Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 131 - Menyatakan perang


__ADS_3

Kembali ke rumah obat sederhana milik Hua Mulan.


Hua Daiyan mulai bicara dan sepasang manusia berbahagia di depan nya, Hua Mulan terlihat hanya menunduk dan senyum nya selalu mengembang saat menatap Zhi Yuan menuangkan teh dengan jemari sedikit bergetar untuk Hua Daiyan.


"Ayah mertua," ucap Zhi Yuan begitu canggung.


"Apa ini pertama kalinya dia melakukan hal ini? tangan nya bahkan tidak bergetar sedikit pun dalam memotong kutil beracun," batin Hua Mulan


"Baiklah, tadi aku sudah bicara dengan beberapa pendeta, dan mencari hari baik, dua bulan lagi kalian baru bisa menikah, jadi bersabarlah, dan kalian tidak bisa tidur dalam satu ruangan, apa kalian mengerti!" ucap Hua Daiyan menatap kedua orang itu.


Zhi Yuan mengangguk, namun mata Hua Mulan mengarah ke atas seperti kesal dan sedang memikirkan rencana.


"Apa maksud para pendeta itu? apa mereka sengaja menyatakan perang dengan ku? aku bahkan selalu memikirkan akan hal itu, dan juga benda itu juga belum pernah masuk sepenuhnya," batin Hua Mulan begitu marah.


Malam semakin larut, Hua Daiyan dan Zhou Zhiping terdengar saling mengumpat saat bermain catur, Zhi Yuan berbaring di ruangan nya membaca kitab pemberian Zhou Ming.


"Ini adalah dasar untuk menutup pikiran, energi qi semakin sering bergejolak belakangan ini," batin Zhi Yuan.


Dan seorang wanita masuk dengan berbalut selimut, dan wanita itu melepaskan selimut itu dan hanya mengenakan pakaian tidur yang begitu menantang.


"lan'er... bagaimana kau bisa masuk, bukankah mereka sedang bermain catur di luar," ucap Zhi Yuan, dan bibir pemuda itu sedikit terbuka melihat penampilan wanita dewasa itu yang begitu menggairahkan.


Hua Mulan menggeleng wajah nya terlihat memerah karena malu dan masuk ke selimut Zhi Yuan tidak ingin Pemuda itu begitu lama melihat lekuk tubuh nya di balik pakaian sedikit transparan nya itu.


"Maksud mu kedua bocah itu? ayah ku tiba-tiba saja mabuk berat meski tidak ada guci arak, dan Tetua Zhou yang berteriak mengatakan kehilangan penglihatan nya, suami.... seperti nya mereka hanya berpura-pura saja, dan sangat berharap kita cepat memiliki puteri, entah kenapa para pendeta itu memilih hari begitu lama," ucap Hua Mulan wajahnya sedikit bersemu merah, dan berkali-kali menggigit bibir bawahnya, dan merasakan pakaian bawahnya sudah basah kuyup.

__ADS_1


"Dimana kau mendapatkan pakaian bodoh itu?" tanya Zhi Yuan, ingin menyentuh benda kencang milik Hua Mulan namun tangannya di tampar oleh Hua Mulan karena kesal ucapan pemuda itu.


"Pakaian bodoh? tahukah kau betapa sulit nya aku mendapatkan pakaian ini, seumur hidup itu pertama kalinya aku masuk ke toko itu, aku bahkan lupa mengenakan cadar saat membelinya, tapi melihat ekspresi mu seperti nya kau menyukai nya, dan perjuangan ku mendapatkan pakaian ini tidak sia-sia," Hua Mulan dan merangkak di atas Zhi Yuan, dan bergerak semakin kebawah.


Zhi Yuan melihat keindahan dua gunung indah, semakin kebawah dan perut bawah sedikit cembung di bungkus pakaian dalam dari bahan berenda, perut Hua Mulan menyentuh benda milik pemuda itu yang masih tertutup pakaian tidur, pemuda itu hanya mampu menelan ludah nya, menatap lekuk indah di balik pakaian tipis itu.


"Kau seperti seekor singa lapar suami... dan hidangan mu sudah menunggu, dengan tidak sabar," ucap Hua Mulan dengan mata sendu dan suara sedikit mendesah. keduanya sudah bergulat dengan keringat bercucuran, dan wanita itu seperti tidak segan lagi untuk menjerit penuh kenikmatan.


****


Malam itu Hua Mulan merasakan hangat di punggung nya dan mengetahui jika Zhi Yuan sedang mempelajari gambar di punggung nya dengan bantuan lentera,


"lan'er berjanji lah kau akan menjaga hidup dengan baik, saat aku berkultivasi," ucap Zhi Yuan, yang mengetahui jika Hua Mulan terjaga.


"Suami kenapa kau berkata seperti itu?" tanya Hua Mulan wajahnya mulai sedikit serius, wajah nya menengok ke arah Zhi Yuan.


Namun sorot mata Zhi Yuan sedikit menekan, membuat Hua Mulan mengikuti ucapan suami nya.


"Baiklah jika itu yang kau inginkan, aku berjanji, selama kau masih di samping ku, aku akan menjaga tubuh ku, apa kau puas?" ucap Hua Mulan.


Zhi Yuan mengangguk,


"Dia begitu pintar, dalam membuat janji setiap kata-kata yang keluar begitu di pikirkan oleh nya, tanpa melepaskan suatu kecerobohan," batin Zhi Yuan.


"Tidurlah... aku sudah hampir selesai," ucap Zhi Yuan,

__ADS_1


"Suami seperti besok aku tidak keluar kamar kita, aku tidak ingin mereka melihat ku kesulitan berjalan," ucap Hua Mulan dan wanita itu memejamkan kembali matanya, dan begitu cepat terlelap karena berkeringat begitu banyak dan sedikit memaksakan menelan semua milik Zhi Yuan yang begitu gemuk saat mencapai puncak.


***


Zhi Yuan keluar dari ranjang duduk di belakang meja, sesekali menatap gambar di punggung Hua Mulan dan menyesuaikan nya dengan gambar yang di buat nya, terdengar nafas teratur dari wanita yang sudah beberapa kali mencapai puncak kenikmatan nya. kepala Zhi Yuan sedikit menggeleng,


"Ini formasi untuk menahan tubuh Hua Mulan, sehingga bertahan hingga kini, jika perhitungan ku tepat hanya tersisa 8 tahun untuk nya," batin Zhi Yuan meletakkan kertas nya di atas meja dan mengeluarkan guci minuman nya dari cincin penyimpanan, mata nya melihat lencana yang di ambil nya dari hantu pencuri, bersama dengan saat mendapat pedang melengkung nya.


Zhi Yuan mengeluarkan lencana itu, dan menatap dalam-dalam ukiran merak yang terlihat begitu kuno, dan tidak menarik sama sekali, tiba-tiba energi qi dalam Dantian nya mulai bergejolak lagi, Zhi Yuan mulai menutup matanya mengendalikan nya, dua simbol di sudut pipinya mengeluarkan darah, dan pemuda itu mengusap nya dengan ujung jemari nya.


"Kakek klan Munzhi itu benar, Energi qi ini begitu besar, tulang ku mulai terasa sakit," batin Zhi Yuan.


Zhi Yuan kembali mengambil lencana itu dan mengembalikan nya ke cincin penyimpanan, dan memikirkan kembali masalah gambar dari punggung Hua Mulan.


Dan tiba-tiba lencana berukiran merak itu terjatuh di atas meja,


"Apa yang terjadi, lencana itu keluar dari cincin penyimpanan ku," batin Zhi Yuan, dan mengamati lencana itu.


Tampak darah segar terhisap oleh ukiran merak itu, dan itu adalah darah dari pipi pemuda itu, dan menatap ujung jari nya yang masih ada noda darah. Lencana itu mulai bergerak berubah menjadi burung merak kecil berwarna hitam pekat. Burung itu mulai menggerakkan tubuhnya mengembangkan bulu-bulu nya sekaligus ekornya membuat Zhi Yuan tersenyum melihat mahkluk mungil yang menarik.


Burung kecil itu terbang berputar mengelilingi Zhi Yuan, pemuda itu mengangkat jemarinya agar burung itu hinggap di telunjuk nya dan burung itu melakukan keinginan Zhi Yuan. dan perlahan burung itu meleleh menjadi cairan kental hitam, dan bergerak begitu cepat ke pergelangan tangan pemuda itu membuat Zhi Yuan berdiri dan bersiap memotong tangan nya, namun cairan hitam itu hanya berputar di pergelangan tangan Zhi Yuan, membentuk sebuah gelang indah selebar 5 senti berwarna keperakan, membuat lengan kurus Zhi Yuan terlihat begitu putih dan mewah.


****


.

__ADS_1


__ADS_2