Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch.12


__ADS_3

Aaaaakkkhhhhh...."


"prankkk....." mangkuk itu terbanting ke lantai dan hancur, sosok itu menjerit begitu kencang dan melebihi dari sebelumnya.


Zhi Yuan yang sudah sering melihat kejadian seperti itu juga terkejut, bocah itu berdiri dan mundur beberapa langkah, karena untuk pertama kalinya sosok itu terlihat begitu lama kesakitan.


"bocah kurang ajar, apa yang kau lakukan pada ramuan ku?" jerit sosok itu, uap hitam tampak mengepul dari wajah di balik kerudung nya, sama seperti uap yang keluar dari punggung nya, membuat sosok itu tampak begitu mengerikan.


Zhi Yuan hanya menggeleng,


"memaafkan aku tetua, Biksu yang biasa membuatkan ramuan untuk mu belum kembali, jadi Biksu kepala dapur obat menyuruh ku memasak ramuan ini, dan seluruh racikan ini adalah racikan Biksu kepala dapur obat, aku hanya memasak nya, dan juga aku mengganti mangkuk nya agar lebih kecil, sehingga tetua mudah meminum aahhhhkkkkk," suara Zhi Yuan terputus tubuh bocah itu tertarik kearah jeruji, sekarang leher nya sudah tercekik di tangan keriput seperti mayat itu.


"ini benar-benar sakit, aakkkhhhh," jerit sosok itu.


Sosok itu menatap uap hitam keluar dari tangan nya,


"uap ini akan berbahaya jika terhisap oleh bocah ini," batin sosok itu, dan dengan cepat melempar tubuh bocah itu cukup jauh, membuat Zhi Yuan tidak bisa bergerak untuk sesaat karena seluruh tubuh nya begitu sakit, dan pandangan nya menjadi gelap.


Sekitar dua jam sudah berlalu langit sudah gelap, Zhi Yuan membuka matanya, dan kini tubuh nya sudah bersandar di dinding lorong itu,


"apa kau sudah sadar?" tanya sosok itu di balik kerudung, suara seraknya terdengar letih, dan duduk di balai batu seperti biasanya.

__ADS_1


"maafkan kesalahan ku tetua, aku tidak tahu jika membuat tetua begitu menderita, aku mohon diri," ucap Zhi Yuan dan bocah itu mulai berdiri sambil merapikan pakaian nya sambil melangkah dengan gontai meninggalkan tempat itu.


Sosok itu menatap kepergian Zhi Yuan penuh rasa penasaran, hingga bocah itu keluar lorong.


"apa ini? aku belum pernah merasakan rasa sakit seperti ini?" batin sosok itu.


****


Xu Guang Zhou dalam perjalanan memasuki Sekte Pedang Langit, malam itu pemuda itu sudah selesai melakukan latihan terakhirnya di kolam lumpur, wajah nya terlihat sedikit lelah, meski pemuda itu sudah selesai membersihkan tubuhnya.


Saat melewati bagian belakang sekte, matanya menangkap cahaya remang dari bangunan pelatihan ramuan.


Xu Guang Zhou membuka pelan pintu ruangan itu, dan mata tajamnya mulai memperhatikan ke arah tempat biasanya orang meletakkan tungku, namun tidak ada orang yang terlihat, pemuda itu menelusuri rak-rak tinggi yang di penuhi guci dan tungku yang di peruntukan murid-murid biasa nya, dan mengarah kepada satu-satunya sumber cahaya di ruangan itu, dan matanya mulai dapat melihat sebuah lentera yang di letakkan di sebuah rak di sudut ruangan itu.


"Tuan muda Wang, kita tidak seharusnya seperti ini," terdengar suara seorang wanita begitu lirih dan pelan.


Xu Guang Zhou mulai dapat melihat dua orang bersiri sedang berpelukan di tempat itu, dan dari cahaya lentera itu matanya mulai mengenali dua sosok itu. Kedua sosok itu adalah Wang Kai, seorang pemuda arogan berusia 22 tahun, salah satu murid Sekte Pedang Langit di ranah pendekar atas, dia begitu di hormati karena latar belakang keluarganya yang merupakan pejabat di kerajaan Yuan, dan seorang wanita yang juga begitu terkenal karena dia adalah seorang tetua muda di Sekte Pedang Langit.


Xu Guang Zhou mengedipkan matanya beberapa kali tidak percaya apa yang di lihat nya, wanita yang mengajar nya dalam pengenalan jenis tumbuhan obat itu memiliki ambisi besar, dan melakukan apa saja untuk tujuan nya.


Banyak pria muda ataupun tua bahkan dirinya yang diusia begitu muda tidak mampu melepaskan pandangannya dari Tetua wanita itu, karena merupakan seorang alchemis yang tidak terlalu banyak bertarung membuat nya tidak terlalu kurus, sehingga tubuh indah nya tercetak jelas di balik pakaian sopan nya, serta dengan pengetahuan nya tentang banyak ramuan mampu membuat kulit nya terlihat kencang.

__ADS_1


Kecipak ciuman dari keduanya begitu terdengar, nafas keduanya saling memburu, bahkan desa*Han dari wanita itu sesekali mengusik sisi liar dari Xu Guang Zhou, membuat darah pemuda itu mulai memanas dengan perasaan campur aduk.


"Cukup tuan muda, aku sudah memiliki suami dan seorang anak," ucap wanita pelan seperti takut jika ada yang mendengar.


"Diam lah kau, bukankah kau yang sudah menggoda ku, dan menginginkan sumber daya agar kau bisa menjadi seorang Tetua di sekte ini," ucap Wang Kai.


Wang Kai mengangkat sedikit bokong dari wanita itu dan mendorong nya sedikit sehingga wanita itu kini setengah duduk di atas meja, pakaian nya sudah tidak utuh, sedangkan Wang Kai masih berdiri dengan tubuh bagian bawah menempel di ************ wanita itu meski masih di lapisi pakaian masing-masing, wajah pria itu sedang bermain dengan rakus di gunung milik wanita itu, membuat wanita itu mende*sah beberapa kali.


Xu Guang Zhou mengeretakkan giginya, perasaan begitu kecewa karena wanita yang dihormati nya sedang dilecehkan oleh seorang pria berandalan, dan wanita itu seperti tidak mampu melawan, bahkan terlihat begitu menikmati perlakuan dari pemuda yang usianya jauh di bawah wanita itu, ingin sekali dirinya menghancurkan rak-rak tinggi itu agar keduanya berhenti melakukan hal itu, namun semua itu akan membuat terlihat seperti orang yang mencampuri urusan orang lain.


Mendengar desa*Han dan tidak ada penolakan lagi dari wanita itu Wang Kai dengan cepat melepaskan pakaian dalam Tetua wanita itu dan juga menurunkan celananya sendiri, wanita itu seperti tersadar dan menahan perut Wang Kai dengan tangan nya agar benda milik pemuda itu tidak menekan ke milik nya.


"tidak..., berhentiiiii tuan muda, aku tidak ingin menghianati suamiku," ucap wanita itu menggeleng dengan wajah memohon.


"kau wanita munafik, jangan bermain-main dengan ku, jika bukan dengan bantuan keluarga Wang kau tidak akan menjadi alchemis, dan menjadi Tetua," ucap Wang Kai yang sudah dikuasai nafsu iblis.


"Tuan muda biar aku menggunakan tangan ku, untuk membantu mu menghilangkan nafsu tuan muda," ucap wanita itu dan mulai memegang milik Wang Kai dan mulai memainkan benda itu agar keinginan pemuda itu tuntas.


Wang Kai sesaat hanya diam, dan membiarkan wanita itu melakukan aksinya, matanya menatap tubuh setengah telanjang dari wanita itu, membuat nafsunya kembali naik dan kali ini tidak terbendung lagi, dengan sedikit gerakan Wang Kai menidurkan wanita itu di atas meja, dan memegang kedua tangan wanita itu dengan tangan kirinya, tangan kanannya mulai menggenggam milik nya dan mengarahkan ke milik wanita itu.


"Tuan muda jangan, kita sedang di Sekte, berhenti lah aku mo-hon aaakkkhhhh...." Wanita itu terpekik.

__ADS_1


__ADS_2