepi di hati setiap orang, meski kesibukan mulai padat, orang-orang berdatangan untuk berobat, dan memesan ramuan. Hua Mulan terlihat tersenyum dan meladeni semua orang, meski hatinya hancur berkeping-keping, matanya sekonyong-konyong selalu bergerak ke arah gerbang seperti sedang menunggu seseorang.
__ADS_1
"Aahhh... bocah itu pergi kemana, ini sudah sore," ucap Hua Daiyan wajah nya terlihat khawatir, menatap langit di penuhi awan yang menandakan akan ada badai salju.
"Sudahlah ayah, Zhi Yuan bahkan pernah 10 hari tidak pulang saat mencari herbal," ucap Hua Mulan agar ayah nya tidak menunggu-nunggu lagi.
Hua Daiyan menggelengkan kepalanya,
"Hah... bocah itu, dia bekerja terlalu keras, baiklah sebaiknya kita makan malam," ucap Hua Daiyan dan mereka makan dalam hening.
Semakin hari penampilan Hua Mulan semakin berantakan, wanita itu seperti tidak mempedulikan apapun, menenggelamkan dirinya pada kegiatan nya, seperti tidak mengenal rasa lelah untuk mengobati orang yang datang, wanita itu sedang berjongkok di depan sebuah tungku obat, kepalanya tertunduk dipenuhi air mata.
"Zhi Yuan, pulang lah!!! aku benar-benar begitu putus asa saat ini, kita berdua bisa menunggu hingga putera ku mandiri, dan saat itu aku akan membawa mu jauh dari semua orang, dimana hanya ada kau dan aku saja," batin Hua Mulan dan sudah memiliki rencana sejauh itu.
Malam itu wanita itu kembali menangis, dan segera menghentikan nya dan memunggungi pintu, saat mendengar pintu di buka seseorang. orang itu duduk di pinggir ranjang wanita itu,
__ADS_1
"Ibu.. aku sudah mengusir adik Zhi," ucap Li Buya dan duduk di dekat Hua Mulan yang berpura-pura tertidur.
Hua Mulan duduk, membersihkan noda air matanya, dan tersenyum menatap putera nya.
"Ibu tahu, ibu mengerti perasaan mu, tapi agar kau juga tahu, kau bisa melihat ibumu hingga hari ini karena kebaikan nya, jika dia menginginkan ibu sebagai istri nya untuk membayar kebaikan itu, ibu tidak akan berani menolaknya, tapi dia tidak pernah menginginkan hal seperti itu, dia selalu menghormati ibumu ini," ucap Hua Mulan.
"Itu hanya akal licik nya ibu," ucap Li Buya.
"Hahaha... ibu senang kau sudah pintar dan tidak terlalu percaya orang yang berbuat baik kepada kita ibu sangat bangga padamu, mungkin kau benar akal licik, tapi katakan pada ibu, kira-kira apa yang di inginkan nya dari kita, harta? kita sudah tidak memiliki apa-apa untuk incaran akal licik nya, jika dia memang menginginkan ibu, dia bisa meminta tanpa perlu akal licik lagi," ucap Hua Mulan.
Li Buya tampak terpukul dengan semua ucapan ibu nya yang secara logika memang benar, Hua Mulan menarik nafasnya dalam-dalam dan tidak ingin terlalu jauh memarahi putera nya, wanita itu memeluk bahu Li Buya dengan hangat.
"Sudah lupakan, tidak apa-apa kau mengusir nya, kebahagiaan mu jauh lebih penting bagi ibu, jangan katakan ke kakek mu, dia pasti akan terpukul dan marah padamu, sekarang tidak perlu di pikirkan, nanti juga seiring waktu ibu akan terbiasa, tidur lah!! beberapa hari lagi kau akan kembali ke akademi," ucap Hua Mulan memaksakan tersenyum ke arah putera nya.
__ADS_1