Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 149 - Senyum kepalsuan


__ADS_3

"Yang Mulia ibu Suri... ini kesalahan hamba, tolong ampuni keluarga hamba," ucap menteri pertahanan dan suara menggema dari menteri lainnya ikut meminta pengampunan. menteri tua itu tahu semakin beralasan semakin berat hukuman yang akan di terima nya.


"Meski tidak sebesar kerugian di gerbang timur, namun kerugian yang kita alami saat itu juga sangat tinggi, dan aku sudah hampir sebulan tidak melihat pemenggalan kepala pejabat, darah akan mengalir di lantai papan yang suram dan mengental, jerit histeris dari keluarga mu bagai nyanyian yang indah di telinga ku, aku sangat menantikan nya, baiklah menteri pertahanan karena kau sudah mengakui kesalahan mu seharusnya hari ini adalah giliran mu, tapi aku melihat kau tidak mencari alasan, aku memuji keberanian dalam bertanggung jawab, lakukan pengunduran diri, wakil menteri pertahanan akan menggantikan mu, tapi kau jangan bernafas lega dahulu, ini tentang keponakan mu, aku akan lihat kwalitas nya terlebih dahulu, jika dia tidak bagus, kau dan keponakan mu yang pertama di eksekusi, ini adalah pembelajaran, dengan seperti ini tidak akan ada yang mengangkat pejabat yang tidak layak," ucap Ibu Suri Zhou Lu Zi.


Menteri pertahanan itu mengeluarkan air matanya, ada sedikit penyesalan mengangkat keponakan nya, namun hari ini selamat dari kematian membuat nya sudah begitu beruntung.


"Yang Mulia ibu Suri begitu murah hati, hamba akan mendidik keponakan hamba sebaik-baiknya," ucap menteri pertahanan begitu khusyuk.


"Semoga ibu Suri panjang umur...." ucap menteri tua itu lagi dengan suara tua yang bergetar, dan hampir seluruh menteri berlutut dan mengucapkan kata-kata yang sama bersamaan.


*****


Malam itu Zhou Lu Zi sedang berjalan-jalan di Paviliun bulan dan di temani mantan Ibu Suri,


"Aku sudah mendengar tentang yang terjadi di aula agung, meski dari awal aku tidak menyukai mu hingga sekarang, tapi Yang Mulia begitu pintar dan berani, aku saja tidak akan mampu berbuat banyak di bawah tekanan para menteri-menteri itu, awalnya aku meragukan anda, tapi lihat dua tahun hampir berlalu, semua menteri bekerja dengan sebaik-baiknya, bahkan tidak ada yang berani mempertanyakan kesehatan Yang Mulia Kaisar," ucap mantan Ibu Suri.


"Ibu, aku melakukan nya bukan untuk kebaikan kekaisaran ini, tapi aula agung adalah tempat ku berburu, semakin banyak kesalahan semakin cepat aku memerintahkan pemenggalan, dan aku juga tidak menyukaimu ibu, tapi tidak perlu terlalu formal dengan ku hanya untuk menjaga kepala mu," ucap Zhou Lu Zi, memegang jemari mantan Ibu Suri itu, keduanya saling tersenyum penuh kepalsuan.


"hehe.... Yang Mulia begitu rendah hati, tapi aturan tetap lah berlaku, mahkota di kepala anda bukan pajangan semata, setiap manusia tanpa kecuali harus tunduk pada mahkota itu meski aku Ibu mertua anda sendiri, dan juga para pejabat di aula agung. aahhh... aku bisa merasakan bagaimana perasaan para menteri saat memasuki aula yang membuat mereka menjadi sasaran perburuan, kenapa aku tidak melihat cara ini dahulu? hahaha... baiklah, mendengar ucapan anda yang begitu terang-terangan aku menjadi tenang, usiaku tidak lama lagi, aku akan mengabdikan diriku di kuil keluarga istana sampai mati, dan aku dengar saat ini anda selalu bersama dengan penghibur Wang dari Paviliun bunga Krisan, apa Yang Mulia menyukai nya?" tanya mantan Ibu Suri, sambil tersenyum.


Zhou Lu Zi mengangkat alis panjang nya, membuat mantan ibu Suri mengangguk,


"Apakah aku terlalu terburu-buru mengangkat kekasih?" tanya Zhou Lu Zi.

__ADS_1


"Tidak apa-apa jika Yang Mulia menyukai nya, apa kalian sudah berbagi tempat tidur?" tanya mantan Ibu Suri.


"Ibu, aku ini menantu mu, meski Kaisar sudah meninggal tapi ibu tidak bisa menanyakan hal seperti itu, hah.." ucap Zhou Lu Zi membuka salah satu sudut bibirnya memperlihatkan gigi samping nya, sambil memiringkan wajahnya menatap Ibu mertua nya dengan mata melebar seperti tidak percaya.


Mantan Ibu Suri Hanya mengangguk, dan tertawa.


"hahaha, maafkan aku Yang Mulia, tapi jika boleh aku memberi nasehat, aku akan berkata, putera ku sudah meninggal, dia tidak akan bisa menemani anda lagi, dan Yang Mulia harus terus menjalani hidup, termasuk kebutuhan itu, jadi jangan pernah sungkan jika kita bertemu, ibumu ini pasti paham, lagipula Yang Mulia sudah mengangkat kekasih dari Paviliun bunga fushia saat belum genap setahun kaisar meninggal," ucap mantan Ibu Suri.


"aahh... Pemuda naif itu, Aku sudah mengeksekusi nya karena terlalu ikut campur urusan ku, aku harap kekasih ku kali ini sedikit berbeda," ucap Zhou Lu Zi.


"Itu juga kabar yang ku sukai, Yang Mulia tidak menggunakan perasaan saat berhadapan dengan para penghibur mu," ucap mantan Ibu Suri itu.


"Perasaan? hah.... jangan membuat ku tertawa ibu, menggunakan perasaan hanya untuk pemula saja, dan tidak berlaku untuk ku," ucap Zhou Lu Zi.


"aahh Yang Mulia aku hampir lupa, tadi siang Puteri angkat anda datang, dan mengunjungi ku, dia mengatakan jika sangat menyayangi kekasihnya di Paviliun bunga persik, aku sudah menawarkan beberapa pangeran namun tidak pernah berhasil," ucap mantan Ibu Suri.


"Yun Mei? hampir setahun lalu kami bertengkar masalah perjodohan, dan aku mengalah dan memberikan lencana ku ke Istana Yangzheng, dan setelah itu gadis itu melarang ku untuk memanggil penghibur dari Paviliun bunga persik, aahhh... aku begitu memanjakan nya," ucap Zhou Lu Zi seperti kesal.


"hahaha... Yang Mulia terlihat begitu menyayangi nya, baiklah Yang Mulia... ini sudah larut aku mohon diri," ucap mantan Ibu Suri meninggalkan Zhou Lu Zi.


Zhou Lu Zi melangkah menuju kediaman nya di Paviliun bulan, namun langkah nya tiba-tiba terhenti karena perasaan tidak enak.


***

__ADS_1


di Paviliun bunga persik, tiga orang sedang memainkan permainan menggunakan minuman beralkohol.


"Adik Zhi, kita sangat beruntung tidak pernah di panggil melayani Ibu Suri yang baru, aku dengar dia sudah memenggal kekasih dari Paviliun bunga fushia, dan kini mengangkat Wang Lee sebagai kekasih barunya, meski aku dengar dia begitu cantik tapi akan lebih baik jika kita tidak mendekati harimau betina itu," ucap Bai Fang.


"Kakak Bai berhenti menakut-nakuti kekasih ku, Zhi Yuan kenapa kau tidak pernah menjawab, dan menggantinya dengan minum saja!" teriak Yun Mei yang melihat Zhi Yuan memilih minum daripada menjawab pertanyaan aneh dari Yun Mei.


"aku tidak akan menjawab," ucap Zhi Yuan.


Bai Fang terlihat sudah mulai mabuk,


"Adik Zhi, kau sungguh beruntung, kau berhasil memiliki kekasih secantik Nona Yun, aahh aku sungguh iri, adik Zhi aku akan merebut nya secara jantan," teriak Bai Fang dan mulai mencoba merayu Yun Mei, namun beberapa pukulan mendarat di wajah Bai Fang.


"Kenapa semua wanita cantik seperti harimau betina," teriak Bai Fang, sambil mengeluarkan cermin melihat wajah nya, namun di abaikan oleh Yun Mei dan mendekati Zhi Yuan.


"Zhi Yuan giliran mu menjawab apa kau akan menikahi ku?" tanya Yun Mei.


Zhi Yuan menggeleng, memikirkan dirinya memang tidak pernah menikah, dan mungkin tidak akan pernah, pemuda itu secara sembunyi-sembunyi mengeluarkan cincin pasangan yang di beli nya untuk Hua Mulan dari cincin penyimpanan nya.


Zhi Yuan menatap cincin yang sudah di genggamannya itu, senyum hambar nya terlihat,


"Aku tidak menjawab," ucap Zhi Yuan dan mengangkat cawan meneguknya dalam-dalam.


Tiba-tiba suasana tempat itu menjadi hening, Zhi Yuan menurunkan cawan perlahan karena tahu ada sesuatu yang terjadi, dan matanya menatap seorang wanita lain yang kini sudah duduk di depan nya, tampak mata wanita itu juga melebar tidak percaya apa yang di lihatnya.

__ADS_1


"Kau? bagaimana kau bisa ada di sini?" tanya Zhou Lu Zi seperti gelagapan.


__ADS_2