
Hingga malam Zhi Yuan belum juga pulang wanita itu berdiri di balkon menatap ke arah gerbang masuk kediaman keluarga Li, wanita itu tampak gelisah, kadang pikiran buruk memasuki pikiran nya, wanita itu selalu memeriksa ruang baca berharap Zhi Yuan ada di tempat itu namun hingga larut tidak ada tanda-tanda kehadiran Zhi Yuan.
Hua Mulan memasuki ruang tidur pemuda itu, tampak ranjang mewah bekas milik suaminya yang kini tampak sedikit berbeda, karena sedikit berantakan, dan matras alas nya kini berwarna gelap dengan sarung bantal yang tampak berwarna sama dan begitu lembut karena di buat dari bahan berbulu lembut, wanita itu mengelus lembut tempat Zhi Yuan tidur.
Malam itu Hua Mulan mengenakan gaun sutra berwarna gelap membuat nya sangat kontras dengan kulit putih, dan duduk di sebuah bangku panjang berlapis matras hangat, dan tanpa sadar wanita itu tertidur di bangku panjang itu dengan kepala sedikit bersandar dengan bertopang dagu, dan seorang pemuda tampan menghampiri nya, menatap begitu lekat, wanita itu tersadar kehadiran seseorang, dan sangat mengenali aroma tubuh pemuda itu karena pemuda itu memiliki tulang sutra emas membuat harum tubuhnya wangi lembut, yang mampu menenangkan, Hua Mulan masih memejamkan matanya dan tidak melawan saat dirinya di gendong oleh pemuda itu dan menidurkannya di ranjang mewah itu.
Zhi Yuan mengelus lembut wajah Hua Mulan dengan punggung jemari panjang nya, merapikan sedikit poni yang menutupi mata wanita itu, Zhi Yuan mendekatkan wajahnya ke kening Hua Mulan, membuat dada Hua Mulan berdebar hebat, mengetahui detak jantung Hua Mulan berdebar cepat, Zhi Yuan mengetahui jika wanita itu berpura-pura tidur, membuat Zhi Yuan mengurungkan niatnya dan berusaha bangkit namun tangan lentik itu memegang kerah pakaian pemuda itu, matanya terbuka.
"laki-laki tidak boleh membatalkan apa yang ingin di lakukan nya, ini belum sehari tapi aku sudah begitu merindukan mu," ucap Hua Mulan membuat Zhi Yuan menelan ludah nya karena tidak ingin terlihat perasaan nya yang sesungguhnya.
Zhi Yuan mengangguk dan mencium kening Hua Mulan membuat air mata wanita itu berlinang, tubuh nya bergetar karena terisak.
"a-ku... A-ku.... begitu bahagia, selama hidup tidak ada yang benar-benar tulus padaku, Zhi Yuan terimakasih kau sudah menyelamatkan saat terluka, terimakasih karena menguburkan jenazah ibuku, terimakasih, aku tidak akan pernah berhenti berterimakasih hingga aku mati," ucap Hua Mulan.
keduanya kembali berciuman, dan bergulat saling menindih,
"bagaimana dengan penjaga itu?" tanya Zhi Yuan sambil berbisik.
"kau sudah menyelamatkan nyawa mereka, dan saat aku bersama dengan mu mereka tidak akan menggangu, jadi malam ini aku sepenuhnya adalah milik mu," bisik Hua Mulan.
__ADS_1
Mereka terus berganti posisi dan melakukan nya berulang-ulang, bahkan cairan dari milik Hua Mulan sudah membasahi ranjang bekas suami nya.
"Zhi Yuan aku tidak minum pil pencegah kehamilan, bagaimana jika aku hamil?" tanya Hua Mulan, menatap wajah Zhi Yuan yang terpejam di samping nya, wajah pemuda itu kini terlihat mulai bertekuk.
"Aku tidak tahu, aku masih memikirkan dengan baik," ucap Zhi Yuan.
"Apa maksud mu? baiklah aku mengerti," ucap Hua Mulan meski sedikit kecewa namun dirinya tidak berani menuntut apapun lagi pada pemuda itu, dan terus menatap wajah pemuda itu seperti sedang berpikir keras.
"Zhi Yuan jangan di pikirkan ucapan ku barusan, aku menger.. "ucapan Hua Mulan terpotong oleh Zhi Yuan.
"Diamlah... aku masih memikirkan dengan baik, nama untuk anak kita? aku tidak begitu pintar tentang sastra," ucap Zhi Yuan yang masih menekuk alis nya.
"jadi dia sedang memikirkan nama untuk anak kami? dan kenapa mataku sekarang seperti gentong air, dulu aku tidak pernah menangis, tapi sekarang?" batin Hua Mulan, merapat permukaan bibir nya.
Hua Mulan memeluk Zhi Yuan dan duduk di pinggang Zhi Yuan, wanita dewasa itu mencium pemuda itu membuat wajah keduanya basah oleh air mata nya, wajah keduanya tertutup rambut halus Hua Mulan.
"Tidak apa-apa Zhi Yuan..., tidak apa-apa jika kau bodoh, bahkan jika terbodoh pun tidak apa, aku tidak keberatan sama sekali, dan tidak ada yang menuntut mu untuk harus pintar, aku mencintaimu Zhi Yuan, aku benar-benar mencintaimu," ucap Hua Mulan.
Zhi Yuan tersenyum, menatap mata wanita itu, dan mengangguk.
__ADS_1
"Tapi bagaimana dengan kata-kata tentang tidak membuang waktu mu sedetik untuk masalah cinta?" tanya Zhi Yuan.
Hua Mulan menyipitkan matanya mulai mengingat ucapan nya saat pangeran Qing Fan datang ke gubuk nya, dan wanita itu tersenyum dengan tersipu.
"Lupakan saja, aku bisa melanggar sumpah leluhur ku untuk mu, kau harus belajar merayu wanita seperti pangeran itu, sayang aku tidak suka di rayu oleh nya, karena aku tahu tujuan mereka," ucap Hua Mulan.
Zhi Yuan menatap Hua Mulan,
"tujuan mereka?" ucap Zhi Yuan.
Hua Mulan mengangguk rambut nya masih menutupi wajah mereka, jemari kurus dan lentik nya kebawah, melewati gaun sutra hitam nya.
"tujuan mereka i-ni... aahhsss..." Hua Mulan sudah menelan kepala benda milik Zhi Yuan, di balik pakaian mereka, meski hanya mampu setengah benda berurat itu.
Wanita itu menyisir rambut nya ke belakang dengan jemari nya, dan kedua telapak tangan bersih itu bertumpu di dada Zhi Yuan, dari bawah pemuda itu dapat melihat liontin tergantung di leher panjang nya yang bergoyang dan tubuh indah nya mulai bergerak lembut di atas tubuh Zhi Yuan begitu indah dan mulai pintar meski baru belajar dari Zhi Yuan.
hanya beberapa menit pergerakan semakin cepat, dengan jeritan kencang.
"aahhhhsss... Zhi Yuan jika seperti ini, a-ku akan keluar lagi," gumam Hua Mulan tubuh nya bergetar, dan mata terpejam erat.
__ADS_1